New Amsterdam

New Amsterdam

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

New Amsterdam - First Season (2018) - Netflix Retail Completed
A Commentary by Chesapeake_Ripper
Retail Netflix

Tags

other
Published on: 2021-06-03
Downloads: 47
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

ALARM SENYAPKAN

PULAU RIKERS GERBANG 1

Rumah Sakit New Amsterdam.

Keracunan karbon monoksida besar-besaran dari perapian rusak.

Ada konferensi perubahan iklim, jadi, banyak duta besar datang.

Berikan oksigen 100 persen dan bawa ke Bendungan.

Dalam perjalanan.

BERDASARKAN BUKU TWELVE PATIENTS: LIFE AND DEATH AT BELLEVUE HOSPITAL

OLEH DR. ERIC MANHEIMER

Kudengar semua dokter hebat menolak pekerjaan itu.

Dekan hanya merekrut orang yang bisa dikendalikan, bukan pengacau.

Semua dokter di sini tidak mengenal pria baru itu.

Kenapa begitu?

Dia sempat mengelola klinik bobrok di Pecinan selama lima tahun.

Kudengar dia mengubah klinik itu.

Dengan memecat semua orang. Bahkan para perawat.

Kawan, jangan khawatir.

Direktur medis bahkan tidak bicara dengan perawat, apalagi memecat mereka.

Taruhan sepuluh banding satu, dia tak bertahan setahun.

Ini dia. Sudah kuduga kau tersesat. Semua direktur medis baru tersesat.

Selamat siang.

Aku akan mengadakan rapat mingguan dengan perawat dan staf kebersihan

agar pekerjaan kalian lebih menghasilkan, efisien, dan bebas pelecehan.

Dan…

aku akan ikut bertaruh.

- Tolong ambilkan seprai. - Ambulans baru mengantarkannya.

- Tunggu. - Apa?

- Kau dengar itu? - Mendengar apa?

Dokter Bloom, dia sudah mati.

Tak ada denyut, tak ada tensi, kaku mayat sianosis.

Aku butuh defibrilator, ventilator, ALS, dan tim resusitasi. Sekarang.

- Mustahil. Dia sudah meninggal. - Setidaknya dia tak terbunuh dua kali.

New Amsterdam punya sekolah negeri, bangsal penjara, dan fasilitas untuk PBB.

Kami melakukan bedah sesar pertama di bangsal persalinan pertama dunia.

New Amsterdam adalah rumah sakit umum pertama di Amerika.

- Pasien tak butuh asuransi, uang… - Dora, aku tahu sejarah.

Dekan menyuruhku memberi tahu setiap direktur baru.

Kau sudah bekerja dengan berapa orang?

Lima. Dalam lima tahun.

Dokter Helen Sharpe, Max Goodwin. Ada yang bisa kubantu?

Kau terlalu baik. Selamat datang di Bendungan. Kenapa kau pakai baju medis?

Karena aku seorang dokter. Mau pergi?

Aku harus merekam segmen acara pagi dan Megyn Kelly,

lalu memberikan ceramah di Konferensi Onkologi di Vail.

- Biar kubawakan. - Terima kasih.

Kau lakukan semuanya saat makan siang?

Kau lucu. Aku akan kembali pekan depan.

Kita makan siang di Tavern. Aku yang traktir.

Tak seperti direktur medis sebelumnya,

aku berharap kau praktik di rumah sakit ini,

karena, entahlah, itu pekerjaanmu?

- Kau lucu. - Kau bilang begitu.

Begini saja, aku akan terus berpidato di seluruh dunia

karena kau tak mampu membayar publisitas yang kuberikan untuk rumah sakit ini.

Aku akan terus tampil dengan Ellen, Oprah,

dan orang lain yang berkuasa dengan satu nama,

karena harus ada yang mengingatkan New York, walau New Amsterdam

adalah rumah sakit umum miskin, kita masih bisa sejajar

dengan swasta mulai dari perawatan dasar hingga prosedur tercanggih.

Aku kembali pekan depan. Kita makan siang di Tavern, aku traktir.

Aku menyukainya. Jika dia kembali, kita pertahankan dia.

KEBOCORAN GAS DI PBB

Maaf.

Max? Semua baik-baik saja?

- Hanya menelepon untuk menyapa. - Benarkah?

- Itu yang dilakukan orang-orang, bukan? - Orang-orang, ya.

Kau, tidak juga.

Aku berusaha.

- Bagaimana… - Boleh…

- Maaf, apa? - Tidak, kau…

Aku…

Aku tadi ingin tanya soal apartemen itu.

Ini bagus. Ya.

Kau harus datang kapan-kapan, duduk di lantai, makan kecap.

- Pernahkah kau memikirkan… - Max, sudah waktunya.

- Georgia, aku harus… - Selamatkan dunia. Aku tahu.

- Pergilah. - Tapi dengar. Aku tahu perbuatanku salah.

Seharusnya aku mengutamakanmu dan bayimu, tapi aku akan berubah.

Aku akan memikatmu kembali.

Kau punya waktu 12 pekan.

Hei, Reynolds.

Sebentar. Hei.

Aku memikirkanmu. Mau minum nanti?

Aku tidak bisa.

Kau tahu saat aku bilang minum, maksudku bukan sungguhan.

Aku tahu.

Maaf. Maafkan aku.

Maafkan aku.

Kalian tak apa-apa?

Itu dia.

Aku dan adikku, Luna, lahir di sini, di New Amsterdam.

Lalu delapan tahun kemudian, Luna meninggal di sini.

Karena infeksi rumah sakit. Bisa dicegah.

Jadi, bekerja di sini, bisa menyelamatkan adik orang lain,

atau putri seseorang…

adalah mimpi yang terwujud.

Setidaknya untukku. Jadi, ada yang bisa kubantu?

Maaf, itu bukan pertanyaan tipuan. Aku sungguh bertanya.

Aku bekerja agar kau bisa bekerja untuk pasien.

Ada yang bisa kubantu?

Teriakkan saja.

Benarkah? Tidak ada?

Baik, begini saja. Aku lebih dahulu.

Bisakah semua orang di departemen bedah jantung mengangkat tangan?

Jangan malu. Angkat tangan saja. Bagus.

Bagus. Terima kasih. Kalian semua dipecat.

Departemen mana pun yang mengutamakan tagihan di atas perawatan,

tak peduli berapa yang kau hasilkan untuk rumah sakit,

kau akan diberhentikan. Aku serius. Sampai jumpa.

Kita akan mulai dari awal, ya?

Tanpa kalian. Maaf.

Berikutnya, semua ketua departemen bisa mengangkat tangan?

Entah bagaimana kalian bisa mempertahankan rumah sakit ini…

- Angkat. - tanpa bantuan.

Jadi, aku akan mempekerjakan 50 dokter baru.

Karena dokter tidak terlatih tidak akan mengelola rumah sakit ini lagi.

Terlepas berapa banyak uang yang dihasilkan universitas

dari kontrak pengabdian,

atau berapa lama kalian bisa bermain golf.

Jadi, izinkan aku bertanya lagi.

Ada yang bisa kubantu?

Ya, orang yang tak menelepon pengacaranya.

Lauren Bloom, Departemen Darurat. Aku ingin menyingkirkan ruang tunggu kita.

- Baiklah. Kau mau taruh di mana? - Aku ingin singkirkan.

Aku ingin segera pindahkan pasien, tanpa ruang tunggu.

- Beres. - Benarkah?

Tentu. Mari kita coba.

Ya?

Hai, Dokter Iggy Frome, Kepala Kejiwaan.

Bisakah kita melakukan sesuatu tentang makanan sehat?

- Apa yang ingin kau lakukan? - Memakannya.

Makan di rumah sakit.

Baiklah. Beres.

- Bagus. Terima kasih. - Terima kasih.

Kita semua merasa sistemnya terlalu besar untuk diubah.

Tapi coba tebak? Kita adalah sistemnya. Dan kita harus berubah.

Katakan yang kau dan pasienmu butuhkan.

Aku tak peduli jika tidak dibiayai, aku tak peduli jika dewan menolak,

mari kita terlibat masalah. Mari menjadi dokter lagi.

Baiklah, aku menghargainya.

Pergilah dan sampai bertemu di bangsal. Terima kasih.

Bloom. Maaf, bisa bicara sebentar?

Aku ingin kau melakukan biopsi tenggorokan. Hanya sebentar.

Tentu, untuk pasien mana?

Aku.

Halo. Namaku Alain. Aku menuliskan namaku.

Kami akan memanggilmu saat ada dokter tersedia, ya?

Di Departemen Onkologi Pediatri New Amsterdam,

kami berusaha memastikan anak-anak merasa santai,

lingkungan positif…

- Kau tahu? Dia hebat. Benar. - Sudah berapa lama kau menyadari iritasi?

- Menurutmu dia pulang lebih awal? - Tidak.

- Max? - Ya? Empat pekan? Enam?

Mungkin delapan? Entah. Kau tampak lelah, mau tidur?

- Aku mau kau tetap diam. - Semoga berhasil.

- Siapa yang menelepon? - Dekan Kedokteran. Kali ketiga.

- Abaikan. - Max, berhenti bicara.

Ya. Tunggu, apa yang ada di daftar panasku setelah ini?

- Daftar panas? - Ini daftar tugas, tapi…

- dengan nama yang lebih keren? - Telepon Dekan kembali.

- Setelah itu. - Aku bisa kembali nanti.

Kau punya seluruh PBB di ICU,

dan pasien gagal jantung bersiap dioperasi.

Tunggu, kenapa ada operasi jantung di daftar panasku?

Karena kau memecat semua dokter bedah jantung.

Benar, tapi semua pasien diarahkan ke Universitas.

Bukan yang dari Rikers.

Mungkin kau seharusnya tidak memecat seluruh departemen.

- Mereka semua korup dan malas. - Dengar?

- Kecuali Dokter Reynolds. - Kenapa?

Baca saja berkasnya.

Dokter Frome?

- Silakan mendaftar dan duduk. - Dokter Frome!

Nona, masih pagi untuk memanggil satpam, nanti kupanggil.

Dokter Frome!

Hei, tidak apa-apa! Aku bisa. Jemma. Hei. Biar aku saja.

Terima kasih. Kau baik-baik saja. Ayolah. Ikut aku. Terima kasih.

Tidak apa-apa, apa pun itu.

Itu terjadi lagi.

Floyd Reynolds? Max Goodwin.

Ya, aku ingat kau dari sejam lalu saat kau memecatku.

Yale. Keren.

Kau ikut perkumpulan rahasia? Tulang Tengkorak? Gulungan dan Kunci?

- Yang menerima anak kulit hitam miskin. - Dan yang mana itu?

Sekolah Kedokteran.

Jadi, Floyd, kenapa kau menjadi dokter bedah kardiovaskular?

Dengan hormat, aku tak perlu dihibur saat keluar.

Bagus, aku tak berniat menghibur

karena sejarah pasien di departemenmu mengerikan.

Jika kau menilai dari penampilan,

- aku tetap akan sama. - Dari penampilan, maksudmu…

tingkat mortalitas dan infeksi tertinggi di Kota New York?

Karena itu seperti penampilan Beyoncé,

jika Beyoncé membunuh orang.

Dan jangan lupa budaya merajalela menggelembungkan jam kerja.

Tapi kau tidak.

Aku membaca arsipmu. Tagihanmu terendah di departemen. Kau tidak suka operasi?

Aku suka operasi.

Lalu kenapa kau melakukan separuh prosedur dibanding kolegamu?

Karena pasienku tidak membutuhkannya.

More Indonesian subtitles for New Amsterdam

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left