The first 200 lines.
Nyanyian Phoenix
Episode 37
Mengetahui bahwa masa depan tidaklah mudah, aku semakin yakin untuk tidak mengubah ambisiku.
Kau masih ingat "Empat Pengajaran" Tuan Confucius?
"Ajaran Confucius memiliki empat area pelajaran:
budaya, moral, kesetiaan, kejujuran."
Benar.
Orang sering mengatakan kalau sarjana tidak melakukan apa-apa.
Aku hanya berharap bahwa,
bukan saja kau bisa menjadi sarjana tapi juga bisa tulus dan tanpa lelah
membantu negara dan rakyatnya,
beranilah memikul tanggungjawab. Inilah yang seharusnya dilakukan oleh seorang pria, seorang pria hebat.
Tapi bagaimana kalau aku mati di Qi?
Kalau aku menjadi sandera, lalu siapa yang akan menjaga Ibu?
Siapa bilang kau akan mati?
Aku bisa membawamu kesana, aku pasti bisa membawamu kembali.
Guru, mengapa tidak memberitahuku sedari tadi, aku dipukuli sia-sia.
Kediaman Qu
Bixia.
Izinkan aku.
Kau berangkat besök?
Setelah kepergianku, jaga dirimu baik-baik di rumah.
Aku akan pergi bersamamu.
Kau bilang apa?
Di rumah terlalu sepi.
Bersamamu lebih baik daripada tinggal sendirian di sini.
Tidak, perjalanan ke Qi akan sangat melelahkan. Bagaimana kau akan bisa menanggungnya?
Di matamu, apakah aku tak mampu menanggung kesulitan?
Bukan itu maksudku. Hanya saja resiko perjalanan ini...
Itulah sebabnya mengapa aku harus menemanimu.
Aku sudah memikirkan masak-masak, karena kita suami istri, maka kita harus terus bersama sehidup semati.
Tak perlu begini.
Nona Mo Chou telah menemanimu ke medan peperangan,
aku tidak sebaik dia, aku tak bisa menjagamu, tapi aku bisa berada disisimu.
Sebelumnya, aku sungguh tidak tahu kalau Mo Chou bergabung menjadi tentara.
Aku tahu.
Kalau kau tak keberatan aku merepotkan,
izinkan aku menemanimu kali ini saja.
Yang Mulia, beristirahatlah. Malam semakin dingin.
Istana mana yang akan dikunjungi malam ini?
Mu Yi, adakah istana yang kosong?
Apakah Yang Mulia maksudkan adalah Istana Nyonya Yuan?
Sejak Nyonya Yuan meninggal dunia, istana itu kosong.
Kalau begitu cari pengrajin untuk memperbaikinya.
Perbaiki dengan hati.
Baik, aku akan memastikan mereka melakukan yang terbaik dan membuat istana itu menjadi mewah dan megah.
Tak perlu membuatnya menjadi "mewah dan megah", patokannya rumah nelayan.
Bukankah kau bilang Pemusik Mo Chou berasal dari keluarga nelayan?
Jangan sebarkan berita ini dulu, kalau tidak Istana Dalam akan tidak setuju.
Hamba mengerti.
Juga, Wakil Duta Qu berangkat besok, persiapannya sudah beres?
Jangan khawatir Yang Mulia, semuanya sudah siap.
Ling Jun!
Mengapa aku bermimpi seperti ini?
Ibu, kau berusaha memberitahu aku,
kalau dia akan berada dalam kesulitan?
Guru, lihat.
"Lihatlah tepi sungai Qi yang berliku, bambu hijau terbentang tak terputus."
"Pria yang elegan dan halus adalah pria berbudi, menimba ilmu untuk menjadi lebih baik."
"Mengevaluasi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik." (T/N: "Tepi Sungai Qi yang Berliku" dari "Kitab Syair: Udara Negeri-negeri - Syair pujian Wei")
Mampu mengucap kembali "Tepi Sungai Qi yang Berliku" tidak bagus, kau harus mengerti arti di balik kata-kata itu.
Tentu aku tahu kalau syair ini menggunakan bambu sebagai metafora dari manusia,
untuk memuji karakter dan bakat yang hebat, sifat dasar yang bajik dan humoris.
Siapa kalian, beraninya menghalangi jalanku.
Lepaskan aku!
Pangeran Zilan! - Pangeran Zilan!
Tuan Muda!
Zhuang Qiao!
Pangeran Zilan! - Siapa yang mengirim kalian!
Bicara!
Siapa sebenarnya yang melakukan ini?
Karena kita ada di Qi, siapa lagi.
Mereka menyatakan kalau mereka itu 'negara yang ramah dan beradab', padahal hanyalah sekelompok penjahat yang kejam.
Pelanggaran ini, aku pasti akan membuant perhitungan dengan Raja Qi.
Mengapa Qi menginginkan kita mati?
Mereka tak ada alasan untuk melakukan ini.
Siapa yang tahu pemikiran Raja Qi.
Ini tidak sesederhana itu.
Kau baik-baik saja, Zhuang Qiao? - Aku baik-baik saja.
Bagaimana kau bisa tiba-tiba muncul?
Aku...
Setelah kau berangkat, Nona Mo Chou tidak tenang, maka dia mengirimku untuk mengikutimu.
Zhuang Qiao, aku ingin mempercayakan sesuatu padamu.
Apakah itu?
Beberapa hari terakhir ini, aku terus-menerus mendapat penglihatan yang kurang baik.
Aku percaya Qu Yuan akan berada dalam bahaya saat perjalanan diplomatik ke Qi.
Aku berada di Istana dan tak bisa pergi kemana-mana, maka aku hanya akan mempercayakan ini padamu.
Kemampuan beladirimu tak diragukan lagi dan kau teman yang paling aku percayai.
Jadi kuharap kau dapat menemani dia dalam perjalanan ke Qi kali ini dan menjaga keselamatannya.
Saudari Mo Chou masih sangat memperhatikanmu, Suamiku.
Mo Chou?
Bukankah dia Pemusik baru di Istana?
Pemusik Mo Chou kelihatannya sangat peduli padamu, Guru.
Tuan Qu juga peduli pada Nona Mo Chou.
Apakah itu alasan mengapa Guru tidak mengambil Pemusik Mo Chou sebagai selir?
Memiliki Ehuang dan Nuying , bukankah sesuatu yang hebat dalam hidup? (T/N: "Cahaya Dewi" dan "Gadis Mekar", istri Kaisar Shun tahun 2200 SM)
Bagaimana bisa anak kecil bisara tidak sopan.
Baik, baik. Mari selesaikan masalah ini dan berangkat. Hari semakin larut.
Baiklah.
Yang Mulia.
Tidak perlu sungkan.
Istana Nyonya Yuan selesai renovasi kemarin.
Aku memanggil kalian semua kemari supaya kalian dapat membantu memberikannya nama.
Apa kegunaan istrana ini?
Raja merenovasi istana pasti untuk seseorang dari istana dalam tinggal.
Aku tidak akan memberitahukan kegunaan istana ini sekarang,
aku hanya ingin kalian menamakannya.
Aku punya ide.
Berbicaralah.
Mengapa kita tidak semua menuliskan satu nama,
dan kita akan menggunakan satu yang Yang Mulia rasa terbaik.
Ide yang baik.
Pengawal! Bawakan kuas dan tinta.
Ya.
Yang Mulia, aku tidak dapat memikirkan nama untuk istana yang baru.
Masih di tangan Yang Mulia.
Baiklah.
Seterusnya.
Lily Magnolia
Seterusnya!
Seterusnya!
Mo Chou
Yang Mulia, nama mana yang direkomendasikan para nyonya yang raja suka?
Dalam segenap selir, semuanya punya rencana sendiri-sendiri.
Hanya Selir Tian yang berbesar hati.
Kebesaran hatinya bukanlah sesuatu yang sepadan dengan perempuan biasa.
Selir Ying.
Antara kita, marilah kita tidak melakukan hormat formal. Mengapa kau di sini?
Kulihat Nyonya Selir tidak terlihat sehat terakhir kali.
Hanya saja kutahu sedikit pengetahuan medis.
Maka itu, aku secara pribadi membuatmu sedikir sup obat penenang yang sehat dan membawanya kemari.
Ini adalah formula untuk sup obat ini.
Kalau Nyonya Selir merasa efektif, kau dapat meminta Pembant Lu membuatnya lagi.
Terima kasih, Mo Chou.
Aku seharusnya mengundangmu duduk di dalam istanaku.
Tetapi hari ini, aku tidak merasa sehat.
Aku akan mengundangmu lain kali untuk bercakap di istanaku.
Nyonya Selir, tidak masalah. Aku akan kembali lain kali.
Semoga Nyonya Selir menjaga kesehatan.
Alih bahasa dipersembahkan oleh Padepokan Anak Negeri @Viki
Puteri, beristirahatlah. Aku akan pergi membuat obat ini.
Siapa yang menyuruhmu membuatnya? Bawa kemari.
Puteri, berarti kau menyuruh Nona Mo Chou pergi, apakah...?
Aku adalah selir yang tidak disukali semua orang.
Kalau aku terlalu dekat padanya, akan menjadi masalah untuknya.
Puteri. Kau adalah Selir Istana dan dia hanyalah pemusik.
Bagaimana mungkin kau berkata kau akan membuat masalah padanya?
Mengapa menurutmu Raja merenovasi ruang kamar Selir Yuan?
Apakah karena satu pemusik?
Setelah Mo Chou pindah kesana, dia bukanlah pemusik lagi.
Tetapi Puteri...
Istana Jiang Li
sekarang hanyalah kolam air mati.
Hampir menenggelamkan aku sampai kepala.
Mengapa aku harus menarik orang yang tidak berdosa ke dalam kolam ini?
Tetapi Puteri, kau benar percaya akan Mo Chou?
Apa? Kau takut dia akan meracuni ini?
Kalau begitu, aku juga terlepas dari kesengsaraan ini.
Mengapa kau membiarkan makan selama perjalanan ini? Sungguh rasanya tidak enak!
Pangeran Zi Lan, kalau kita di luar, benar-benar tidak sepadan dengan istana.
Setelah kita sampai Qi, kau dapat makan apapun yang kau suka.
Benar tidak menyenangkan.
Tuan, ada kediaman di depan.
Pangeran Zi Lan!
Benar ada penginapan. Aku akan masuk, beristirahat dengan baik, dan makan enak.
Sepertinya aneh ada penginapan di hutan yang terpencil.
Sebaiknya kita tidak masuk.
Apa yang enah tentangnya? Persis di daerah seperti ini orang seharusnya membuat penginapan supaya menghasilkan uang.
Kalau semua orang berpikir sepertimu,
berarti setiap pelancong pasti akan mati kelaparan dan haus.
Pangeran...
Pangeran Zi Lan, khawatiran Zhuang Qiao juga masuk akal. Sepertinya lebih baik kita berrhati-hati.
Aduh! Aku benar sengsara di dalam kereta kuda begitu lama.
Kalau kita tidak melihat tempat untuk beristirahat, setiap tulangku akan patah.
Baiklah.
Ayo.
Semua, marilah kita beristirahat dulu.
Ya.
Duh, tuan ini, karena kau adalah pelanggan setia kami,
kau seharusnya masuk ke dalam dan duduk setiap kali kau lewat sini.
Tentu saja, aku akan datang. Tidak hanya araknya baik di sini,
orangnya lebih baik.
Mari. Minum. Minum.
Mari, kalian berempat duduk di sini.
Oke. Duduk. Duduk.
Hidangkan kami setiap makanan enak dan arak enak!
Tentu! Beristirahatlah sebentar. Makan akan dihidangkan sebentar lagi.
Bagaimana? Apakah ada yang mencurigakan?
Tidak terlalu muda untuk diketahui.
Pelanggan, mari, mari.
Tuangkan. Arak baik.
Mari. Mari. Minum lebih banyak. - Makanan kalian sudah datang!
Pelanggan, arak yang sangat baik,
dan makanan yang lezat.
Cicipilah, pelanggan. Ini adalah hidangan khas toko kami.
Pangeran, sebentar. - Apa lagi?
Kau masih muda. Kau tidak boleh minum arak ini.
Sungguh menyebalkan.
Pangeran Zi Lan, kalau kau mabuk,
tidakkah kau akan menyia-nyiakan makan enak ini?
No comments yet. Be the first to leave one.