My Dear Boy

My Dear Boy (我的男孩)

Download Indonesian Subtitle

Release info

我的男孩 My Dear Boy E 06
A Commentary by SULTAN_KHILAF
[Episode 6] Visit: https://padepokananaknegeri.blogspot.co.id/m=1

Tags

other
Published on: 2018-03-31
Downloads: 7
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 193 lines.

- Xiao Lai tidak buruk, kan? - Hei, semuanya, aku Lai Jianguo.

Aku teman bibi kecilmu.

Ternyata, kau berkencan saat tidak pulang, mengabaikan pesanku, dan membuatku khawatir.

Apa kau marah karena aku tidak membalas pesanmu?

Berikan ini pada temanmu yang sembrono.

Teman yang sembrono apa.

Apa artinya hidup?

Aku harus melayani tiga pria yang tidak berperasaan itu. Mereka bahkan tidak mengucapkan sepatah kata terima kasih padaku.

Apakah ibumu mengatakan kemana dia pergi?

Dia tidak mengangkat teleponnya. Dia tidak membalas LINE.

Kenapa aku mencium kerang goreng?

Aku juga mencium baunya.

Episode 6

Apakah kita kedatangan tamu?

Kembali tepat pada waktunya! Waktunya makan malam.

Mengapa kau tidak memberi tahu kami sebelumnya bahwa kau akan memasak? Kami harus makan mie di luar.

Bukankah ini terlalu banyak untuk kotak makan siang kita besok?

Ibu, apakah kau memenangkan lotere? Kau memasak begitu banyak.

Tidak bisa percaya kalian. Cepat bernyanyi.

Istriku, selamat ulang tahun.

Kemari. Duduk dan makanlah dengan ibumu.

Aku tidak bisa makan lagi.

Aku sangat lapar tadi jadi aku meminta bos untuk tambah dua mangkuk sup.

Aku tidak bisa makan lagi sekarang.

Ibu, jangan menaruh kerang di makan siang untuk besok. Ini akan berbau busuk. Lebih baik taruh daging sapi ini.

Jadi, kalian semua sudah makan malam?

- Benar. - Benar. Siapa tahu bahwa kau akan memasak jam segini?

Sini, akan kumakan. Favoritku adalah kerang goreng.

Horoskopku adalah Sagitarius.

- Sagitarius adalah... - Seharusnya November.

Lalu siapa yang ulang tahunnya hari ini?

Aku ingin bercerai.

Ibu ingin bercerai?

Ayo taruhan. Tebak berapa kali bulan ini.

Aku hanya berharap ada kotak makan siang besok.

Kau terlambat lagi, kan?

Sarapan pagi. Makan siang.

Apa ibu sedang mogok lagi?

Begini, untuk makanan kita,

ayo menghibur ibumu sepulang sekolah.

Mengapa kau tidak menyuruh An Bohui untuk melakukan itu? Dia yang terbaik dalam akting imut.

Dia ada latihan pemandu sorak hari ini.

Tolong, tabungan pribadiku tidak cukup untuk membiayai kita selama seminggu.

Ini menjengkelkan.

Ini berat. Biarkan aku membawanya.

Tenanglah ketika saatnya makan! Baiklah?

Semua orang punya roti? Ada sup kacang hijau nanti.

Jika tidak ada cukup roti, tanyakan pada Nona Chen.

Apa ada yang mau roti?

Hati-hati saat kau sedang makan sup kacang hijau. Jangan sampai tumpah. Ya, Chengcheng, aku sedang membicarakanmu.

Hati-hati. Setelah kau selesai makan, tolong cuci mangkukmu.

Aku tidak suka sup kacang hijau.

Anak-anak jangan pilih-pilih makanan. Jadilah gadis yang baik dan minum. Kakak An akan mengajari kalian cara melipat kertas katak.

Aku tidak mau. Aku ingin melipat perahu kertas yang besar.

Tidak masalah.

- Ayah! - Xin Xin!

- Sudahkah kau selesai makan? - Belum.

Lihat ini semua remah roti.

Ayah Xin Xin, kau di sini lebih awal hari ini.

Ya, sedikit lebih awal hari ini.

Xin Xin, Cepat selesaikan makanmu agar kau tidak membiarkan Ayah menunggu. Baik?

Pasti sulit mengurus anak sendirian, kan?

Ya, benar. Pasti sulit bagimu untuk mengurus banyak anak ini.

Xin Xin adalah gadis yang baik.

Xin Xin, waktunya pulang. Sudahkah kau selesai makan?

Belum.

Dengar, dia tidak mau pulang karena gurunya sangat cantik.

Aku tidak.

Itu benar.

Aku tidak menggunakan perawatan kulit. Aku jelek.

Kau tidak? Kau terlihat menakjubkan jika kau memang menggunakan perawatan kulit.

Xin Xin paling patuh, kan?

Dengar, Ayah harus pergi kerja dan dia harus mengurusmu. Dia bekerja keras, kan?

- Lalu, kau harus bekerja sama dengan Ayah. Kau harus mendengarkan ayahmu. Ya? - Baik!

Guru, kau sangat baik. Xin Xin mendengarkanmu.

Sini, bawa kotak makan siangmu.

Nona He, apakah kau potong rambut?

Iya. Aku baru potong rambut untuk mengubah suasana hatiku.

Itu terlihat bagus.

Terima kasih.

Nona He, kau biasanya tidak memakai rok, kan?

Akan lebih mudah bagiku untuk memakai celana saat bekerja.

Kau harus memakai lebih sering. Ini terlihat bagus padamu.

Terima kasih.

Baik. Kita akan pulang sekarang.

- Sampai jumpa. - Selamat tinggal, Guru.

Sampai jumpa.

Ayo pergi.

Untuk apa membunyikan klakson? Selalu begitu dan menyebabkan polusi suara. Tidak takut tetangga akan mengajukan keluhan?

Bagaimana aku bisa lewat? Kau pikir aku sangat kurus?

Halo?

Dimana kau?

Menghibur ibu tercinta kita.

Mengapa ada tanda "Dijual" di luar rumah kita?

Aku He Meiyue, kekuatan terbesarku adalah berpikir jernih.

Kalian adalah anak-anak yang aku lahirkan, jadi aku akan bertanggung jawab untuk kalian berdua.

Setelah menjual rumah, dan mengurangi sisa kredit,

mengurangi komisi agen real estate dan biaya transfer legal, akan aku bagi empat. Semua orang mendapat satu bagian.

- Istriku. - Maaf, istrimu tidak ada disini.

Aku tidak punya apa-apa.

Tapi aku tak bisa melakukan apa-apa tanpa istriku.

Kalau begitu cari istri baru.

Mulai sekarang, aku Nona He.

An Qinghui, An Bohui, kalian ingin ikut siapa?

Kau ingin ikut siapa?

Apa ini inti masalahnya?

Inti masalah apa?

Inti masalahnya adalah Ibu kelihatan serius kali ini.

Jadi, kita harus ikut siapa itu inti masalahnya, kan?

Kau benar ingin mereka bercerai?

Karena mereka sudah tidak saling cocok, bagus bagi mereka untuk bercerai.

Mereka sudah kurang cocok selama lebih dari sepuluh tahun, tapi mereka baik-baik saja.

Mengapa Ibu bersikeras kali ini? Kau tidak merasa aneh?

Ini aneh.

Dia memilih potongan rambut yang aneh.

Dia membeli banyak baju baru.

An Qinghui.

Apa?

Apakah Ibu selingkuh?

Aku tidak bicara omong kosong. Ada banyak petunjuk, kau belum menemukannya?

Nomor satu: Baju rok.

Bukankah Ibu selalu bilang kalau rok itu merepotkan?

Tapi sekarang dia mulai mengenakan baju rok.

Dan roknya lama-lama makin pendek.

Nomor dua: warna merah muda.

Saat aku pakai warna merah muda, Ibu selalu bilang itu memuakkan.

Nomor tiga: sepatu hak tinggi.

- Air. - Terima kasih.

Aku ingin kopi panas.

Baik.

Nomor Empat:

Setiap kali dia menyinggung soal perceraian sebelumnya, kalau kita tidak langsung memilih ingin ikut dengan dia,

bukankah dia akan marah dan ingin pergi meninggalkan runah?

Tapi kali ini saat kita bilang mau pikir-pikir dulu sebelum memutuskan, dia tidak naik pitam.

Yang paling penting adalah nomor lima.

Bukankah kau pikir Ibu kelihatannya

pergi menemui seseorang akhir-akhir ini?

Nona He?

Xiao Guo, sebelah sini.

Nona He, sudahkah memesan sesuatu?

Ya, aku sudah memesan kopi. Kau bagaimana?

Aku akan pesan nanti.

Tempat ini mudah ditemukan?

Masih lumayan.

Dia tidak mau pulang. Gurunya terlalu cantik.

- Tidak. - Benar.

Aku tidak menggunakan produk perawatan kulit sama sekali. Aku jelek.

Tidak pakai? Kau tetap terlihat menakjubkan tanpa produk perawatan kulit.

Aku lihat di internet kemarin.

Kafe ini

sudah memiliki banyak ulasan bagus.

Kulihat banyak anak muda yang pergi ke sana. Tempatnya ada rasa artistiknya juga.

Seseorang itu harus romantis kadang-kadang.

Banyak yang merekomendasikan kue mereka yang enak.

Maukah kau pesan Tiramisu atau...

Aku takut gemuk.

Kau ingin tetap langsing.

Nona He, kau terlihat tambah muda saja.

- Benarkah? - Kau terlihat berbeda.

Kurasa syal-nya terlalu pastel.

Tidak. Itu sangat cantik.

Benarkah? Terima kasih.

- Silakan nikmati kopimu. - Terima kasih.

Sini, aku saja.

Baik.

Setengah bungkus, kan?

Tetap langsing.

Xiao Guo, terima kasih.

Sudah menemani aku, mengobrol denganku sambil minum kopi.

Kau bahkan memberiku semangat saat aku bersedih.

Kadang, takdir antara orang itu aneh.

Bagi sebagian orang, kau hanya merasa menyesal tidak bertemu seseorang itu lebih awal.

Tapi aku ini seorang istri dan ibu dari dua anak.

Aku merasa tidak enak kalau kau harus ambil cuti dari pekerjaanmu untuk bertemu denganku setiap hari.

Jadi aku berpikir, untuk sementara ini, kita...

Untuk sementara ini, kita sebaiknya jangan bertemu dulu.

Nona He, sejujurnya,

sebenarnya, aku diberhentikan dari perusahaan penerbitan majalah.

Apa?

Pantas saja kau selalu menjemput Xin Xin lebih awal dari sekolah.

Apa rencanamu ke depannya?

Sekarang ini, media kertas sudah kalah dari internet.

Ya.

Tapi aku merasa dimana kau terjatuh adalah tempat dimana kau mendaki naik.

- Benarkah? - Benar, benar.

Jadi kurasa aku bisa menggunakan internet dan

mengembangkan karir sendiri atau semacamnya.

Benarkah?

Jadi...

Aku tidak tahu kalau

Nona He, kau bisa...

Kalau kita bisa diskusikan...

Xiao Guo, apa kau ingin meminjam uang dariku?

My Dear Boy subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for My Dear Boy

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left