Release info

The Prince Who Turns Into A Frog E06 INDO PecintaSosis
A Commentary by PecintaSosis
♡ Subtitle by WeTV ♡ PecintaSosis ♡

Tags

other
Published on: 2021-01-14
Downloads: 16
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 171 lines.

The Prince Who Turns Into A Frog

Prince Become Frog-

Episode ke-6-

Penginapan Chiwa-

Halo, halo.

Halo.

Selamat datang.

Silakan masuk, mari masuk.

Datang dari mana?

Tiongkok.

Dari internet katanya akan kembali dibuka.

Jadi kami memberi dukungan.

Kami selalu ada, tidak pernah berhenti beroperasi.

Hanya merenovasi ulang saja.

Oh, paham.

Kami sudah lihat berita tentang sengketa tanah dengan investor.

Semoga kalian dilancarkan.

Terima kasih.

Semangat, semangat.

Tehnya datang.

Silakan diminum tehnya.

Makanan khas desa datang.

Silakan.

Wah, cangkirnya imut sekali, boleh kufoto?

Boleh.

Foto saja yang banyak.

- Wah, kau bisa Bahasa Mandarin? - Kenapa kau pandai Bahasa Mandarin?

Bisa sedikit.

Aku pernah belajar.

Hebat sekali!

Gambar ini juga cantik sekali.

Silakan masuk.

Silakan kemari.

Ayo, ayo.

Ada apa?

Kemari.

Ikut denganku.

Kenapa sembunyi-sembunyi begini?

Seperti sedang bersembunyi saja.

Memang harus sembunyi.

Sembunyi dari siapa?

Ehm, kau...

Begini.

Ada yang mau kubicarakan.

Kamu...

...sebenarnya datang secara ilegal.

Apa?

Maolemi kebetulan ada di perbatasan negara.

Benarkah?

Ya.

Kalau ada yang lapor polisi...

...kau bisa gawat.

Cara terbaik adalah...

...jangan terlihat oleh orang luar.

Kecuali orang di desa.

Kenapa aku masuk secara ilegal?

Bagaimana aku tahu?

Begini saja.

Kelak kau ikuti aku saja.

Tak boleh keluar dari batas pengawasanku.

Paham?

Ya.

Bagus.

Eh...

Ada masalah apa?

Tentang hubungan kita.

Apa kau sudah memaafkanku?

Pernah.

Pernah berhubungan.

Artinya kau belum luluh.

Benar.

Kita berdua sudah selesai.

Jalani hidup masing-masing.

Tidak.

Ha?

Tidak akan kubiarkan berakhir di saat aku amnesia begini.

Aku bahkan lupa apa kesalahanku.

Bagaimana bisa berakhir begitu saja?

Kamu tunggu saja.

Aku pasti akan mengembalikan cinta kita seperti semula.

Sana.

Bantu-bantu di dapur.

Jangan keluar lagi ya.

Kenapa tersenyum?

Gila.

Kembali ke semula apanya.

Tak pernah punya hubungan.

Apa ada hal yang tak kau kuasai?

Thongnam.

Kamu kenapa?

Wajahmu pucat sekali.

Sepertinya...

...aku pernah melihat ini sebelumnya.

Ehm.

Saat itu.

Saat pertama kali kau datang.

Juga membantu menyambut tamu seperti ini.

Juga bantu memasak di dapur seperti sekarang.

Benar, benar.

Thongnam.

Kamu memang familier dengan tempat ini.

Jadi tidak aneh kalau pernah melihat ini sebelumnya.

Benar, 'kan?

Ya.

Baiklah.

- Kenapa listriknya padam? - Kenapa padam?

Tamu akan jadi bosan.

Pasti tidak mau datang lagi.

Benar.

Bagaimana ini?

Cepat pergi lihat.

Ayo, lihat.

Listriknya hidup.

Sudah bisa dilanjutkan.

Kamu kenapa?

Thongnam.

Kamu kenapa?

Aku sepertinya...

...melihat diri sendiri bermain piano.

Ini pertama kalinya aku dengan jelas...

...melihat gambaran ingatanku sendiri.

Juga pertama kali melihat orang dalam ingatan.

Siapa?

Wajahnya tidak jelas.

Istirahatlah sebentar.

Kurasa kau kelelahan.

Jadi sakit kepala.

Sudah melayani begitu banyak tamu.

Istirahatlah.

Ayo, berdiri.

Aku istirahat dulu, nanti aku bantu lagi.

Ikut denganku.

Kubawa istirahat.

Ayo ke sini.

Kami pamit dulu.

Ayo.

Coba.

Lookpat, apa ini?

Sedang apa?

Kunang-kunang.

Thongnam.

Hei.

Ada apa denganmu?

Kamu mau ke mana?

Berhenti!

Kamu bohong.

Kenapa kau membohongi para wisatawan?

Bohong apanya?

Kunang-kunang palsu.

Wisatawan itu pelanggan kita.

Datang untuk berlibur.

Bukan untuk ditipu olehmu.

Aku tidak menipu.

Ini sama dengan pertunjukan.

Hanya sebagai daya tarik penginapan kita.

Apa salah?

Baiklah, menipu ya menipu.

Tapi ini diperlukan.

Pendapatan kita datang dari penginapan ini.

Mengandalkan penginapan untuk hidup lebih baik.

Makan dan tinggal dengan nyaman.

Orang kaya sepertimu tidak mengerti.

Orang kaya?

Aku ini orang kaya?

Kenapa sekarang aku tak punya uang?

Aku...

Maksudku adalah...

...dulu kau kaya.

Saat kecil kau sangat kaya.

Kamu konglomerat dari Maolemi.

Tapi karena ekonomi kurang baik,

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left