The first 200 lines.
"Episode 71"
- Dia bersama siapa? - Go Ya.
Go Ya?
Sedang apa kamu di sini? Di luar berbahaya.
- Kenapa? Apa terjadi sesuatu? - "Terjadi sesuatu?"
Ya, banyak yang sudah terjadi.
- Ayah sungguh tidak tahu? - Ada apa?
Kamu memenangi gugatannya. Seharusnya kamu senang.
Kenapa kamu tampak jauh lebih murung daripada sebelumnya?
Ayah tidak tahu
penderitaan yang kurasakan sekarang.
Ayah tidak tahu betapa mengerikannya hidupku.
- Go Ya. - Ayah tahu siapa penyebabnya?
Ini semua karena Ayah.
Ini semua karena Ayah!
"Ayah"?
Mana mungkin?
Apa yang dia bicarakan?
Ayahku berselingkuh 10 tahun lalu.
Selingkuhannya mendatangi ibuku
dan bersikeras menyuruh ibuku aborsi
karena dia mencintai ayahku.
Ibuku terkejut dan itu mengakibatkan
adikku lahir prematur.
Itu sebabnya adikku tidak terlahir dengan kondisi sehat.
Ayahku tidak berniat
memberikan ginjalnya.
Semua yang dia lakukan
hanya sandiwara.
Dia bukan hanya mengambil ayahku,
tapi benar-benar menghancurkan keluarga kami.
Dia wanita terkutuk yang menyebabkan Go Woon sakit
dan ibuku pingsan.
Dia sampah.
Yang dia maksud bibiku?
Wanita itu
adalah bibiku?
Bagaimana bisa dia melakukan itu?
Kenapa?
Kurasa masa depan kita
tidak akan bahagia. Apakah itu cukup?
"Kelas Memasak Jang Ok Ja"
Ji Seok, kamu sudah bangun?
Apa dia masih tidur?
Ji Seok.
Ada apa?
Nomor yang Anda tuju tidak bisa dihubungi. Tinggalkan pesan
setelah nada berikut.
Ada apa?
Ibu, apa ada kabar dari Ji Seok?
Dia tidak ada di kamarnya?
Tidak. Mungkin dia tidak pulang semalam.
Dia tidak mungkin menginap tanpa mengabari.
Ibu yakin dia sedang berolahraga.
Mungkin.
Eun Seok, kamu sedang berolahraga bersama Ji Seok?
Kami tidak berolahraga pagi ini. Kenapa?
Dia tidak pulang semalam.
Apa? Tanpa mengabari Ibu?
Tidak. Biasanya dia tidak begini.
Jangan terlalu cemas.
Aku yakin dia ketiduran setelah bekerja lembur.
Aku akan mencoba meneleponnya.
Nomor yang Anda tuju tidak bisa dihubungi. Tinggalkan pesan...
Ada apa dengannya?
Aku mulai cemas.
Kenapa kamu melakukan ini?
Kapan kamu akan berhenti?
Aku mengerti.
Kamu pasti sangat kebingungan.
Tapi aku minta tolong kepadamu.
Tolong lupakan aku.
Kamu harus melakukannya.
Beri sedikit waktu.
Waktu akan menyembuhkan segalanya.
Suatu hari nanti,
aku hanya akan menjadi kenangan.
Tidak.
Kamu mungkin tidak akan mengingatku sama sekali.
Maafkan aku
karena harus melepaskanmu
dan tidak bisa mempertahankanmu.
Baiklah.
Kita berpisah saja.
Aku juga
akan melepaskanmu.
Aku tidak yakin bisa melakukannya,
tapi aku akan mencoba melupakanmu.
Aku tidak akan pernah menemui seperti ini
atau menghubungimu lagi.
Tapi jika...
Jika...
Aku terlalu merindukanmu.
Meski merindukanku,
kamu tetap tidak boleh menemuiku.
Jaga dirimu.
Kamu juga.
Nomor yang Anda tuju tidak bisa dihubungi. Tinggalkan pesan...
Dia tidak menjawab?
Ya.
Kira-kira dia ke mana?
Jangan terlalu cemas.
Dia tidak pernah terlibat masalah.
Ibu yakin dia hanya sedang banyak pekerjaan.
Seharusnya dia bilang.
Kak Ji Seok.
Hai, Go Woon.
Ada apa kemari?
Kakak ingin menepati janji kakak.
Ayo, terus. Tekan pedalnya lebih keras.
Tidak apa-apa. Kakak memegangimu.
Baiklah. Itu dia.
Kamu meluncur!
Bagus!
Kerja bagus.
Kakak sudah berbaikan dengan Kak Go Ya.
Kurasa belum.
- Go Woon. - Ya?
- Maafkan kakak. - Untuk apa?
Untuk semuanya.
Kakak meminta maaf mewakili orang
yang membuatmu sakit.
Itu bukan salah Kakak.
Kak Go Ya bilang
kita tidak perlu meminta maaf jika saling mencintai.
Cinta?
Ya. Aku menyukai Kakak.
Jadi, Kakak tidak perlu meminta maaf.
Baiklah.
Kakak juga menyukaimu.
Kakak sangat senang bisa bertemu denganmu.
Karena kamu mengajarkan cinta kepada kakak,
kakak bisa berbahagia dengan Go Ya.
Jika bahagia, kenapa wajah Kakak tampak sedih?
Kakak seperti akan pergi jauh.
Kakak tidak sedih.
Kakak sangat senang telah bertemu dengan orang-orang luar biasa.
Kakak punya sesuatu untukmu.
Apa itu?
- Ini. - Bola sepak.
Ya. Kamu bercita-cita menjadi pemain sepak bola, bukan?
Kakak yakin itu akan terwujud.
Menurut Kakak begitu?
Tentu saja. Go Woon, jangan pernah menyerah.
Kakak akan memastikan kamu mendapatkan transplantasi.
Itu janji kakak.
Kak Ji Seok.
Hei, kenapa anak kecil sepertimu menghela napas?
Sepertinya
Kak Ji Seok dan Kak Go Ya sangat menderita.
Cinta itu sulit.
Aku ingin menemui Pak Burung Layang-layang.
- Siapa itu? - Kakak tidak perlu tahu.
Pak Burung Layang-layang?
Ayah tahu siapa penyebab kekacauan ini?
Ini semua karena Ayah.
Ini semua karena Ayah!
- Kenapa dia? - Ada apa?
Aku sedikit mencemaskan Go Ya.
Kenapa?
Dia tampak agak stres.
Kurasa hubungan dia dan pacarnya tidak berjalan baik.
Itu bukan urusanmu.
Meski hubungan dia dengan pacarnya tidak baik,
pikirmu itu akan berpengaruh kepadanya?
Dia memenangi gugatan terhadap ayahnya.
Dan pantas saja hubungan dia tidak berjalan baik.
Siapa yang mau menerima menantu mengerikan seperti itu?
Dia mungkin tampak tangguh, tapi sebenarnya hatinya lembut.
Sayang.
Kamu benar-benar akan terus membelanya?
Baiklah.
Dompetmu sudah ketemu.
Ya. Pemiliknya menyimpannya.
Kamu pasti dekat dengan pemiliknya.
Dia bahkan meneleponmu.
Tentu saja kami dekat.
- Bagaimana kamu mengenalnya? - Dia adikku...
Maksudku, dia sudah seperti adikku sendiri.
- Kak Yang Sook. - Ada apa?
Ayolah, jangan dingin begitu.
Kakak tidak lapar? Ayo kita makan siang.
Kamu yakin bisa makan bersama kakak?
Apa maksud Kakak?
Tae Ran, kenapa kamu berbohong kepada kakak?
Apa yang kulakukan?
Dompet yang tertinggal di kedaimu
bukan milik San Deul.
Kakak bisa melihat kamu tepergok dari ekspresi wajahmu.
Sebenarnya, aku sedikit bingung.
Itu bukan milik San Deul.
Itu dompet pelanggan yang tertinggal.
Kenapa Kakak tertawa?
Kamu mengencani seseorang, bukan?
Sepertinya kakak benar. Tampaknya kamu tidak bisa mengatakan apa pun.
Tidak. Apa maksud Kakak?
Kakak tidak berselera.
Kamu bisa makan siang bersama pacarmu.
Astaga. Bukan begitu, sudah kubilang.
Astaga. Ini sangat mengesalkan.
No comments yet. Be the first to leave one.