The first 178 lines.
Pangkalan Bulan!
Di sinilah Hibito dan astronot yang lainnya akan tinggal.
Ini adalah langkah awal dalam kolonisasi bulan.
Luar biasa.
Go! Go!
Go, Samurai Boy!
Kau dengar itu? Mereka menyebut Hibito samurai.
Memang kenapa? Semua orang memanggilnya begitu.
Hah? Yang benar?
Kalau aku harus buang salah satu dari mereka,
aku pasti akan pilih Nanba.
Masalahnya adalah ada pada sisi psikologis.
Dia telah dipecat dari pekerjaan sebelumnya.
Rupanya dia pernah menyakiti atasannya.
Kebanyakan orang memang tak tahu, tapi dia itu hebat.
Ya, saya bangga sekali menjadi adiknya.
Ini soal Nanba. Dia masih punya kesempatan.
Aku butuh bantuanmu.
Ayo kita coba, Hoshika.
Dia cerita semuanya pada JAXA, ada yang benar ada juga yang bohong.
Bahkan dia bilang kalau kau itu tak pantas jadi astronot.
Anu...
Nanba itu selalu saja membingungkan bagi saya.
Tapi kalau dia jadi astronot,
saya takkan begitu kaget!
Harusnya saya rekam juga pernyataan itu.
Bodoh!
Jangan bawa-bawa kakakmu!
Mungkin Kenji lolos.
Serika pasti lolos.
Tapi aku?
Aku
akan lenyap.
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Ah
Berbeda dari biasanya, Feel So Good
Aku tak tahu apa yang terjadi
Feel So Good
Aku tak pernah mengerti apa yang terjadi di sekitarku
Tak ada yang membuatku tertarik
Penuh tanda tanya
Feel So Moon
Ku berdansa denganmu di gurun yang bercahayakan sinar rembulan
Aku takkan kalah pada kelinci dan terbang tinggi
Aku akan terbang tinggi
#07 Untuk Hibito
#07 Untuk Hibito
Mu.
Mu!
Cukup lembut untuk kulit Anda. Cukup lembut untuk kulit Anda.
Pilihlah Tisu Hijau.
Kami juga menawarkan tisu toilet,
ada juga dalam ukuran ekstra besar!
Tisu Hijau.
Oh, kau lihat?
Dia sudah ganti gigi.
Menjadi Mutta Korokoro.
Mutta Korokoro?
Maksud Ibu seperti ini.
Koro koro?
Ya, koro-koro.
Menggelinding ke sana.
Menggelinding ke sini.
Dia bisa menonton TV, mendengarkan radio, dan membaca koran secara bersamaan,
mempelajari informasi tak berguna yang tak dia pedulikan.
Tapi dia sangat konsentrasi saat dia menggelinding.
Menggelinding! Menggelinding!
Setelah kabar buruk terjadi, dia selalu melakukan ini.
Ibu merasa jauh lebih baik.
Ibu memanggil kakakku Mutta Korokoro.
Ini adalah panggilan bangun Anda, Morning Radio!
Waktunya tanya jawab. Ya!
Kami ada pertanyaan dari Carl, 6 tahun, di luar LA.
Harus seberapa besar sebuah koral sebelum menjadi batu?
Ah, pertanyaan yang bagus, Carl.
Selamat pagi.
Berikut beritanya.
Ini adalah cerita pertama kami.
Pagi ini, pukul 05:00, truk sampah di Dallas, Texas...
Dengarkan, Carl.
Tak ada jawaban yang pasti.
Kau sendiri yang putuskan.
Apa-apaan itu?
Kakakku sudah lebih dari 30 tahun,
tapi dia masih bisa
berubah menjadi Mutta Korokoro.
Hei, Mu.
Kenapa kau tak matikan TV-nya?
Aku sedang nonton berita.
Kita beralih ke kisah...
bintang kita.
Mossa... Massachusa...
M-M-Massachusetts...
Pembawa acaranya gagap.
Maaf. Massachusa...
Ya, jadi universitas itu...
Wah! Kejadiannya dekat.
"Pencurian ganda dilakukan oleh pemadam kebakaran."
Hibito, ganti siaran radionya.
Siapa penanya selanjutnya?
Ya.
Carl 6 tahun dari LA...
Saluran apa?
Kejauhan.
Balik lagi ke 2,4 MHz.
Ya.
Mu, apa terjadi sesuatu?
Tak ada apa-apa.
Wah!
Pemadam kebakaran ini bodoh.
Dia menyemprot pramuniaganya pakai pemadam api di depan mukanya sebelum mencuri uang.
Apa dia mengisi kepalanya dengan infomasi agar dia tak memikirkan hal buruk?
Kaca mata buta.
Selesai.
Baiklah, tambahkan debunya.
Kau bisa lihat, Hibito?
Tidak, gelap sekali.
Baiklah, masukkan Hibito ke ruang kedap udara.
Jangan keluyuran.
Baiklah, Hibito. Kita akan mulai saat kau sudah siap.
Ya.
Sedang apa dia?
Kenapa matanya ditutup?
Ini menyimulasikan keadaan di mana dia terjebak di ruang kedap udara dan tak bisa minta bantuan.
Dia juga bisa menjadi buta karena debu bulan.
Apa benar bisa begitu?
Untuk lolos, dia harus ingat lokasi semuanya yang ada di ruang kedap udara,
dan menjalankanya seolah semuanya dalam keadaan normal.
Para astronot harus selalu siap dalam keadaan paling buruk sekalipun.
Jennifer menggonggong terus
soal ujian tutup mata ini.
Bulan itu ditutupi oleh lapisan debu
yang dikenal Regolith.
Ya, aku tahu.
Regolith bisa masuk ke dalam baju dan sepatu astronot,
dan masuk ke dalam pesawat.
Ditambah lagi, Regolith bulan itu tajam seperti beling,
Debu Bulan
Regolith
m 774 319 l 766 412 l 1219 414 l 1214 322
Debu Bumi
m 114 540 l 113 655 l 540 655 l 539 540
tak seperti debu yang ditemukan di Bumi.
Debu Bulan
Regolith
m 677 542 l 678 663 l 1215 663 l 1216 542
Dan dia bisa masuk ke mata dan paru-paru kita.
Tahun 1972, ahli geologi Apollo 17, Harrison Schmitt,
menemukan Regolith di dalam bajunya,
dan menimbulkan reaksi alergi yang menyiksa.
Dahulu, para astronot itu semuanya tentara.
Karena tak mau terlihat lemah, dia diam saja.
Setelah itu, ahli medis NASA menemukan bahwa
Regolith tersebut, si debu bulan, telah merusak paru-paru dan matanya.
Jadi,
mereka menambahkan pelatihan tutup mata ini ke panduan.
Oh, begitu.
Ya, Penjelasannya panjang sekali.
Hah?
Waktunya habis, Hibito.
Sayang sekali.
Apa? Sudah?
Aku masih membersihkan debu.
Biasanya, kau selesai ujian-ujian ini di hari pertama, Hibito.
Sepertinya kau capek sekali.
Kabar Texas.
Pukul 15:00 sore ini, ada pencurian di toko baju.
Kau harus menjalani latihan harian itu?
Tiga orang terluka.
Di dalam tasnya, sang pelaku membawa pemadam api yang digunakan untuk menyemprot korbannya,
sebelum dia mencuri lalu kabur.
Lihat dirimu! Belajar panduan?
Pencurinya kurus, tingginya lebih dari 180 cm.
Ini kesempatan terakhirku.
Sang pemadam kebakaran tersebut masih belum ditahan.
Polisi masih memberikan peringatan waspada.
Si pemadam api itu belum mau berhenti juga.
No comments yet. Be the first to leave one.