The first 200 lines.
- Ini dia, Bos. Menuju arahmu. - Baiklah.
Ayo kita pergi!
Aku dapat satu!
Aku punya dua kotak untukmu.
Biarkan dia masuk.
Aku tak bayar untuk bercanda. Diamlah dan pindahkan peti-petinya.
- Senjatanya macet. - Ayo!
- Ayo! - Macet.
Ayo masuk ke sana!
- Berikan itu padaku. - Ya, Tuhan.
Diam!
Kesucian, kewarasan, dan kaum Kristiani kulit putih...
- Tanganku! - Berdirikan dia!
- Bawa dia pergi dari sini! - Ayo!
- Tanganku! - Bangunlah.
- Mereka menembak tanganku! - Pergilah!
Ayo, cepat, Charlie!
Ayo, jalan!
Aku tak mau pergi.
Ibu sedang tak mau berdebat, Teddy. Keluarlah!
Akan Ibu hitung sampai tiga. 1, 2, 3.
- Teddy! - Aku tak mau berangkat.
Ibu peringatkan kau! Jangan berpaling dari Ibu. Kemari!
- Ibu! - Keluarlah! Adikmu terganggu.
- Makanlah, Sayang. - Tidak!
- Kau pulang. - Tak ada tempat seperti rumah.
Apa masalahnya? Kenapa dia di bawah situ?
Dia tak mau berangkat sekolah.
- Kau kelak mau jadi penjual ikan? - Ya.
Tidak. Kau ingin jadi dokter atau semacamnya, ingat?
- Seperti dr. Surran. - Biarawati Bernice.
Sepertinya Teddy nakal, dia memukulnya dengan penggaris.
- Apa yang kau lakukan? - Aku tak berbuat apa pun.
- Biarawati tak main pukul orang. - Dia menarik rambutku.
Jika biarawati memukulku saat aku seusiamu...
Aku akan dipukul lagi oleh ayahku.
Pergilah dengan Katy, Sayang. Cuci tanganmu. Kau juga.
Lewat sini, Sayang.
Ayo.
Sudah hampir pukul 8 pagi.
Mengingat malam yang kulalui, aku takjub pulang sebelum pukul 9.
Aku yakin itu.
Tapi kau tampak cantik.
Dan menggairahkan.
- Saatnya berangkat sekolah, ayo. - Aku tak mau berangkat!
- Kau akan berangkat. Ayo. - Aku tak mau!
- Ambil jaketmu. - Aku tak mau berangkat!
Sudah kubilang padamu! Aku tak mau berangkat.
- Kau mau ke mana? - Ke kantor. Aku mau tidur.
- Kau ingin ibumu marah? - Tidak! Sudah kubilang.
Teddy!
Telur ini rasanya aneh.
Mungkin seseorang membuat ayamnya tertawa.
Itu dia pria tampanku.
- Hai, Kawan. - Ayah!
- Nucky menelepon? - Apa dia harus menelepon?
Buatkan aku daging asap dan telur.
Aku tahu cara memasak telur yang disukainya.
- Mau menembak burung camar? - Ya.
- Jimmy. - Apa?
- Dia masih terlalu kecil. - Tidak.
Sewaktu aku seusianya, aku selalu melakukannya.
- Lebih muda lagi, dengan ayahmu. - Kebanyakan bersama Nucky.
- Menurutku itu tak aman. - Kumohon.
Kumohon.
Ayolah. Dia sudah besar. Tenang, Ange.
Kau terlalu cemas.
- Kumohon. - Pastikan dia pakai baju hangat.
- Ayo. Ganti pakaianmu. - Pakai celana kotak-kotakmu.
Baiklah.
Dan hati-hati.
Apa kita akan tembak camar sungguhan dengan senjata sungguhan?
Ya, benar.
- Kuharap kau tak lakukan itu. - Lakukan apa?
Merendahkanku.
Aku tak akan pernah begitu. Kau istrinya.
Ya, dan aku ibunya Tommy.
Aku hanya coba membantu. Sebagai ibu dari suamimu.
Anak laki tetaplah anak laki.
Kau tahu, saat Jimmy masih bayi, aku akan mengganti popoknya.
Aku suka mencium kemaluan kecilnya.
Apa maksudnya ini?
Kembalikan perabotan ini ke tempatnya!
Kami tak menduga kau akan datang, Pak.
Ny. Van Alden ingin melihat kantor ini.
Laporan lapangan. Kami baru akan membuatnya.
Aku tak nyaman dengan kata "akan", Agen Clarkson.
- Ya, Pak. - Tuan-tuan...
Aku ingin perkenalkan istriku.
Mereka adalah Agen Sawicki dan Clarkson.
- Apa kabar? - Agen Sawicki keturunan Polandia.
Dia bergabung dengan kita dari Mount Olivet.
- Di luar Pittsburgh. - Ya.
Komunitas Kristiani di sana sangat besar.
Ny. Van Alden akan berkunjung selama akhir pekan ini.
Di sini tak kekurangan hiburan bermanfaat.
Aku mengambil panduan untuk turis ini kemarin.
- Ada daftar gereja di sini? - Kurasa begitu. Aku belum baca.
- Anggap saja itu hadiah. - Terima kasih.
Jika butuh aku, kami menginap di Hotel Metropole.
Meski kurasa kami akan lebih sering keluar untuk melihat-lihat.
Lakukan permainan kasar kalian untuk waktu kalian sendiri.
Ya, Pak.
- Sebentar lagi dia sampai. - Sakit apa dia sekarang?
Dia menderita sakit telinga.
Tn. Torrio adalah orang yang selalu menderita penyakit enak.
Apa maksudmu?
Tak ada yang menyembuhkannya lebih cepat selain orang lain...
Mencucikan pakaiannya.
Aku bukan tukang cucinya.
Jangan diambil hati.
Kau pikir apa yang dilakukan George Remus selama lima tahun?
Bisa diulangi?
Kubilang menurutmu apa yang dilakukan George Remus untuknya?
- Bukankah kau George Remus? - Pikirmu siapa aku?
Tadi kau mengatakannya sepertinya kau orang lain.
Dasar licik.
Kubayar dia 500 dolar secara rutin agar aku tak dipenjara.
Jika sewa pengacara lebih murah, kau akan dipenjara lebih lama.
- Kenapa kau pindah ke Cincinnati? - John...
Gambarlah lingkaran sepanjang 483 km.
- Tahu apa yang kau dapat? - 483 km kotoran sapi.
80 persen wiski komersial disimpan di negeri ini.
- Berapa uang di sakumu? - Cukup untuk kabulkan ucapanmu.
Ditambah masih banyak lagi.
Kami ingin menjaga bisnis kami tetap stabil.
Tak ada sakit hati, tak ada pertumpahan darah.
Belilah dari George Remus, maka hal itu tak akan terjadi.
Remus memiliki bisnis penyulingan dan obat-obatan yang boleh dijual.
Lebih bagus lagi. Remus punya truk untuk membajak minumannya sendiri.
- Itu tipuan yang bagus. - Bukan tipuan, Kawan.
Remus sudah membaca Peraturan Volstead, dengan seksama.
- Kita harus berbisnis dengannya. - Apa maksudmu? Dialah Remus.
- Aku tahu. Aku hanya... - Empat ribu kasus sebulan.
Kau bisa dapat 8,000 kasus. Itu mudah.
- Lihat saja nanti. - Beli dari Kanada, John?
Masuk akal, tapi kau tak tahu apa yang mungkin terjadi di danau itu.
Bagi Atlantic City, Cincinnati jauh lebih dekat.
Lagi pula siapa yang benar-benar menyukai Nucky Thompson?
Kurasa Remus tak suka.
Orang yang habiskan 2.000 dolar untuk berakhir pekan di pantai...
Dia tak pernah merasakan perdebatan karena tagihan telepon.
Semuanya gratis di sini, Georgie.
Sapalah Odette.
Kita akan bahas detailnya nanti.
- Jika kau ke Atlantic City... - Kapan aku akan ke sana?
Bulan depan. Sebelum kau menuju Brooklyn.
Johnny, aku ada sesuatu untuk ayahku.
Berangkatlah satu hari lebih cepat. Temui Nucky.
- Bilang keadaan telah berubah. - Hanya itu?
Pikirkan sesuatu.
Mencuci bajumu.
Idenya beli tanah dari sini sampai ke Glouster County, semuanya.
- Aku dan anak buahku beli semua. - Hitungannya penny per ekar.
- Karena tanah itu tak berharga. - Tak lama lagi berubah.
Perencanaan jalan akan disetujui.
Kita kendalikan pejabat perencanaan seperti yang kita inginkan.
- Dengan penyuapan. - Memangnya ada cara lain, Ernie?
Jika itu sudah pasti, kita jual kembali tanahnya ke New Jersey.
Dengan keuntungan 10 kali lipat.
Bagaimana seseorang dapatkan bagiannya?
- Dengan cepat. - Yang berwarna biru sudah dibeli.
- Kalian sudah miliki semua itu? - Tak semuanya, tapi sebagian besar.
- Tuan tanah dari tanah tandus. - Dan itu semakin baik.
Jika jalan itu disetujui, harus segera dibangun, bukan?
Kebetulan aku punya teman dekat di bidang konstruksi.
Edward Bader, ahli pembangunan.
Ya, dengan kedua tangannya.
Teman-teman, dengan ini kalian diberi tahu...
Bahwa kita menerima tawaran untuk memasok batu kerikil.
- Untuk jalan sepanjang 64 km? - Hitung saja sendiri.
Baiklah. Tapi untuk sementara, biarkan ini memuluskan jalanku.
- Awal yang bagus. - Sempurna, Ernie.
- Kita siap untuk McGarrigle? - Di rumahku, Senin malam.
- Peranmu bagus untuk tujuan itu. - Selalu senang bisa membantu.
Nucky, ada masalah gawat. Seorang wartawan menelepon.
Dia menyatakan Chalky White menembak anggota Ku Klux Klan.
- Hubungi saudaraku. - Aku sudah menghubunginya.
Ada hotel yang bentuknya seperti gajah.
Tempatnya di Margate. Enam lantai. Bagus sekali.
Tampaknya gadingnya asli.
- Apa? - Gajah itu.
- Kita bisa ke sana. - Tidak.
Terima kasih.
Siapa itu?
Bukan orang yang penting.
Jika kau lapar, ada penjual makanan.
Mereka menjual kue kentang yang disebut kornishes.
- Ada apa? - Panduan ini.
Mencantumkan daftar kafe dan bar-bar yang reputasinya buruk.
"Jika Yesus Datang ke Atlantic City".
Tempat-tempat yang tak akan Dia tuju.
Penulisnya mencoba bersikap sinis.
Maaf kau terpaksa membacanya, Sayang.
Mungkin sebaiknya kita tak punya anak.
Dunia ini, Nelson.
Kalian yakin tak mau makan siang?
Terima kasih, Lenore. Tidak.
Kami butuh privasi.
Lester, Sayang?
No comments yet. Be the first to leave one.