The first 200 lines.
...SEBUAH KISAH NYATA
Kenapa?
Itu yang paling banyak ditanya orang.
Pourquoi? Kenapa? Untuk apa?
Kenapa kau berjalan di atas kabel?
Kenapa kau mencobai takdir?
Kenapa kau cari mati?
Tapi...
...aku tak berpikir seperti itu. Aku tak pernah bilang:
Kematian. La mort.
Baiklah. Aku pernah bilang sekali, atau tiga kali barusan.
Tapi perhatikan, aku takkan ucapkan itu lagi.
Aku akan pakai lawan katanya:
Kehidupan.
Bagiku, berjalan di kabel adalah kehidupan.
C'est la vie.
Jadi...
...bayangkan, saat itu tahun 1974, New York...
...dan aku kagum dengan dua gedung, dua menara.
Semua orang menyebutnya: Menara Kembar World Trade Center.
Kedua menara ini memanggilku.
Menara itu membuatku bersemangat, memberiku ilham, impian.
Impianku...
...ialah menggantung kabel di antara Menara Kembar...
...dan berjalan di atasnya!
Tentu ini mustahil.
Belum lagi ilegal.
Jadi kenapa melakukan hal yang mustahil?
Kenapa mengikuti impianmu?
Aku tak bisa menjawabnya dengan kata-kata.
Tapi aku bisa tunjukkan bagaimana kejadiannya.
Kita harus mundur ke masa lalu dan melintasi lautan.
Karena cintaku pada dua menara ini tidak berawal di New York.
Jika kau tidak tahu, aku bukan orang sini.
Tidak! Kisahku berawal di salah satu kota terindah lainnya.
Paris.
PARIS PRANCIS
Kini bayangkan Paris.
Di sinilah aku, pemain akrobat tali sederhana...
...bertahan hidup sebagai artis jalanan.
Aku menciptakan karakter. Aku punya topi tinggi.
Aku berpakaian hitam. Aku belajar menggambar lingkaran sempurna di jalanan.
Dan di dalam lingkaran ini, aku membis...
Lingkaran ini wilayahku, dan tak boleh ada yang masuk.
Jika penonton terus melanggar tempat keramatku...
...kulakukan tindakan yang lebih drastis.
Aku tampil bagi yang ingin menonton dan orang menyukainya:
Pria, wanita, tua dan muda, semuanya.
Tentunya kecuali polisi.
Aku tidak mau punya izin.
Tapi ke mana pun aku pergi atau apa yang kulakukan...
...aku selalu mencari...
...tempat yang sempurna untuk menggantung kabelku.
Gigiku sakit sekali. Aku harus segera menemui dokter gigi!
Sudah buat janji?
Aku tak punya telepon.
Anda harus menunggu.
Tapi, Nyonya... kumohon?
Paling lama dua jam.
Aku harus menahan sakit dua jam?
Kuharap aku tidak pingsan karena sakit.
Tiba-tiba, aku tertegun.
Sakit gigiku hilang.
Di majalah, ada artikel dengan gambar tentang menara kembar itu.
Menaranya belum selesai, tapi majalahnya bilang begitu selesai...
...ini akan menjadi menara tertinggi di dunia.
Dengan goresan pensil kecil ini...
...takdirku sudah ditentukan.
lni awal dari impianku.
Pertama kali kulihat pemain akrobat tali, usiaku 8 tahun.
Sirkus datang ke kotaku dan menampilkan Omankowsky Family Troupe...
...salah satu kelompok akrobat tali terkenal di dunia.
White Devils.
Putraku, si badut sirkus.
Aku belajar berjalan di atas tali itu.
Ternyata aku berbakat untuk memanjat dan menyeimbangkan, bahkan juggling.
Tapi aku ingin tahu lebih banyak.
Turun dari situ!
Begitulah aku bertemu Rudy Omankowsky Senior...
...kepala keluarga akrobat tali White Devils...
...yang biasa dipanggil "Papa Rudy."
Dia tak bilang dari mana asalnya. Tapi jelas bukan Prancis.
Papa Rudy mahir berjalan di kabel, akrobat dan juggling.
Saat itu, kurasa dia melihat bakatku.
Philippe!
Aku tak bisa bahasa Ceko.
Je parle--Aku bisa bahasa lnggris.
Baik.
Hari ini...
...kau akan belajar cara untuk muncul.
Kau perlu belajar memberikan salam.
"Salam"?
Apa itu?
Salam ialah pesan tak bersuara...
...perintah agar penonton memperhatikan.
Setelah tampil, salam juga merupakan...
...ucapan terima kasih.
Hormat.
Hormat.
Baik, baik.
Tidak, Philippe.
Itu buruk.
Kau berlebihan.
Jangan berbuat apa-apa. Coba lagi.
Kubilang jangan berbuat apa-apa! Kau masih berlebihan! Kau seperti pengecut.
Penonton harus merasa kau pegang kendali. Berhenti berusaha keras!
Jangan berbuat apa-apa. Lakukan lagi.
Mana rasa hormatmu? Kau tak berbuat apa-apa.
Katamu jangan melakukan apa-apa.
Jangan berbuat apa-apa di bagian luar.
Di dalam dirimu, di hatimu, kau harus beri hormat.
"Di hatiku"?
Apa maksudmu?
Artis harus punya rasa hormat yang jujur...
...dan rasa terima kasih pada penonton.
Kenapa harus menghormati penonton? Aku yang berjalan di kabel.
Kau harus beri hormat dan menghargai penonton!
Tidak ada pertunjukan
tanpa penonton!
Jika tidak paham itu, kau takkan tampil di sirkus.
Aku tidak mau tampil di sirkus. Aku bukan badut.
Aku seorang artis!
Demikianlah...
...Papa Rudy melempar bokong artistikku...
...ke jalanan.
Dan tak lama kemudian...
Kau membuang hidupmu dengan trik sirkus yang bodoh!
Berjalan di kabel tak bisa memberimu makan!
Bisa beri dia satu kesempatan terakhir?
Tidak.
Nasi sudah menjadi bubur.
Benar!
Nasi sudah menjadi bubur.
Philippe!
Nasi sudah menjadi bubur. Tak ada lagi yang bisa dilakukan.
Maka kumulai perjalananku.
Aku tak tahu apa yang kucari, tapi kupikir aku akan menemukannya...
...di Paris.
Keadaanku baik, sampai kau datang.
Kau bisa mendengarku sekarang?
Pantomim yang berbicara?
Aku bukan pantomim.
Aku tidak bersembunyi di balik tembok khayalan.
Jangan menghina lingkaranku.
Ini ruang keramatku.
Aku akan hargai jika kalian terus berjalan.
Ini percakapan pribadi.
Wah, mengejutkan.
- Kami kira kalian sedang tampil. -Tidak.
Ini untuk kalian.
Terima kasih.
Selamat tinggal.
Aku suka bahasa Inggrismu. Terdengar begitu Amerika.
Pencuri kotor.
Aku lebih suka bahasa Inggrismu.
Kau pikir kau siapa? Bedebah.
Ya. Aku lebih suka lnggris.
Dengar. Selama berminggu-minggu kau mencuri penonton terbaikku.
Untuk apa? Aksi murahan?
Maaf, tapi orang menyukai kabel tinggiku.
Kau sebut itu kabel tinggi?
Itu tali terendah yang pernah kulihat.
Kau benar, mademoiselle.
Karena dua pohon tertinggi di alun-alun ini...
...ada di tempatmu tampil.
Dan aku takkan melanggar ruang artis lain.
Mau turun hujan.
Musisi jalanan yang marah...
...aku menawarimu kesepakatan.
Aku hanya tampil di alun-alun itu saat kau tidak main musik.
Itu setiap akhir pekan dan Selasa kedua.
Baik, setuju.
Namaku Philippe.
- Annie. -Annie, nama yang bagus.
Kenapa kau berbahasa lnggris?
Untuk latihan. Aku mau ke New York.
Ah, New York. itu menarik.
- Mungkin kau bisa ikut denganku. -Ya, mungkin.
Aku suka nyanyianmu. Bagus sekali.
Kau tak mendengarkan. Tadi kau bermain tongkat berapi.
Oh, tidak, sebelumnya. Aku datang lebih awal.
Mungkin kau tak lihat, tapi aku melihatmu dan mendengarmu bernyanyi.
Indah sekali.
Terima kasih.
Annie, boleh kutraktir segelas anggur?
Itu bukan ide bagus.
Aku menawarimu kesepakatan:
Jika kau mau kutraktir segelas anggur...
...aku takkan menggantung taliku di sekitar Quartier Latin selamanya.
Kau tidak menyerah, ya?
Tidak, aku keras kepala.
El'...
..voila!
Impianku.
- Dan ini kau. -Ya.
Ini akan menjadi akrobat tali paling dahsyat dalam sejarah.
Seberapa tinggi kabelnya agar dahsyat?
Lebih dari 100 lantai.
Di mana pohon seperti ini tumbuh?
Itu bukan pohon.
No comments yet. Be the first to leave one.