The first 200 lines.
Tiga pantulan ke dalam gelas ini.
Tiga pantulan.
- Dia bisa melakukannya. - Tidak akan.
Kau, ucapkan selamat tinggal pada uangmu.
Tak pernah ragu.
Sedikit keahlian yang aku dapat dari kerja malam di San Diego.
Terima kasih. Mau coba lagi?
Tidak.
Apa aku mendengar pengecut?
- Van Pelt, sambungan 2, O'Laughlin. - Terima kasih.
- Silakan. - Apa?
Kau selalu katakan sesuatu saat O'Laughlin menelepon.
Tak ada yang perlu dikatakan. Aku sudah melupakannya.
Siapa kau dan apa yang sudah kau lakukan pada Wayne Rigsby?
Hei, ada yang melihat Jane?
- Di mana kau? - Aku sedang meningkatkan moral tim.
Semuanya sedang bosan. Hal itu perlu diatasi.
Semuanya bosan sebab tak ada orang tewas yang butuh bantuan kita.
Jika detektif pembunuhan merasa bosan, itu hal yang bagus.
Lalu kenapa kau menelepon mencari tahu keberadaanku?
Karena aku khawatir saat aku tak tahu keberadaanmu.
Apa maksudmu meningkatkan moral?
Aku sedang membeli buah segar.
Buah menghilangkan kebosanan dan mengusir kesedihan.
Bagus, bawakan aku apel Red Delicious.
Baiklah.
- Ayo, cepat ikut aku! - Baiklah.
Apel Golden Delicious tak masalah jika mereka tak menjual...
Lisbon!
Aku sedang dalam masalah.
Lisbon.
- Kapan kau terima teleponnya? - 35 menit lalu.
- Ada saksi? - 911 terima beberapa telepon.
CHP sedang mengumpulkan orang-orangnya.
Bagaimana dengan Jane?
Tak ada tanda darinya.
Enam buah selongsong peluru 9-mm, tiga bersarang dalam tubuh korban.
Ada dua peluru kaliber .380 di sini. Sepertinya satu peluru mengenainya.
Pria ini pemilik kios buah, kenapa dia punya pistol kaliber .380?
Dia mungkin pernah dirampok lebih dari sekali.
Kali ini tidak. Mesin kasirnya penuh.
Ada jejak darah mulai dari sini, menuju ke arah sana.
Siapa pun yang ditembak penjual ini, pergi ke gudang itu...
Setelah dia tertembak dengan menendang pintunya.
Jane ada di sana, jadi mereka mengejarnya.
Bos, CHP sudah mengumpulkan orang yang menelepon 911.
Ini Harold Keel, penelepon pertama.
Kau melihat penembakannya, Tn. Keel?
Tidak, aku hanya melihat dua pria di tempat parkir.
Salah satunya memegang pistol.
Dia mencoba masukkan pria satunya ke dalam bagasi mobilnya.
Bisakah kau deskripsikan mereka?
Pria yang memegang pistol mengenakan sweter dengan tudung.
Lalu pria satunya lebih kecil dan mengenakan setelan.
Sebenarnya bukan setelan, tapi seperti rompi.
Siapa namamu?
Aku Sherry Winger, aku mendengar tembakannya.
- Tapi kau tak melihat apa pun? - Hanya dengar saat melintas.
Tapi sekitar semenit kemudian, sebuah mobil melewatiku...
Dengan kecepatan sekitar 160 kilometer per jam.
Lalu mengambil jalur keluar di jalan besar menuju ke utara.
- Seperti apa mobilnya? - Sedan, kuning kecokelatan.
Kau sempat melihat pelat nomornya?
Kurasa warnanya biru dan ungu.
Itu pelat nomor Arizona. Akan kuperiksa.
- Sersan? - Ya.
Buatlah pos pemeriksaan di 160 km arah utara untuk mencari mobil itu.
Juga pesawat untuk memeriksa jalan kecil.
Suruh orangmu tetap bersama saksi dan periksa pelat nomornya.
- Pastikan mereka bersih. - Baik.
- Kita perlu FBI dalam hal ini. - Akan kuhubungi.
Jika Jane di sini, dia pasti akan berkomentar sinis...
Tentang sesuatu yang kita lewatkan di TKP.
Jadi?
Kira-kira apa itu?
Ulurkan tanganmu.
- Sepertinya cukup menyakitkan. - Diam.
Aku bisa bantu mengurangi rasa sakitnya.
Benar.
Ada apa ini? Kenapa aku di sini?
CHP belum dapat apa pun dari pos pemeriksaan.
Terus periksa. Jangan tunggu mereka melapor.
Perusahaan telepon mengirim catatan telepon Jane. Periksa panggilannya.
Kita perlu tahu dengan siapa dia bicara dan apa yang dibicarakan.
Rasanya aneh memeriksa telepon Jane. Dia tak akan suka itu.
Dia akan lebih tak suka jika kita tak menemukannya.
- Teresa. - Aku belum bisa bicara pada pers.
- Ini soal Jane. - Apa?
Aku dengar dari para reporter. Penutupan jalan mendapat perhatian.
- Ada rumor pegawai CBI dibunuh. - Yang benar saja!
Beri aku sesuatu agar rumor itu tak berlanjut.
Kami belum tahu apa pun, Brenda. Jangan katakan apa pun.
- Itu justru memperparah semuanya. - Investigasi ini masih berjalan.
Tak ada komentar.
Lisbon, kau masih ingat Agen O'Laughlin?
Kau penghubung dalam kasus ini?
Jika butuh bantuan dari FBI, beri tahu aku.
- Menurutmu ini Red John? - Aku tak melihat cirinya.
Red John rapi dan efisien. Ini ceroboh.
Baiklah, bisa saja disengaja. Menjauhkanmu darinya.
Red John sudah pernah menculik Jane dan melepaskannya.
Kenapa dia mau menculiknya lagi?
Dia gila. Siapa yang tahu alasan setiap tindakannya?
Ya, ini kali kedua dia menculiknya. Kurasa dia tak akan kembali.
Mari berasumsi ini bukan Red John sampai kita dengar hal sebaliknya.
Rigsby, bagaimana perkembangan pelat nomornya?
Aku dapat daftar mobil pelat Arizona yang dihentikan dan ditilang.
Nama-namanya sedang kulacak.
- Cho, bagaimana balistiknya? - Buntu.
Tak ada kecocokan dari selongsong yang kita temukan di TKP.
Bantu Rigsby melacak nama-nama pelat Arizona itu.
Sedang kukerjakan.
Teresa. Aku perlu sebuah pernyataan.
Kau sudah dapat pernyataanku, Brenda.
Soal apa ini?
Jika tak ada pernyataan dari kita soal Jane...
Nanti akan ada rumor dan kebohongan sampai kita buat pernyataan.
- Tak masalah bagiku. - Bagiku itu masalah.
Apa Jane punya uang?
Hanya membawa seperlunya. Dia tak begitu peduli soal uang.
Baiklah, jadi ini mungkin bukan penculikan untuk tebusan.
Berarti siapa pun pelakunya, dimotivasi oleh hal pribadi.
- Kemarahan, balas dendam. - Ya.
Jadi, mungkin ide bagus jika kita sebarkan nama dan foto Jane ke media.
Benar. Memanusiakannya.
Biarkan mereka tahu kita sedang mencarinya.
Tak semestinya kita buat pernyataan sebelum kita tahu sesuatu.
Maafkan aku, tapi itu bukan keputusanmu.
Baik, Brenda.
Konsultan CBI, Patrick Jane, telah diculik oleh orang tak dikenal.
Kami sedang menyelidiki dan melakukan pencarian.
Pencarian ekstensif di area sekitar. Mengerti?
Baiklah.
- Kau menangani kasus ini? - Ya, maaf tak sempat menghubungimu.
- Tak apa-apa, sampai nanti. - Baiklah.
Kita tak perlu sebarkan ini kepada publik.
Perlu.
Teresa, tidak mengatakan sesuatu bukan berarti sesuatu tidak terjadi.
Aku tahu.
Jadi, kalian bisa memberiku daftar musuh-musuhnya?
Maksudmu, para penjahat, polisi atau pengacara?
- Dia mengganggu polisi seburuk itu? - Ya.
Tapi kurasa polisi tak akan membunuh warga sipil karena Jane.
Lalu bagaimana kehidupan pribadinya? Keluarga, teman, kekasih?
Dia penyendiri. Kurang lebih kamilah keluarganya.
Aku telah memeriksa telepon Jane selama tiga pekan terakhir.
Semua berhubungan dengan kasus, Tak ada hal lain.
Periksa lebih jauh ke belakang.
Bukankah salah satu klien cenayang Jane pernah mengejarnya?
Ya, kami sedang memeriksa daftar kliennya.
Tapi kenapa mengejarnya sekarang?
Sudah lama sekali sejak dia bekerja di bidang itu.
Benar.
Hal itu mengantar kita pada kesimpulan pasti.
Kurasa orang yang pernah Jane penjarakan mencoba membalasnya.
Mungkin dia telah dibebaskan atau menjangkau dari dalam penjara.
Yang mana pun, kita perlu menelusuri setiap kasus yang Jane kerjakan...
Sejak dia datang ke CBI.
Van Pelt, mulailah mencari tahu.
Siapa pun pelakunya, dia mungkin sudah lama tak bahagia.
Semuanya baik-baik saja?
Kau bilang kau bisa mengurangi rasa sakitnya.
Tentu, aku bisa melakukannya.
Apa maksudmu dengan itu?
Rasa sakit ada dalam pikiran, dan itu keahlianku.
- Kau punya pil? - Tidak.
Cobalah untuk santai. Lihat aku.
Biarkan suaraku menggantikan rasa sakitmu.
Rasakan sakitnya mulai berkurang.
Rasakan sakitnya menghilang, tertutup dengan sendirinya.
Tertutup.
Lalu kau merasa santai dan tenang.
Halo, Patrick.
Apa kau ingat aku?
Mungkin.
Berarti kau tak ingat.
Tidak, itu berarti aku mengalami kesulitan bicara...
Saat seseorang menodongkan pistol ke arahku.
Kenapa?
- Apa ini membuatmu takut? - Ya.
Aku tak suka dirisak. Tolong turunkan pistolmu.
Aku terlalu menyukai mimik wajahmu saat ini.
Kalau begitu potret saja, tolong turunkan pistolmu.
Jika kau ingin membunuhku, mungkin sudah kau lakukan sejak tadi.
Apa pun yang kau inginkan dariku tak akan kau dapatkan...
Kecuali jika kau turunkan pistolmu.
Terima kasih.
Kau tak ingat aku, ya?
Apa itu hal yang aneh?
Melihat caramu bertindak, aku akan terkejut jika ibumu mengenalimu.
Ibuku meninggal saat aku lahir, jadi mungkin kau benar.
Maaf. Pilihan yang buruk.
Rekanmu mengalami hal yang cukup buruk.
Siapa yang peduli padanya?
Aku tak percaya ini. Kau ada di sini.
Kau benar-benar ada di sini.
Ya, aku di sini.
Jadi apa rencanamu, Rachel?
Jadi kau tahu siapa aku.
Menurutmu berapa orang usia 23 tahun yang tak memiliki ibu...
No comments yet. Be the first to leave one.