Finding Ola

Finding Ola (البحث عن علا)

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Finding Ola S01E02-NF-WEBDL-WEBRip
A Commentary by Sh1Ft3R
𝙉𝙚𝙩𝙛𝙡𝙞𝙭 𝙍𝙚𝙩𝙖𝙞𝙡

Tags

webdl
webrip
web
BRip
WEBDL
Published on: 2022-07-19
Downloads: 30
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

SERIAL NETFLIX

SERIAL NETFLIX

SERIAL NETFLIX

Apa dia terlihat lebih muda dan tampan?

Sungguh?

- Maaf membuat kalian menunggu. - Tak mengapa.

Sistemnya mati.

Kami menutup rekening bersama kalian. Kami menambahkan alamat baru Hisham.

Kami membuat rekening untuk Ola untuk biaya tunjangan anak.

Semua itu dengan sistem mati?

Kau selalu membuat keajaiban, Soha.

Tidak, kami sudah terbiasa.

Kalian bukan yang pertama bercerai, tetapi kalian lebih beradab.

Aku tahu Ola tak bekerja. Dia dedikasikan hidupnya untuk anak-anak.

Aku juga menawarinya uang saku bulanan.

Kurasa dia tak suka ide itu.

Aku tak mau dibayar untuk mengurus anak-anakku.

Aku hanya menerima tunjangan anak.

Bagaimana caranya?

- Aku akan bekerja. - Melakukan apa?

Lulusan baru tak bisa bekerja.

Bukankah sudah kubilang jangan berhenti bekerja?

Aku tahu dia sepupuku, tetapi tak ada yang sepadan.

Kau benar.

Di mana aku meneken? Aku harus pergi.

Bisa bertemu di rumah Rana?

Maafkan aku. Aku masih belum terbiasa dengan perceraian kalian.

Aku juga.

Rana mengundangku, tetapi…

Aku tak bisa datang.

- Ola! - Ya?

Jangan pikir dia merasa bersalah dan akan kembali.

Jangan konyol sepertiku.

- Ya? - Dia tak menjawab panggilanku.

Dia baik-baik saja?

- Ya. Dia masih mencernanya. - Bagaimana denganmu?

Sama.

Kau sungguh ingin bekerja?

Ya, sungguh. Kau berkeberatan?

Anak-anak sudah besar, dan aku sama bosannya denganmu.

Kenapa tidak? Kau boleh bekerja, tetapi aku tidak?

Aku tak bilang begitu.

Kau selalu ingin tinggal di rumah demi anak-anak.

Kau pasti butuh bantuan sekarang. Mau kucarikan pembantu?

Kau tak mengerti.

Apa aku pernah mengeluh?

- Penampilan baru. - Terima kasih.

Sampai jumpa besok pukul 10.00 untuk sesi pertama Salim.

- Pukul 10.00 tepat. - Baik.

Jangan lupa!

- Jangan terlambat. - Baik.

Kau tahu? Aku akan datang malam ini.

Aku butuh rencana.

Ada masalah?

Apa liat-liat?

Hai, Sayang, aku merindukan kalian.

Hari kalian menyenangkan?

Kau cari apa, Salim? Tunggu!

- Kita sepakat untuk menguranginya. - Kumohon.

- Hanya gim ini. - Baik.

- Bu? - Ya?

- Ibu bertemu Ayah hari ini? - Ya.

Ibu bertemu ayahmu hari ini, dan semua lancar.

Semua berjalan lancar dan tak ada masalah.

Dia menciummu dan menyuruhmu meneleponnya.

- Mengerti? - Bukan itu maksudku.

Aku hanya menanyakan keadaan Ibu.

Ibu baik-baik saja.

Aku ibu kalian, dan aku baik-baik saja.

Ibu tak berbohong. Ibu hanya mengantisipasi.

Ibu pasti akan baik-baik saja.

Omong-omong,

kalian akan naik bus sekolah.

Ibu akan segera bekerja dan tak bisa mengantar kalian.

Bekerja?

- Kerja apa? - Entahlah.

Bagaimana bisa? Bagaimana aku bisa pergi dengan kalian?

Zeina, aku tak ingat melahirkanmu!

Minta ayahmu menyewa bus juga.

Saat Ibu dapat pekerjaan, Nenek akan tidur di kamarku.

Aku harus menoleransi suara keras dari televisi,

dan bau masakannya.

Ibu, ini tak baik.

Ya!

Cukup!

Bukankah sudah Ibu bilang? Ibuku meninggal, ibu kalian bercerai.

Pada akhirnya, kita akan sengsara.

Aku dengar, Zeina.

Keluarga Shukreyya melakukannya berbeda.

Kami terus menonton program ini dan pada akhirnya, kami memasak bakso.

Tepung mengentalkan rebusan.

Panggang tepung dengan mentega…

Zeina.

Kau tak boleh membuka kulkas orang lain.

Hai, Nek. Aku tak tahu.

Almarhum ibuku rindu membesarkanku.

Daging? Apa yang tak kau pahami dari vegan, Nek?

- Apa katamu? - Kami senang Nenek datang.

Terima kasih. Biasakan dirimu.

Nenek di sini sebentar.

Bagus. Lebih banyak konten Instagram untukku.

Nenek tak mengerti dirimu.

Dengar, Ola.

Kau bertemu Hisham? Bagaimana kabarnya? Aku yakin dia tak baik-baik saja.

Tidak sama sekali. Dia tampak muda dan tampan.

- Astaga! Apa kau serius? - Ya.

Pasti dia bersama orang lain.

Aku simpati padamu.

Menikah lagi? Setelah bertahun-tahun? Kau ibu dari anak-anaknya.

Dia akan menyuruh anak-anak menghadapi ibu tiri yang jahat.

Oh, Sayang!

Ibu hanya ingin tahu alasannya.

Aku tak mau tahu dan tak peduli.

Sejujurnya, dia baik dan akan menanggung biaya anak-anak,

bahkan biaya tambahan.

Kita bagaimana?

Kita?

Apa?

Tanggungan kita?

- Kita? - Ya.

Ibu punya uang pensiun, dan Hazem mengirim uang dari Dubai setiap bulan.

Sedangkan aku, aku akan mencari pekerjaan. Aku punya rencana.

Dengar.

Jika kau bekerja, Ibu harus mengurus rumah dan anak-anak.

Aku tak yakin, Bu,

jika tinggal bersama kami adalah ide bagus.

Kami senang Ibu datang.

Bagaimana aku bisa bertahan? Terutama jika aku bekerja.

Ayah menelepon.

Terima kasih, Dok.

Tuhan menyertaimu. Aku mengerti.

Jangan khawatir. Kau bisa mengandalkanku.

Kau boleh pergi sekarang.

- Apa kabar? - Baiklah. Aku ingin menaikinya.

- Apa? Ibumu akan membunuh Ayah. - Aku ingin naik.

Injak di sini.

Ayolah. Kau tak bisa mencapai pedalnya.

Aku tak bisa meraihnya.

Ayah akan selalu mencari cara untuk menemuimu.

Ayah merindukanmu.

- Ayo makan di luar. Bagaimana? - Tidak.

Nenek memasak untuk kita, dan dia takkan mengizinkan.

Kita tak muat di motor.

Baiklah, Anak Pintar!

Kau akan tinggal bersama Ayah akhir pekan depan.

Apa kami punya kamar sendiri?

Sungguh!

Ayah sudah punya kamar untukmu?

Bagus.

Ini kali pertama kita tak tidur dalam satu atap.

Baik.

Hitam atau krem?

Kau yakin itu maumu, Bu?

Takkan Ibu biarkan dia bawa teman-teman Ibu juga.

Tak ada yang mau menelepon.

Kau akan belajar memaafkan saat kau dewasa.

Mungkin mereka canggung.

Ibu tak tahu harus bagaimana.

Kau juga harus memaafkan ayahmu.

Kau putrinya, bukan mantan istrinya.

Nadia, kau terlalu muda untuk mengerti. Tetapi kau perseptif, dan kau mengerti.

Hisham tak meninggalkan kita semua.

Hisham meninggalkan Ibu.

Ibu senang kau memberinya pelajaran.

Tetapi jangan berlebihan, ya?

- Apa itu Krim Ajaib Ola? - Ya.

Krim terakhir.

Ibu tak punya waktu untuk membeli hadiah, jadi Ibu akan ambil…

bagian yang Ibu buat untuk mereka.

Bagaimana kalau membuat yang baru. Ibu akan menyelamatkan Zeina dan aku?

- Ya. - Krim Jerawat.

Kau benar. Ibu tahu belakangan Ibu hanya diam.

Ibu tak bersemangat.

Apa Ibu cantik?

Sungguh?

- Bukankah ini berlebihan? - Tidak.

- Tarek, ini dibuat untukmu… - Sudahlah…

Terima kasih.

- Kau harus coba ayamnya. - Ya.

Pasta dengan ikannya enak. Kau mau?

- Lezat. - Aku sedang minum.

Terima kasih.

Apa kabar? Sudah lama tak melihatmu.

Rambutmu tumbuh.

Bagus.

Kau datang.

Kau kenal Ola?

Ola, istri Hisham.

Mantan istri. Dia akan terbiasa.

Tarek Zohni yang terkenal. Mantan rekan kerja di bank.

Kini dia pelatih bisnis terbaik di Timur Tengah.

Dwarley, Zoomi Tayara, semua perusahaan baru--

Kau tak berubah sedikit pun.

- Kau suka melebih-lebihkan. - Sedikit.

- Mereka bekerja dengannya. - Sulang, Ola.

Sama-sama.

Sangat mengesankan.

Kami jarang melihatnya. Kau harus sering undang dia.

- Aku tinggal di Dubai. - Dengar.

Aku di sini untuk liburan singkat.

Finding Ola subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Finding Ola

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left