The first 200 lines.
Kami sebagai kandidat astronot, atau ASCAN,
sedang menjalani latihan bertahan hidup dalam 70 km selama enam hari.
Latihannya sangat membosankan karena pemandangannya begitu-begitu saja.
Sebagai bagian dari latihan, kami diharuskan memilih pemimpin yang baru tiap harinya.
Ya, seperti ketua kelas di sekolah.
Anggota kelompok harus mengikuti perintah dari pemimpin di hari itu,
dan setiap pergerakan direkam, jadi kemampuan kami dinilai di situ.
Dan di hari saat aku,
Mutta Nanba, terpilih menjadi pemimpin,
malah mendapat masalah yang sangat serius.
Ah.
Yang benar saja?
Nitta!
Sakit, tahu!
Apa yang kaulakukan?
Bukan! Lihat itu!
Berkat rencana Nitta yang gila-gilaan kemarin, kami berhasil di peringkat keempat.
Tapi dasar Nitta sialan.
Harusnya kau tak menelepon sendirian saat sedang latihan.
Tapi dia terus saja mengobrol dengan perempuan di telepon yang bergambar latar kucing itu.
Dasar orang beruntung sialan.
Menjengkelkan!
Atau memang benar dia begitu.
Maaf.
Hah?
Maaf,
teman-teman.
Aku harus kembali.
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Aku tak bisa lagi ingat
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
apa yang ingin kulupakan
Saat kuintip melalui teleskop
Aku sadar dunia kita ini kecil
Hanyalah sekeping dari alam semesta
Ini bukan sekali saja
Kita akan berjalan bersama
Saat kita melewati awan itu,
kita akan menggenggam dunia di jari kita
dan mengingat kembali yang telah kita lupa
#50 Nitta dan Mutta
#50 Nitta dan Mutta
Ke-Kembali?
Apa maksudmu, Nitta?
Kenapa?
Apa ada masalah?
Lowry, cari tahu apa yang terjadi.
Kalau serius, kita laporkan ke markas.
Oke.
Teleponmu?
Ya.
Teleponnya masih ada saat istirahat kedua kemarin.
Tapi aku pasti
menjatuhkannya setelah itu.
Tapi, ada yang ingin kutanyakan.
Kenapa kau diperbolehkan bawa telepon?
Aku sudah dapat izin.
Aku sudah minta pengecualian pada penasihat.
Aku sedang menunggu panggilan penting selama latihan ini,
jadi aku harus bawa telepon itu.
Panggilan penting?
Aku tahu, aku ini egois.
Tapi, mungkin panggilan itu akan berdering malam ini.
Pokoknya, kalian duluan saja tanpaku.
Akan kutemukan dan kembali sebelum gelap.
Tak bisa kubiarkan.
Kau bukan pemimpin hari ini.
Ke mana Nitta hebat yang kami kenal dan kami sukai itu?
Astronot itu tak boleh bergerak sendirian, tahu.
Lalu, apa kau punya ide yang lebih baik, Pemimpin?
Kita pergi bersama.
Nah, ayo, Nitta!
Tu-Tunggu, Nanba!
Jangan begitu.
Aku sendiri saja.
Aku janji akan menyusul besok pagi.
Jadi sebelum gelap...
Berisik.
Aku ini pemimpinnya, Nitta.
Turuti ucapanku.
Enak.
Aku tahu keputusan Mu untuk memaksanya tetap dalam tim itu benar, tapi...
Tenang saja.
Mutta tahu apa yang dia lakukan.
Hah?
Sial.
Kenapa Nanba harus menjadi pemimpin hari ini?
Jadi kau menunggu panggilannya malam ini, 'kan?
Di teleponmu?
Ya, dari tadi itu yang kumaksud!
Berarti, teleponmu pasti menyala kalau berdering.
Akan lebih mudah dilihat saat malam.
Dan mungkin sebaiknya kita tak bawa ini semua.
Setelah membuat tenda, kita bisa tinggalkan barang kita dan mencarinya saat gelap.
Mencari makanan 2 km di depan adalah prioritas kita.
Kita akan dirikan tenda di sana, dan berhenti untuk semalam.
Aku bisa menciumnya.
Itu dia!
Kalau semuanya sudah siap,
aku dan Nitta
akan berangkat.
Kenji,
kupercayakan ini padamu.
Ya, kau bisa mengandalkanku.
Kalian berdua, hati-hati.
Kami berangkat!
Si-Sial!
Aku sudah membuat kesalahan yang besar.
Harusnya aku minta Kenji saja yang pergi dengan Nitta!
Sekarang malah dia yang bersama para gadis!
Beruntung sekali kau, Kenji.
Kau malah duduk di dalam tenda dihiasi bintang sama tiga gadis cantik.
Andai waktu bisa kuputar lagi!
Kenapa
kau mau ikut bersamaku?
Kalau masalah itu,
karena kau terlihat sangat serius.
Kau selalu memikirkan untuk selesai pertama.
Tapi kalau sampai
ada yang lebih penting lagi bagimu saat ini,
mungkin kita harus prioritaskan itu dulu.
Tapi aku masih tak tahu soal apa itu.
Hal itu
bukanlah hal yang ingin kurahasiakan.
Tapi aku dan dia tak seperti Nanba dan Hibito, jadi aku tak mau menceritakannya.
Hah?
Aku juga punya adik laki-laki.
Dia pasti meneleponku hari ini.
Kami sudah tak bicara selama dua tahun.
Aku
hanya ingin adikku
memutuskan
keluar dari kamarnya.
Adikku
tak mau menemui siapa pun.
Dia membisu sepanjang waktu.
Tapi kalau kubentak, dia akan melempar barang-barang dan memukul dinding.
Buruk sekali.
Kalau ada yang bertanya kenapa dia tak mau keluar,
dia sendiri tak tahu.
Aku ingin
menolongnya.
Aku sudah kehilangan begitu banyak kesempatan.
Aku tak yakin satu penggilan telepon akan membuat hal itu berbeda.
Tapi aku harus bertindak.
Sial.
Tak ada di mana-mana.
Nitta,
siapa namanya?
Kazuya.
Kazuya, ya?
Seperti apa Kazuya itu?
Dia orang yang lembut.
Saat kami kecil,
dia lebih tahu soal luar angkasa ketimbang aku.
Aku terinspirasi oleh adikku.
Saat dia masih kelas dua SMP,
dia mulai berhenti masuk sekolah untuk sementara.
Tapi hanya berlangsung selama enam bulan.
Lalu dia dikeluarkan saat kuliah.
Bahkan dari kerja paruh waktunya.
Dia tak melakukan apa-apa sekarang.
Selama dua tahun ini.
Dia benar-benar payah!
Padahal dia sudah 25 tahun!
Dasar payah.
Aku iri padamu
karena punya adik seperti Hibito Nanba,
yang berhasil mendarat di bulan
saat masih muda.
Apa ini yang dia rasa kepadaku selama ini?
Kau beruntung punya adik seperti itu.
Adikmu itu istimewa.
Silakan,
kakak.
Sejak kami bertemu...
Cobalah telepon Rei hari ini.
Dia bilang pasti akan dijawab.
Cobalah telepon sebelum jam 3.
Kalau tidak nanti bisa terlambat.
Aku sudah tahu soal itu!
Apa yang harus kubicarakan dengan dia?
Berikut berita malam ini.
Takio Azuma yang saat ini ada di Rusia untuk menyiapkan peluncuran bulan depan,
Takio Azuma Akan Menjadi Astronot Jepang Kedua di Bulan!
Takio Azuma Akan Menjadi Astronot Jepang Kedua di Bulan!
Takio Azuma Akan Menjadi Astronot Jepang Kedua di Bulan!
Takio Azuma Akan Menjadi Astronot Jepang Kedua di Bulan!
Takio Azuma Akan Menjadi Astronot Jepang Kedua di Bulan!
Takio Azuma Akan Menjadi Astronot Jepang Kedua di Bulan!
Takio Azuma Akan Menjadi Astronot Jepang Kedua di Bulan!
Takio Azuma Akan Menjadi Astronot Jepang Kedua di Bulan!
Takio Azuma Akan Menjadi Astronot Jepang Kedua di Bulan!
Takio Azuma Akan Menjadi Astronot Jepang Kedua di Bulan!
Takio Azuma Akan Menjadi Astronot Jepang Kedua di Bulan!
Takio Azuma Akan Menjadi Astronot Jepang Kedua di Bulan!
Takio Azuma Akan Menjadi Astronot Jepang Kedua di Bulan!
Takio Azuma Akan Menjadi Astronot Jepang Kedua di Bulan!
No comments yet. Be the first to leave one.