The first 200 lines.
Aku selalu mencintaimu. Aku tak pernah berhenti mencintaimu.
- Kau masih mau menikahiku? - Ya, aku akan menikahimu.
Aku harus beri tahu kalian aku diterima di Cornell.
Haddie, selamat. Itu luar biasa.
- Ibu sangat bangga. Sungguh. - Terima kasih.
Ibunya dipenjara.
Dia melepas hak asuh anaknya
untuk menjauhkannya dari sistem pengasuhan.
Ini Victor.
Hai.
Sarah Braverman, maukah kau menikah denganku?
Lyla Hershfeld.
Ibu tak sungguh membandingkan hubunganku dan Mark dengan Lyla Hershfeld.
Crosby bersumpah dia wanita terakhir baginya.
Lalu mereka putus dua pekan kemudian.
Kini dia selamanya terpampang di foto keluarga kita.
Ibu...
Mereka 24 tahun. Lyla memakai kaus pendek.
Siapa pun bisa menduganya. Mark dan aku bertunangan.
Ya. Di mana cincinnya?
Kami sedang mengusahakan itu.
- Ya. - Berhati-hatilah.
Drew, Amy menyukaimu apa adanya.
- Ibu, ayolah. - Sarah, jangan mengganggunya.
Dia membentuk ototnya untuk penyambutan Amy, paham?
- Bagaimana pencarian kerjanya? - Bagus, Ayah.
- Sungguh? - Tidak, Ayah.
Aku tak mau jadi pramutama bar lagi.
- Itu dunia yang keras. - Lima kali lagi.
Ibu, kumohon.
Hanya keluarga, itu aturannya.
Berterimakasihlah kepada adikmu Crosby untuk itu.
Aku membawakan creamer, Sayang.
Hei.
Hei, Sayang, ibu membuat sarapan siang.
Ibu membuat french toast dan bakon.
Ini matang, seperti kesukaanmu.
Ingat saat ibu bilang akan membuat sarapan siang?
Aku sudah kenyang dengan ini, Julia.
Hei, ibumu menghabiskan banyak waktu memasak semua ini.
Tak apa.
Sayang.
Victor, ibu akan sangat menghargainya jika kau tak...
Setelah kau selesai menontonnya,
jika kau tak menontonnya saat Sydney ada di sini, paham?
Baiklah.
Kenapa dia boleh menonton TV?
- Syd! - Ini tidak adil.
Kemari.
Kenapa dia boleh makan di depan TV juga?
Sydney, ini sarapan siang. Kemarilah.
Syd.
Kemari. Ayo.
Aku tidak mau pergi ke Burger and Pie.
Apa maksudmu?
Burger and Pie tempat favorit kita. Kita suka Burger and Pie.
- Saat aku 8 tahun. - Ya, Sayang.
Apa kau ingat saat dia menyender ke kursi belakang
dan bilang, "Aku tahu, ayo ke Burger and Pie. "
Aku 8 tahun dan aku tidak peduli. Aku harus bertemu teman-temanku.
Ini pekan terakhir.
Ayo semua pergi ke Burger and Pie
Hentikan!
- Ini pekan terakhir sebelum aku pergi. - Benar, saatnya kumpul keluarga.
Ibu tahu banyak yang harus dilakukan,
jadi, ibu pikir kita harus bertemu sebelum Burger and Pie,
beli mantel musim dingin... Dengar.
- Tidak. - Ide bagus, Sayang.
- Jangan menyela. - Tidak. Aku tak butuh mantel.
Kau tahu sedingin apa di luar sana?
Tiap dua hari aku harus bersama kakek-nenek
atau bibi atau siapa pun atau pemotretan bodoh itu.
Aku butuh waktuku sendiri
Itu bukan pemotretan bodoh.
- dengan temanku. - Tidak bodoh.
Kakek-nenekmu, semua ingin melihatmu.
Bibi dan pamanmu juga, paham?
Tidak usah.
Semua orang berkumpul untukmu.
Ibu rasa kau juga harus sisihkan waktu untuk Max.
Kukira Burger and Pie untuk itu.
Tidak, itu waktu keluarga.
Ayah mau kau dan Max habiskan waktu berdua.
Baiklah. Akan kulakukan.
Kau tak tahu sebrutal apa musim dingin Pantai Timur.
Mungkin itu alasannya semua orang di Cornell bunuh diri.
- Angin menerpa wajah. - Astaga.
- Itu tak benar, Max. - Itu benar, Ayah.
- Tidak. Itu rumor. - Benar.
- Bisa berhenti? - Orang terjun dari jembatan.
Kakakmu takkan terjun dari jembatan.
Aku terjun dari jembatan jika tetap di sini.
- Kau butuh mantel. - Itu tidak masuk akal.
- Tepat sekali. - Tepat sekali.
Yang kuinginkan adalah seseorang
Seseorang yang takkan pergi dariku
Seseorang yang bisa kuandalkan Seseorang untuk menari bersama denganku
Yang kuinginkan adalah seseorang
Seseorang yang takkan pergi dariku
Seseorang yang bisa kuandalkan
Seseorang untuk menari bersama denganku
Maaf mengganggu latihan.
Tapi aku punya opsi makan siang.
Lihat itu, hidangan favoritku di menu The Luncheonette.
- Ya... Aku? - Kau.
- Aku orangnya? - Ya.
Astaga. Bukan Crosby?
Maksudku, dia cukup lezat.
Crosby memang lemayan lezat, tapi, ya.
kurasa kau mengalahkannya.
- Terima kasih. - Baik. Kita lihat.
Pastikan kau menulis namamu di sebelahnya atau aku takkan tahu siapa memesan apa.
Baiklah.
Ya, baik.
Sepertinya ini pesanan yang bagus.
- Ya? - Ya, coba lihat apa kau setuju.
TELEPON AKU MALAM INI!
Pilihan yang sangat baik.
Terima kasih.
Untukmu?
Halo.
Aku di sini untuk menaruh deposit untuk foto keluarga Braverman.
Taruh saja di meja. Terima kasih.
- Di sini? Di meja... - Ya.
Kau takkan lupa, bukan? Ibuku tak mempercayakan ini padaku.
Ini grup sangat besar yang dijadikan satu. Kira-kira 17 atau 18 orang, entahlah.
Tapi, boleh aku tanya pendapatmu, sebagai fotografer keluarga?
Apa tunangan biasanya termasuk di dalam potret keluarga?
Aku tidak terlalu peduli.
17 atau 18...
Aku menagih bukan per kepala, jadi, itu sepenuhnya terserah padamu.
- Baik. - Baik.
Baiklah. Terima kasih.
Butuh bantuan, ya?
- Ya. - Apa itu serius?
Maksudku, itu sangat retro,
- kini ada internet. - Ya.
- Apa kau menaruhnya di sana lalu lupa? - Itu sungguhan. Itu juga ada di internet.
Kau tak pernah tahu kapan orang genius akan lewat.
Omong-omong, aku...
Aku sedang mencari pekerjaan.
- Apa pekerjaannya? - Kau berpengalaman?
- Ya. - Karena aku hanya butuh orang
yang paham fotografi, jadi...
Ya, tentu. Pengalamanku kudapatkan baru-baru ini.
Aku bekerja di bidang grafis dan...
kebanyakan fotografi film sungguhan.
Soal digital, tak terlalu banyak.
Kau bisa siapkan pemotretan?
Mengganti lensa, memasang kartu memori, menyesuaikan cahaya?
Ya, aku bisa.
Kau bekerja di film?
Ya, film terutama.
Itu nilai plus. Aku suka film.
Baiklah.
Ya? Aku bisa diwawancara untuk itu?
Sampai jumpa besok pukul 14.30.
- Kau ada pekerjaan besok? - Ya.
Itu luar biasa.
Astaga. Berapa gajinya?
- Maksudku, haruskah kita membahas... - Kita lihat kinerjamu besok.
- Baiklah. - Kita akan tahu itu.
Ini masa percobaan. Aku menghargai itu.
Aku mengerti itu. Terima kasih banyak.
- Omong-omong, aku Sarah. - Hank.
Hank, ini luar biasa.
Ini seperti takdir.
- Bukankah begitu? - Kita lihat.
Mau kusingkirkan papannya?
- Tidak, biarkan saja. - Baik.
Firasatku bagus soal ini.
- Terima kasih, Hank. - Sampai besok.
Pukul 14.30, ya.
Baiklah, ini Guacamole.
Dia kadal pertamaku. Kau bisa lihat, dia masih hidup.
Boleh kupegang?
Tidak, terlalu berisiko.
Kau tidak tahu apa-apa tentang dia.
Dan aku benar-benar tak tahu banyak tentangmu.
Sydney dan Jabbar berbeda.
Terkadang mereka boleh memegangnya. Aku bisa percaya mereka.
Mereka lebih lama di sini.
Maksudku, secara teknis kau sepupuku, tapi kau diadopsi, jadi lain.
Kau bahkan belum benar-benar jadi bagian dari keluarga.
Kita kembalikan dia.
Sekarang ayo lihat Rupert, tikus belandaku.
Baik, Max.
Aku tak percaya dia merekrutmu dan menyuruhmu pergi
untuk sesi foto besok tanpa pengalaman.
- Itu gila. - Dia tak tahu aku tak berpengalaman.
Kau berbohong?
Kau tidak pernah berbohong dalam wawancara pekerjaan?
Tentu saja tidak pernah.
Astaga, entahlah. Pokoknya, dia pria penggerutu yang sangat aneh.
Mana tahu ini akan berhasil?
Aku tak sabar ingin menemuinya di sesi foto keluarga besar.
Kau tersedak karena basa-basi itu?
Ya.
Aku bangga akan basa-basiku.
Kau sudah bicara dengan ibumu soal itu?
No comments yet. Be the first to leave one.