The first 165 lines.
Mr. Queen: Bamboo Forest Episode 1 Takarir Indonesia
Diterjemahkan Oleh No Touch Team
Selamat menonton :D
MR. QUEEN BAMBOO FOREST
SEMUA TOKOH, KELUARGA, DINASTI, DAN INSIDEN DALAM DRAMA INI HANYALAH ISENG BELAKA
Kalo ente kagak paham gak usah dipikir, kita aja yang terjemahinnya kagak paham.
Di dalam istana, setiap orang punya rahasia.
Kalau diungkapkan, itu terlalu sepele.
Tapi kalau ditutupi, malah bikin penasaran.
Rahasia sepele itu ... kini...
...akan terungkap.
Apa ini?
Kenapa kau diam-diam mengikutiku?
Kau bertanya di mana Yang Mulia Ratu berada?
Ratu masih belum dipilih.
Kau mencari ratu yang belum dipilih,
dan pakaianmu juga sangat aneh.
Sialan.
Ketangkep lu, brengsek!
RAHASIA PERTEMUAN PERTAMA
SEHARI SEBELUM SAMGANTAEK
Kau bilang Baginda Raja pasti bakal lewat jalan ini hari ini.
Kau sudah duduk lama di sini.
Apa kakimu baik-baik saja, nona?
Selama aku bisa melihat wajah Baginda,
Aku tak peduli dengan kakiku.
Kau bertekad sekali.
Ini sungguh tidak benar.
Apalagi pernikahan, kau bahkan belum terpilih.
Kalau ada yang tau kau sudah melihat wajah Baginda, leherku akan...
Aku melalui kesulitan ini karena aku belum dipilih.
Mungkin Baginda bakal jadi suamiku, yang akan bersamaku disisa hidupku.
Tapi kalau ada yang tahu kau melakukan ini...
Kau harus bersembunyi dengan lebih baik, agar tak ketahuan orang lain.
Padahal tinggal bilang aja kalau harga tutup mulutnya kurang.
Pada situasi seperti ini, kau sangat mirip dengan ayahmu.
Namun, jika aku tak bisa melihat wajah Baginda hari ini,
Kau harus mengembalikannya dua kali lipat.
Itu tidak adil...
Kejauhan. Maju sedikit.
Sedikit lagi, ya, bagus!
Baginda, ada banding yang mendesak tiba.
Baiklah.
Kenapa malah kesitu...?
Kembalikan sini, karena gak bisa melihat wajah Baginda.
Tapi kan udah ngeliat walau jauh dari sini.
Tapi, itu kejauhan untuk membedakan dia dari Kepala Kasim.
Tetep masih ngeliat kan, jadi, setidaknya setengahnya.
Apa kau mencoba bernegosiasi dengan Nona?
Ini terlalu berharga.
Cari tahu rute yang lebih pasti untuk waktu berikutnya.
Jangan khawatir,
aku akan membuat catatan jadwal harian Baginda untukmu.
Aku tak bisa menikah dengannya tanpa melihat wajahnya.
Baginda!
Dasar Kepala Kasim kampret!
Aku akan melihat wajahnya hari ini apapun caranya.
Mari kita lihat siapa yang menang.
Rasanya ini semakin jauh dari niat awalmu.
Baginda, rapat kerajaan akan segera dimulai.
Oh iya. Benar. Baiklah.
Ya ampun, tidak senonoh sekali itu!
Bukankah dia wanita dari Klan Kim, salah satu dari tiga kandidat terakhir?
Aigoo~
Dayang mana yang akan melayaninya?
Siapapun itu, hidupnya pasti bakal susah.
Aku sangat ingin melihat wajah Raja!
Kini aku muak melihat punggung Baginda.
Beneran, deh, aku melihatnya sampai muak.
Aku tahu kepribadianmu, mencapai tujuan dari apa pun yang kau inginkan,
tapi memang, keuletanmu luar biasa.
Waduh, waduh...
Kurasa sekeras apapun kau berusaha, kalau gak bisa, ya gak akan bisa.
Baginda dan aku,
sepertinya tidak ditakdirkan.
Astaga, Nona...
Tunggu sebentar, ya, akan kubawakan sesuatu untuk memayungimu dari hujan.
Besok, keputusan pemilihan akan dibuat.
Lagi pula, tanpa mengetahui wajahnya...
Siapa pria ini?
Siapa wanita ini? Entah bagaimana...
Dia tampak familiar.
Untuk lukamu...
Ini tidak serius.
Kalau basah, mungkin akan terinfeksi.
Aku baik-baik saja, ini tidak sakit— Argh!
Ah... Anu...
Katanya kau baik-baik saja...
Aku cuma ngedehem.
Omong-omong,
bukankah kita pernah bertemu sebelumnya?
Aku juga berpikir kau tampak familiar.
Siapa namamu, Nona?
- Namaku— - Nona!
Nona! Ayahmu diam-diam tahu hasil seleksi akhir.
Kau telah dipilih.
Kini, kau adalah Ratu Terpilih.
Besok adalah hari yang penting, jadi, aku harus tidur.
Aku tak bisa menjadi ratu...
saat hatiku goyah oleh pria lain.
Namun...
Karena pria yang bahkan namanya aku tak tahu,
semua usaha yang kulakukan sejauh ini sia-sia.
Siapa sangka orang yang bakal susah tuh aku,
dan itu akan menjadi masa depanku...?
Aku Dayang Choi, mulai sekarang,
aku yang akan melayanimu, Yang Mulia.
Senang bertemu denganmu.
Aku akan mengandalkanmu untuk kedepannya.
Apa aku salah?
Apa aku cemas tanpa alasan?
Sebuah kehormatan untuk melayanimu, Yang Mulia.
Kini, kau harus pergi untuk menerima Titah Kerajaan.
Baginda, Ratu Terpilih ada di sini.
Izinkan dia masuk.
Namamu...
Kim So-yong rupanya.
Baginda...?
Dengan ini, ku umumkan bahwa So-yong dari Keluarga Kim...
...akan dilantik sebagai Ratu.
Ku ucapkan selamat karena terpilih jadi ratu.
Ini...
...adalah takdir!
BELA DIRI
Di istana, setiap orang punya rahasia.
Kalau diungkapkan, itu terlalu sepele.
Tapi kalau ditutupi, malah bikin penasaran.
Rahasia sepele itu ... kini...
...akan terungkap.
Aku yakin Yang Mulia Ratu...
...sering ke sini tanpa sepengetahuanku.
Pintunya juga ditutupi dengan mencurigakan...
RAHASIA PERSAINGAN
Yow, Pangeran Yeongpyeong tersayang ada di sini.
Kalau kau kemari, harusnya kasih tau aku dong.
Aku salah mengira kau sebagai Pangeran Yeongpyeong.
Kalau maksud kunjunganmu itu mengintai, kau berhasil.
Apa kamu ngajak gelud sama aku?
Gelud?
Hong Byeolgam, kau ada di sini?
Oh, kini kamu yang datang.
Tuan Kim Byeong-in, tidak, Pangeran Yeongpyeong Kim...
Ki... Kim...
Hei, kalian ngerti lah.
Kenapa kau kemari, Kepala Departemen Kehakiman?
Aku kemari untuk memeriksa apa Divisi Komando berjalan lancar.
Kini aku paham bahwa Departemen Kehakiman bukan tempat yang mudah.
- Bekerja di hari libur seperti ini... - Apa kau mengawasi kami?
Dia sedang mengawasi—
Apa kau sungguh mengawasi kami?
Hong Byeolgam~
Byeong-in Hyung-nim, Kenapa kau kemari— Waduh?
Kalian berdua...
Awalnya aku tak sadar,
tapi karena kalian berdiri bersebelahan, entah kenapa kalian tampak mirip.
- Beraninya kau menghinaku! - Beraninya kau menghinaku!
Kami sama sekali tidak mirip!
Dari tinggi aja udah keliatan beda.
Tinggi? Biar kulihat...
Pedang ini kelihatan lurus.
Wajahku kelihatan beda banget dari wajah dia.
Wajahmu...
Mata...
Hidung...
dan juga mulut...
No comments yet. Be the first to leave one.