The first 200 lines.
"Karakter, lokasi, insiden, organisasi"
"Dan latar belakang drama ini hanyalah fiksi"
Tidak, tolong jangan bunuh aku...
Seharusnya kamu tahu diri,
Min Seol A.
Aku punya seseorang yang bisa membantuku.
Jika sesuatu terjadi kepadaku,
kakakku akan menemukanmu dan membuatmu menanggung akibatnya.
Kalau begitu... Si berengsek Gu Ho Dong adalah kakaknya?
"Kakak"?
Min Seol A punya kakak?
Ayolah, dia yatim piatu.
Itu mungkin seseorang yang dia temui di panti asuhan.
Apa itu berarti guru di SMA Seni Cheong A
dan Min Seol A berasal dari panti asuhan yang sama?
Kenapa bertanya kepadaku?
Kamu yang seharusnya mencari tahu.
Sudah kubilang cari ponsel Min Seol A.
Kamu pikir aku tidak melakukan apa pun? Dasar kamu...
Aku akan berusaha sebaik mungkin.
Aku akan menemukannya.
Jika dia seorang guru,
ini akan terlalu sulit. Bukan begitu, Sekretaris Cho?
Serahkan saja kepadaku.
Karena ini terjadi karena ulahku, aku yang akan mengurusnya.
Pimpinan Joo, aku Lee Kyu Jin.
Kamu percaya padaku, bukan?
- Sekretaris Cho. - Ya, Pak.
Cari Gu Ho Dong dan awasi dia baik-baik.
Cari tahu apa pekerjaannya, dan apa aktivitasnya di masa lalu.
Tidak ada yang boleh meninggalkan goresan dalam hidupku.
Aku berusaha keras untuk sampai sejauh ini.
Hidupku harus sempurna.
Ya?
Dengan ibu Bae Ro Na?
Aku Cheon Seo Jin, kepala Departemen Kesenian Cheong A.
Bae Ro Na telah menyerahkan surat pengunduran diri.
Kamu sudah tahu?
Masih ada waktu 2 pekan untuk batal, tapi jika tidak diperlukan,
aku akan segera menyerahkan surat pengunduran dirinya.
Apa yang terjadi?
- Kamu akan keluar dari sekolah? - Aku tidak mau bersekolah.
Apa maksudmu? Kamu tahu sesulit apa diterima di sana.
Astaga. Ada apa denganmu?
Kenapa kamu tiba-tiba melakukan ini?
Aku muak dengan semuanya.
Pergi ke sekolah dan bernyanyi.
Ro Na, ada masalah, bukan?
Kamu bisa memberi tahu ibu.
Katakan saja. Ibu akan mengurusnya.
Tidak ada alasan. Aku muak dengan semuanya!
Kenapa kamu tiba-tiba muak dengan semuanya?
Ujian tengah semester sebentar lagi. Omong kosong apa ini?
Kamu berjanji akan membawakan ibu trofi SMA Seni Cheong A.
Kamu bilang akan kuliah di Universitas Seoul.
Kamu berjanji akan bergabung dengan opera.
Ada apa denganmu tiba-tiba?
Aku pasti sudah gila!
- Apa? - Kenapa kita pindah ke Hera Palace?
Kenapa Ibu membuatku bersekolah di SMA Seni Cheong A?
Ini semua salah Ibu!
Pimpinan Joo sudah pulang.
Kamu pulang larut.
Pelaku insiden maneken akan segera tertangkap.
Kamu menemukannya?
Siapa itu?
Aku belum yakin. Akan kuberi tahu jika sudah pasti.
Aku akan menemukannya bagaimanapun caranya
dan membuktikan aku tidak ada kaitannya dengan kematian Seol A.
Istirahatlah.
Hati-hati.
Suamiku mencari orang di balik insiden pancuran itu.
Terima kasih. Jaga dirimu juga.
"Terima kasih. Jaga dirimu juga"
Joo Dan Tae.
Aku pasti agak mengganggumu.
Apa yang ingin kamu bicarakan?
Duduk di depanmu seperti ini membuatku tidak nyaman.
Akuntan pajakku bilang hari ini
bahwa kamu masih belum melaporkan kematian Hye In.
Aku mengerti ini sulit,
tapi mempertahankannya seperti ini tidak akan menghidupkan dia.
Kamu terdengar seolah
kamu menunggu Hye In mati.
Tega sekali kamu bilang begitu.
Dia koma selama 16 tahun.
Kenapa terburu-buru melaporkan kematiannya?
Ada tanah atas namanya
dan masalah warisan tidak semudah itu.
Tanah itu
diberikan kepada Hye In oleh mendiang kakeknya.
Itu bukan milikku atau milikmu.
Hye In sudah meninggal.
Kita orang tuanya.
Jika kita setuju, kita bisa jual dengan harga tinggi
dan menggunakannya untuk tujuan baik.
Siapa bilang kamu bisa menjual lahan itu?
Aku belum siap berpisah dengan Hye In.
Aku akan mengurus masalah apa pun soal itu.
"Surat Cerai"
Mari kita akhiri. Aku akan menuruti keinginanmu.
Kamu memutuskan lebih cepat daripada dugaanku.
Apa kreditur itu memburumu?
Tepati janjimu.
Eun Byeol tidak boleh tahu.
Tepati janjimu.
Kami akan merahasiakannya dari ayahku.
Jika perceraian ini mengancam jabatan direktur masa depanku,
maka kamu harus membayar semua tunjangan itu.
Aku menjadwalkan janji temu Eun Byeol dengan seorang psikiater.
Dia sama sekali tidak bermasalah.
Aku seorang dokter!
Itu keputusanku untuk putriku. Jadi, bekerjasamalah.
Kalau tidak, aku tidak bisa memberimu hak asuh.
Baiklah, kalau kamu bersikeras.
Serahkan dokumennya besok pagi.
Tidak ada alasan untuk menunda hal yang baik bagi kita berdua.
Tunjangan tujuh juta dolar cukup murah hati.
Haruskah aku berterima kasih?
Kamu yakin tidak akan menyesali ini?
Untuk apa aku menyesal?
Kali pertamanya aku dipermalukan dalam hidupku lewat pernikahan.
Aku membayar terlalu mahal
untuk pengalaman unik menjadi
menantu pemilik kebun anggur yang miskin.
Akhirnya aku merasa seperti kembali menjadi Cheon Seo Jin yang asli.
Seo Jin, Ro Na tidak boleh meninggalkan sekolah.
Aku tidak akan pernah membiarkannya.
Bagaimana kamu bisa melawannya jika itu keinginannya?
Pasti ada alasannya.
Jika kamu memberiku waktu, aku akan membujuknya.
Beri kami waktu.
Ro Na sangat ingin bernyanyi.
Bukankah itu yang kamu inginkan?
- Apa? - Dari yang kulihat,
sepertinya kamu memaksanya melakukan hal yang tidak bisa kamu lakukan.
Kamu tidak peduli pada putrimu yang lelah
dan kamu sangat ingin hidup melalui dia.
Aku bisa melihat betapa tertekannya Ro Na.
Berhenti bicara omong kosong.
Aku akan membujuk putriku.
Dia berhenti sekolah? Itu tidak akan pernah terjadi.
Karena kamu dan ayahmu, aku tidak pernah lulus SMA,
tapi akan kupastikan Ro Na lulus dari SMA Cheong A.
Aku akan
mewujudkannya.
Kurasa membiarkannya mengambil GED juga bisa menjadi pilihan.
Dia anak yang cerdas. Jadi, pasti ada jalan keluarnya.
"Pemberitahuan Penerimaan"
"Aku akan masuk Universitas Musik Seoul!"
Ada apa ini di luar?
Aku akan membuangnya.
Aku tidak butuh musik lagi.
Ro Na, apa yang kamu pakai saat waktunya sekolah?
Kenapa kamu memakai riasan?
Sudah kubilang aku berhenti sekolah.
Untuk sementara, aku hanya akan bersenang-senang.
Kenapa kamu melakukan ini?
Kamu ingin melihat ibu menjadi gila?
Tidak akan ada yang berubah.
Apa pun yang terjadi.
- Aku tidak akan bersekolah. - Kenapa tidak?
Kamu ingin masuk SMA Seni Cheong A selama ini.
Berapa kali harus kubilang aku muak?
Aku tidak mau bernyanyi.
Melihat kertas musik saja membuatku muak.
Bisa tinggalkan aku sendiri?
Ibu tidak bisa tinggal diam. Ikut ibu.
- Lepaskan! - Ikut ibu!
Lepaskan aku!
Ikut ibu kecuali kamu ingin ibu gila!
Lepaskan aku!
Cheon Seo Jin.
Cheon Seo Jin, di mana kamu?
Ada apa, Bu?
Jangan ikut campur.
Cheon Seo Jin.
Apa yang kamu lakukan di sekolah bonafit ini?
Keluar sebelum kupanggil polisi.
Jaga sikapmu, Bu Oh.
Ini ruang guru.
Siswa lain bisa melihat.
Batalkan surat pengunduran diri Ro Na.
Aku tidak pernah memberinya izin.
Bae Ro Na. Kamu setuju dengan ibumu?
Tidak. Keputusanku sudah bulat.
- Aku akan berhenti sekolah. - Ro Na, jangan.
Katakan kamu tidak akan melakukan ini.
Katakan kamu akan tetap bersekolah.
Sudah cukup.
Aku tidak tahan lagi. Aku benar-benar tidak bisa.
Aku merusak ujian praktikku,
dan aku tidak bisa masuk Universitas Musik Seoul.
Kamu dengar itu?
Kami menghormati keinginan siswa.
Yang terpenting,
Ro Na mengakui dia tidak cocok belajar di sini.
Dia menyadari kemampuan dirinya.
Tidak. Kamu yang tidak cocok mengajar di sini.
Saat ada siswa yang bermasalah, bukannya mengayomi dia,
No comments yet. Be the first to leave one.