Release info

보쌈: 운명을 훔치다ㅡBossam: Steal the Fate E06
A Commentary by CliffEdge
Terjemahan manual. Durasi 01.05.03. Maap lama, mouse-nya ngajak gelud, lari-lari sendiri mulu bikin bete jadinya.

Tags

other
Published on: 2021-05-18
Downloads: 42
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Acara ini berisi konten yang tak cocok untuk anak di bawah 15 tahun dan membutuhkan bimbingan orang tua

Drama ini berdasarkan fakta sejarah. Beberapa tokoh, kelompok, dan insiden hanyalah fiksi sebagai pelengkap cerita.

Hei!

Bossam - Steal the Fate Episode 6 Takarir Indonesia

Beraninya kau!

Siapa kau? Beraninya menyamar sebagai seorang kasim?

Apa maksudmu "Menyamar"? Aku ​​Kasim Penyidik Yi Deok Pal.

Siapa kalian sebenarnya?

Oho! Dia adalah...

...​​Kasim Penyidik yang asli, Yi Deok Pal.

Apa? Yi Deok Pal?

Benar! Aku Yi Deok Pal! Siapa kau?

Kubilang aku Yi Deok Pal!

Meski identitas bajingan ini sudah terungkap, dia berpura-pura tak bersalah sampai akhir.

Kenapa kau tak langsung mengatakan siapa kau?

B-buat mereka segera berlutut!

Apa yang kau lakukan? Apa kau hanya akan menonton penipu itu?

Mereka orang yang tak tahu malu...

yang bahkan menyebut nama tuanku tepat di hadapannya.

EPISODE 6

Bentar. Bentar. Dua-duanya mundur.

Aku yakin salah satunya penipu.

Dolsae. Kurasa kita perlu selesaikan dengan tikar jerami, jadi kumpulkan orang kita.

Dolsae: Pelayan laki-laki

Ya.

Yang pertama bergerak sebelum pelayanku tiba adalah penipu.

Jangan beranjak dari posisimu.

Gimana, nih?

Apa? Jangan tanya aku!

Mereka kasim penyelidik yang asli yang dipekerjakan pemerintah,

dan mereka datang untuk urusan resmi,

mereka pasti punya mapae.

Perlihatkan mapae-mu.

Ya.

Tunjukkan mapae-mu.

Ma-Mapae...

Kau tak punya mapae. Kau lihat itu?

Mereka bahkan tak punya mapae. Mereka jelas-jelas penipu.

Penipu apaan!

Aku tak punya mapae karena aku di bawah perintah rahasia raja.

Aku sungguh kasim penyelidik dan mereka anggota pengawal pribadi raja.

Jika kau meragukanku, ikut aku ke kantor pemerintah.

Kami punya mapae? Kau lupa itu?

Ini.

- Biar kulihat juga. - Oho!

Jangan mencoba bergurau.

Aku takkan percaya sampai aku melihatnya dengan kedua mataku sendiri.

Berikan padaku.

Aku juga tak memercayaimu. Lihatlah!

KABOOOR!!!

Uangku! Uangku!

- Apa yang kamu lakukan? - Maling! Tangkap maling itu!

Cepatlah!

Tangkap mereka! Lari!

Tangkap mereka! Bajingan itu!

Ini. Pegang ini!

Ayo.

Kok malah gini, sih?

Ayo!

Kenapa kamu belom naek kuda?

Ini lebih cepat bagiku.

BERHENTI!!!

Cepat pergi!

Sial.

Sialan! Jangan ragu! Pergilah!

Minggir! Minggir!

Lebih cepat.

Lebih cepat.

Kurasa kita gak dikejar lagi.

Lepaskan pelukanmu.

Bukankah sudah kubilang lepaskan pelukanmu?

Kamu gak papa? Apa kamu terluka?

Kamu gak nyuruh aku turun dari kuda.

Aku gak nyuruh kamu turun. Niatnya mau lepaskan pelukanmu.

Bukankah kamu nyuruh aku memeluk erat?

Dasar kurang ajar.

Kurang ajar, ndasmu!

Tad...

Bisa-bisanya kamu melakukan hal bodoh tadi.

Seolah kamu sangat ingin mati—

Bukannya kamu yang pengen mati tuh?

Biar kutanyakan sesuatu. Kenapa kamu balik lagi tadi?

Kamu gak tau?

Aku nyuruh kamu pergi. Kubilang "Sialan! Jangan ragu! Pergilah!

Kenapa?

Saat kamu balik untuk selamatkan aku, kamu pikir aku bakal menangis bahagia?

Aku akan urus urusanku sendiri.

Jangan bodoh disaat kamu aja gak bisa menjaga diri sendiri.

Itu yang paling kubenci.

Jangan lakukan itu lagi. Paham?

Aku mengerti.

Lain kali, entah kamu hidup atau mati, aku akan meninggalkanmu.

Jadi, jangan khawatir.

Aku juga tahu aku itu beban bagimu.

Gara-gara aku, kamu dan Cha Dol menjadi buronan.

Makin aku memikirkannya, aku makin malu.

Ada apa denganmu tiba-tiba?

Alasan semua ini dimulai karena bossam.

Kubilang kerjaku gak ada yang benar.

Segera setelah iparku pulih dan pergi, aku akan segera menyusuri jalanku.

Jadi, karena semuanya sudah seperti ini, aku akan menghargai toleransimu sedikit lagi.

Tapi...

Apa maksudmu pas kamu bilang akan menyusuri jalanmu?

Aku gak bisa terus-terusan tinggal denganmu dan putramu, 'kan?

Itu benar. Tapi apa kamu punya tempat tujuan?

Tentu saja nggak ada.

Dari mana kepercayaan dirimu berasal? Kamu bahkan gak punya rencana.

Aku akan urus urusanku sendiri.

Aku selalu berencana untuk pergi. Ini hanya masalah entah kapan.

Baguslah.

Aku khawatir dan takut kamu akan diam selamanya sambil menyalahkan bossam.

Yah, pas kamu pergi, tolong kasih tau aku dulu kalau kamu akan pergi.

Kenapa kamu menatap seperti itu?

Aku juga gak niat untuk menahanmu selamanya.

Itu karena kalau kamu pergi diam-diam, aku takut Cha Dol akan sakit hati.

Entah apa yang harus kukatakan padanya.

Anak itu sangat baik padaku.

Seperti katamu. Kita gak bisa berpura-pura dan hidup bersama selamanya.

Demi dia, kita harus berpisah sebelum dia semakin terikat.

Baiklah. Sampai saat itu, aku akan berusaha merahasiakannya darinya.

Ayo lakukan itu.

Mari akur sampai perpisahan kita.

Bolehkah aku meminta satu hal lagi?

Katakanlah.

Sampai iparku pulih sepenuhnya dan pergi,

jangan memprovokasi dia dan kuharap kamu bisa bersabar.

Situasinya semakin buruk.

Yah, aku mengerti.

Kumohon bantuannya.

Kubilang aku mengerti.

Apa? Kamu ingin janji kelingking?

Eyyy!

Aku mengerti. Ayo masuk.

Silahkan diminum.

Apa dia tahu betapa berharganya ginseng liar? Dan kesulitan apa yang kulalui untuk itu?

Apa? Apa perkataanku salah?

- Beraninya kau! - Terus apa, dasar berandal?

"Dasar berandal"?

Terus, haruskah aku menghormati orang yang ingin membunuhku?

Cha Dol, ungkapan apa yang cocok untuk "Perkataan pria itu seberat emas"?

Seorang pria gak pernah menarik kembali kata-katanya.

Kamu mendengarnya dengan jelas, 'kan?

Kuharap kamu menepati janji...

yang kamu buat untuk tak saling berselisih saat berada di rumah ini.

Karena sudah larut, aku akan tidur.

Kau bahkan tak punya kamar. Kau akan tidur di mana?

Aku bisa tidur di kandang, jadi, jangan khawatirkan aku.

Tidak, Kak.

Aku akan tidur di kandang bareng dia. Silakan tidur di kamar ini dengan Cha Dol.

Siapa yang mengizinkan? Kenapa aku meninggalkan kamarku dan tidur di kandang?

Apa maksudmu kamu akan membiarkan dia yang lembut ini tidur di kandang?

Tidak, kita semua akan tidur di sini.

Ada perbedaan jenis kelamin. Bagaimana kau bisa tidur dengannya?

Sampai sekarang, kami tidur di sini, kok.

Itu takkan pernah terjadi mulai sekarang!

Bagaimana bisa orang sepertimu tidur di kamar yang sama bersamanya?

Itu takkan pernah terjadi.

Saling pengertian, dong.

Tolong hentikan.

Karena kau adalah pasien yang tubuhnya belum pulih sepenuhnya,

Kamu harus tidur di sini. Aku akan pergi ke kandang.

- Tidak, Kak. - Kamu udah gila?

Saban hari makin dingin. Kamu bakal mati kedinginan.

"Kamu gak boleh ini, kamu gak boleh itu."

Terus, aku harus apa?

Ayah, tak bisakah ayah membuat kandang menjadi kamar?

Emangnya mau tinggal di sini berapa lama sampai kita harus benerin rumah ini?

Setelah tubuh yang sangat penting pulih, kita harus kabur dari sini.

Beraninya kau! Arogansimu menembus langit.

Kamu orang yang makan ginseng liar dan tampaknya kini kamu penuh energi!

Melihatmu berteriak, sepertinya kamu udah baikan.

Kakak...!

Aigoo~

Permisi, permisi!

Apa yang kau lakukan di rumahku?

Aku datang untuk memberi tahumu kapan kuburan putri akan dipindahkan.

Karena masalah ini menyangkut kesehatan raja, kau tak bisa terus menundanya, 'kan?

Aku telah mendesak ahli ramalan untuk menentukan tanggalnya.

Sepekan dari sekarang, hari terakhir di bulan ini.

Bukankah itu terlalu buru-buru?

Semua persiapan akan dilakukan, jadi, jangan khawatir.

Meski begitu, aku harus memberi tahu keluargaku.

Dan keluargaku punya banyak persiapan.

Cobalah atur ke tanggal lain.

Maafkan aku, aku tak bisa melakukannya. Tuan.

Apa?

Raja sudah menetapkan tanggal sepekan dari sekarang.

Itu saja untuk saat ini...

- Siapa yang di luar?! - Ya, Ayah.

Kau tahu pria yang baru saja pergi?

Bukankah itu pembaca wajah Kim Ja Jeom?

Tunjuk seseorang untuk membuntutinya.

Mulai saat ini dan seterusnya, cari tahu apa yang dia lakukan dan di mana.

Siapa yang dia temui. Aku harus tahu segalanya.

Ya, aku akan menuruti perintahmu.

Bagaimana bisa seorang pria mengeluarkan bau busuk seperti itu?

Biar aku saja.

Aku bisa sendiri. Silakan masuk saja.

Kau tak pernah melakukan pekerjaan serabutan ini.

Apapun itu, selalu ada awal bagi segalanya.

Bossam: Steal the Fate (Bssamunmyeongeul Humchida / 보쌈: 운명을 훔치다) subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Bossam: Steal the Fate (Bssamunmyeongeul Humchida / 보쌈: 운명을 훔치다)

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left