Charade

Charade

Download Indonesian Subtitle

Release info

Charade 1963 720p BluRay x264 Archon
A Commentary by Chyrus

Tags

BluRay
x264
720p
720
Published on: 2017-01-31
Downloads: 79
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Holà!

Jangan bilang padaku kau tak tahu itu ada isinya.

Sylvie!

Tak bisakah dia berbuat sesuatu yang berguna, seperti memancing salju longsor atau apa?

Mainlah ke sana, sayang.

Ketika kau mulai makan seperti ini, pasti ada masalah.

Sylvie, aku mau cerai.

- Apa? Dari Charles? - Dia satu-satunya suami yang aku punya.

- Aku sudah coba untuk mempertahankannya, sungguh, tapi... - Tapi apa?

Aku tak bisa jelaskan. Ini cuman aku tak suka melanjutkan lebih lama lagi seperti ini.

Aneh jika ketidakbahagiaanmu tak membuatmu gemuk.

Tapi aku tak mengerti. Kenapa kau ingin cerai?

Karena aku tak mencintainya. Dan dia jelas tak mencintaiku.

Itu bukan alasan untuk bercerai.

Dengan suami kaya dan semua pakaian di tahun ini...

kau takkan dapat kesulitan menjalin pertemanan baru.

Dengar. Aku akui aku datang ke Paris demi melarikan diri dari orang Amerika bodoh itu...

tapi itu bukan berarti aku siap untuk orang Prancis.

Aku benci semua rencana untuk bercerai, Sylvie.

Tapi andai Charles bisa jujur padaku.

Itu saja yang aku minta dari semua orang: kebenaran yang apa adanya.

Tapi bersama Charles, semuanya rahasia dan bohong.

Dia sembunyikan sesuatu dariku, Sylvie...

sesuatu yang mengerikan dan membuatku takut.

Dia anakmu?

Dia anaknya. Di mana kau menemukannya? Merampok bank?

Dia melempar bola salju ke Baron Rothschild.

- Oh, terima kasih. - Kita saling kenal?

- Kenapa? Kau pikir kita akan saling kenal? - Aku tak tahu. Mana aku tahu?

Karena aku sudah kenal banyak orang yang mengerikan.

Hingga salah satu dari mereka mati aku tak mungkin bisa berkenalan dengan orang lain.

Bila ada dalam daftar yang dalam kondisi kritis, biarkan aku tahu.

- Mudah menyerah. - Apa?

Kau benar-benar menyerah dengan mudah.

Ayo, Jean-Louis. Kita jalan-jalan. Ibu belum pernah lihat Rothschild sebelumnya.

Anak yang cerdas. Hampir aku lengah.

Terima kasih.

Kau menghalangi pandanganku.

- Pemandangan mana yang kau lihat? - Pemandangan yang kau halangi.

Ini kesempatan terakhirku. Aku terbang kembali ke Paris sore ini.

- Siapa namamu? - Peter Joshua.

- Aku Regina Lampert. - Adakah Mr. Lampert?

- Ya. - Bagus untukmu.

Tidak, tak ada. Aku mau cerai.

- Tolong, itu bukan karenaku. - Bukan. Aku sungguh tak mencintainya.

- Setidaknya kau jujur. - Adakah Mrs. Joshua?

Ya, tapi kami sudah bercerai.

Itu bukan lamaran. Aku hanya ingin tahu.

Suamimu bersamamu?

Oh, tidak, Charles tak pernah bersamaku. Bagaimana orang-orang memanggilmu? Pete?

Mr. Joshua.

- Aku senang berbincang denganmu. - Sekarang kau marah.

Tidak, aku tidak marah. Aku hanya ada banyak yang harus dikemasi. Aku mau balik ke Paris juga.

Bukankah Shakespeare bilang ketika ada orang asing bertemu di negara yang jauh...

mereka tak lama lagi berjumpa kembali?

- Shakespeare tak pernah bilang seperti itu. - Kau tahu dari mana?

Mengerikan. Kau hanya membenarkan yang tak benar.

Sepertinya benar. Kau akan menghubungiku?

- Kau sudah pesan tempat? - Charles yang pesan.

Hanya ada Charles Lampert saja?

Tuhan, kuharap begitu.

Sampai jumpa, Sylvie, dan terima kasih.

Saat anda dapat surat cerai anda, anda akan kembali ke Amerika?

- Kau tak ingin aku tetap di sini? - Ya, tentu saja, tapi bila anda kembali dan mengirimiku surat.

Kau bisa dapat perangkonya. Aku bisa memberimu di sini, bagaimana?

- Baiklah. - Sampai jumpa.

Terima kasih.

Honorine?

Honorine.

- Nyonya Charles Lampert? - Ya.

Aku inspektur Edouard Grandpierre dari kepolisian judiciaire.

Bisa anda ikut bersamaku, tolong?

Bagaimana, nyonya?

Anda yakin?

Anda mencintainya?

Aku sangat kedinginan.

Kami temukan jasad suami anda...

tergeletak di lintasan selanjutnya di rel kereta Paris-Bordeaux.

Dia berpakaian hanya dengan piyamanya.

Anda tahu alasan kenapa dia ingin tinggalkan Prancis?

Tinggalkan? Tidak.

Suami anda punya tiket kapal Maranguape.

Berlayar ke Venezuela pagi ini pukul 7:00.

Aku bingung sekali.

- Dia orang Amerika, suami anda? - Swiss.

Swiss. Pekerjaannya?

- Dia tak punya pekerjaan. - Dia orang kaya?

Kupikir begitu. Aku tak tahu.

- Kira-kira seberapa kaya, bisa anda katakan? - Aku tak tahu.

Di mana dia simpan uangnya?

Aku tak tahu.

Selain anda sendiri, siapa kerabat terdekatnya?

- Aku tak tahu. - Itu tak masuk akal, nyonya. Sungguh tak masuk akal.

Aku tahu. Maafkan aku.

- Apa tak apa? - Kuharap jangan.

- Hasil pemeriksaan Lampert. - Baiklah.

Rabu kemarin, suami anda jual seluruh isi apartemen di pelelangan umum.

Semuanya.

Galeri membayarnya 1,250,000 franc yang baru

dengan dolar, 250,000.

Otoritas di Bordeaux menggeledah kompartemennya di kereta.

Mereka geledah semuanya.

Mereka tidak temukan $250,000.

Ini beberapa barang yang ditemukan di kompartemen kereta.

Tak ada barang-barang yang lain. Suami anda pasti sangat terburu-buru.

Satu dompet berisi 4,000 franc.

Satu buku agenda. Catatan terakhirnya yang dibuat kemarin, kamis...

5:00 sore. Jardins des Champs-Élysées

- Kenapa ke sana? - Aku tak tahu.

- Barangkali dia bertemu seseorang. - Jelas.

Satu tiket kapal ke Amerika Selatan.

Satu surat, distempel tapi tidak disegel, ditujukan pada anda.

Bisa kulihat?

"Sayangku Regina, kuharap kau menikmati liburanmu.

"Megeve indah sekali tahun ini.

"Hari-hari berlalu sangat lamban, kuharap bisa menemuimu segera.

"Selalu, Charles.

Catatan. Dokter gigimu menelepon kemarin. Janji pertemuanmu diganti."

Tak banyak, kan?

Kami pikir bebas menghubungi dokter gigi anda.

Kami pikir mungkin kami bisa mengkaji sesuatu.

- Benarkah? - Ya.

Janji pertemuan anda diganti.

Satu kunci ke apartemen anda.

Satu sisir.

Satu pena fountain.

Satu sikat gigi.

Satu kaleng pasta gigi. Ini saja.

Bila anda bersedia tanda tangani ini, anda bisa bawa barang-barang ini bersama anda.

Ini saja? Bisa aku pergi sekarang?

Satu pertanyaan lagi.

Ini paspor suami anda?

Ya.

Dan ini?

Aku tak mengerti.

Dan ini?

Oh, aku sudah telepon tapi tak ada yang angkat.

- Halo. - Halo.

Aku ingin bilang padamu betapa sedihnya aku dan melihat bila ada yang bisa aku lakukan.

Bagaimana kau tahu?

Ada di surat kabar sore.

- Aku turut bersedih. - Terima kasih.

Aku tekan belnya, tapi tak bunyi, kurasa.

Aku tahu. Tak ada listrik.

Ke mana semua barang-barang di sini?

Charles jual semuanya di pelelangan. Ini saja yang aku punya.

Aku suka kamar ini, tapi Charles sungguh tak perhatikan... Hanya ada barang-barang.

Kupikir aku lebih suka seperti ini.

Apa yang akan kau lakukan?

Mencoba dapat pekerjaan lamaku lagi di EURESCO, kurasa.

- Melakukan apa? - Aku penerjemah lisan langsung, seperti Sylvie.

Hanya dia dari Inggris ke Prancis, aku Prancis ke Inggris.

Itulah yang aku lakukan sebelum aku menikahi Charles.

Polisi mungkin berpikir aku yang membunuhnya.

Perceraian instan maksudmu?

Seperti itu.

Mengerikan berakhir seperti ini, sungguh...

berakhir di kereta seperti sekarung surat sampah.

- Kalau begitu, ayo. Kau jangan tinggal di sini. - Aku tak tahu mau pergi ke mana.

Kami akan carikanmu hotel.

Tak ada yang terlalu mahal.

Aku bukan wanita bebas lagi.

Tempat yang bersih, sederhana, dan cukup dekat ke EURESCO...

agar kau bisa panggil taksi saat hujan.

- Bagaimana? - Baiklah.

Yang hadir tak cukup banyak, kan?

Charles tak punya teman?

Jangan tanya aku. Aku cuman janda.

Andai Charles tewas di ranjang, kami juga tak bisa menemukannya.

Setidaknya dia tahu bagaimana bersikap di pemakaman.

Kau tak punya gambaran siapa yang tega membunuhnya?

Hingga dua hari kemarin satu-satunya yang benar-benar aku tahu tentang Charles adalah namanya.

Sekarang sepertinya aku juga tidak mengetahuinya.

- Dia pasti kenal Charles sangat baik. - Bagaimana kau bisa berkata seperti itu?

Dia alergi padanya.

Terberkati dirimu.

- Kau mengenalnya? - Belum pernah melihatnya sebelumnya.

Selamat tinggal, Charlie.

Mrs. Lampert, nyonya...

Mrs. Lampert, nyonya...

Charlie tak seharusnya bernasib seperti ini.

Tentu saja tidak.

Selanjutnya apa?

Ribuan maaf, nyonya.

- Terima kasih. - Maaf. Maaf.

Maaf. Maaf.

- Dari siapa? - Kedutaan besar Amerika.

Aku kalahkan orang tua itu dalam taruhan terakhir dengan sepasang kartu dua.

Apa yang begitu dikhawatirkan akan hal itu?

Yang kumaksud jika aku bisa melakukannya, apa yang orang-orang Rusia lakukan padanya?

Halo?

Ada masalah, Nona Tompkins?

Nona Tompkins tak ada di sini.

Oh, maafkan aku. Sekretarisku pasti pergi makan siang.

- Kau... - Mrs. Lampert. Mrs. Charles Lampert.

Oh, ya. Silakan, masuk, Mrs. Lampert.

Permisi sebentar, Mrs. Lampert.

Ini susah sekali dihilangkan.

Proses pencucian, hal seperti ini adalah kesalahan.

Aku punya orang handal... Orang yang sangat handal di Rue Ponthieu...

More Indonesian subtitles for Charade

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left