The first 200 lines.
Istri Kelima.
Tuan menyuruhmu pergi ke kamar Istri Keenam.
Untuk apa?
Aku tak tahu.
Tentu, kami akan segera ke sana.
Ya.
Mungkinkah Hsi-men tahu apa yang kita rencanakan?
Jangan terlalu banyak berpikir.
Cepat.
Ingat yang kukatakan.
Katakan ke Wu-Song jangan kembali.
Maka, aku pergi dulu.
Kak, kita harus berhati-hati.
Aku akan berhati-hati.
Tuan./ Tuan.
Kalian semua sudah di sini.
Aku merasa bahagia sekali hari ini.
Jadi, aku ingin mengobrol dengan kalian.
Aku, Hsi-men Ching.
Tiga kata ini artinya "pria nakal".
Karena hanya kebaikan yang tak bisa kulakukan.
Aku telah melakukan banyak kejahatan.
Seperti memerkosa.
Membunuh.
Apa pun yang menguntungkanku.
Akan kulakukan.
Beberapa orang tak menyukaiku.
Mereka mengutuk di belakangku.
Katanya aku sering melakukan hal buruk.
Dan aku takkan mendapatkan seorang putra.
Pada awalnya aku takut.
Tapi kini...
...aku tak perlu takut lagi.
Karena Vase hamil.
Vase memulainya untuk kalian.
Kalian harus berusaha lebih keras.
Siapa yang bisa memberiku putra yang sehat...
...akan kuberikan seribu dolar...
...dan akan mendapatkan sebagian dari hartaku.
Tapi, jika tak berhasil...
...jangan salahkan aku jika dirasa tak adil.
Moon Lady, Vase harus makan lebih banyak mulai sekarang.
Buatlah dia sehat.
Agar bayi yang dilahirkannya sehat.
Kau masuklah.
Aku akan menunggumu di sini.
Ayo masuk.
Suruh mereka pergi dari sini!
Pergi!
Cepat! Pergi!
Pergi!
Cepat!
Hei, cepat!
Pergi, semuanya!
Cepat!
Pergi!
Cepat!
Tuan, apa yang terjadi?
Takkan ada yang terjadi di kota ini.
Apa?
Hsi-men Ching.
Ternyata kau Tuan Kao.
Lama tak bertemu, apa kabar?
Lumayan.
Hanya saja aku sangat merindukanmu, hingga tak bisa tidur.
Tuan Kao.
Kejadian hari itu, itu cuma salah paham.
Orang yang tak sengaja itu tak bersalah.
Jadi kuharap Tuan Kao mau memaafkanku.
Jangan khawatir.
Aku takkan membunuhmu.
Aku hanya ingin keadilan.
Tuan, apa akan terjadi sesuatu?
Takkan ada yang terjadi.
Kalian pulanglah duluan. Ayo.
Tak perlu terburu-buru.
Biarkan dia tinggal dan melihatnya.
Pelayan boleh pergi jika dia mau.
Kau, pergilah.
Jangan khawatir, takkan ada yang terjadi.
Tuan Muda Kao.
Aku akan mengakui perbuatanku.
Aku akan menerima akibatnya.
Kau memang harus menerima akibatnya.
Tuan Kao.
Tolong jangan mengatakannya di depan istriku.
Tak bisakah dia pergi dulu?
Kumohon, Tuan Kao.
Tiba-tiba aku sulit mendengar.
Bisakah kau bicara lebih keras?
Kumohon.
Baik, biarkan dia pergi.
Tunggu aku di luar.
Takkan ada yang terjadi. Pergilah.
Pergi.
Pergi.
Kau bisa mengatakannya sekarang.
Aku memang salah, Tuan Kao.
Kau sangat baik.
Jangan diambil hati atas kesalahanku.
Waktu itu, aku tak tahu siapa dirimu.
Maafkanlah aku.
Hsi-men Ching.
Kupikir kau pria sejati.
Kau terlalu takut dengan kematian.
Tentu saja aku takut.
Hanya orang bodoh yang tidak.
Tuan Kao, biarkan aku pergi.
Aku bisa memberimu wanita atau uang.
Aku sangat kaya.
Dan punya lima istri yang cantik.
Aku bisa memberikannya kepadamu.
Untuk membalas kebaikanmu.
Hsi-men Ching, kau salah.
Aku datang ke tempat ini...
...bukan untuk uangmu.
Soal wanita...
...aku tak merasa kekurangan.
Aku hanya ingin balas dendam.
Aku tak ingin apa-apa selain itu.
Tuan Kao.
Jika kau membiarkanku hidup...
...kau boleh lakukan apa pun terhadapku.
Aku tak suka mengganggu orang lain.
Tapi aku lebih tak suka orang lain menggangguku.
Aku mendapatkan, maka aku harus membalasnya.
Tentu saja. Kau benar.
Jika aku tak salah ingat...
...ada orang yang ingin aku meminum cairan kuning.
Siapa?/ Apa?
Itu aku.
Bagaimana sekarang?
Akan kuminum, tapi di mana?
Tuan Kao.
Apa yang kaukatakan?
Cepat!
Saudara Hsi-men.
Maafkan aku.
Aku hanya bisa pipis di sepatu.
Aku harus menyuruh semua orang untuk pipis.
Ayo, lagi.
Terima kasih karena tak membunuhku.
Kau baik saja, Tuan?
Aku baik saja.
Bawa aku pulang.
Hati-hati.
Jangan bilang siapa-siapa soal hari ini.
Aku takkan memaafkanmu jika mengatakannya.
Apa aku terlihat seperti habis diganggu?
Tidak.
Tapi cara berjalanmu aneh.
Aneh apanya!
Jangan katakan apa pun setelah kita masuk.
Hei, buka pintunya!
Kau sangat lambat.
Tuan, kau sudah pulang?
Tentu.
Yin bilang kau diculik oleh penjahat.
Aku mengkhawatirkanmu.
Apa yang perlu dikhawatirkan?
Siapa yang berani macam-macam terhadapku di kota ini?
Kalau begitu, tak masalah.
Karena Yin bilang mereka bukan berasal dari kota ini.
Dan mereka prajurit.
Itu hanya sedikit kesalahpahaman.
Mereka sangat sopan kepadaku setelah mereka tahu siapa aku.
Tuan, aku akan ke dapur mempersiapkan makan untukmu.
Makan apa? Aku tak mau makan.
Panggilkan saja dokter.
Makan. Yang kau tahu hanya makan.
Dokter?
Tuan.
Denyut nadimu tak teratur.
Kau menderita penyakit ginjal.
Tapi tak ada yang serius.
Kau akan merasa baikan setelah istirahat selama beberapa hari.
Tapi, Tuan.
Jangan terlalu dekat dengan wanita saat ini.
Aku sudah dengar kata-kata itu selama bertahun-tahun.
Semua dokter mengatakan hal sama.
Seolah para wanita telah melakukan hal buruk terhadapmu.
Aku tak ingin kau bilang bagaimana cara untuk tetap sehat.
Aku hanya makan sesuatu yang salah dan merasa mual.
Berikan saja obat sakit perut untukku.
Oh, ya.
Aku merasakan hal yang aneh dari napasmu.
Tuan, apa pola makanmu salah?
Jangan terlalu banyak bertanya.
Apa yang kumakan itu bukan urusanmu.
Apa kau juga ingin tahu dengan siapa aku tidur semalam?
Tuan.
Lihat, dengar, tanya dan sentuh adalah hal penting bagi dokter.
Jika aku tak bertanya, itu bisa memengaruhi kesehatanmu.
Baiklah, kau boleh pergi.
Tuan.
Apa?
Chin tertangkap dan dikirim kembali oleh pengadilan.
Bajingan itu.
Dia tak bisa lari dariku.
Di mana Picture of Grace?
No comments yet. Be the first to leave one.