The first 200 lines.
Kau bawa apa di kantong itu?
Memasak saat ibumu melacur di London?
Enyahlah.
Apa? Kau mau apa?
Kau mau apa? Ayo lakukan!
Benar sekali, kerdil.
Pergilah. Ayo, teman-teman.
Bodoh.
Shay, apa melacur itu?
- Memasak. - Oh.
Ibu melacur jauh lebih baik daripada kau.
Dia tidak membuat puding favoritmu
setiap malam seperti yang kulakukan, kan?
- Apa itu? - Bukan apa-apa.
Bukan urusanmu.
Ayah pulang.
Ayah!
Halo, munchkin. Apa kabar?
Tehnya sudah siap?
Hari yang sangat panjang. Asal kau tahu saja.
Tapi, aku tadi menjual sebuah piano Steinway.
Hebat.
Itu akan membantu. Berapa skornya?
Oh, The Os. Aku lupa.
Bagaimana kau bisa lupa?
Aku sedikit sibuk dengan sekolah,
belanja, menjemput Alice, memasak makan malam.
Seperti istri kecil yang baik.
Aku hanya bercanda. Itu layak dihargai.
Omong-omong, sudah kupastikan kita akan mendapatkan tiket untuk pertandingan Piala FA
antara Chelsea dan Leyton Orient.
Kok bisa?
Dari salah satu klienku di toko.
Lumayan, kan?
Itu setara dengan delapan jam yang harus kuhabiskan di dalam taksi malam ini.
Aku dapat paket dari ibu.
Bagaimana kalau selama musim panas aku tinggal dengannya di London?
- Dia yang minta? - Aku ingin pergi ke London.
Ayah yakin itu, Sayang, tapi tidak ada yang akan ke London selama musim panas.
- Kenapa? - Kita sudah membahas ini, Shay.
Aku ingin kau mengurus toko denganku.
Bagaimana jika aku perlu ke sana?
Kau tidak bisa menjauhkanku dari ibuku. Aku bukan budakmu.
- Cukup. - Omong kosong!
Hei, kemari.
Tidak satupun anakku yang akan tinggal di tempat kumuh dengan sekelompok hippie,
apalagi, lihat aku . .
apalagi dengan seorang wanita yang lebih tertarik
untuk menjadi teman sebayamu dari pada menjadi ibu.
Dia bahkan tidak seperti itu. Umurku hampir 15.
Dia berjanji akan datang untukmu.
Apakah itu pernah terjadi?
Kau hanya marah karena dia di London menjadi seseorang
saat kau hidup miskin di Wanstead.
Kemarilah. Kemari!
Ayah, apa itu tempat kumuh?
Tempat yang tidak cocok untuk gadis muda sepertimu.
Itu sudah pasti.
Shay! Shay!
Kau sudah gila? Matikan itu!
Apa itu?
Aku tidak tahu. Ibu mengirimnya.
Dengar, aku tahu kau marah padaku
tapi kita punya tetangga. Kau mengerti?
Bagus. Aku akan berangkat sekarang.
Kau jaga Alice, oke?
LONDON ATAU MATI
Aku harus pergi ke London.
Meninggalkan Wanstead? Kau gila?
Setidaknya kau bisa memainkan musik klasik.
Aku tidak ingin main musik klasik.
Ayah yang mengajariku. Aku benci itu.
Aku harus bekerja di toko jeleknya sepanjang musim panas.
Ada banyak piano di sana untuk berlatih.
Sialan.
Jack, kenapa kau selalu menggangguku?
Adikku yang masih 6 tahun lebih punya otak dari dia.
Dia hanya kesal tidak akan ada siapa-siapa untuk dipukuli.
Jika kita tinggal di sini, kita akan miskin
sama seperti para gelandangan itu.
- Meminta sedekah? - Ya.
Itu yang kudapatkan karena tumbuh di keluarga berantakan.
Statistik tidak berbohong. Aku dikutuk begitu.
Hai, Ayah.
Di atas meja.
Selamat sudah menyelesaikan tahun ini.
- Ayah serius? - Ya, tentu saja.
Kau telah menjalani sekolahmu dengan baik tahun ini.
Aku bangga padamu.
Itu belum semua.
Aku ingin kau pergi ke London
dan mengambil beberapa suku cadang dari Al.
Kau mungkin ingin membeli sesuatu saat berada di sana.
Tidak, tidak apa-apa. Ayah tidak harus melakukan ini.
Pergilah. Sampai ketemu nanti malam.
Cepat.
Stasiun berikutnya adalah West Brompton.
Pindah disini untuk ke London Underground
District Line dan layanan National Rail.
Turun di sini untuk ke Earls Court Exhibition Centre.
Mohon jaga jarak antara kereta api dan peron.
Apa lihat-lihat?
Apa?
Aku hanya ingin tahu apa yang kau dengarkan.
- Bukan urusanmu. - Ayolah, aku penasaran.
- Penasaran? - Ayolah.
Terima kasih.
Siapa mereka?
Kau tinggal di bawah batu?
Lebih buruk lagi. Wanstead.
Kau lucu.
Siapa namamu?
- Vivian. - Cocok untukmu.
Ya, siapa namamu?
- Shay. - Guevara. Aku suka itu.
- The Clash. - Hah?
- Band yang kudengar, itu The Clash. - Aku belum pernah dengar.
Kelihatan kok.
Kau mau ke mana?
Aku mau mengambil beberapa suku cadang untuk ayahku
dan menemui ibuku.
Aku mau pergi beli tiket untuk konser besok.
The Clash bermain dengan Buzzcocks.
Sudah terjual habis, tapi mereka merilis tiket tambahan.
Kau juga harus ke sana, itu bagus untukmu.
- Benarkah? - Ya.
Kau akan minum itu?
Peradaban. Terima kasih Tuhan.
Ini bukan apa-apa.
Itu mereka.
Mereka tampan, kan?
Tidak, mereka seksi.
Tidak heran aku tidak punya pacar.
Kurasa karena bintik-bintikku.
Aku sudah meniduri mereka semua.
Dua sekaligus.
Kau mudah sekali dibodohi.
Kau tahu...
Aku benar-benar harus pergi kalau aku mau menemui ibuku
dan mengambil alat musik.
Kau lebih suka menemui ibumu dan berbelanja daripada pergi ke Camden Town?
Pria macam apa kau?
Tunggu.
Seorang pria Inggris kelas pekerja yang baik
tidak dapat menemukan pekerjaan karena para imigran.
Itu fakta!
Dan para pekerja Inggris sudah lelah dan muak
dengan segala sesuatu yang disajikan
untuk para Paki dan Coon!
- Sudah waktunya untuk mengurus diri kita sendiri. - MEMBELA HAK KULIT PUTIH
Sudah waktunya untuk menghentikan imigrasi dan mulai memulangkan mereka (repatriasi).
Hentikan imigrasi! Mulai repatriasi!
Badut-badut bodoh.
Seolah mereka bisa mendapatkan pekerjaan tetap.
Kukira kalian anak punk mendukung mereka.
Aku bukan punk.
The Clash juga bukan. Mereka benar-benar menentangnya.
Kau harus dengar salah satu lirik yang ditulis Strummer.
"Pemuda kulit putih, pemuda kulit hitam
Lebih baik mencari solusi lain."
"Kenapa kau tidak menelepon Robin Hood
dan meminta dia untuk membagikan kekayaannya?"
Jadi dia seorang komunis.
Ini tentang cara kita bergaul.
Kita berada di pihak yang sama.
Adalah para orang kaya yang membunuh kita.
Para orang kaya? Kenapa tidak ada yang bilang padaku?
- Hai, Ronnie. - Hai, Viv.
Kau beruntung, sobat. Tinggal dua tiket.
- Oh, bagus. - Tentu saja.
Kau yakin ingin menyia-nyiakan tiket ini padanya?
- Lakukan saja, Ronnie. - Terserah.
Baiklah, sudah habis. Hanya itu saja, teman-teman. Pergilah.
Bajingan kecil itu hampir tidak bisa melihat di atas meja
dan dia mendapatkan tiket yang terakhir?
Ya, dan kalau kau punya masalah dengan itu
kau bisa mengambilnya dariku.
Hey.
Tidak tidak. Itu punk.
Mulailah dengan ini.
Kau akan terlihat tampan dengan rambut hitam
seperti Strummer.
Dia terlihat tampan, bukan?
Aku dengan rambut hitam? Kalau menurutmu begitu.
Ya. Lagi pula, aku harus pergi. Ayahku akan memarahiku.
Cuma itu saja?
Kau pikir aku akan mengisap anumu juga?
- Tidak, aku ... - Mungkin saja.
Kita ketemu di depan sebelum acara.
Kau tidak akan mendapatkan yang lebih baik dari itu.
Aku juga ingin yang sana itu.
Yang itu?
Yang itu harganya 650
tapi kalau kau beli yang ini
aku akan menjualnya padamu 625.
- Baiklah. - Bagaimana?
- Itu sangat murah. - Bagaimana kalau yang ini?
Yang ini?
Itu harganya 850
tetapi kalau kau membeli keduanya, 800 pound.
No comments yet. Be the first to leave one.