Gilmore Girls

Gilmore Girls

Download Indonesian Subtitle

Season 5

Release info

Gilmore Girls - Fifth Season (2004) - Netflix Retail Completed
A Commentary by Chesapeake_Ripper

Tags

other
Published on: 2022-01-31
Downloads: 166
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Episode sebelumnya.

- Kami uji penginapan pekan ini. - Kami datang.

- Kupacari Luke. Entah. - Apa?

Saat kuantar kau usai pernikahan, kupikir ada sesuatu.

Memang ada sesuatu.

- Kalian bertengkar? - Kau tahu kami bercerai.

Kau bawa kami kemari untuk 48 jam saling menatap!

- Aku bermimpi buruk. - Mimpi buruk?

Dia tak bahagia dan aku tak bisa membuatnya bahagia.

Aku tak menyangka. Dean datang meminjam sesuatu.

Kau tak kudidik jadi wanita yang tiduri suami orang.

Aku benci kau karena merusak ini.

Aku mencintaimu, Rory.

Aku juga mencintaimu, Dean.

Kau nyaman? Aku buat lenganmu keram?

- Tidak. Jangan berani. - Aku bisa pindah.

Momen inilah...

yang disebut momen terbaik.

Ya, benar.

Lalu tadi?

Tadi juga sempurna.

Tapi sebagai pria, aku tak mau berpura-pura baik.

- Aku bahagia, kau? - Sangat bahagia.

Bahagia, tapi jarang bicara?

Aku hanya...

mencoba memastikan semua ini benar-benar terjadi.

Memang terjadi.

- Kau tahu yang kita butuhkan? - Apa?

- Lagu. Lagu tema kita. - Baik.

Lagu romantis, tapi tak cengeng, yang membuat kita mengingat ini.

- Percayalah, aku mengingat ini. - Aku tahu.

Baik. Sempurna.

Jadi mulai kini,

apa pun yang kau lakukan, di mana pun dirimu

kau akan berhenti dan memikirkanku saat dengar ini.

- Itu tak akan jadi lagu kita. - Kenapa tidak? Ini sempurna.

Ini lagu bahagia. Penuh harapan. Ada kata "permen" di lagu.

- Apa yang lebih seksi dari permen? - Pilih lagu lain.

Siapa bisa rasakan matahari...

- Baik. Aku akan pilih lagu lain. - Tidak.

- Serahkan, aku tak tahan. - Beginilah

saat wanita pegang remote.

- Apa itu? - Apa?

Rory!

Hai, ada apa?

- Dean ingin pinjam sesuatu. - Ya.

- Terima kasih. - Sama-sama.

Aku harus pergi.

Sampai jumpa, Lorelai.

Sampai jumpa, Dean.

Apa yang dia pinjam?

Maaf aku tak bicara padamu lebih awal.

Aku tahu sudah janji,

tapi aku bersumpah, aku tak mengira ini akan terjadi.

Aku tak tahu dia datang malam ini dan itu terjadi begitu saja.

Harusnya kau tak tahu seperti ini,

tapi tak ada masalah. Aku baik-baik saja dan kami aman.

Jadi, semua lelucon Trojan Man selama ini berguna.

Aku juga beruntung karena Dean, dia...

Tidakkah kau senang itu terjadi bersama orang yang baik dan mencintaiku?

- Dia sudah menikah. - Kau tak paham situasinya.

- Dia masih menikah? - Ya, tapi...

Aku paham situasinya. Aku mau yang terbaik untukmu!

Kau marah karena tak kudatangi

untuk bahas kesiapanku. Ini keputusanku.

Jelas, kau tak siap.

Halo?

Halo?

Halo?

Hei.

Ayo bicara.

Tidak.

Kau turun dari mobil yang berjalan.

Semua tak harus sesuai jadwalmu, Richard.

Di mana? Aku menaruhnya di sini.

Selama kita bersama, aku tak pernah lihat sikapmu...

Emily, aku bicara padamu! Berhenti.

Emily, perseteruan kita sudah mencapai tahap menggelikan.

Charlie Chaplin akan anggap lucu dan dia sudah wafat.

Jangan ikuti aku.

Tunggu, kembali. Biar kuambilkan tongkat dan topimu.

Kau sedang apa?

Aku mencari koper Eropa, yang disembunyikan orang gila.

Kenapa butuh koper itu?

Untuk menaruh barang.

- Kau buat kekacauan. - Aku tak peduli.

Kau mau bersihkan ini?

Ya, aku, ART atau mungkin Pennilyn Lott akan datang

setelah makan siang dan mengerjakannya.

Demi Tuhan. Jangan lagi. Dia hanya teman!

Aku akan ke Eropa, Richard. Aku akan bersenang-senang.

Aku akan bangun pukul 10.00 dan minum dua gelas anggur setiap makan siang.

Hanya PSK yang melakukan itu.

Belikan aku syal dan antar aku ke Reno karena aku siap berjaja.

Kita tak bisa bicara saat kau begini. Aku tidur.

Tidurlah. Aku pergi ke Perancis.

Richard!

Richard!

Pintunya terkunci! Richard!

Ini tak lucu!

Richard? Richard!

- Emily? - Kau mengunciku.

- Aku tak menguncimu. - Kau mengunciku.

Pintunya pasti macet. Sudah goncang kenopnya?

Aku bisa melakukannya atau kau bisa ke bawah dan membantuku!

Tunggu sebentar.

Jika kau tak turun, aku lompat keluar jendela.

Kau tak akan memanjat keluar.

Aku akan panjat keluar sekarang.

Jangan lakukan.

Aku lakukan. Aku memanjat keluar jendela.

Jangan coba-coba.

Sialan.

Emily Gilmore, jangan sampai kulihat kau memanjat keluar jendela.

Aku keluar jendela.

- Turun dari sana. - Tidak!

Kembali ke sini. Emily!

Kau terserang aneurisme?

- Masuk dan pakai ini. - Menjauh dariku!

Kau yakin setelah menikah 39 tahun, aku akan mengurungmu di basemen?

Entah apa rencanamu. Aku tak mengenalmu.

Penyakit jiwa turunanmu sudah kuduga akan kambuh.

Bibi Cora tak gila! Dia atletik.

Bagus.

Apa ada masalah?

- Tak ada masalah. - Ada laporan keributan dari tetanggamu.

Kami minta maaf. Kami akan masuk.

Jangan suruh aku.

Boleh minta kode keamananmu?

Ini sudah larut, maka tembak kami atau pergi.

Baik. Kami akan tulis laporan dan pergi.

Kau senang, Richard? Ada laporan dan itu berarti kita masuk koran.

Petal Huffington sering membacanya.

Itu bagai candu untuknya. Kita jadi bahan gosip.

Kau tahu, Emily?

Jika bukan begitu, pertunjukan malam ini memperlihatkan

kau bukan lagi wanita yang kunikahi.

Wanita itu adalah rekanmu.

Kau menuruti, berkonsultasi, dan menghormati dia.

Kau benar, Richard. Aku bukan wanita yang kaunikahi.

- Celaka. - Tak apa-apa.

Apa yang terjadi?

Dia terjatuh di kebun bunga mawar Taylor.

- Kasihan! - Itu tak menghentikannya.

Aku berhasil menahannya saat maju ke mainan kandang kambing, bawa kemari,

menyelimutinya dan dia di sana. Dia akan baik-baik saja.

- Bagus. - Ya.

Jadi, kau pergi sejenak.

Ya, ada beberapa hal yang kuurus di rumah.

- Kau yakin bisa bernapas? - Ya, aku menopang kepalanya.

- Kau baik-baik saja? - Ya.

Baik, tak ada yang ingin kau bicarakan denganku?

- Kita harus bawa dia ke atas. - Lulu tak bisa melihatku begini.

- Tapi, Kirk... - Tidak boleh!

Tak akan. Aku janji.

- Boleh aku lihat? - Baik.

Aku tak mau lihat.

Aku tak melihat.

Hei! Ini pesta. Kenapa semua terjaga?

Waktu yang tepat, Squiggy.

Aku hendak lihat rotiku dan pastikan mengembang.

Udaranya lebih lembap dari dugaanku.

Jika rotinya tak mengembang... Kau sedang apa?

- Periksa bokong Kirk. - Kenapa?

Karena dia terjatuh di kebun mawar, terkena duri, dan kupikirkan kau.

- Kenapa aku? Apa? - Karena kau seorang koki.

- Kau punya anak. - Ya, benar.

Kami berdua tidak.

Dia punya anak yang bisa melihat bokongnya sendiri.

Aku saja, terima kasih.

Baik.

Aku butuh Bactine, antiseptik, dan banyak handuk basah.

Aku saja. Aku segera kembali.

Kirk? Bagaimana keadaanmu?

- Apa Luke di sini? - Aku di sini.

- Maaf aku menggigitmu. - Tak apa.

Aku dikejar, jadi aku lari.

- Siapa yang mengejarmu? - Dia mengira dia dikejar pembunuh.

Mereka di bawah ranjang, lalu aku lari dan aku diikuti di koridor,

turun tangga, melewati Luke dan Lorelai yang berciuman, lewati halaman, pagar.

Pembunuhnya pergi, Kirk.

- Aku berkhayal? - Kurasa begitu.

Lalu Luke mencium Lorelai?

Kau juga mengkhayalkan itu.

Itu tampak nyata.

Baik, diam dan tenanglah, aku segera kembali.

- Astaga! - Sookie!

- Kalian berciuman? - Ya.

- Dia tak beri tahu! Kenapa? - Itu spontan.

- Luke, itu kabar bagus! - Terima kasih.

Aku tak sabar bilang itu ke Lorelai.

Bisa kau tak berkata apa pun sementara waktu?

- Kenapa? - Aku belum yakin dia inginkan ini.

Kenapa demikian?

Tolong rahasiakan. Biar dia saja yang memberi tahu.

Tentu. Baik. Sebut aku Belinda karena mulutku terkunci.

Terima kasih.

- Hei, Luke? - Ya?

Ini bagus.

Kuharap begitu.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left