The first 200 lines.
Ayah hamba...
...bisakah reputasinya dibersihkan?
Katakan saja keinginanmu yang lain. Aku pasti akan mengabulkannya.
Aku bisa memberimu kekayaan.
Pembersihan nama ayah hamba...
...adalah satu-satunya yang hamba inginkan.
Cheonha, ada apa?
Aku hanya ingin melakukan sesuatu untuk Aghassi,
tapi akhirnya justru semakin melukai Aghassi.
Aghassi...
...pasti sedang menangis di suatu tempat sekarang.
Seandainya aku bisa pergi dan menenangkannya...
Seandainya saja aku bisa...
Doryongnim, ada apa kemari?
Aku mendengar yang terjadi dan pergi ke toko herbal.
Aku diberitahu kau di sini.
Kau... mencemaskan aku?
Ya.
Itu...
Kau baik-baik saja, syukurlah.
Ayo kita pergi.
Kepala Departemen Pengadaan Air mungkin mendatangimu lagi,
jadi aku akan mengantarmu sampai rumah.
Penerjemah .: Writer Ayra :.
Tidak ada sesuatu yang ingin kau katakan padaku?
Kudengar, kau ke istana karena Cheonha memanggilmu.
Kau bertemu Cheonha?
Ya.
Cheonha...
Cheonha apakah tampak baik-baik saja?
Sayangnya,
dia kelihatan baik-baik saja.
Tapi...
...hanya itu...
..yang ingin kau katakan?
Apa Ahjussi itu Chun Soo Orabeoni?
Dia sungguh Kepala Pedagang?
Memang kelihatan mirip.
Imo juga merasa begitu, 'kan?
Tapi...
...Chun Soo Doryongnim tidak akan pura-pura tidak mengenal Aghassi.
Orang tuamu masih hidup?
Tidak.
Malang sekali. Kau sebatang kara?
Kalau begitu, dia (Ga Eun) tidak perlu hidup dengan mertuanya.
Pedagang Keliling...
...punya cukup uang untuk membiayai keluarga.
Doryongnim ingin mengencaninya?
Hei!
Kenapa kau mengoceh yang tidak-tidak begitu?
Aku bisa mengatasinya.
- Hei! - Baiklah kalau begitu.
Aku akan pamit.
Terima kasih hari ini sudah mengantarku pulang.
Ga Eun-ah.
Jusang...
...membawa seorang wanita ke "rumah hijau"-nya?
Dia adalah pemasok obat herbal pada tabib istana.
Dari yang hamba dengar,
ia diminta menanami "rumah hijau".
Sebelumnya dia (Raja) tidak pernah...
...sekedar melirik dayang istana.
Caritahu soal anak itu. Secara diam-diam.
Baik.
Jusang membiarkan seorang wanita masuk ke "rumah hijau"-nya?
Dia pemasok obat herbal pada tabib istana.
Apa itu bukan sekedar muslihat Daebi saja?
Melihat Dayang Istana Han menyelidikinya, saya rasa tidak.
- Dengarkan. - Ya, Eureushin.
Biarkan saja gadis itu...
...bertemu secara bebas dengannya sementara waktu.
Dan kau!
Silsilah anak itu,
tempat tinggal anak itu,
caritahu semuanya termasuk adakah kenalannya seusia Raja yang menghilang.
Caritahu semuanya.
Baik, Eureushin.
Tuan Kim sudah kembali.
Bagaimana bisa kau kehilangan tembaganya!?
Entah bagaimana bisa tahu,
tapi petugas Hanseongbu, Park Moo Ha, muncul bersama pasukan kerajaan.
Kau ini sungguh pecundang menyedihkan.
Maksudmu, kau dijebak oleh petugas Hanseongbu, begitu?
Jadi? Dimana tembaganya sekarang?
Itu... itu...
Petugas Hanseongbu itu membawanya ke ibukota.
Caritahu jalur yang ia ambil.
Wakil Perdana Menteri.
Buat aku mendapatkan hak pencetakan uang...
...sebelum tembaganya sampai di ibukota.
Baik, Dae Mok Eureushin.
Kim Woo Jae.
Lakukan apa saja untuk mendapatkan kembali tembaganya.
Kalau kau gagal,
kau harus mundur dari jabatanmu di Pyunsoo-hwe.
Kau mengerti?
Mengerti tidak?
Ya.
Ya, ya.
Saya akan melakukannya.
Petugas Hanseongbu membawa tembaga?
Ini keberuntungan namanya.
Belum, terlalu dini mengatakannya.
Dae Mok Eureushin...
...merencanakan untuk mendapatkan hak pencetakan uang...
...sebelum tembaganya mencapai ibukota.
Aku harus melakukan sesuatu untuk menghentikannya.
Kau harus mengirim pasukan bantuan.
Apa?
Dia harus membawa tembaganya sampai ke ibukota.
Namun, jika saya melakukannya,
Dae Mok Eureushin tidak akan mengampuni saya.
Kita harus rela berkorban.
Takdir negeri ini taruhannya.
Kalau aku membawakan tembaganya, Dae Mok pasti membunuhku.
Tapi kalau tidak,
Daebi Mama akan memenggal kepalaku.
Tuanku.
Kepala Pedagang ingin bertemu Anda.
Kepala Pedagang? Kenapa?
Katakan padanya ini soal tembaga.
Tembaga?
Jika saya serahkan tembaganya pada Daegam,
apa yang akan saya dapat sebagai gantinya?
Kudengar yang menggagalkan perdagangan tembaga ilegalnya...
...adalah petugas Hanseongbu?
Itu benar.
Namun, saya orang yang mengirim tembaganya.
Astaga.
Saya berencana bekerja sama dengan Daebi Mama.
Saya rasa tidak berhasil.
Kalau begitu, Dae Mok Eureushin saja...
Sebentar.
Apa yang kau inginkan?
Berikan saya posisi Menteri Personalia.
Jika Anda mau berjanji,
dalam dua minggu, tembaganya pasti sampai ke tangan Kementerian Keuangan.
Daebi Mama tidak akan pernah menyetujuinya.
Dae Mok Eureushin...
...mungkinkah akan berpikiran sama?
Persyaratan saya sama saja pada siapapun saya antarkan tembaga itu.
Saya ingin posisi Menteri Personalia.
Dia menginginkan posisi Menteri Personalia?
Ya. Jika disetujui,
dalam dua minggu tembaganya sampai ke Kementerian Keuangan.
Kau sudah mencaritahu tentangnya?
Dia orang yang bisa dipercaya?
Belum lama,
dia menyatukan para pedagang keliling, yang selama ini dikenal sulit,
dan sekarang, bahkan para saudagar kaya begitu menghormatinya.
Kita memang tidak boleh memercayai rumor begitu saja,
namun saya dengar dia pria yang memenuhi setiap ucapannya.
Dengan kata lain, dia dapat dipercaya.
Pria yang memenuhi setiap ucapannya?
Ya, Mama. Kenapa tidak coba bekerja sama dulu saja?
Bagaimana kalau dia lantas berbalik pada Dae Mok Eureushin dan menyerahkan tembaganya?
Baiklah.
Aku akan mengulur waktu.
Katakan padanya untuk benar-benar membawa tembaganya dalam dua minggu.
Daebi Mama kau minta memberimu posisi itu?
Ya. Menteri Personalia memiliki otoritas memilih staf,
jadi bisa memilih orang-orang yang menentang Pyunsoo-hwe,
dan memerangi mereka.
Itu rencana yang bagus,
tapi kau akan pergi ke sana sendiri?
Kau akan jadi pusat perhatian.
Ya, aku memang tidak bisa pergi. Sebab itu,
Guru yang harus pergi.
Aku menolak.
Gu... Guru.
Saat aku meninggalkan posisiku dulu,
aku berjanji mengabdi untuk rakyat, bukan jabatan.
Tidak peduli apapun juga,
aku tak akan mematahkan janjiku.
Unnie, kalau kau bertemu Raja di istana,
apa artinya kita akan jadi kaya?
Kau ingin jadi kaya?
Ya, dengan begitu Unnie dan Eomma tidak akan kesusahan lagi.
Aigoo, pikirkan saja dirimu sendiri.
Kalau anak seorang pengelola toko obat herbal tidak bisa menemukan tanaman herbal,
mana mungkin kita bisa kaya?
Saya datang untuk menjemput.
Mulai sekarang, saya akan selalu mengantar jemput seperti ini.
Ini sudah semuanya?
Ya.
Imo, aku akan segera kembali.
Ya.
Unnie.
Ini... tolong berikan pada Raja.
Apa?
Kudengar dari Bibi yang di pasar,
tidak ada yang bisa membantah perintah pemangku jabatan tertinggi.
Aigoo...
Raja tidak membutuhkan benda seperti ini.
Saya... akan membawanya.
Kau sangat pintar.
Kudengar Kepala Departemen Pengadaan Air mengancammu.
Kau harus melapor padaku kalau hal itu terjadi lagi.
Cheonha...
...tidak perlu memikirkan hal itu.
No comments yet. Be the first to leave one.