The first 200 lines.
SEMUA KARAKTER, LOKASI, ORGANISASI, DAN KEJADIAN
YANG DIGAMBARKAN DALAM DRAMA INI HANYALAH FIKSI
Pak Lee.
Aku pengacara pembelamu.
Aku punya takdir yang rumit.
Aku menjadi jaksa untuk mencegah lebih banyak korban seperti ayahku.
Tapi sekarang, aku akan membela pembunuh ayahku.
-Aku menolak bantuanmu. -Kau tidak berhak melakukan itu.
Aku tahu kau difitnah, dan aku akan bantu membersihkan namamu.
Tapi untuk melakukan itu, kau harus mengatakan yang sebenarnya.
Begitu menghadapi kenyataan,
kita tak akan bisa kembali.
Kita sudah terlalu jauh untuk kembali.
Benar, 'kan?
Akan kupastikan semua orang tahu kau tidak bersalah.
Kenapa kau melakukan ini, padahal aku tidak memintanya?
Aku menolak mengakui...
bahwa ayah kandungku membunuh ayahku, Song Soonho.
-Bagaimana... -Bagaimana aku tahu?
Bahwa kau ayah kandungku?
Aku tidak tertarik dengan itu.
Katakan sesuatu yang membuatku tertarik.
Contohnya, siapa yang membunuhnya?
Mereka bilang kebenaran ada di masa lalu.
Jadi, mari kita gali masa lalu itu.
Kau sama sekali...
tidak berubah.
-Lari! -Hei!
DUNIA MAINAN
Dasar berandal! Hei!
Astaga, mereka...
Sial.
Hei, kau teman mereka, 'kan?
-Siapa mereka? -Lepaskan aku.
Untuk apa kulepaskan? Aku tahu kau teman mereka.
Kau seharusnya minta maaf kepadaku.
-Ada apa denganmu? -Jangan pura-pura bodoh.
-Aku tidak bersama mereka. -Kenapa kau kurang ajar sekali?
Kau melihatku?
Ya.
Tapi aku tidak mengenalimu.
Aku baru sadar itu kau setelah melihat ibumu.
-Lepaskan aku. Bukan aku. -Katakan bahwa kau menyesal!
-Dasar berandal! -Tenanglah.
Suhyeon, kau baik-baik saja?
Hei, Bu. Didik putramu dengan benar.
Dia sudah mencuri barang orang lain!
Siapa? Dia?
Itu tidak benar, Ibu. Aku hanya melihatnya.
Jangan coba-coba berbohong.
Aku tahu mereka temanmu!
Yang benar saja! Mereka bukan temanku!
Aku tidak mau dengar.
Aku tahu kau melihat mainan itu setiap hari.
Dan hari ini, kau berniat mencurinya.
-Lakukan sesukamu. -Apa?
-Hubungi polisi jika mau. -Suhyeon!
-Bocah itu... -Maaf, Bu.
Dia akan menjadi apa saat besar nanti?
Bukan main. Anak-anak seperti dia akhirnya hanya akan mencuri.
-Astaga. -Apa katamu?
Bu. Apa yang baru saja kau katakan?
-Apa? -Dia bilang tidak melakukannya.
Kenapa terus menuduhnya, padahal dia bilang tidak bersalah?
Lihat dirimu. Setidaknya kau bisa meminta maaf.
-Berlutut. Kau saja yang berlutut. -Apa katamu?
Kau harus minta maaf atas kesalahan putramu!
Putramu melakukan kesalahan!
Bisa-bisanya kau bersikap tidak tahu malu!
Beraninya kau, padahal putramu mencuri dariku!
Kau pikir...
Siapa kau?
-Cukup. -Apa yang kau...
Cukup.
Aku...
Baiklah, aku akan berhenti.
Astaga.
Kau beruntung! Astaga.
Terima kasih.
Bukankah kau...
Hei.
Kenapa kau di sini?
-Youngsin. -Jangan panggil namaku.
Kita sudah lama berpisah.
Aku mengikutimu kemari untuk mengatakan itu.
Pergilah. Tidak ada lagi yang ingin kukatakan.
Anak itu...
Itu dia, 'kan?
Bukan.
Dia tak ada hubungannya denganmu.
Maafkan aku.
Saat itu, aku hanya melakukan itu untuk melindungimu.
Melindungiku?
Dari siapa?
Siapa mereka sebenarnya?
Semua itu bohong.
Aku tidak tahu...
pekerjaanmu sampai melihatmu di berita.
Mereka bilang kau pencuri,
dan semuanya menjadi masuk akal.
"Begitu rupanya.
Jadi, itu sebabnya dia bilang tidak punya teman atau keluarga.
Dia hanya berusaha menyembunyikan fakta
bahwa dia hanya seorang pencuri."
Jadi, kenapa kau datang ke sini sekarang?
Aku tidak punya niat lain.
Aku hanya ingin melihatmu dari jauh dan melihat keadaanmu.
Tidak.
Kau tidak perlu melakukan itu.
Anggap saja kami sudah mati.
Aku tidak mau putraku tahu
bahwa ayahnya pencuri.
Jangan pernah datang ke sini lagi.
Sayang.
Pak.
JASA PINDAHAN
Kau menelepon jasa pindahan, 'kan?
Hei.
Astaga.
Kembar?
Suhyeon yang lebih tua.
Woosin yang lebih muda.
Kalian tampak seperti keluarga yang bahagia.
Saat itulah aku tahu kalian kembar.
Aku belum pernah bertemu adikmu, Woosin,
tapi aku yakin kalian berdua sangat mirip.
Astaga, kau benar-benar mirip jaksa.
Benarkah? Jadi, aku berhasil.
SONG SUHYEON KANTOR KEJAKSAAN WILAYAH PUSAT SEOUL
Woosin, aku mau kau pura-pura menjadi aku dan menemui seseorang.
Halo, Bu.
Aku ingin memakai
kamar ini untuk sementara.
Kau sakit?
Direktur Eun tidak mengatakan apa pun.
Tolong jangan beri tahu ayahku.
Seorang naratama akan memakai ruangan ini.
Baik, Bu.
Boleh kutanya siapa yang akan datang?
Maaf, Bu. Aku akan menyiapkan kamarnya.
-Pak. -Ya?
Tolong rahasiakan ini.
Ini berkaitan dengan Haesong.
Baik, Bu.
Ini berita pukul 12.00.
Besok adalah pemilu.
Namun, karena akhir pekan,
kami memprediksi banyak orang akan bepergian.
Mencemaskan hasil yang rendah,
partai-partai mendorong orang untuk memilih.
Mari kesampingkan sentimen kita dan lihat faktanya saja.
Singkatnya, setelah melihat betapa bahagianya keluarga kami,
kau berencana pergi seperti pria sejati.
Jadi, kau memutuskan untuk pindah,
dan kebetulan ayahku yang membantu pindahan.
Kalau begitu,
bagaimana ayahku bisa menjadi korban pembunuhan?
Pak Lee.
Itu semua...
karena keserakahanku.
Kukira kepergianku akan memperbaiki semuanya.
Tapi kemudian aku harus menghadapi kenyataan yang buruk.
Aku merasa kasihan karena keluargamu kesulitan mencari nafkah.
Aku juga sedih...
karena tidak bisa membantu.
Kau lagi?
Kau pasti menderita karena ditelantarkan.
Kau tak biasanya minum.
Pergilah...
sebelum kubunuh.
Pak.
Bukankah situasi ini tak adil?
Kau dimanfaatkan.
Kau harus membalas dendam kepada para bedebah itu.
Panah berlian itu 300 karat.
Harganya jauh lebih tinggi daripada yang bisa kau bayangkan.
Aku akan memberimu setengah bagiannya.
Ambil itu dan kaburlah ke Filipina.
Bahkan Haesong pun tak akan bisa menemukanmu.
Ada lebih dari 7.000 pulau di sana.
Kau tahu itu.
Pengungkapannya sebentar lagi.
Mereka akan memindahkannya ke lokasi pada malam sebelumnya.
Aku akan mengurus keamanan.
Kau bisa menyelinap masuk saat pergantian sif.
Aku juga punya denah untuk brankasnya.
Pak, kau harus mulai dari awal.
Aku berjanji masa depanmu akan cerah.
Beri tahu aku.
Kapan tanggalnya?
Terima kasih.
Lalu?
Kenapa ayahku harus mati karena rencanamu?
Makanannya lezat.
Mari kita mulai karena kau sudah selesai.
Baiklah.
Setelah diculik,
mereka memakaikan rompi peledak itu padamu,
dan mengirimmu ke MIK?
Siapa yang menculikmu?
No comments yet. Be the first to leave one.