The first 200 lines.
Aku tak tahu apakah bakat merupakan hal yang membahagiakan untuk dimiliki.
Bagi orang lain berkata "kau memiliki bakat"
menuntut usaha untuk mempertahankannya.
Dengan kata lain, seorang jenius
harus bekerja lebih keras di banding orang biasa,
bahkan pada hal-hal biasa seperti kebahagiaan sehari-hari.
Jika ingatan seorang seniman hilang,
aku ingin tahu apa seorang pelukis yang lupa bahwa dirinya seorang pelukis
akan tetap melanjutkan melukis.
Dan seorang detektif yang lupa dirinya seorang detektif
masih melanjutkan...
Hei!
Bukankah ada yang aneh?
Apa?
Ah, pakaianku?
Kurasa memang sedikt aneh.../ Sikapmu.
Semenjak kita meninggalkan Sandglass dan hanya berdua saja.
Aku buru-buru ingin segera tiba di tempat tujuan.
Tentu ini bukankah kebohongan.
Namun, aku sangat sadar
bahwa aku berjalan terlalu cepat.
Apa sesuatu terjadi di pertemuan kita sebelumnya?
Maaf, aku tidak mengingatnya.
Orang ini adalah seorang detektif bernama Kyoko-san.
Detektif
Mottonya adalah "Resolusi Cepat",
dia tak bisa dipesan dimukan dan mengambil bayaran dihari yang sama.
Hingga hari ini, dia sudah menyelesaikan 4 kasus untukku.
Karakteristik utamanya adalah, sekali tertidur,
ingatannya pada hari itu akan terhapus.
Karena itu dia tidak mengingat
pertemuan terakhir kami.
Mungkin sebuah garis melintas diantara kami...
Tidak, tidak terjadi apapun, sayang sekali.
Sayang sekali?
Ah, pokoknya, seandainya terjadi sesuatupun
hanya aku yang menimbulkan masalah tanpa diminta.
Ini juga benar.
Sebelumnya aku mencoba melakukan hal bodoh...
Kau memiliki ketertarikan terhadapku.
Bagaimana tingkat ketertarikannya?
Apakah dangkal atau dalam?
Apakah ditingkatan ingin sangat dekat denganku?
Aku tak tahu sedalam apa, tapi...
...bagaimanapun, aku tidak mau terlibat.
Eh?
Aku tidak mau terlibat.
Di tolak
mentah-mentah
Ditolak mentah-mentah.
Bahkan jika ada sesuatu, tidak usah dipusingkan.
Aku tak ingat satupun tentang dirimu.
Benar.
Haruskah aku merasa senang atau sedih
soal selalu dilupakan setiap kali?
Aku sungguh tak tahu.
Ah, ini kompleks studionya.
Wow, luar biasa.
Kompleks studio.
Meski dinamakan demikian,
sebenarnya merupakan sebuah mansion dengan 14 lantai.
Kenapa kami datang ke tempat ini bersama?
Sandglass
Ceritanya kembali ke pagi ini.
Kompleks studio?
Sebuah mansion besar dengan gratis biaya sewa dan biaya hidup.
Kedengarannya bagus. Aku ingin tinggal disana.
Saat ini, kau tinggal gratis disini.
Aku bosan tinggal di tempat kerja.
Aku tak pernah bertemu orang baru.
Makuru-san, ada pria lajang disini.
Kakushidate Yakusuke
Kizunai Horo
Narikawa Nuru
Makuma Makuru
Maaf.
Kenapa semangat bertarungmu membara?
Aku tidak tertarik dengan orang yang lebih lemah dariku.
Pertemuan Makuru-chan adalah pertarungan.
Ya.
Jadi mengenai mansion gratis segalanya ini.
Ah, ya.
Semua penghuninya adalah seniman muda berbakat.
Pemiliknya adalah Wakui Kazuhisa,
kau sebenarnya pernah sekali bertemu dengannya.
Dia ahli pembuat bingkai lukisan,
Wakui Kazuhisa
meskipun di pria yang lekas naik darah.
Aku baru tahu setelahnya
tapi dia sangat terkenal di dunia seni,
dan jika bingkainya digunakan pada hasil karya seorang pelukis
itu adalah bukti bahwa mereka seniman besar.
Wakui-san
menghubungiku meminta supaya kau dan aku bekerjasama melakukan satu pekerjaan untuknya.
Kemarin aku pergi seorang diri ke studio miliknya.
Hari sebelumnya
Luar biasa sekali kau bisa mendukung orang sebanyak ini.
Saat aku muda, aku ingin menjadi pelukis.
Tapi keluargaku miskin, jadi aku menyerah.
Malah akhirnya aku menjadi tukang.
Karena itu kau menjalankan tempat ini?
Bakat membutuhkan lingkungan yang tepat untuk mengembangkannya.
Aku sangat beruntung sekarang.
Aku bisa menyediakan lingkungan tersebut.
Aku akan memulai pengerjaan mahakarya finalku.
Mahakarya puncak dari ahli bingkai Wakui Kazuhisa.
Bingkai seperti apa yang akan kau buat?
Masih belum ada lukisan.
Atas permintaanku, karya tersebut sedang dalam proses pengerjaan diatas.
Jadi berarti anda memilih dari para penghuni tempat ini?
Siapa dan lukisan seperti apa?/ Bodoh!
Jangan membuatnya terdengar membosankan.
Tugasmu mengawal ini.
Aku ingin kau melindungi ruang kerja ini
sementara lukisan dan bingkai dalam proses pengerjaan.
Melindunginya?
Dia mengusulkan kita berdua bergantian berjaga
sehingga tidak seorangpun bisa masuk dalam waktu 24 jam.
Tapi untukmu.../ Mustahil.
Aku hanya menerima pekerjaan yang bisa diselesai dalam satu hari.
Itu benar.
Lalu, kenapa memerlukan penjagaan?
Untuk menghindari gangguan, sepertinya.
Misalnya gangguan oleh orang dunia seni yang tidak menginginkan dia pensiun.
Akan ku ajari satu hal mendasar bagi detektif swasta.
Bohong
Kebohongan klien.
Mungkin benar ada sebagian yang tidak menginginkan dia pensiun,
tapi aku ragu mereka akan melakukan apapun demi Wakui-san.
Dia khawatir karya terakhirnya dicuri?
Bingkai buatannya disesuaikan dengan masing-masing lukisan.
Mencuri salah satu tak berarti apapun.
Dia menjaganya dari apa dan apa yang dia lindungi?
Kapan dia menginginkan kita mulai bekerja?
Segera setelah dia mendapatkan bahan-bahannya.
Ayo pergi.
Horo-san, temukan pakaian yang cocok.
Aku pernah dengar sebelumnya...
Untuk dia.
Hm? Baik!
Eh? Eh?
Dan begitulah...
Cerita
selesai
Dengan hanya aku yang mengenakan pakaian seniman,
kami megnunjungi kompleks studio.
Catatan Pendek Okitegami Kyōko
Wakui-san tidak menjawab.
Dia bilang akan berada disini.
Kucing
Lucu sekali~
Aku akan coba menghubungi Riku-kun.
Kucing
Riku-kun?
Ah, kau pernah bertemu dia sebelumnya.
Dia bocah laki-laki yang tinggal disini, dan kemarin aku bertemu lagi dengannya.
Oh, baru pulang?
Ah, Yakusuke.
Da baru saja memulai sebagai seniman, tapi luar biasa dalam menggambar.
Dia hanya menggunakan warna hitam.
Katanya dia tak suka pada warna.
Sampai ketemu lagi./ Dah.
Tidak dijawab.
Apa dia keluar?
Wakui-san juga tidak menjawab telponnya.
Tempat yang sepi.
Berdiri menjulang tinggi, hanya sendirian.
Mungkin lingkungan seperti itulah yang dibutuhkan.
Orang biasa sepertiku tak bisa mengerti
tapi filosofi Wakui-san sungguh luar biasa,
hidup hanya demi seni.
Kurasa hal seperti itu terlalu berlebihan seperti melarikan diri.
Lebih baik untuk memiliki pilihan di dalam hidup.
Seseorang dengan bakat seni tidak perlu harus menjadi seniman.
Lalu, bagaimana dengan Kyoko-san?
Dia mungkin memiliki bakat sebagai detektif,
tapi pasti sangat sulit meneruskannya
disaat ingatannya tereset setiap hari...
Dengar!
Kenapa kau menjadi detektif?
Ada pekerjaan lain yang bisa kau lakukan, bukan?
Seperti seorang pemain bola voli?
Itu terlalu tidak jelas.
Aku cukup menyukainya.
Bisa kau menirukan pose menerima ?
Seperti ini?
Lebih kesini lagi...
Sebelah sini, sebelah sini...
Buka lebih lebar kakimu./ Baik.
Lebarkan sikumu.
Dan tekuk sedikit disini.
Genggam yang erat./ Ya.
Pertahankan posisimu./ Ya!
Benar.
Aku menemukan sesuatu!
Yakusuke-san, cepat memanjatlah!
Aku tak akan mampu meski berusaha menghentikan Kyoko-san.
Aku menyadarinya dengan cara yang keras.
Aku yakin kau tahu, tapi menerobos masuk merupakan kejahatan.
Kita mendapatkan izin berkunjung.
No comments yet. Be the first to leave one.