The first 200 lines.
"Episode 13"
"Pusat Komunitas Raon"
Sebaiknya aku bekerja.
- Ini kembaliannya. - Terima kasih.
Jadi? Apa yang terjadi?
Menurutmu apa?
Setelah mendengar bahwa tidak ada orang dengan nama itu,
dia akhirnya menyerah.
Dia sungguh menyerah?
Ya.
Kamu tahu dia bilang apa?
Dia bilang menyesal tidak memercayai bibi.
Dia minta maaf
karena tidak memercayai bibi dan malah menghubungi tempat itu.
Kini sudah berakhir.
Bibi Tae Ran, dia tidak boleh bertemu dengan Oh Na Ra.
Bibi mengenal Ibu.
Kita tidak tahu apa yang akan dia perbuat.
Tentu saja. Dia hampir membunuh orang sebelumnya.
Dia bisa melakukan itu lagi.
Orang yang paling menakutkan adalah orang yang putus asa.
Oh Na Ra! - Ibu.
Tidak, Ibu!
Astaga.
Ibu, tolong hentikan!
Ibu akan membunuhnya!
Ibu akan membunuh bedebah yang menyakiti Go Woon!
Sadarlah, Ibu!
Oh Na Ra.
Hei!
Tidak, dia tidak boleh bertemu dengan Oh Na Ra.
Tidak ada yang tahu apa yang akan dia perbuat.
Saat itu aku bisa menghentikan Ibu,
tapi apa yang harus kulakukan sekarang?
Bagaimana aku bisa mencarinya tanpa sepengetahuan Ibu?
Halo?
Ya, halo.
Halo.
Aku menghubungimu tiba-tiba. Bagaimana kamu bisa langsung kemari?
Sebenarnya aku hendak berbelanja.
Bu Jang tidak datang hari ini?
Tampaknya dia lelah, jadi, dia pulang.
Sebenarnya dia menunggumu.
Aku? - Tunggu sebentar.
Ambillah. - Ini apa?
Ini buku-buku yang diterbitkan Bu Jang.
Dia mendengar bahwa kamu tertarik memasak
dan sedang mempersiapkan resep untuk sebuah kontes,
jadi, dia ingin memberimu ini.
Ini sungguh untukku?
Ya.
Untukku saja jika kamu tidak membutuhkannya.
Tidak.
Aku senang sekali.
Sungguh boleh kubawa? - Tentu saja.
Terima kasih.
Tolong sampaikan rasa terima kasihku kepada Bu Jang.
Tentu. Kamu sesenang itu?
Ya.
Terima kasih banyak.
Kopi terasa sangat nikmat dengan musik trot.
Kamu di dalam?
Ya, Ibu.
Ambil ini.
Apa ini?
Menantu kedua pemilik Grup Seongsang
yang ikut kelas memasak ibu memberikan itu.
Grup mereka baru-baru ini membuat gedung konser
dan itu tiket untuk konser pembukaannya.
Begitu, ya. Ini Orkestra Royal Philosophy.
Tampaknya menyenangkan.
Kamu sedang mendengarkan Brahms?
Apa?
Ya, aku sungguh menyukai musik Prancis.
Aku lebih menyukai itu dibandingkan musik Italia atau Spanyol.
Ibu tidak menyebutkan musik Prancis. Ibu menyebutkan Brahms.
Dia seorang komponis.
Pengaruh terbesar Brahms adalah Beethoven.
Tidak semata-mata mengikuti tren, dia menulis dengan gayanya sendiri.
Begitu, ya. - Dengarkan konserto ini.
Tidak terlalu ringan atau romantis.
Amat liris dan lembut.
Karena itu dia disebut komponis klasik yang romantis.
Begitu, ya. - Mengerti?
Konsernya akan memainkan musik dari era ini,
jadi, kamu bisa belajar sedikit sebelum konsernya
agar bisa lebih menikmatinya.
Baik, Ibu.
Romantisisme? Kurasa tidak.
Ini bukan romantisisme.
Ini lebih romantis.
Romantisisme? Astaga.
Aku sama sekali tidak menyukai sifatnya.
Aku tidak menyukai menantuku,
jadi, kuharap cucuku menikahi wanita yang kusukai.
Astaga.
Kenapa aku harus berpapasan dengannya di sini?
Aku selalu teringat kepadanya setiap datang kemari.
Kamu menjadi selingkuhan.
Dia pikir aku apa?
Apa? Kenapa kamu memintaku datang ke tempat kumuh seperti ini?
Ini.
Hanya ini? Tidak ada permintaan maaf?
Kamu harus minta maaf kepada gadis itu.
Kenapa?
Katamu dia gadis mata duitan yang mengganggumu.
Aku menyiramnya dengan air. Kamu tidak suka?
Mari kita koreksi. Dia bukan gadis mata duitan
atau pun penguntit.
Apa maksudmu?
Lantas dia siapa? - Percayalah, dia tidak begitu.
Lihat dirimu. Dia benar-benar mata duitan.
Kamu sudah jatuh ke dalam perangkapnya.
Ini permintaan sekaligus peringatan.
Jangan membicarakan dia lagi.
Yang lebih penting, jangan hina dia dengan memanggilnya mata duitan.
Ini. Lupakan dia dan minumlah.
Bersulang.
Kalian di mana?
Paman baru mau pulang.
Kenapa? Kamu mau minum?
Mau berkumpul bertiga?
Tidak bisa.
Aku baru mengantar temanku yang mabuk pulang.
Kamu bisa menyetir?
Aku tidak minum. Aku hendak menemui seseorang.
Kak Eun Seok, terjadi sesuatu?
Ji Seok.
Paman Jae Woong.
Aku belum mendengar kabar darinya.
Apa maksud Kakak?
Maksud Kakak cincinnya? - Cincin?
Eun Seok, kamu menghilangkan cincinnya?
Ya. - Astaga.
Cincin itu amat berarti bagimu.
Apa yang terjadi? - Aku menghilangkannya di bus.
Seorang wanita terjatuh dan tidak sengaja menariknya.
Aku bahkan memasang selebaran, tapi belum ada yang menghubungi.
Kakak yakin dia akan menghubungi Kakak?
Ya.
Menurut Mencius,
pada dasarnya, semua manusia baik.
Rousseau juga meyakini
bahwa pada dasarnya, semua manusia baik.
Kecuali wanita yang belum mengembalikan cincin Kakak.
Dia akan mengembalikannya karena nalurinya.
Jika Kakak benar, cincinnya pasti sudah kembali terpasang.
Mungkin dia belum melihat selebarannya.
Mungkin terjadi sesuatu.
Apa?
Bisa saja dia membuangnya
atau memutuskan untuk menyimpannya.
Jika belum dikembalikan,
kurasa sebaiknya Kakak melupakannya.
Ini tidak benar.
Selagi kakak bicara denganmu, bayangan gelap mulai bangkit.
Kamu memengaruhi keyakinan kakak. Akan kakak akhiri panggilannya.
Paman Jae Woong, maafkan aku.
Dahulu dia polos.
Kenapa kini dia amat berubah?
Sebagai pendidik, aku merasa bertanggung jawab.
Ayolah. Keluarkan uangmu.
Jika kami menemukan satu sen saja, kamu akan kami pukuli.
Sedang apa kalian?
Enyahlah.
Enyahlah, Berandal. - Enyahlah.
Astaga.
Sedang apa kalian di sini?
Itu bukan urusan Bapak.
Pak, boleh pinjam pemantik?
Pemantik?
Maksudmu ini?
Terima kasih. - Itu dia.
Kalian pikir aku akan memberikannya?
Kalian masih di bawah umur, bukan?
Bapak menginterogasi kami?
Yang kalian lakukan ini salah.
Pertama, kalian tidak tahu bahaya merokok
bagi remaja?
Karbon monoksida akan mengontaminasi darah.
Hormon pertumbuhan akan terganggu
dan kalian tidak bisa bertambah tinggi.
Jika kalian mau...
Terutama kamu. Jika mau bertambah tinggi, sebaiknya berhenti...
Pak Tua, jika enggan meminjamkan pemantiknya, pergilah.
Jika mulai merokok saat remaja,
dibandingkan saat berumur 25 tahun,
kalian empat kali lebih mudah terserang kanker paru-paru.
Kalian tidak boleh... - Astaga!
Kenapa Bapak peduli? Bapak siapa? Seorang guru?
Ya, aku guru.
Semua orang menyebut dirinya guru.
Jika Bapak guru, aku kepala sekolah.
Aku juga.
Kedua,
kalian tidak mendengarkan nasihat orang yang lebih tua.
Ini. Lihatlah!
Dia guru. - Dia memang guru.
Benar.
Saatnya kalian menunjukkan kartu identitas kalian.
No comments yet. Be the first to leave one.