The first 200 lines.
Benar. Kamu telah mati.
Tidak! Aku belum mati!
Aku..
belum mati!
Tembak!
Kamu yang mati duluan!
Sekali saja.
Sekali saja.
"Loker keuangan bulanan"
Hey, apa-apaan ini?
Berhenti! Hey, tunggu!
Berhenti!
Daikoku, berhenti!
Hey, Daikoku! Tunggu!
Brengsek!
"Akta Kelahiran"
"Komputer bekas"
"Aku akan memberitahumu dia dimana.."
"jika kamu menyerahkan dompetku. Temui aku di club. Ebisu."
"Pengganggu"
Aku berbicara padamu!
Aku melakukannya sekali dan kacau.
Aku bodoh, ya!
Aku memang bodoh!
"Pesanan pesta"
Aku menjual handphone dengan no ID palsu untuk seseorang bernama Yama.
Dia memintaku untuk minum.
Aku pergi, meskipun dapat kesulitan, dan kami saling bicara.
kemudian itu seperti, itu,itu,itu sial!
Kami ternyata memiliki kesamaan.
Kami lakukan saat di Juvi yang sama. Betapa kerennya itu?
Kami berbicara tentang masa lalu, namanya Senaka.
Aku bilang Senaka! Hey, kamu dengar tidak?
Becanda!
Ini julukan bodoh. Nama aslinya adalah Tanaka.
Aku benci orang yang biasa-biasa saja dan ia berada di 5 teratas.
Kamu tau di kelas olahraga, kami bermain baseball..
dan dia selalu melambungkan bolanya.
Dia melambungkan didaerah kosong. Bodoh, bukan?
Dia berlari terlalu lambat sehingga 50% dari waktunya mendapat pukulan.
Yama dan aku mengerjainya, dan menyiksanya.
Tapi dia terus melambungkan bola. Dia tidak hanya biasa saja.
Dia super biasa-biasa saja.
Biasa-biasa saja berarti biasa, kan?
Super biasa. Apa itu?
Super biasa-biasa saja!
Ini tidak lucu, brengsek!
Kapan Daikoku akan kesini?
Daikoku, kau terlambat.
Aku tersesat.
Tidak ada petunjuk.
Aku pikir itu lebih baik jika kita memiliki beberapa privasi.
Silahkan, itu kopi buatmu.
Tidak, terimakasih.
Kau pemilih juga! Lalu maunya apa?
Aku tidak akan meminum apapun darimu.
Oh, benarkah? Itu pilihan yang bagus.
Jadi, dimana dia?
Katakan padaku.
Kau menakutkan sekali.
Apa yang dia lakukan sehingga layak dibunuh?
Kamu harus beri alasan yang bagus.
Dendam? Apa butuh uang?
Siapa yang peduli?
Pembunuhan yang lumayan ekstrim.
Ingin mendengar saranku?
Katakan saja dia dimana jadi aku bisa membunuhnya.
Sombong sekali kau!
Cuma bercanda.
Mana dompetku?
Tanpa itu, aku tidak bisa memberitahumu.
Aku tidak memilikinya.
Brengsek, kau mau mati?
Itu menyeramkan.
Serahkan sekarang!
Itu asuransiku.
Aku tahu trikmu. Kau berbohong dan berjalan lalu mengambilnya.
Kau yang mencurinya dariku duluan!
Aku tidak ada alasan untuk berbaik hati padamu, bangsat!
Katakan saja padaku dimana. Aku akan menemukannya, lalu..
Aku akan memberitahumu dimana aku menyimpan hard disk nya.
Aku lebih baik mati daripada meminum apapun darimu.
Ini bukan untukmu, brengsek.
Sombong sekali kau, kampret!
Ini! Lihat ini!
Sungai Gangga banjir.
Lihat!
Sungai Gangga.
Lihat kesini.
Oke, kau benar-benar brengsek!
Kau bisa belajar dari Senaka.
Ketahuilah, kau seorang pelambung biasa-biasa saja!
Pelambung!
Aku tidak menyukaimu!
Katakan! Dimana hard disknya?
Katakan padaku, tolong!
Tidak?
Tolong katakan padaku!
Tunggu, kau tak bisa bicara.
Kau tidak bisa bicara bahkan jika kau menginginkannya.
Sekarang, katakan padaku.
Aku bilang padamu.
Jika kau katakan dimana dia..
Kau bodoh, brengsek!
Kau bodoh!
Kenapa membunuh ayahmu? Itu bukan salahnya.
Kau tidak menangis seperti bayi yang baru lahir.
Berarti kau bohong.
Dokter memukul pantatmu, tapi kau tidak menangis.
Hanya ketika dia menyerah kau merintih.
Cerita yang menyentuh.
Itu bukan cerita yang dibuat-buat.
Bagaimana kau bisa tahu?
Karena..
Informasi adalah hidupku.
Jadi ayahmu mengalahkanmu dan meninggalkanmu?
Jadi kau membencinya?
Itu salahmu bahwa kau tidak mati sejak lahir.
Kau seharusnya mati saja.
Kemudian ayahmu tidak akan meninggalkanmu.
Kau tidak akan kupukuli atau kelaparan dijalanan.
Bukankah aku benar?
Ini tidak terlalu terlambat.
Tidak pernah terlau terlambat untuk mati.
Tunggu.
Apa kau berencana seperti itu?
Orang akan berpikir kau diculik dan aku akan ditangkap!
Bodoh!
Ouh, kau masokis?
Apa yang dia lakukan?
Maaf?
Apa yang dia lakukan disini?
Ingin tau?
Katakan padaku dimana dia, lalu aku kasih tau hard disk.
Lupakan saja.
Dia gadis yang jahat.
Dia melarikan diri bersama temanku.
Mereka memperlakukannya dengan baik.
Dia dulu hidup dijalanan!
Dia seorang pelacur?
Seorang pelacur?
Hey, hey! Dia dapat mengetahui kamu seorang pelacur dari baumu.
Kamu telah menjadi seseorang.
Aku tidak mengatakan itu.
Halo?
Benar. Aku mendapatkannya.
Bawa dia kapanpun. Ya.
Kira-kira satu jam?
Jaga baik-baik. Aku akan berada disini.
Aku akan pergi satu jam untuk menemukan hard disk itu dan kembali kesini.
Lalu aku akan memberimu pelacur ini.
Dimana hard disk nya?, katakan!
Kamu tahu Central Park?
Tentu.
Tempat mereka memberikan gelandangan menjijikkan sebulan sekali.
Dibelakang kantor.
Aku menguburnya dengan pohon cherry.
Serius?
Aku harap kau benar.
Pekerjaan beres! Semua beres!
Siap, mulai!
Berhenti, ini menyakitkan!
Tarik ke kiri!
Aku akan menariknya berlawanan!
Cepat!
Tarik!
Tarik!
Tarik!
Apa melarikan diri ide yang bagus?
- Kau tidak mau? -Baiklah, tapi..
Jika kita tidak pergi, kita akan disiksa!
Aku tak bisa memotongnya!
Jangan makan sekarang! Ayo!
Bantu aku potong ini!
Bagaimana caranya?
Ayo! Gerakan pantatmu!
Bangun!
Jadi kamu terjebak, brengsek!
Kamu juga, Ami. Aku pikir kamu berhenti jadi pelacur.
Aku bodoh jadi aku melakukannya. Kenapa aku bersamamu?
Mau berapa?
Aku tidak makan sampah! Sekarang bukan waktunya!
Uh-huh.
Sekarang apa?
Kita tidak melakukan apa-apa.
Mungkin kita seharusnya mati kemudian?
Jangan bodoh.
Dia bilang ini belum terlambat..
atau tidak pernah sama sekali.
Kamu akan baik-baik saja.
Tidak apa-apa.
Tidak apa-apa.
Apa yang kamu lakukan setelah kita terakhir bertemu?
Tidak ada.
Kamu?
Sebelum aku mengetahuinya. aku ditangkap.
Aku juga.
Apa kamu marah? Maafkan aku.
Aku tidak marah. Kamu tidak perlu minta maaf.
Kamu datang dan pergi di kehidupanku. Aku bahkan tidak peduli.
No comments yet. Be the first to leave one.