Release info

[Indo]CandleInTheSun-PlerngPrangTian-Eps01-PecintaSosis
A Commentary by PecintaSosis
♡ Translated by VIU - Reupload by PecintaSosis ♡

Tags

other
Published on: 2020-12-23
Downloads: 18
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Channel 3 Dan Good Feeling Company Limited

"Mempersembahkan"

"Candle in the Sun"

Juan sudah sangat menderita.

Tolong ampuni dia.

Wanita jahat seperti dia

harus dicambuk sampai mati.

Ambilkan tongkatnya!

Kumohon!

Juan!

Juan!

Juan!

Juan!

Lepaskan aku!

Juan!

Juan!

Ini untuk rasa sakit yang kamu sebabkan

setelah mencuri cintanya, Juan!

Aku bersumpah

akan membalas dendam

selamanya

sampai

kamu mati.

Luar biasa, cut!

Luar biasa!

Pergi dan bantu dia. - Baiklah.

Dia luar biasa!

Lihat? Aku bahkan meneteskan air mata.

Terima kasih banyak, semuanya.

Bagus sekali. Luar biasa.

Terima kasih banyak atas dedikasimu di adegan ini.

Sudah kubilang, aku tidak bisa jelaskan betapa hebatnya hari ini.

Kalian semua hebat! Lihat? Aku menangis.

Joe, boleh kulihat rekamannya?

Ya, tentu saja. Lewat sini.

Ayo. - Putar ulang rekamannya untukku.

Juan.

Astaga!

Ada apa, Lin?

Baru saja, aku melihat

kepala seorang wanita

berputar-putar.

Joe!

Haruskah kita menonton ulang?

Siapa tahu ada hantu.

Putar ulang videonya

ke satu menit sebelumnya.

Ya, di sana.

Lihatlah.

Tidak ada apa-apa, Lin.

Kurasa

aku salah lihat.

Omong-omong,

aktingmu tadi sebagai Juan sangat meyakinkan.

Tidak ada yang bisa mengalahkan primadona seperti Lin.

Seolah-olah dia

sungguh berpindah ke dunia lain.

Khususnya, untuk peran

seorang wanita simpanan.

Dia sungguh menjiwai tokoh yang dia perankan,

seolah-olah dia juga seperti itu di kehidupan nyata.

Istri yang asli pasti merasa gelisah.

Dia hebat sekali.

Pam,

bukankah kita semua aktor?

Bukankah seharusnya kita

menyatu dengan tokoh yang kita perankan?

Bukan begitu, Tuanku?

Penggemar menjodohkan mereka.

Lin.

Bisa kita bicara sebentar?

Permisi.

Hei. Kamu memang penjilat, bukan, Toobsak?

Ada apa? Kalian sudah lama menunggu di sini.

Seseorang yang cermat

melihat bahwa kamu

berselingkuh dengan orang lain.

Apa?

Berselingkuh?

Dengan diriku sendiri, mungkin.

Aku juga punya sopir. Di sini ada Parn.

Benar. - Aku selalu bersamanya.

Tapi sumberku

memastikan kabar ini.

Mereka melihat seseorang

memberimu tumpangan secara rutin.

Mereka bilang orang itu

terlihat seperti... - Tunggu.

Kamu sungguh ingin aku mengatakan orang itu ada?

Aku bisa memastikan dia tidak ada.

Aku harus berganti pakaian.

Terima kasih. - Tunggu, Lin.

Jangan menyela.

Aku belum selesai bertanya

dan kamu belum menjawab semuanya.

Aku tidak menyela.

Tapi tolong jangan terlalu banyak ikut campur.

Sungguh tidak ada apa-apa.

Jika ada, aku akan memberitahumu.

Tidak ada rahasia.

Permisi.

Sudah jelas, ya? Terima kasih sudah datang hari ini.

Terima kasih.

Tapi mereka bilang kamu...

Sudah jelas, bukan?

Apa itu cukup untukmu?

Tidak, ini tidak jelas.

Kenapa dia menghindari pertanyaan itu?

Dia bahkan tidak menjawab.

Mungkin memang tidak ada apa-apa.

Bagaimana bisa begitu?

Kamu tahu wanita itu mencoba mencuri suamimu.

Tapi aku berharap

bahwa Meesua akan menyebutkan nama In.

Aku ingin tahu

bagaimana Kalin akan bersikap.

Tapi dia bergeming.

Apa In di sana?

Benar.

Bagus jika dia di sana.

Tapi jika tidak, mudah berasumsi

wanita itu memancingnya.

Mayongchid.

Ya, Bu.

Aku datang.

Cari makanan untuk In.

Tapi Pak In sedang keluar.

Minggir!

Ben milikku. - Tapi pundak ini milikku.

Berbagilah.

Tidak perlu berdebat.

Jadi, kamu milikku? - Jadi, kamu milikku?

Tidak, bukan kalian.

Astaga, Parn.

Menurutmu itu lucu, bukan?

Kalian sungguh bersenang-senang.

Bagaimana dengan

Kalin?

Dia berganti pakaian di ruang ganti.

Lin?

Lin?

Entah apa yang ingin kamu lakukan.

Tapi yang baru saja kamu lakukan

tidak sopan.

Lalu kenapa dia tidak membalas saat kamu meneleponnya?

Jika aku kasar,

aku akan menanyakan

apakah kamu kerabat yang lebih tua.

Itu akan menjelaskan kenapa kami harus minta izinmu saat ke toilet.

Ada buku tentang etika sosial.

Tapi jika kamu sibuk mencampuri urusan orang lain,

aku bisa membelikannya untukmu.

Anggap saja aku beramal

dengan membantumu membuka mata

dan menjadi orang yang terdidik.

Kalin!

Kamu baru saja menghinaku?

Kalin, kembali dan bicaralah!

Pam!

Kita berdua,

Parn dan Kalin,

tidak ada lagi yang perlu dibicarakan.

Tidak.

Karena Lin mempermainkan suami Ti.

Kurasa kamu salah orang.

Tidak.

Dia bersikap seperti wanita murahan.

Kurang ajar dan tidak tahu malu.

Dari sana asal julukan "Suami Tahun Ini".

Karena sepanjang hari,

dia terus mencari suami

tanpa peduli apakah dia masih lajang atau tidak.

Tapi ingat,

In hanya suami Ti.

Beri tahu Lin

jangan macam-macam dengan In.

Kamu memfitnah Lin, kamu tahu itu?

Kamu seharusnya tahu, sebagai manajernya.

Jika ini diketahui publik,

bahwa dia sengaja merebut suami Ti,

tidak akan ada tempat lagi untuknya di masyarakat.

In?

Lin.

Sid,

meski kita teman baik,

aku tidak akan memihaknya.

Begitukah? - Lalu? Aku ingin tahu

apakah ada sesuatu di antara Lin dan In.

Jika begitu,

kamu harus tetap di sini untuk yang akan terjadi selanjutnya.

Juga sebagai penonton langsung.

Hei! - Hei!

Penggosip!

Aku penasaran pria mana yang meneleponmu

dan kamu tidak berani menjawabnya.

Aku tidak mengencani siapa pun selain kamu, In.

Itu Saiparn.

Dia mungkin khawatir

aku di sini bersama pria yang sudah berkeluarga.

Lin,

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left