The first 200 lines.
Jangan Lupa Bookmark Website Kami!
CAPTIVATING THE KING
Tuan.
Ini bukan jalan ke pengadilan.
Kalian datang atas titah siapa?
Biar kuambil alih.
Lepaskan dia.
- Baik! - Baik!
Silakan masuk.
Mengapa lama sekali?
Kau harus berlari secepat mungkin jika kupanggil.
Kau lupa itu tugas seorang gidaeryeong?
Dasar kau ini.
Aku harus memberimu hukuman berat.
Jangan harap aku akan melepaskanmu dari hukuman karena kejadian pada…
malam itu.
Mustahil aku berani berpikir begitu.
Aku
sudah melupakan kejadian malam itu.
Melupakannya?
Seenaknya saja!
Aku merindukanmu.
Mengapa kau diam saja?
Aku sempat berpikir bahwa Paduka
tak akan memanggilku lagi untuk selamanya.
Aku sengaja menghukummu tetap di rumah
dan merenungi perbuatanmu
untuk melindungimu dari dewan kerajaan.
Bagaimana nasibku sekarang?
Rupanya kau tahu soal taruhan itu.
Akan kuperingati Sang-hwa
agar pembicaraan ini tak akan ketahuan
oleh siapa pun di luar istana.
Tolong beri tahu aku.
Kau gidaeryeong-ku,
yang harus langsung datang begitu kupanggil.
Aku pun akan begitu.
Aku akan langsung datang…
jika kau memanggilku.
Menurutmu siapa yang akan menang?
Siapa pun yang menang,
Kang Mong-woo tetap dalam bahaya.
Ini benar-benar keadaan genting.
Ini…
Jangsaeng.
Jangsaeng?
Apa itu jangsaeng?
Situasi saat permainan buntu
tanpa ada yang menang.
Berarti, seri.
Mengapa bisa begitu?
Dia berhasil.
Dia bisa tetap hidup.
Konon, pertanda baik hanya bisa dilihat satu kali
dalam seribu tahun.
Belum pernah kulihat hal begini selama hidupku bermain Baduk.
Dia sudah main Baduk seumur hidup,
tetapi baru sekali ini melihat hasil permainan begini.
Aku juga baru sekali melihat hal begini.
Sayang sekali.
Padahal jika menang,
aku berniat membawanya ke Dinasti Qing,
dan menjadikannya hadiah untuk Kaisar.
Kaisar juga suka bermain Baduk.
Beliau pasti akan takjub mendengar hasil permainan ini.
Aku ikut senang jika kau puas.
Yeongchwijeong.
Aku sudah dengar soal tempat itu.
Apa aku boleh melihatnya?
Aku tidak mengizinkan siapa pun masuk ke sana,
tetapi jika kau mau,
akan kubukakan pintu Yeongchwijeong untukmu.
Ayo ke sana.
Kau tak dengar perkataan Paduka Raja?
Kau tetap di sini saja.
Kudengar
kau bawahan kepercayaan Paduka.
Aku hanya gidaeryeong yang harus langsung datang saat dipanggil
untuk bermain Baduk.
Kau sengaja membuat permainannya seri?
Maaf, Tuan.
Namun, sangat sulit untuk membuat keadaan seri dalam Baduk.
Aku hanya beruntung sehingga bisa berakhir seri.
Jika kau bilang dirimu beruntung, artinya Langit membantumu.
Sebuah perkataan yang benar-benar angkuh.
Entah sampai kapan Langit akan memihakmu.
Kau yakin hanya beruntung?
Ya. Sepertinya nasibku sedang bagus.
Di satu titik, aku melihat ada strategi yang bisa kupakai agar berakhir seri.
Yang jelas, syukurlah kau kembali.
Aku lega sekarang.
Aku sungguh butuh keberuntungan
mulai sekarang.
Utusan telah datang,
tetapi dia tidak mengatakan apa pun yang janggal.
Tampaknya kecemasan kita tak berarti.
Aku juga berharap prediksiku salah.
Kau terdengar percaya diri saat itu.
Rupanya rencanamu mengusir gidaeryeong
gagal lagi.
Namun, ini memang bukan sepenuhnya salahmu.
Raja mengingkari janjinya lebih dahulu,
dan itu keinginan utusan Dinasti Qing. Mustahil Raja bisa menolaknya.
Kepala Direktorat.
Kau dengar perkataanku?
Hari ini, Paduka Raja…
mempermalukanku di depan utusan Dinasti Qing
dan para dewan kerajaan.
Demi membuatnya menjadi raja,
aku bersedia menghadapi segala penderitaan.
Dia menginjak-injak kehormatanku
dan segala perjuanganku untuk mempertahankan posisiku
sebagai kepala direktorat
yang tidak seberapa ini.
Seorang penjahat pun tak akan diperlakukan begini.
Seharusnya tak akan ada yang bisa mengecamku jika aku bilang
ingin berhenti dan pulang kampung.
Jangan bicara begitu.
Aku tahu kau sakit hati, tetapi…
Namun,
Paduka memang rajaku, tetapi Paduka juga satu-satunya darah keturunanku.
Aku tahu itu takdir Langit!
Mana mungkin ada orang yang berani mengingkari takdir Langit?
Jika ada orang seperti itu,
aku, Park Jong-hwan, tak akan bisa menerima hal itu!
Tentu saja aku paham perasaanmu.
Suatu hari, Raja pun pasti akan paham maksud baik pamannya.
Omong-omong,
apa isi pesan Kaisar?
Tak perlu mencemaskan
soal itu.
Kau yakin?
Aku sudah memastikannya dengan Jung Je-pyo.
Kecemasan terbesar Yang Mulia
akan segera hilang.
Apa maksudmu?
Ada satu pesan lagi, selain pesan dari Kaisar?
Ada satu pesan lagi yang ditulis oleh Pangeran Rui.
Aku kaki tangan Kaisar, jadi, tidak bisa membacanya.
Sedangkan Jung Je-pyo, kaki tangan Pangeran Rui, sudah membacanya.
Jung Je-pyo pasti akan segera memberikannya kepadamu.
Mengapa Pangeran Rui mengirimiku pesan?
Dengan berkata begini saja, aku sudah jadi mata-mata
dan membuat kesalahan besar.
Aku mengatakan ini kepadamu
atas dasar persahabatan kita.
Silakan katakan.
Apa isi pesannya?
"Aku ingin memperistri Putri Joseon,
yaitu Putri Jangryeong,
dengan harapan bisa mempererat
hubungan antara kedua bangsa"
Pangeran Rui mengirim pesan,
meminta izin menikahi Putri Jangryeong.
Meski sebutannya meminta izin,
bukankah sebenarnya itu titah?
Pernikahan rakyat jelata saja
dilakukan dengan lamaran yang jelas.
Permintaan ini terlalu lancang.
Jangan izinkan pernikahan itu, Paduka.
Pangeran Rui mengirim pesan itu secara langsung.
Menurutku, dia sama saja sudah melamar secara resmi.
Jika Paduka menolaknya,
hal yang mengerikan pasti akan terjadi.
Paduka Raja,
pendamping utusan, Yoo Hyun-bo,
berkata mendengar sesuatu dari wakil utusan, Jung Je-pyo.
Apa katanya?
Jung Je-pyo bilang dengan bangga
bahwa Pangeran Rui berwibawa dan memiliki masa depan cerah.
Jadi, dia jauh lebih berpengaruh
daripada Kaisar yang masih muda.
Maka jika mereka menikah,
Dinasti Qing akan memercayai Joseon sepenuhnya,
dan hal itu tentu akan menguntungkan bagi Joseon.
Paduka Raja.
Jika enggan menikahkan Putri Jangryeong,
kita bisa menggantikannya dengan putri kerabat kerajaan
yang paling dekat untuk menikahinya.
Tidak bisa begitu.
Mengirim wanita selain Putri sama saja dengan menolak lamaran.
Para kaisar terdahulu juga melakukan hal yang sama.
Mengapa tidak coba bilang dahulu?
- Paduka… - Aku sudah paham maksud kalian.
Aku…
akan menerima
lamaran Pangeran Rui.
Segera persiapkan pernikahan Putri Jangryeong.
Putri.
Aku mohon, Paduka Raja.
Janganlah menitahkanku menikahi Pangeran Rui.
Mengapa kau diam saja?
Cepat bawa Yang Mulia Putri pergi!
Yang Mulia,
jangan bersikap begini.
Paduka.
Paduka telah berbaik hati kepadaku dan adikku selama ini.
Aku tahu sudah seharusnya mematuhi titah Anda.
Pangeran Rui orang yang baik bagiku,
dan aku pun tahu bahwa pernikahan ini
No comments yet. Be the first to leave one.