Season 1

Release info

See You in My 19th Life S01E05 1080p NF WEB-DL AAC2 0 x264-MARK
A Commentary by Luh_Fil
NF Version

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
x264
1080
Published on: 2023-07-01
Downloads: 72
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

SEE YOU IN MY 19TH LIFE

Harap siaga!

- Kau tak apa-apa? - Kau baik-baik saja?

Jangan pergi…

Kubilang jangan pergi, Kak.

Nona Yoon.

Pulanglah.

Berikan itu kepadaku.

Baik.

Dia pernah kecelakaan di bangku belakang.

Jadi, dia hanya duduk di depan, dan tak bisa menyetir.

Jangan berlebihan begini. Aku sudah muak!

Tidak! Aku tak mau Kak Seo-ha di sini!

Kak Ju-won meninggal saat bersamamu!

Seo-ha.

Maafkan aku.

Mun Seo-ha.

Kenapa kau masih menyimpan ini?

APAKAH AKU KUPU-KUPU ATAU KUPU-KUPU ADALAH AKU?

KEDAI KIMCHIJJIM AE-GYEONG

Ada apa?

Aku memimpikan hal itu lagi.

Padahal kau sudah lama tak memimpikannya.

Aku juga menjadi tidak tenang di hari Paman memimpikan itu.

Sebentar.

Biar kuambilkan air.

Ada apa?

- Kau baik-baik saja? - Tak apa-apa.

Astaga, di usiaku tubuh rasanya sakit semua.

SERIAL ORISINAL WEBTUN SEE YOU IN MY 19TH LIFE OLEH LEE HEY

Pak Mun.

Seo-ha.

Seo-ha.

Hei, Mun Seo-ha!

Mun Seo-ha.

Tanganmu kenapa? Baik-baik saja?

Ada apa?

Nona Ban…

Tidak jadi.

Aku mau istirahat hari ini.

- Halo… - Kau apakan Seo-ha kemarin?

Kenapa?

Kenapa dia minum sampai tak sadarkan diri?

Apa terjadi sesuatu pada Kak Seo-ha?

Dia tak minum denganku.

Lantas dengan siapa?

Dengan Nona Ban.

Nona Ban…

Baiklah kalau begitu.

Ada apa?

Dasar anak kecil.

Kenapa mencubitku? Sakit!

Sakit?

Tertabrak mobil 1.000 kali lebih sakit daripada ini.

Jadi, jangan jalan seperti zombi.

Lihat yang benar saat berjalan.

Berjalan seperti manusia. Mengerti?

Baik.

Pergilah.

Lihat ke depan yang benar.

Ju-won.

Kau tumbuh besar dengan baik.

Apa dia…

PERKEBUNAN BUNGA DAMAI

Seo-ha.

Aku yakin dia menangis.

Padahal tidak mirip sama sekali.

Wajahnya sangat berbeda.

Aku bisa saja menciummu.

Boleh saja.

Saat bersama dia,

rasa cemasku hilang dan aku menjadi tenang.

Jika memang ini yang disebut rasa suka,

apa aku boleh merasakannya?

Apa aku boleh hidup dengan merasakan itu

seperti orang lain?

Kak Seo-ha!

Kak Seo-ha!

Kak Seo-ha!

Kak Seo-ha!

Cho-won.

Kupikir kau mati!

Aku cemas karena dia tak mengangkat telepon.

Maafkan aku.

Kau baik-baik saja?

Tidak.

Sepertinya aku suka Nona Ban.

Apa katamu?

Ada apa tiba-tiba?

Aku juga tidak paham.

Aku hanya sedang menata pikiranku,

tetapi tiba-tiba Cho-won datang.

Kau…

Kau tahu berapa orang yang cemas karena kau?

Ya sudah kalau memang suka.

Kenapa sampai buat ribut begini?

Setiap melihatnya…

aku teringat Kak Ju-won sampai rasanya hampir gila.

Ini membuatku gila.

Pesan roti lapis

dengan roti gandum madu dan semua sayuran.

Baik.

- Terima kasih. - Selamat makan.

Ya.

Pak Ha.

Bukankah ini hari libur?

Kenapa kau ke sini?

Aku ke kantor sebentar,

lalu mampir ke sini sebelum pulang.

Aku juga datang mengambil barang yang ketinggalan.

Kemarin kau pulang dengan aman?

Ya, begitulah.

Bagaimana keadaan Kak Seo-ha sekarang?

Tidak buruk, tetapi tak baik juga.

Aku ingin mengobrol dengan Kak Seo-ha,

tetapi pasti sulit, ya?

Aku akan tanya kepadanya.

Aku ada urusan.

Aku pamit dahulu, ya.

DO-YUN

Aku akan berkendara dengan Seo-ha pukul 14.00.

Hubungi aku jika mau ikut.

Nona Ban, mau pergi ke pantai?

Kau sedang memikirkan apa sampai begitu?

Kenapa seseorang…

terus bicara santai kepadaku?

Siapa?

Kau, Nona Ban.

Kenapa kau terus bicara santai kepada atasanmu

yang jauh lebih tua darimu?

Aku begitu?

- Kapan aku… - Kau melakukannya hari itu.

Juga hari itu.

Seo-ha.

Seo-ha.

Apa menangis

adalah kebiasaanmu saat mabuk?

Aku tak tahu kenapa kau menangis.

Namun, di saat bersamaan,

entah kenapa sepertinya aku tahu alasannya.

Pak Mun.

Maukah kau menjadi pacarku?

Ini pernyataan cinta pertamaku.

Tak perlu dijawab buru-buru.

Pak Mun.

Apa kau mau menari?

Kau tak perlu melakukan apa-apa.

Ada apa itu?

Apa mereka berdua berpacaran?

Entahlah.

Kuharap…

mereka berpacaran.

Bersama.

Ya ampun!

Hujan.

- Tak apa-apa? - Nona Ban, kau tak apa?

- Dingin, ya? - Tidak apa-apa.

Kita istirahat dahulu sampai hujan berhenti.

Mau pergi ke vilaku?

Dekat dari sini.

Tidak usah. Aku baik-baik saja.

Ayo ke sana saja.

Ayo.

Nona Ban, mandilah dahulu dengan air hangat.

Kamar mandinya di sana.

Kalau begitu, permisi.

Aku akan ambilkan handuk.

Silakan masuk.

Dia terus membuatku teringat Kakak.

- Di mana Nona Ban? - Dia ketiduran.

Untung tak pulang dengan baju basah.

Kau baik-baik saja?

Boleh aku lihat api itu di sampingmu?

Ya.

Seo-ha.

Seo-ha.

Tidak! Aku tak mau Kak Seo-ha di sini!

Kak Ju-won meninggal saat bersamamu!

Bagaimana jika Ibu meninggal juga?

Ibu tidak akan meninggal.

Cho-won, ibu tidak akan meninggal.

- Kak Ju-won… - Ibu tidak akan meninggal.

Kau dan Kak Ju-won sangat mirip.

Aku berpikir apa Kak Ju-won

akan mirip dan tersenyum sepertimu

jika dia masih hidup.

Karena itu, aku tak sanggup melihatmu.

Maafkan aku.

Terima kasih sudah mengatakannya.

KEDAI KIMCHIJJIM AE-GYEONG

Maaf, kami sudah tutup.

Apa kau masih butuh pekerja paruh waktu?

Kau mau jadi pekerja paruh waktu?

Bibi! Apa kau baik-baik saja?

Bibi!

Kak!

Cho-won, nanti kau terpeleset.

- Keringkan dahulu! - Tidak mau!

- Kemari, Cho-won. - Tidak mau!

Satu.

More Indonesian subtitles for See You in My 19th Life

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left