The first 200 lines.
- Tunggu sebentar. Aku segera keluar. - Baiklah.
Bel pintunya bunyi.
Ya, aku tahu.
Aku tidak sedang menunggu siapa-siapa.
Juga aku.
Hey!
Hey, ayo, buka.
Itu Johnny Case.
Hey, buka! Buka atau aku dobrak.
- Oh, Johnny. - Halo, Susan.
- Masuk. - Apa kabar kalian?
Nick, lepaskan lengannya Johnny lalu biarkan dia masuk.
Kau kelihatan baik sekali, Johnny. Kapan kau balik?
Beberapa menit lalu. Aku tak ada waktu untuk pulang.
- Keberatan aku tinggalkan koperku di sini? - Tentu saja tidak.
Kalian berdua terlihat baik. Sampai jumpa. Aku temui kalian nanti.
Tunggu sebentar. Kami tak melihatmu sudah dua minggu.
Aku ada janji kencan pukul 11:00. Ada taksi lagi menungguku.
- Terus kenapa? - Mari sarapan.
- Ceritakan ke kami hal itu. - Bagaimana liburanmu?
Mengagumkan, mengagumkan, mengagumkan, mengagumkan.
Menduga dia menyukainya.
Dengar, aku harus pergi. Dia sudah menungguku.
- Aku belum ketemu dia sejak Rabu. - Dia? Siapa?
- Istriku. - Kau apa?
Nick, kau dengar ini orang?
Oh, semua orang sedang bertanya-tanya.
Dia sebenarnya belum jadi istriku, tapi dia akan. Semuanya sudah diatur.
Tenangkan diri sekarang. Semuanya akan baik saja.
Sekarang, kau tinggal rileks di sini lalu istirahatlah sebentar.
Percayalah ke kami.
Benar. Kau ceritakanlah ke kami semuanya, dari awal.
- Siapa dia? - Namanya siapa?
- Kenapa kau mau menikahinya? - Bagaimana caramu bertemu dengannya?
- Apa pekerjaannya? - Ceritakan, ceritakan, ceritakan, nak.
Tunggu!
Ini cinta, kawan-kawan. Aku bertemu wanita.
Dia...
Aku tak bisa deskripsikan dia, tapi...
hal pertama yang kalian perhatikan itu lesung pipinya waktu dia tersenyum.
Kenapa kau tak bilang begitu sejak awal?
Tentu saja, itu akan jadikan dia istri yang sempurna.
Sekarang, tunggu. Aku menemukannya.
Aku tak berpikir mereka muncul seperti itu lagi.
Dia manis, cerdas, kekasih yang sempurna.
Sekarang, dengar, kau belum ceritakan ke kami sama sekali.
Kami takkan biarkan wanita mana saja mendapatkanmu tanpa perjuangan, tahu.
Siapa wanita ini? Apa pekerjaannya?
Pekerjaannya? Aku tak tahu. Apa pekerjaan mayoritas wanita?
Johnny, jangan bilang padaku kau tak tahu sama sekali tentangnya?
Tentu. Dia mau aku,
dia mau kehidupan yang kumau, rumah tangga yang kumau, kesenangan yang kumau.
Bagaimana dengan keluarganya?
Ya, bagaimana dengan keluarganya?
Ada apa dengan keluarganya?
- Kau tak tahu sama sekali tentang mereka? - Tidak.
Oh, tentu, aku tahu. Ya. Dia punya adik laki, kakak perempuan, dan ayah.
Sekarang, itu sudah cukup jelas?
Ayo, Nick. Sungguh, aku harus pergi.
Dengar, ayo, kawan, berdiri.
Terima kasih. Aku bisa terlambat. Topiku mana?
Bagaimana menurutmu hal ini?
Oh, aku bisa bayangkan semuanya.
Ayahnya terlalu tua untuk bekerja,
adik lakinya penipu,
kakak perempuannya tak bisa pertahankan pekerjaannya gara-gara dia terlalu cantik, kau tahu.
Dan gadis muda berlesung pipi malang itu harus bekerja keras
demi menafkahi mereka semua.
Hey, bukankah itu jadi bagus sekali?
Johnny Case muncul di kehidupannya lalu membebaskan dia dari pekerjaan melelahkan itu.
- Ini topimu. Aku menyerah. - Oh, terima kasih.
Sampai jumpa, Susan. Sampai jumpa, Nick.
Aku mampir sore ini untuk ceritakan ke kalian semuanya.
- Johnny. - Apa?
Dengar, nak.
Ketika kau dapati dirimu dengan seluruh keluarga untuk dinafkahi dan semuanya jadi berat...
Tentu saja, Johnny, mengajar di universitas
tak memberiku uang banyak, tapi...
Itu manis sekali. Tapi kalian tahu aku, kawan-kawan,
ketika semuanya jadi berat, ketika aku merasa kekhawatiran muncul,
kalian tahu apa yang aku lakukan?
Itu. Lalu setelah itu kekhawatiran berakhir.
Sampai jumpa, teman-teman.
Jaga diri, Johnny.
Ini apa?
Kau bilang 843, kan?
Ya, tapi...
Aku rasa dia pasti kerja di sini.
Terima kasih, bung.
Itu tukang es krim.
Oh, maaf. Nona Julia Seton tinggal di sini?
Nona Seton memberiku alamat ini.
Namaku Case, John Case.
Nona Julia sudah menunggu anda, Mr. Case.
- Oh, berarti dia tinggal di sini. Permisi. - Masuk.
Maafkan aku,
tapi itu lazimnya buat tamu Nona Julia untuk masuk lewat pintu depan.
Oh, maafkan aku.
Bila anda bersedia ikut kemari, Mr. Case.
Terima kasih.
Permisi.
Terima kasih.
Yudas!
Bagaimana?
Aku hanya bilang "Yudas." Itu tak berarti apa-apa.
Bila anda bersedia tinggalkan mantel dan topinya di sini, tuan.
Ya.
Terima kasih.
Selamat pagi, Mr. Ned.
Ayah anda baru saja pergi ke gereja.
Dia bilang dia tak bisa menunggu anda.
- Aku sampai rumah baik saja semalam? - Semuanya sepenuhnya baik saja, tuan.
Bagaimana aku dapat luka ini di jidatku?
Anda terpeleset sekali atau dua kali, tuan, di kamar mandi anda.
Aku minta minuman di kamarku begitu aku pulang dari gereja.
Ya, tuan.
Hey, ini...Apa yang orang-orang kerjakan...
Bila anda bersedia ikut kemari, tuan.
Hey.
Bila anda bersedia menunggu di ruang tamu, tuan.
Tombol kedua.
Aku akan beritahu Nona Julia anda di sini.
Aku bisa saja naiki itu.
Johnny. Johnny.
Johnny.
Sayang.
Halo, manis.
Halo.
Johnny.
Johnny, jaga sikapmu.
Sayang, kita di mana?
Di mana aku tinggal.
Oh, Johnny, kau sudah janji untuk ganti ini dasi.
Oh, ini rambut.
Julia, serius, apa maksud semua ini?
Aku sudah bilang, di mana aku tinggal.
Aku tulis itu di belakang amplop untukmu.
Tapi...
Tapi ini besar sekali. Aku terkesima.
Ini Stasiun Grand Central.
Gemanya jelek.
Kau berhentilah kritik rumah ini atau aku panggil satpam.
Johnny, hentikan.
- Sekarang aku pergi ke gereja. - Tunggu.
- Kau mau tahu apa yang terjadi? - Mm-hmm.
Aku tadi masuk lewat pintu dapur untuk menanyakanmu.
Oh, serius?
Aku pikir kau sekretaris di sini, karyawati nyonya pemilik rumah.
- Kau yakin kau bukan? - Sumpah.
Pakaian aneh apa ini? Lihatlah.
Oh, hentikan, Johnny.
Kalian semua pasti sangat kaya.
Kami yang pasti tidak miskin.
Julia, kau harusnya bilang padaku, kau sungguh harus.
- Akankah itu ada bedanya? - Pastinya.
Aku bakal minta kau nikahi aku dua hari lagi daripada 10.
Tidakkah kau ini lucu, Johnny?
Lucu? Kenapa?
Untuk bicarakan soal itu.
"Itu"? Uang? Kenapa? Itu begitu tabu?
Tidak, tentu saja tidak.
Aku sungguh senang, itu saja.
Bila aku tiba-tiba tahu kau bisa main piano, aku bakal senang, kan?
Maksudmu memiliki uang itu seperti mengetahui cara main piano?
Keduanya itu perolehan bagus sekali buat seorang wanita.
Jangan khawatir, sayangku. Bila aku terpikat pada wanita kaya,
aku akan meneruskannya, melakukan yang terbaik.
Oh, tapi, sayang, kau sendiri akan hasilkan berjuta-juta.
Oh, tapi, sayang, tidak, aku tidak.
Oh, ya, kau iya.
- Oh, tidak, tidak. - Oh, ya.
Tidak, tidak dengan Mr. Case si orang kecil.
Aku pria biasa seperti orang-orang kebanyakan.
Aku memulai hidup dengan dua tangan kosong ini.
Juga dengan orang di atas perapian.
Mempunyai keyakinan diri dari kakek.
Jangan bilang kalian salah satu keluarga Seton itu?
Ya, Johnny.
Maafkan kami, tapi itulah kami.
Oh. Ini terlalu wah.
"Apa yang orang telah lakukan, orang bisa melakukannya," atau kata-kata itu mempunyai pengaruh.
Sekarang, dengar, nak,
bila kau pikir aku akan jadi seorang ahli keuangan muda, kau...
Berbahagialah, ini tidak seserius itu.
Bila kau tak berpikir pemberitahuanku akan pertunangan ini ke ayah itu serius...
Kupikir kau tadi bilang kau mau ke gereja.
Memang. Itulah kenapa aku ini cerdas.
Karena ayah di gereja, dan di gereja, ayah tak bisa mengobrol.
- Kau takut dengannya? - Tidak.
Tapi ini cara yang terbaik.
Ayah itu orang mengagumkan, tapi dia harus dihadapi dengan baik.
Kau serahkan itu padaku.
Tugasmu itu tinggalkan aku di gereja lalu balik sebelum pukul 1:00 buat makan siang.
Dan Johnny, jangan terlambat.
Kesan pertamanya padamu itu sangat penting.
Bagaimana kalau aku merangkak dengan tangan dan lututku? Akankah dia suka itu?
Jangan bercanda, sayang.
Oh, sekarang, ayo, sayang. Mari jangan biarkan candaan hilang karena ini.
Oh, ini kira-kira seperti itu?
Tidak, tapi...
No comments yet. Be the first to leave one.