The first 200 lines.
Channel 3 Dan Good Feeling Company Limited
"Mempersembahkan"
"Candle in the Sun"
Juan sudah sangat menderita.
Tolong ampuni dia.
Wanita jahat seperti dia
harus dicambuk sampai mati.
Ambilkan tongkatnya!
Kumohon!
Juan!
Juan!
Juan!
Juan!
Lepaskan aku!
Juan!
Juan!
Ini untuk rasa sakit yang kamu sebabkan
setelah mencuri cintanya, Juan!
Aku bersumpah
akan membalas dendam
selamanya
sampai
kamu mati.
Luar biasa, cut!
Luar biasa!
Pergi dan bantu dia. - Baiklah.
Dia luar biasa!
Lihat? Aku bahkan meneteskan air mata.
Terima kasih banyak, semuanya.
Bagus sekali. Luar biasa.
Terima kasih banyak atas dedikasimu di adegan ini.
Sudah kubilang, aku tidak bisa jelaskan betapa hebatnya hari ini.
Kalian semua hebat! Lihat? Aku menangis.
Joe, boleh kulihat rekamannya?
Ya, tentu saja. Lewat sini.
Ayo. - Putar ulang rekamannya untukku.
Juan.
Astaga!
Ada apa, Lin?
Baru saja, aku melihat
kepala seorang wanita
berputar-putar.
Joe!
Haruskah kita menonton ulang?
Siapa tahu ada hantu.
Putar ulang videonya
ke satu menit sebelumnya.
Ya, di sana.
Lihatlah.
Tidak ada apa-apa, Lin.
Kurasa
aku salah lihat.
Omong-omong,
aktingmu tadi sebagai Juan sangat meyakinkan.
Tidak ada yang bisa mengalahkan primadona seperti Lin.
Seolah-olah dia
sungguh berpindah ke dunia lain.
Khususnya, untuk peran
seorang wanita simpanan.
Dia sungguh menjiwai tokoh yang dia perankan,
seolah-olah dia juga seperti itu di kehidupan nyata.
Istri yang asli pasti merasa gelisah.
Dia hebat sekali.
Pam,
bukankah kita semua aktor?
Bukankah seharusnya kita
menyatu dengan tokoh yang kita perankan?
Bukan begitu, Tuanku?
Penggemar menjodohkan mereka.
Lin.
Bisa kita bicara sebentar?
Permisi.
Hei. Kamu memang penjilat, bukan, Toobsak?
Ada apa? Kalian sudah lama menunggu di sini.
Seseorang yang cermat
melihat bahwa kamu
berselingkuh dengan orang lain.
Apa?
Berselingkuh?
Dengan diriku sendiri, mungkin.
Aku juga punya sopir. Di sini ada Parn.
Benar. - Aku selalu bersamanya.
Tapi sumberku
memastikan kabar ini.
Mereka melihat seseorang
memberimu tumpangan secara rutin.
Mereka bilang orang itu
terlihat seperti... - Tunggu.
Kamu sungguh ingin aku mengatakan orang itu ada?
Aku bisa memastikan dia tidak ada.
Aku harus berganti pakaian.
Terima kasih. - Tunggu, Lin.
Jangan menyela.
Aku belum selesai bertanya
dan kamu belum menjawab semuanya.
Aku tidak menyela.
Tapi tolong jangan terlalu banyak ikut campur.
Sungguh tidak ada apa-apa.
Jika ada, aku akan memberitahumu.
Tidak ada rahasia.
Permisi.
Sudah jelas, ya? Terima kasih sudah datang hari ini.
Terima kasih.
Tapi mereka bilang kamu...
Sudah jelas, bukan?
Apa itu cukup untukmu?
Tidak, ini tidak jelas.
Kenapa dia menghindari pertanyaan itu?
Dia bahkan tidak menjawab.
Mungkin memang tidak ada apa-apa.
Bagaimana bisa begitu?
Kamu tahu wanita itu mencoba mencuri suamimu.
Tapi aku berharap
bahwa Meesua akan menyebutkan nama In.
Aku ingin tahu
bagaimana Kalin akan bersikap.
Tapi dia bergeming.
Apa In di sana?
Benar.
Bagus jika dia di sana.
Tapi jika tidak, mudah berasumsi
wanita itu memancingnya.
Mayongchid.
Ya, Bu.
Aku datang.
Cari makanan untuk In.
Tapi Pak In sedang keluar.
Minggir!
Ben milikku. - Tapi pundak ini milikku.
Berbagilah.
Tidak perlu berdebat.
Jadi, kamu milikku? - Jadi, kamu milikku?
Tidak, bukan kalian.
Astaga, Parn.
Menurutmu itu lucu, bukan?
Kalian sungguh bersenang-senang.
Bagaimana dengan
Kalin?
Dia berganti pakaian di ruang ganti.
Lin?
Lin?
Entah apa yang ingin kamu lakukan.
Tapi yang baru saja kamu lakukan
tidak sopan.
Lalu kenapa dia tidak membalas saat kamu meneleponnya?
Jika aku kasar,
aku akan menanyakan
apakah kamu kerabat yang lebih tua.
Itu akan menjelaskan kenapa kami harus minta izinmu saat ke toilet.
Ada buku tentang etika sosial.
Tapi jika kamu sibuk mencampuri urusan orang lain,
aku bisa membelikannya untukmu.
Anggap saja aku beramal
dengan membantumu membuka mata
dan menjadi orang yang terdidik.
Kalin!
Kamu baru saja menghinaku?
Kalin, kembali dan bicaralah!
Pam!
Kita berdua,
Parn dan Kalin,
tidak ada lagi yang perlu dibicarakan.
Tidak.
Karena Lin mempermainkan suami Ti.
Kurasa kamu salah orang.
Tidak.
Dia bersikap seperti wanita murahan.
Kurang ajar dan tidak tahu malu.
Dari sana asal julukan "Suami Tahun Ini".
Karena sepanjang hari,
dia terus mencari suami
tanpa peduli apakah dia masih lajang atau tidak.
Tapi ingat,
In hanya suami Ti.
Beri tahu Lin
jangan macam-macam dengan In.
Kamu memfitnah Lin, kamu tahu itu?
Kamu seharusnya tahu, sebagai manajernya.
Jika ini diketahui publik,
bahwa dia sengaja merebut suami Ti,
tidak akan ada tempat lagi untuknya di masyarakat.
In?
Lin.
Sid,
meski kita teman baik,
aku tidak akan memihaknya.
Begitukah? - Lalu? Aku ingin tahu
apakah ada sesuatu di antara Lin dan In.
Jika begitu,
kamu harus tetap di sini untuk yang akan terjadi selanjutnya.
Juga sebagai penonton langsung.
Hei! - Hei!
Penggosip!
Aku penasaran pria mana yang meneleponmu
dan kamu tidak berani menjawabnya.
Aku tidak mengencani siapa pun selain kamu, In.
Itu Saiparn.
Dia mungkin khawatir
aku di sini bersama pria yang sudah berkeluarga.
Lin,
No comments yet. Be the first to leave one.