The first 200 lines.
Hai, Manis
Sedang apa?
Di sini masih pagi.
Baru pukul 11 malam di negara kita.
Kau akan dapat cuti?
Aku sedang pesta ini...
banyak orang tua usia 30-an seperti kau.
Aku sudah...
Kau tahu permainan ini...
Namanya...
"Aku Pernah".
Aku pernah sekali...
melawan angin beku...
di musim dingin...
dan pipis sejauh 10 meter!
10 kali pada satu malam!
Benar-benar omong kosong.
Kau hanya bisa omong kosong.
Dan omong kosong hanya untuk orang tua
Aku pernah sekali...
melewatkan 13 poin...
waktu ujian masuk kuliah untuk seorang gadis.
13 poin!
Siapa yang bisa lebih hebat?
Aku menantang kau.
Ada orang bodoh bilang dia merelakan 13 poin...
waktu ujian masuk kuliah demi seorang gadis.
Orang tua.
Apa yang kau lakukan itu keren, kalau benar.
Terima kasih.
Namaku Seven
Namamu siapa?
Chen Xun
Kau harus bertanggung jawab karena ini.
Tadinya aku masih perawan
Apa kau harus begitu dramatis?
Jangan khawatir.Aku tidak pernah tidur dengan laki-laki tua
Dan aku tidak pernah tidur dengan perawan
Apa pekerjaanmu?
Akuntansi.E64
Oh, pembukuan.
Pembukuan apa?
Aku seorang analis senior.
Kau pernah baca buku ini?
Belum.
Sepertinya kau terlalu sibuk kencan...
dengan gadis 13 poin itu.
Siapa?
Yang kau sebutkan tadi malam
Dia cinta pertamamu, kan?
Berhenti merekamku.
Dia tidur denganmu?
Tidak.
Kalian tidak melakukannya?
Aku tidak percaya.
Terserah kau mau percaya apa.
Kapan kalian bertemu?
Sudah berapa lama?
15 tahun.
Sudah 15 tahun
Aku tidak sadar sudah begitu lama...
sejak cerita kita dimulai.
Sebelum semua kenangan memudar...
apa yang aku masih bisa ingat?
Hijaunya dedaunan di kampus.
Wangi rumput di bawah sinar matahari.
Bersiul dan tertawa di kelas olahraga.
Genangan air dekat meja batu setelah hujan.
Sudut meja dan kursi yang baru.
Aroma buku teks yang baru.
Dan kita, berjalan di kampus...
Aku tidak ingat...
bagaimana gadis bergaun putih itu...
muncul di depan mata kita.
Tapi aku ingat...
wajahnya seperti apa di taman bermain.
Waktu hari itu...
Dia dipindahkan ke sekolah kita...
Siapa namanya?
Kau ingat?
Fang Hui.
Namanya Fang Hui.
Astaga!
Goyah sekali.
Dan tinggi sekali!
Astaga! Goyah sekali, dan tinggi sekali!
Menapaki jalan di daerah Shu...
Seperti...
Mendaki ke langit.
Ini Zhao Ye, mudah tertipu dan kurang canggih.
Aku hampir malu untuk mengatakan ini.
Tapi dia teman terbaik yang aku punya.
Ini Qiao Ran, seorang artis.
Selalu lembut.
Selalu tenang.
Tapi dia benar-benar bukan pria sejati seperti kelihatannya.
Ini Lin Jiamo.
Dia menjadi kesayangan Ye...
sejak hari pertama sekolah.
Tapi sebenarnya dia gila.
Putus hubungan dari dari daerah Qin.
Putus hubungan dari dari daerah Qin.
Ini Fang Hui.
Waktu itu, kami tidak tahu bahwa...
begitu banyak akan terjadi di antara kita.
Cukup untuk mempengaruhi kehidupan kita.
Hei, kalian berdua.
Kau bicara dengannya?
Dia keras kepala.
Zaman dulu...
aku penasaran sekali...
soal gadis ini yang tidak suka bicara.
Ingin tahu seperti apa dia.
Aku hanya ingin dia mengatakan sesuatu kepadaku.
Atau bahkan sekadar melirikku.
Sepertinya aku harus melakukannya sendiri.
Biar aku melakukannya.
Baiklah, kau yang lakukan.
Permisi.
Kemari.
Mari makan.
Perhatikan sekarang.
Dia...
datang dan bicara dengan aku.
Siapa yang tidak menulis nama pada PR sejarah?
Siapa yang tidak menulis nama pada PR sejarah?
Aku.
Bagaimana kalau kau tolong tuliskan?
Biar tahu rasa, Tuan Ketua Kelas.
Apa urusannya denganku?
Kalian kawanan yang menyedihkan.
Hui, mari makan sama kami.
Aku ambilkan untukmu.
Bangun.
Hui.
Duduk di sini.
Geser.
Jiamo.
Aku tukar susuku untuk kentangmu.
Untuk apa aku mau banyak susu?
Lebih banyak susu, tubuh lebih sehat.
Dasar anak nakal.
Kalau kau mau kentang lagi, punyaku saja.
Aku tukar dengan kaki ayam.
Kenapa kau mau banyak ayam?
Kompetisi jurnal papan tulis ini...
akan mempengaruhi citra kelas kami.
Kita tidak bisa dapat posisi terakhir seperti terakhir kali.
Chen Xun, kau ketua kelas.
Apa yang kausarankan?
Aku menyarankan...
kita cari Perwakilan Publisitas yang baru.
Siapa yang kau rekomendasikan?
Fang Hui.
Chen Xun.
Akhirnya, kau bicara kepadaku.
Aku tidak bisa mengerjakan jurnal papan tulis.
Memantul!
Meleset.
Maaf.
Aku harus pergi.
PR-ku tertinggal di kelas
Kapan kau kembali?
Kalian lebih dulu saja. Jangan menungguku.
Bahkan setelah bertahun-tahun...
Aku masih ingat...
saat itu dia menoleh kepadaku.
Saat itu aku jatuh hati padanya.
Kemudian, Hui bilang kepadaku bahwa...
setiap hari setelah sekolah...
dia jalan memutar lewat lapangan basket...
hanya agar...
dia bisa melihat aku.
Dia juga tahu bahwa...
aku pakai seragam terbalik...
sehingga dia bisa mudah mengenaliku.
Sukacita kami terasa...
di setiap sudut kampus.
Pagi.
Pagi.
Cuacanya bagus.
Bunga-bunga mekar.
Ini bunga lili.
Bunga favoritku
Bunga lili, ya?
Kau pernah lihat bunga lili dengan lima kelopak?
Biasanya hanya empat kelopak.
Aku tahu, tapi ada yang punya lima...
karena mutasi genetik, katanya.
Aku tidak mengira akan melihat satu.
Kalau kau gigih mencari, kau akan menemukan.
Akan membawa kebahagiaan kepada orang yang menemukannya.
Fang Hui suka Chen Xun.
Berapa kali aku harus bilang?
Yang bertugas harus membersihkan papan tulis!
Kembali ke tempat dudukmu. Semua orang melihat.
Bawa dia ke klinik
Pergi sekarang!
Ran, biar aku saja.
Ayo sana! Ke klinik!
No comments yet. Be the first to leave one.