The first 200 lines.
Diterjemahkan Oleh tsubasaraa IDFL™ Subs Crew || Twitter: syahdararaa ||
Apa yang aku lihat tadi itu?
Kau...
Sepertinya kau terbang.
Di langit...
Apakah aku sudah mati?
Apakah aku melihat hal aneh karena sudah mati?
Apa benar aku sudah mati sekarang?
Kau bodoh, ya?
Kau ini kenapa?
Apa yang ada di otakmu itu?
Siapa yang menyuruhmu bertindak ceroboh begini?
Kau tak boleh bodoh sepeti.
Kau memang bodoh!
Apa maksudmu?
Dasar sial!
Apa kau pikir, aku mau bunuh diri?
Pasti kau salah paham
Apa?
Aku tak punya nyali untuk menemui ayah
Aku tak mau pergi ke AS
Dan aku juga tak mau kuliah
Aku ingin membicarakan hal ini padanya.
Tapi, didepannya aku bisa mati kutu
Jadi, aku mencoba untuk mengumpulkan keberanian di sini
Sebenarnya, aku juga takut bicara padamu
Tapi, mungkin dalam situasi ini, kita bisa bicara
Hong Bin...
Kau buru- buru ke sini karena kau mengkhawatirkanku?
Menyelamatkanku?
Dasar...
Hong Bin.
Kau bilang aku bukanlah adikmu...
Kenapa aku harus menangis?
Dasar...
Hong Bin, bagaimana kau bisa melakukan yang tadi itu?
Terbang.
Apa maksudmu?
Hong Bin.
Aku sungguh berterima kasih.
Aku tak tahu harus berkata apa.
Aku...
Aku senang sekali, tapi...
Aku masih takut padamu...
Aku tak tahu harus berkata apa...
Kau...
Kau tak mencoba untuk bunuh diri, 'kan?
tak
Bahkan nanti, kau tak akan berpikiran untuk melakukannya, 'kan?
tak
Baguslah.
Bagus.
Ayo pulang.
Pulang?
Bersamamu?
Aku bisa pulang denganmu?
Disampingmu?
Apa aku bisa berjalan di sampingmu?
Halo?
Ya, ini adalah Kim Seung Hwan dari tim produksi.
Ya, Tn. Kim Seung Hwan, ada apa?
Tak terjadi apa- apa.
Tolong beritahu padanya untuk tak khawatir.
Baiklah.
Baik.
Iya.
Baiklah.
Tak ada yang terjadi.
Dia bilang, kau tak perlu khawatir.
Lihatlah keringatmu ini.
Masuklah
Kau akan mendukungku, 'kan?
Kau tak akan meninggalkanku, 'kan?
Aku akan berani bicara pada ayah sekarang
Masuklah.
Aku harus merahasiakan klub golf- ku
Jangan keras kepala.
Aku bisa mengantamu pulang, jangan pulang sendirian
Tak apa- apa. Aku bisa pulang sendiri
Kau harus pindah rumah besok pagi. Kita pulang sama- sama saja.
Sebentar lagi akan pagi
Tak usah. Aku baik- baik saja
Aku pulang sendiri saja.
Yang benar saja...
Dia membuatku stress.
Ibu
Aku akan menginap di perpus. Dan langsung ke sekolah besok
Jika kau tak dapat ranking, aku tak bisa masuk kuliah.
Aku harus dapat beasiswa untuk lanjut kuliah.
Baiklah...
Aku pasti sarapan. Ada sarapan gratis di perpus.
Ya, tentu saja.
Iya, aku mengerti...
Aku pasti mengunyahnya 20x.
Tak perlu, ibu.
Kau tak perlu meneleponku.
Aku bisa tak konsentrasi jika kau menelepon
Baiklah.
Ayah bilang akan pulang sebelum fajar pagi.
Tidurlah sendirian malam ini.
Baiklah.
Iya, sampai jumpa besok
Halo
Halo.
Halo
Halo
Halo...
Halo
Halo
Halo
Halo
Halo
Halo...
Ayah sudah pulang?
Ayah, aku punya kabar gembira...
Aku mendapatkan nilai sempurna dalam ujianku...
Apa?
Apa?
Apa kata ayah?
Apa yang terjadi apa ibu?
Apa?
Halo.
Halo. Halo.
Halo...
Buka jendelanya.
Baik.
Rasanya pengap sekali. Aku mau turun sebentar.
Halo.
Halo.
Halo.
Se Dong. Se Dong.
Se Dong. Se Dong, kau baik-baik saja?
Se Dong.
Se Dong, kau baik-baik saja?
Se Dong, kau bilang apa?
Ibuku jatuh pingsan.
Jika saja aku menerima panggilannya...
Jika saja aku pulang...
Jika saja dia dioperasi, dia masih bisa selamat
Tenanglah, Se Dong.
Tenanglah sekarang.
Aku menganggapnya gangguan.
Aku harus belajar untuk ujian.
Ibu terus saja meneleponku untuk mengingatkan untuk makan.
Aku kesal dia terus saja meneleponku.
Aku harus konsentrasi belajar.
Hanya karena aku mau masuk kuliah.
Dan aku menonaktifkan ponselku.
Aku tak mau ditelepon lagi olehnya.
Semuanya pasti tak begini jika aku mengangkatnya.
Aku bisa berlari ke rumah kurang dari semenit.
Aku hanya harus mengangkat teleponnya
Hanya perlu mengatakan, "Halo?"
Halo.
Halo.
Halo.
Halo.
Anda merasa pengap?
Ja Kyung.
Ya.
Aku melakukannya lagi.
Perwakilan Joo!
Perwakilan Joo!
Sayang...
Aku memang kasihan padanya karena dia sakit...
Tapi, apa kau tak bisa memeriksa tasnya dan mengambil amplop itu?
Tidak
Aku tak tahu apa itu.
Tapi, amplop itu harus kuserahkan pada Ketua
Tolong carikan ayah, ya.
Aku merasa sangat takut sekarang.
Iya.
Kita harus menemukannya.
Ya, Perwakilan Joo.
- Aku... - Bawa pulang mobilnya.
Apa?
Aku meninggalkan mobilnya di sana, dan berlari pulang.
Iya, dan cari ponselku juga
Ponselku ikut melayang bersamamu tadi.
Aku tak memintamu untuk membayarnya. Pindah saja ke sini
Kita putus saja.
Hei... Apa masalahnya?
Apa aku melakukan sesuatu yang salah?
Jika benar, katakan padaku.
Bahkan jika aku tak melakukan sesuatu yang salah, aku minta maaf.
Maafkan aku.
Se Dong, maafkan aku.
Aku naik bus tadi.
Baguslah.
Ouch! Sakit.
Sakit.
Sial
Se Dong, sakit.
Tiba-tiba saja, ada yang menyambar kepalaku tadi
Wig- ku.
Wig- ku. Wig- ku...
Aku sudah sering mabuk selama 30 tahun. Tapi, ini adalah pertama kalinya
Temanku...
Ada yang aneh tadi. Dia bahkan menamparku
Menakutkan sekali.
No comments yet. Be the first to leave one.