Release info

키스 먼저 할까요?---Should We Kiss First? E13 NEXT
키스 먼저 할까요?---Should We Kiss First? E14 NEXT
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Maaf telat. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2018-03-13
Downloads: 9
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 155 lines.

"Episode 13"

Apa yang kamu inginkan dariku?

Apa yang harus kulakukan untukmu?

Aku akan melakukan semua kehendakmu.

Manfaatkan aku sesuka hatimu.

Maafkan aku.

Aku harus menyingkirkan perasaanku kepadamu.

Sejarah cinta.

Cinta memasuki kehidupan kita dan kita pun jatuh cinta.

Kamu mendatangiku secara kebetulan.

Aku jatuh cinta kepadamu seakan-akan itu nasib.

Aku jatuh cinta kepadamu seakan-akan itu takdir.

Mari melihat bunga sakura bersama

saat musim semi tiba.

Kita bisa melihatnya mekar,

kemudian melihatnya gugur.

Kamu sungguh tidak masalah

dengan seseorang sepertiku?

Oh Jun Hyuk mengonsumsi narkoba.

Dia baru saja ditahan.

Dia mengonsumsi narkoba? Tapi syutingnya besok.

Bedebah gila itu.

Sebaiknya kulumat atau kugilas dalam blender?

Aku pergi dahulu.

Aku hendak pulang.

Aku sudah bekerja sepanjang malam selama tiga hari.

Lumat dia lebih dahulu.

Han Sol, hubungi Jeon Ho Jin dan Gwak Pu Reum.

Periksa jadwal mereka.

Jeon Ho Jin sudah mengumumkan pernikahannya.

Dia akan menikah?

- Bagaimana dengan Gwak? - Akan kuperiksa.

Anda tidak akan mengubah sketsa naskahnya, bukan?

Tetap sama.

Kita akan menunda syutingnya selama empat hari.

Hubungi staf dan minta mereka untuk menjadwal ulang.

Periksa cuaca dan waktu terbenamnya matahari.

Aku akan bicara dengan klien.

Carikan daftar pemain baru, paling banyak pemula.

Kuberi kalian waktu satu jam.

Astaga, satu jam. Itu bagus.

Kenapa kamu belum melumatnya?

Lumat dia, lalu sajikan untukku dengan es.

Aku haus.

Kurasa itu dia.

Hei, Tuan Rumah.

Ya, kamu benar.

Aku senang dia baik-baik saja.

Ini sudah larut malam,

dan karena dia sudah tidur,

akan kubiarkan saja dia tidur di rumah sakit.

Aku akan menjemputnya besok.

Kurasa itu wanita.

Menurutku tingginya 169 cm

atau 170 cm.

Rambutnya pendek?

Dia sedang melihatku?

Jangan melihatku.

"An Soon Jin"

"An Soon Jin"

"Tuan Rumah"

"Tuan Rumah"

Astaga.

Aneh sekali.

Pukul berapa sekarang?

Astaga.

Terima kasih.

Menurutmu ini kebetulan?

Jika kebetulan terus terjadi,

maka itu takdir.

Aku Kepala Pramugari Shin Yong.

Atas nama seluruh kru,

selamat datang di Maskapai RB.

Anda ingin segelas sampanye?

Bisa bawakan koran?

New York Times atau Wall Street Journal.

Baik, Bu.

Aku juga ingin aspirin.

Apakah sakit kepala Anda sangat mengganggu?

Ya, sedikit.

Karena aku makin dekat dengan Seoul.

Akan kubawakan.

Dia putri tunggal pemilik Konstruksi Gwanghee.

- Apa? - Kamu tahu

gadis mengerikan yang membuat Soon Jin dipecat?

Itu ibunya.

Apa?

Jika kebetulan terus terjadi,

maka itu takdir.

Jika tidur, kamu pasti bermimpi,

tapi mimpimu bisa terwujud jika belajar sekarang.

Jika kecemasanku hilang dengan merasa cemas,

aku pasti tidak akan cemas lagi.

Pemberhentian ini adalah Gerbang Masuk Saemaeul.

Pemberhentian berikutnya adalah pemberhentian terakhir.

Pangkalan Bus Seoul Utara.

Astaga.

Astaga, kalian terlalu tua untuk itu.

Cinta paruh baya bisa sangat menyebalkan.

Kenapa mereka tidak bisa bertingkah sesuai usia?

Astaga.

Pintunya.

Aku harus mengunci pintunya.

Astaga, dingin.

- Sudah tidur? - Ya.

Katamu kamu tidak bisa tidur tanpa obat tidur.

Tapi nyatanya, kamu tidur sepanjang perjalanan.

Di mana kita?

Pinggiran Seoul?

Tampaknya seperti ujung dunia,

bukan pinggiran Seoul.

Memang dekat.

Ujung dunia sangat dekat dengan kita.

Aku terus berpikir untuk membangunkanmu.

Tapi aku ingin bersamamu lebih lama.

Karena itu kita tiba di ujung dunia.

Maksudmu,

kita terkunci di dalam bus?

Astaga.

Kita harus menghubungi 911.

Apa yang kamu lakukan?

Aku berpikiran

untuk mencintaimu.

Aku berpikiran

untuk sangat mencintaimu.

Aku ingin mencintaimu

pada setiap momen di setiap harinya.

Tapi?

Aku takut

ketamakanku mungkin

akan membawamu ke ujung dunia.

Lagi pula, setiap hari aku pergi ke ujung dunia.

Setiap hari,

aku berjuang keras untuk tetap merasa utuh.

Lagi pula, aku sudah kesulitan bertahan

di ujung dunia itu.

Jadi, kurasa kamu tidak perlu mencemaskan hal itu.

Aku sudah cukup lama hidup.

Sudah cukup tersakiti.

Jadi, kurasa

jatuh dari jurang pun tidak akan terasa sakit.

Kumohon

cintailah aku.

Aku juga ingin dicintai.

Dia akan segera diusir.

Dia jatuh miskin karena harus membayar gugatan itu.

Kini dia tidak punya apa pun.

Berikan tasmu dahulu. Baiklah.

Tunggu sebentar.

Kamu bisa turun sekarang.

Awas, hati-hati.

Keluarkan satu per satu. Hati-hati.

Kakiku.

Pegang kakiku.

Aku memeganginya dengan erat. Percaya kepadaku dan turunlah.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left