The first 189 lines.
Malam Berbintang, Lautan Berbintang Bagian 2
Yang Mulia Shanggong.
Apakah kau tahu apa ini?
Ini namanya pisau tulang ikan berharga.
Duyung ini dibunuh oleh manusia.
Itu sebabnya pisau ini sewajarnya memiliki kebencian terhadap manusia.
Setelah dibasahi oleh darah manusia, roh jahat akan memancar di sekitar dan menjadi tajam.
Pisau ini akan mencari tenggorokan manusia dan saluran kehidupan mereka.
Ini hanya akan berhenti setelah saluran kehidupanmu putus dan kau sepenuhnya berdarah.
Apakah kau tidak takut?
Takut atau tidaknya, aku tetap tidak akan bisa melarikan diri dari kematian, kan?
Jika nyawaku sungguh bisa menghibur
dendam jiwa-jiwa orang yang sudah meninggal dan menghilangkan kebencian mereka yang hidup,
Maka kematianku itu merupakan sesuatu yang layak. Berpikir seperti itu, kenapa aku harus takut?
Kau budak rendahan dan sombong!
Apa hakmu untuk memiliki kematian yang layak?
Kuberitahu kau.
Bahkan jika kau pergi ke Neraka setelah meninggal, dendam jiwa-jiwa duyung yang sudah meninggal tetap akan menghantuimu!
Kau akan benar-benar merasakan rasa sakit karena dihancurkan oleh batu-batu besar di tempat pemandian darah, menaiki sekumpulan pisau, berenang di lautan api.
Upacara persembahan lautan nanti akan diadakan di Pulau Xinyue (bulan baru) di barat.
Bawa pelayan rendahan ini kesana
dan masuk ke lautan dari barat.
Baik.
Yang Mulia, upacara persembahan lautan akan segera dimulai.
Biarkan aku mengganti pakaianmu.
Pergi dan panggil Yin Hu untukku.
Baik.
Yang Mulia, Yin Hu sudah datang.
Yang Mulia, apakah kau akhirnya sudah mengerti?
Sini. Duduklah.
Minum beberapa gelas denganku.
Aku mengira bahwa kau sudah mengerti dan berencana untuk menolong Lu Li.
Aku tidak menyangka bahwa kau hanya minum anggur sendirian disini.
Duduk!
Raja apanya? Pria apanya?
Bukankah kau hanya seorang pengecut?
Apa katamu?
Apakah aku salah bicara?
Kuberitahu kau.
Sejak aku menjadi Raja dari klan duyung,
Aku hanya punya satu identitas sejak saat itu.
Aku tidak punya hak untuk mengikuti apa yang kuinginkan.
Aku tidak boleh lemah.
Tidak boleh bersedih.
Bahkan tidak bisa mencintai orang yang kucintai.
Yang Mulia, kurangi minummu.
Lu Li adalah cinta. Klanku adalah kebenaran.
Jika aku memilih cinta, dunia akan berkata bahwa aku kacau dan tidak mampu.
Jika aku memilih kebenaran, dunia akan mengutukku tidak berperasaan.
Begitu menyedihkan. Begitu lucu.
Tidak peduli apapun yang kulakukan,
Aku akan menderita kritikan dari dunia.
Yang Mulia, kurangi minummu.
Biasanya aku tidak berani mengatakan ini.
Setelah minum beberapa gelas,
hanya dengan begitu aku berani mengatakan hal sembarangan ini.
Aku juga ingin menyelamatkan Ah Li.
Ah Li adalah orang yang paling kucintai.
Bahkan jika aku harus menyerah atas wilayah dan takhtaku untuknya, aku tidak takut melakukannya.
Aku begitu ingin melihat seluruh kemakmuran dunia ini bersama dengan Ah Li.
Aku begitu ingin melindunginya.
Aku begitu ingin memegang tangannya dan bersamanya sampai tua.
Yang Mulia..
Tetapi aku bahkan jika aku menggunakan seluruh tenagaku,
Aku tetap harus mengecewakannya.
Yang Mulia..
Yin Hu..
Jika aku bisa mencintai orang yang kucinta sesuka hatiku,
Alangkah baiknya hal itu?
Ada wanita cantik aku tidak bisa lupa setelah bertemu dengannya.
Satu hari tidak bertemu dengannya, aku akan liar sampai gila.
Aku seperti burung phoenix terbang tinggi yang mencari-cari kekasihku.
Tetapi aku tidak bisa melakukan apapun untuk kekasihku yang tidak ada didalam dinding timur.
Yang Mulia.
Yang Mulia. Yang Mulia.
Berhenti membuang tenang. Bahkan jika kau bisa meninggalkan tempat ini,
ada banyak tentara yang menjaga Gua Biru. Tidak mungkin bagimu untuk menyelamatkan Lu Li.
Seperti perintah Yang Mulia, segera membawa Lu Li untuk naik kapal
menuju upacara persembahan lautan. Aku sudah mempersiapkan kapalnya. Ikut denganku.
Mengantar Lu Li adalah masalah yang dipimpin oleh Yang Mulia Chi Die. Tanpa ada perintah darinya--
Segel Yang Mulia berada di tanganku.
Apakah di mata kalian, Yang Mulia lebih rendah dari Yang Mulia Shanggong?
- Aku tidak berani. - Tetapi siapa kau?
Kenapa kau tidak bersedia untuk menunjukkan wajahmu?
Aku adalah Cai Lan, pelayan pribadi Yang Mulia.
Saat aku mengumpulkan madu kemarin, aku tidak sengaja tersengat lebah,
itu sebabnya aku melakukan ini untuk menutupi kejelekanku.
Apakah kau sungguh tersengat lebah atau tidak, dengan melihatnya aku akan tahu.
Kalian begitu berani! Setelah aku memberitahu Yang Mulia tentang ini, aku akan memberi kalian pelajaran!
Kami hanya mengikuti perintah. Sungguh maaf telah kurang ajar.
- Kami sudah kurang ajar. - Apakah kalian masih tidak mau pergi?
Baik.
Tunggu.
Nona Cai Lan, Yang Mulia Shanggong barusan mengatakan untuk memasuki lautan dari barat.
Tetapi jalan yang kau pimpin jelas mengarah ke selatan menuju belakang gunung.
Benarkah? Mungkin aku salah ingat.
Bagaimana mungkin kau bisa melupakan masalah sepenting ini?
Siapa kau sebenarnya?
Yin Hu, terima kasih.
Terima kasihlah padaku setelah kita bisa keluar dari sini.
Tunggu. Ada dua saudara kita disini.
- Saudara, sadarlah. Apa yang terjadi? - Sadarlah, saudara.
Lu Li dan Yin Hu melarikan diri.
- Cepat beritahu Jenderal! - Baik!
Apa?
Lu Li ternyata kabur?
Berdasarkan suara terompet, dia sepertinya masih belum melarikan diri dari Gua Biru.
Membunuh Lu Li untuk menunjukkan kekuatan klanku.
Suara apa ini?
Ini namanya panggilan keamanan para duyung. Kita sudah ketahuan.
Cepat pergi!
Tangkap mereka berdua!
Berhenti!
Tangkap mereka!
Tangkap dia.
- Aku akan membunuh pelayan rendahan ini! - Hentikan.
Minggir. Aku akan membunuhnya.
Yang Mulia sudah memerintahkan untuk membunuh Lu Li saat persembahan kepada lautan.
Yang Mulia Shanggong, apakah kau mencoba untuk membunuh secara ilegal?
Aku tidak peduli apakah itu resmi atau tidak!
Selama budak rendahan ini masih hidup, dia akan melakukan apapun untuk melarikan diri.
Aku ingin dia mati sekarang!
Bunuh Lu Li!
Bunuh dia! Bunuh Lu Li!
- Tenang! - Bunuh Lu Li!
- Diam! - Bunuh Lu Li!
- Semuanya, tenanglah! Dengarkan aku! - Bunuh Lu Li!
Bunuh dia! Bunuh Lu Li!
Bunuh Lu Li!
Bunuh dia! Bunuh Lu Li!
Bunuh Lu Li!
Bunuh dia! Bunuh Lu Li!
Yang Mulia!
- Yang Mulia! - Lu Li!
Wu Julan, kenapa kau menyelamatkanku?
Saat itu, pandanganku hanya tertuju padamu.
Aku tidak punya waktu untuk mempedulikan sekelilingku.
Jika pisau ini beberapa inci lebih dalam itu bisa menusuk jantungmu.
Jantungku sudah penuh dengan lubang.
Tidak masalah jika ditusuk sekali lagi.
Wu Julan, kau sungguh bodoh.
Bagaimana kau bisa mempertanggungjawabkan hal ini kepada klanmu?
Aku tidak pantas diperlakukan seperti ini olehmu.
Bagaimana denganmu?
Demi diriku,
Kau menyerah dengan kebahagiaan hidupmu.
Seberapa pintarnya dirimu dibandingkan denganku?
Yang Mulia.
Semuanya ini pasti sudah direncanakan olehmu sebelumnya, kan?
Yang Mulai sejak awal tidak ingin Lu Li mati.
Apakah kau tahu
Lu Li bagiku seperti sebuah mantera.
Selama aku bisa melihatnya,
Aku tidak tahan untuk melindunginya dan memperlakukannya dengan baik.
Bagaimana aku bisa diam saja melihatnya mati?
Tetapi Lu Li adalah manusia.
Dia adalah adik kandung dari Lu Xiao, utusan yang membunuh para duyung.
Yang Mulia dan Lu Li
ditakdirkan untuk berpisah dalam kehidupan ini.
Cinta azab ini hanya akan menyiksamu dan Lu Li.
Jika kau membiarkan perasaanmu meluap, itu akan sulit bagi kita untuk membereskannya.
Aku mengerti seluruh alasan itu.
Tetapi setelah menarik pedang dan mencoba untuk membelah air, airnya malah tambah meluap.
Kalau begitu pindahkan gunung untuk mengisi lautan untuk menghentikan air meluap.
Yang Mulia jelas tahu bahwa kau berada dalam lumpur.
Kau tidak boleh terus tenggelam semakin dalam.
Yang Mulia ternyata melakukan tindakan ini?
Bagaimana bisa Raja seperti itu melindungi klan kita dan mempromosikan kekuatan menakjubkan dari klan duyung?
Benar..
Jika Raja sebelumnya tahu tentang hal ini,
dia pasti akan meratap dan sangat marah
Semuanya jangan ribut!
Aku percaya bahwa Yang Mulia pasti memiliki penilaian yang adil.
Kita sudah melihat penilaian adil dari Yang Mulia barusan.
Demi menyelamatkan seorang budak manusia, dia bersedia kehilangan nyawanya.
Ini adalah penilaian adilnya.
Benar..
Ah Li, aku hanya mengantarmu sampai disini.
Konflik antara manusia dan para duyung seperti lautan ini.
Meskipun ada ombak, tetapi masih belum mencapai tahap dimana tidak bisa diperbaiki.
Jika konflik semakin dalam,
takutnya bagi manusia dan para duyung,
itu akan menjadi malapetaka.
Aku akan kembali dan mendesak anggota klanku
untuk melepaskan kebencian dan dendam mereka.
Jika tidak ada angin, tidak akan ada ombak.
Orang yang meniup dan membentuk gelombang amarah ini adalah kakakku.
Aku juga akan pulang dan membujuknya untuk melepaskan dendam dan kebencian
dan membiarkan semuanya sampai disini saja.
No comments yet. Be the first to leave one.