Lost Treasures of Rome - First Season

Lost Treasures of Rome - First Season

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Lost Treasures of Rome S01E02-DSNP-WEBDL-WEBRip
A Commentary by Sh1Ft3R
𝙳𝚒𝚜𝚗𝚎𝚢

Tags

webdl
webrip
web
brip
Published on: 2022-10-03
Downloads: 31
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Luar biasa.

Di Italia, jauh di pedesaan,

arkeolog telah mendapat penemuan yang sangat berharga.

Amfiteater Romawi yang lama hilang.

Astaga!

Langsung menuju ke bawah!

Penggalian mereka mengungkapkan bukaan

yang terkubur dalam di tanah selama lebih dari 1.000 tahun.

Aku akan mengambil senter.

Sekarang, tim itu berani memasuki terowongan,

untuk mengungkap rahasia tersembunyinya.

Astaga!

RAHASIA KOLOSEUM

Koloseum di pusat Roma.

Hari ini, bangunan monumental ini adalah simbol abadi dari Kekaisaran Romawi.

Terkenal dengan kontes gladiator yang spektakuler

yang berisi kebrutalan dan kematian.

Skala dan ambisinya legendaris.

Sekarang, tim arkeolog internasional sedang menyelidiki

bagaimana struktur raksasa ini menjadi krusial bagi Kekaisaran Romawi.

Awalnya ini adalah amfiteater Romawi dan menjadi simbol Roma.

Aku harus bertanya kenapa.

Fasad yang lapuk saat ini,

menunjukkan sedikit jejak marmer yang awalnya menghiasi raksasa ini.

Patung dewa dan dewi pernah berdiri di lengkungannya.

Ikon ini, selesai dibangun pada 80 Masehi, mampu menampung 50.000 penonton.

Itu hadiah untuk rakyat dari Kaisar Vespasianus dan putranya, Titus.

Rakyat Romawi berkumpul, bersama Kaisar di dalam kotak kekaisarannya,

di bawah kanopi yang bisa ditarik, untuk menyaksikan

hiburan terhebat dan terkejam Romawi kuno, pertarungan gladiator.

Koloseum dibangun untuk mengesankan dan masih mengensankan.

Arkeolog Inggris,

Valerie Higgins, telah menjadikan kota Roma rumahnya,

dan dia memiliki hasrat seumur hidup untuk peradaban kuno kota ini.

Dia menjelajahi bagaimana Koloseum, arena hiburan,

menjadi pusat dari gagasan Roma.

Valerie ingin menyelidiki apa yang terjadi di balik layar

dari pertunjukan spektakuler amfiteater.

Dia turun ke area di bawah lantai arena,

yang sebelumnya terowongan gelap, untuk mencari petunjuk.

Ada banyak lubang di lantai seperti ini yang dikelilingi batu putih,

di seluruh basemen Koloseum. Mereka cukup menarik.

Mereka pasti punya tujuan dan tujuan itu

pasti sesuatu yang terjadi di lantai arena atas.

Valerie berburu lebih banyak bukti dalam struktur yang bertahan ini.

Ada bekas galur di sini, kita bisa melihatnya dengan jelas di batu,

jadi, ada sesuatu yang naik dan turun pada saat itu.

Sepertinya ada mesin di sini.

Di mana-mana ada jejak

dari suatu mekanisme penggerak pertunjukan memesona di atas.

Batu-batu ini, berada di sudut yang aneh.

Satu-satunya alasan yang terpikir olehku terkait alasan diletakkan di situ

adalah karena ini adalah tanjakan menuju arena.

Itu memberimu kesan bagaimana orang Romawi menciptakan sulap

di tengah tontonan. Karena melalui rampa inilah bisa datang

hewan atau orang-orang, muncul seperti sulap, ke arena.

Katrol dan kandang yang dirancang oleh para ahli,

membawa hewan liar ke arena, untuk mengejutkan penonton.

Tontonan itu dimulai dengan perburuan.

Ratusan hewan liar dari seluruh Kekaisaran Romawi

dilepaskan dan dibantai oleh pemburu terlatih.

Berikutnya, eksekusi yang mengerikan.

Banyak narapidana diterkam hingga tewas oleh hewan liar.

Lalu, panggung disiapkan untuk babak final, gladiator,

bertarung satu lawan satu.

Bangsa Romawi berusaha keras menghibur kerumunan besar Koloseum.

Untuk menjelajahi alasannya, Valerie pergi lebih jauh di balik layar.

Di Volterra, di Toskana, 209 km di utara Roma,

sebuah tim arkeolog mendapatkan penemuan luar biasa.

Penemuan yang mungkin membantu memecahkan teka-teki

kenapa Koloseum sangat penting bagi Kekaisaran Romawi.

Elena Sorge adalah ketua timnya.

Hal yang paling aku sukai dari menjadi arkeolog

adalah aroma pasir. Tanah. Tanah galian memiliki aroma unik.

Selama lebih dari satu milenium,

tidak ada yang tahu apa yang tersembunyi di sini, di bawah rumput.

Sampai sekarang.

Terkubur di dalam tanah, ada bangunan mirip Koloseum yang sudah lama hilang.

Begitu aku menyadari luasnya penemuan itu

aku tidak tidur selama sepekan

dan itu hal terbaik yang terjadi kepadaku.

Menemukan amfiteater misterius yang belum pernah digali di sini

adalah salah satu penemuan hebat pada abad ini.

Mari kita mulai dari sini.

Baik.

Situs perawan kuno ini, tak tersentuh oleh penggalian sebelumnya,

telah menarik tim internasional.

Sudah siap.

Memindahkan ribuan ton tanah,

mereka menggali arena lama, kursi penonton,

dan harta karun tersembunyi yang sudah lama hilang.

Arkeolog, Valeria D'Aquino, tumbuh di wilayah ini, dan bekerja bersama Elena.

Amfiteater ini menghilang selama berabad-abad,

jadi kami membangunkan raksasa batu besar.

Dan ada misteri.

Orang-orang kuno di wilayah ini aslinya bukan bangsa Romawi.

Mereka adalah rival yang disebut Etruscan.

Ini adalah salah satu area terakhir di semenanjung Italia,

yang jatuh di bawah kekuasaan Romawi.

Kenapa amfiteater Romawi dibangun di sini?

Tim ini tahu, bahwa cara terbaik untuk mengetahui alasan itu dibangun,

adalah mengetahui kapan itu dibangun.

Penemuan baru apa pun bisa menambahkan potongan penting ke dalam teka-teki.

Tim telah menemukan vas, jauh di dalam tanah.

Vas itu selamat dalam keadaan utuh, setidaknya selama 1.500 tahun.

Eva? Eva!

Mereka memanggil Eva Pianini, perestorasi utama, untuk memeriksa temuan.

Jangan sentuh wadahnya.

Mereka mencari petunjuk apa pun

yang memungkinkan mereka mengetahui tanggal pasti tembikarnya.

Aku tak mau menggores permukaannya.

Eva melihat sesuatu di balik lumpur.

Ada yang aneh di vas ini.

Valeria datang untuk melihat lebih dekat.

Mungkinkah itu stempel khusus yang bisa membantu penanggalannya?

Ini sidik jari.

Perajin kuno meninggalkan tanda mereka.

Tidak ada stempel!

Tak ada stempel dan tanggal, tapi tetap sentuhan manusia dari berabad-abad.

Eva mengirim vas itu ke lab di luar situs untuk analisis lebih lanjut.

Perburuan petunjuk berlanjut.

Di bagian lain lokasi situs, ada keributan mendadak.

Luar biasa.

Langsung menuju ke bawah!

Tim membuka celah yang tidak terduga.

Aku akan mengambil senter.

Elena bergegas ke lokasi.

-Ini spektakuler! Spektakuler! -Ayo, kita turun.

Astaga!

Elena orang pertama masuk terowongan ini dalam lebih dari 1.000 tahun.

Semua baik-baik saja?

Ada ruangan dengan dua lengkungan!

Di Richborough, selatan Inggris,

amfiteater terkubur Romawi lain sedang digali.

Tony Wilmott adalah arkeolog utama pada penggalian ini.

Ini menarik untuk digali

karena ini bangunan satu jenis yang orang Romawi ciptakan sendiri,

tanpa menirunya dari orang Yunani.

Tony adalah orang pertama yang menggali amfiteater ini dalam 150 tahun.

Kita di sini untuk mencoba memahami amfiteater, mencoba memahami

semuanya tentang itu, tanggal, struktur, dan cara membangunnya.

Sebagian besar struktur kuno yang besar

tetap tersembunyi di bawah gundukan besar ini.

Selama bertahun-tahun, puing dan tanah runtuh ke dalam arena,

mengisinya sedalam 2,7 meter.

Setelah berminggu-minggu menggali, tim berhasil mengekspos dinding arena.

Pada pemeriksaan, jelas itu terbuat dari blok kapur.

Ini tidak seperti dinding Romawi lain di area ini,

yang terbuat dari batu yang bertahan lebih lama.

Sejarawan Paul Pattison bertanggung jawab atas pekerjaan di Richborough.

Dia datang untuk memeriksa dinding arena.

Material yang mereka pakai mengejutkan.

Kau bisa lihat itu dibangun dengan sangat jelas dari balok kapur,

ditambang di daerah ini. Material sudah tersedia, siap digunakan,

alih-alih harus menempuh jarak yang jauh,

mungkin mengindikasikan bahwa pembangunannya cukup awal.

Di sinilah, di Richborough, Romawi menyerang Inggris pada 43 M.

Tampaknya amfiteater itu dibangun tidak lama setelahnya.

Ini penemuan besar untuk penggalian.

Tapi seperti orang Romawi terdahulu, tim harus bersabar dengan cuaca Inggris.

Hujannya deras.

Jika tanahnya basah, tim berisiko merusak fragmen sejarah di bawah kaki mereka.

Tak ada pilihan selain berhenti dan berteduh.

Air hujan sudah merembes dan ada kebanjiran

di area yang lebih dalam, tepatnya di arena

yang berarti kami harus kuras airnya.

Kita akan mengatasinya. Inilah aksi romansa arkeologi.

Di Roma,

Valerie melanjutkan penyelidikannya

dalam struktur aneh yang ditemukan di samping Koloseum.

Menurutku, ini kediaman para gladiator.

Ada sesuatu di sini yang menarik perhatian Valerie.

Sisa-sisa dinding setengah lingkaran.

Terlihat seperti arena melengkung,

yang bentuknya sama dengan arena di Koloseum.

Bentuknya adalah petunjuk bagi fungsi ruang besar ini.

Ini adalah Koloseum mini. Pasti tempat mereka berlatih dan bersiap

untuk pertandingan yang sangat rumit ini.

Arena ini menunjukkan kepada kita,

ini bukan sekadar pertandingan yang dibuat bersama-sama

di mana ada dua orang yang keluar dan bertarung.

Ini adalah pertandingan yang membutuhkan banyak koreografi dan persiapan.

Pertarungan gladiator dimulai pada abad keempat SM.

Mereka ditampilkan di pemakaman untuk menghormati orang mati.

Di abad pertama sebelum Masehi, Julius Caesar memperbesar ritual ini

dengan pertandingan berisi ratusan petarung dan hewan liar

untuk mengenang kerabatnya.

Pertandingan ini kemudian berkembang menjadi industri yang didanai negara,

dengan sekolah khusus untuk melatih gladiator,

dan amfiteater untuk penonton yang berjumlah puluhan ribu.

Koloseum, amfiteater kuno terbesar,

dibangun atas perintah Kaisar Vespasianus di abad pertama Masehi.

Kenapa dia ingin bangunan raksasa beserta pertandingannya?

Valerie melanjutkan pencariannya ke jalanan Roma.

Di utara Roma, di Volterra.

Hebat!

Aku berhasil!

Elena muncul dari penjelajahan pertamanya di terowongan,

di amfiteater yang baru ditemukan.

Luar biasa!

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left