The first 165 lines.
Revenge Note
= Episode 16 =-
Ayo, ayo.
Lagu ini... untuk ujian terakhir.
- Aduh. - Aigoo.
Tidak perlu sebagus penyanyi aslinya.
Usahakan suara kalian tidak pecah
dan pengucapannya harus jelas.
Dengan begitu bisa dilihat apa terintegrasi dengan lagu dengan baik atau tidak.
- Yang Bapak tekankan kalian tahu, kan? - Iya.
Baik, hari ini cukup sekian.
Ah, gimana nyanyiinnya?
Lagunya ternyata sangat enak didengar.
Begitu kita ujian, kita seolah mengalami metamorfosis.
Iya sih. Eum Chi Hun Ssaem kan paling ketat kalau soal ujian.
Benar.
Gimana ini? UAS saja nilaiku jelek.
Mau gimana lagi, ya harus dihadapi.
Ah, kalau ASTRO, pasti nilainya 100.
Gimana bisa dapat nilai bagus?
UAS sebelumnya, hanya satu yang nilainya 90, kan?
Siapa ya waktu itu?
Berikutnya.
Berikutnya.
Berikutnya.
Suaranya cempreng!
Berikutnya.
Berikutnya.
Berikutnya.
D
Di
Dit
Dite
Diter
Diterj
Diterje
Diterjem
Diterjema
Diterjemah
Diterjemahk
Diterjemahka
Diterjemahkan
Diterjemahkan
Diterjemahkan o
Diterjemahkan ol
Diterjemahkan ole
Diterjemahkan oleh
Diterjemahkan oleh:
Diterjemahkan oleh:
Diterjemahkan oleh:
Diterjemahkan oleh: ~
Diterjemahkan oleh: ~
Diterjemahkan oleh: ~ I
Diterjemahkan oleh: ~ If
Diterjemahkan oleh: ~ Ifa
Diterjemahkan oleh: ~ Ifab
Diterjemahkan oleh: ~ Ifabe
Diterjemahkan oleh: ~ Ifabee
Diterjemahkan oleh: ~ Ifabee
Diterjemahkan oleh: ~ Ifabee ~
Begitu. Bagus.
Setengah udara, setengah suara.
Mulai nada awal akan terintegrasi dengan lagu.
Heo Mi Na, suaramu bagus. Bagus sekali.
Aku belum sebaris sudah distop.
Di kelas kita ada anak macam dia?
Mau tidak ya dia mengajariku?
Ah, lupakan saja.
Ujian musik nyerah saja dah.
Aku sih gak kaget kau menyerah pada musik.
Ciye, Ho Go Hee kau sudah mulai berani ya.
Akhirnya kau perlihatkan cintamu di Allstagram.
Deok Hee Onnie akan memberimu like.
Apaan? Kau bukannya baru bikin INSTA?
Siapa mereka ini?
Beberapa waktu tidak kubuka.
Ah, sepertinya ini Lee Kang Min.
Apaan? Dia pake SNS?
Apa-apaan dia?
Parah banget dia!
Satu yang style-ku banget
wajahnya yang culun itu.
Kalian berdua keknya berjodoh deh.
Wajah kalian mirip.
Kau ini ngomong apaan sih? Dasar!
Ini siapa ya?
Hei... Daebak!
- Benar-benar dimabuk cinta. - Wah.
Kalau kau lakukan ini di sekolah, mampus kau!
Nih anak melakukan semuanya!
Lebih ahli keknya.
Foto siapa ini?
Kau piket lagi?
Kenapa sih kau itu terlalu baik?
Entahlah, menurutku juga aneh
dan misteri.
Itu karena kau terlalu gampang mengiyakan.
Yang pasti, aku sibuk. Cabut dulu ya.
Dia itu, bisa-bisanya gak mau bantu?
Eh, Go Hee.... Mau kubantu?
Oh, oke. Makasih ya.
Ayam dari restoranmu enak sekali.
Iya, kan? Cukup terkenal.
Ini...
menu ayam dari restoranmu, kan?
Dibeliin sama pacarku, enak banget!
Iya, kalau diperhatikan menunya benar dari restoran kami.
Iya, kan? Silakan pesan lagi.
Oke deh.
Ayo kita selesaikan.
Wah, keren banget!
Ini beli di mana?
Ini dari luar negeri.
Keknya belum dijual di Korea.
Dibeliin pacarku.
Gitu ya. Ih, keren banget.
- Boleh lihat-lihat fotomu? - Iya.
Pacarmu punya mobil?
Bukan anak SMA?
Sebetulnya.... dia lebih tua 6 tahun dariku.
6 tahun lebih tua... anak kuliahan?
Bukan, lebih tua dikit.
- Selamat datang. - Halo.
Pesan yang original.
Aigoo, sudah lama ya.
Baiklah. Pesanan Anda akan segera kuambilkan.
Aku pulang.
Oh, Ssaem. Halo.
Oh, Ho Go Hee. Rumahmu di sini?
Iya.
Anda gurunya Go Hee ya?
Kalau saja tahu, akan kukasih ekstra. Kenapa tidak bilang?
Tunggu sebentar.
Sayang, sayang.
Kuberi ekstra minuman.
Iya, iya.
Aduh, terima kasih.
Struknya.
Aduh, tak perlu kasih ekstra.
Ini bisa dianggap gratifikasi, beri saja sesuai yang kupesan.
- Ah. - Anggap saja bagian dari layanan, kami memberi Anda 3.
- Terima kasih. - Iya.
Go Hee, sampai ketemu di sekolah.
- Iya. Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Omo, omo, omo. Hei, gurumu tampan sekali.
Benar-benar style-nya Ibu.
Styel-nya Ibu 'kan Ayah.
Huh?
Benar.
Wajahmu mending tutup saja.
Oh, Seonsaeng-nim.
Oh, Heo Mi Na.
- Baru pulang? - Iya.
Itu ayam ya?
Apa itu?
Besok 7:50 kutunggu di halte kita naik bus sama-sama. Selamat malam.
Hehe, lihat... sudah malam. Selamat malam juga.
Oh, Ajussi! Tunggu sebentar! Stop!
Oh, terima kasih.
Eh, jangan dorong-dorong dong!
Ah... sudah sesak ini!
- Busnya sudah penuh. - Jangan naikin penumpang lagi!
Waktunya pas sekali.
Ah, bukan sengaja. Waktunya emang pas saja.
No comments yet. Be the first to leave one.