The first 200 lines.
Inilah episode kedua Kids These Days.
Pekan lalu, kita semua menemui mereka.
- Ya, itu benar. - Ya.
Bagaimana rasanya, Ahnparka?
"Kenapa dia dipanggil Ahnparka?"
Bagiku...
- Pak Ahnparka. - Ya?
"Jung Hwan membawa setumpuk pakaian di ruang tunggu"
"Itu karena parkanya tebal"
"Kata 'parka' membuatnya tertawa"
"Itu juga membuat Haon tertawa"
"Tertawa"
"Apa salahnya dengan parka?"
"Semua menyebutnya 'jaket empuk'"
"Benarkah?"
"Kupikir rasanya melegakan karena dia tidak menyebutnya jaket"
"Aku ingin mengatakan itu, tapi aku langsung menggantinya"
Kamu ingin terdengar muda.
"Bahkan katanya yang hati-hati dia pilih berasal dari alam lain"
"Dan seperti itulah julukannya menjadi Ahnparka"
"Bagaimana rasanya, Ahnparka?"
"Dia tidak menyambut julukan itu"
- Pak Ahnparka? - Ni, ni.
- Ni, ni? - Apa itu?
- Kamu bilang apa? - Kamu tahu apa artinya?
- Apa itu? - Itu...
Kamu tahu ni, ni? Kamu tahu?
- Apa itu? - Kamu belajar.
Aku cukup banyak belajar. Aku terhanyut
dalam dunia kaum muda masa kini.
Tentu, kamu mengatakan itu,
- tapi ruang tunggu kami sama. - Benar.
Katanya pekan lalu melelahkan.
- Dia menjadi begitu lelah. - Dasar pembohong.
Aku tahu.
Seharusnya aku tidak berbincang di ruang tunggu.
Dia mengungkap segalanya.
- Ni, ni? - Benar.
- Ni, ni? - Artinya "tidak, tidak".
- Ni, ni. - Ni, ni.
- Kamu tidak tahu? - Ya.
Kamu bahkan tidak tahu hal itu?
- Kamu tahu gigitan hati? - Aku tidak tahu.
Kamu tidak tahu? Seperti ini.
"Gigitan hati"
Kamu tidak tahu ini.
Aku tahu itu.
Benar sekali.
Seharusnya kamu menggigit sedikit seperti Seul Gi.
Kamu terlihat seperti menggigit daging iga.
Itu gigitan yang besar.
"Ini gigitan yang berbeda"
Dan kumohon padamu.
Tolong jangan duduk dengan menyilangkan kaki.
"Dia pikir tidak akan ada yang tahu"
- Kumohon, Bu. Ayolah. - Maafkan aku.
- Kenapa kamu duduk seperti itu? - Maafkan aku, Pak.
Astaga.
Pertama, mari bahas Tim KPS yang ditemui Jung Hwan dan Haon.
Video kami adalah "tingjak".
- Benarkah? - "Tingjak".
Aku tahu kata ini.
Astaga, kemajuanmu cukup bagus, Ahnparka.
Kamu menggunakan kosakata yang mengesankan.
- "Tingjak". - "Tingjak".
- Aku banyak berubah, bukan? - Itu benar.
Ni, ni.
"Pekan lalu, para panelis memilih dari 12 tim berbeda"
"Grup pertamanya terdiri dari tiga tim berbeda"
"Satu. Tim yang berkumpul lewat salmon"
"Dua. Roti kastanya besar berjiwa bebas, Jang Joo Young"
"Tiga. Kakak adik tidak realistis, Im Bersaudara"
"Tim pertama yang akan mereka temui"
"Adalah Klub Penyantap Salmon"
"Mereka melahap salmon seolah mereka adalah beruang"
"Mereka memikat para kaum muda dan orang dewasa dengan salmon"
"Jung Hwan sangat jatuh cinta pada mereka"
"Haon tertarik pada rasa salmonnya"
"Mereka berdua belum pernah merasakan klub di universitas"
"Mereka memberi tahu ibu ketuanya mengenai kabar ini"
"Apa ada orang yang kamu inginkan dari para panelis?"
"Dia memilih Jae Seok"
"Jung Hwan merasa terluka"
"Ahn Jung Hwan juga ada di sini"
"Halo, aku senang melihatmu bermain sepak bola di TV belakangan ini"
"Dia sudah lama pensiun"
"Tim yang akan kalian temui"
"Adalah Ahn Jung Hwan dan Haon"
"Dia merasa ragu sebelum berterima kasih"
"Itu respons yang mereka takutkan"
"Jung Hwan meledak"
"Mereka antusias, sekaligus khawatir"
"Bagaimanakah pertemuan mereka?"
"Inilah saat akhir di musim gugur"
"Sebelum musim dingin akhirnya datang"
Haon sudah datang?
Aku sungguh terlihat seperti pria paruh baya.
- Tipikal pria paruh baya. - Kamu benar.
"Dia tidak memakai parka hari ini"
Astaga, jadi kami menuju ke Tim KPS.
Itu dia. Haon datang.
Cepat, Ji Sung.
- Bagaimana kabarmu? - Dia terlihat sangat manis.
Da terlihat tampan.
- Aku sengaja memakai warna salmon. - Itu bagus.
Pakaian Jung Hwan bagus.
- Tapi nuansanya berbeda. - Jung Hwan terlihat gelap.
Kamu baik-baik saja?
Ya. Halo.
- Ada apa? - Tidak ada apa-apa.
Bersandarlah.
Diamlah saja. Aku akan membantumu.
- Astaga. - Apa ini?
Aku harus membuatnya tetap aman saat mengemudi.
"Merasa bingung"
Astaga.
"Dia bersikap sangat manis"
Diamlah saja.
Terima kasih.
Karena Bu Ketua Lee Ji On,
- aku tidak bisa tidur nyenyak. - Itu namanya?
Ya.
Akan kujelaskan ini dengan sepak bola.
- Jadilah pemain tengah dan serang. - Baiklah.
Lalu lemparkan ke arahku dan aku akan berbicara.
"Bertekad"
Kita harus telepon mereka lebih dahulu.
- Benar. - Mari telepon lebih dahulu.
- Aku akan menelepon mereka. - Baiklah.
Bagaimana jika mereka tidak menyambut kita?
"Khawatir"
Aku yakin itu pasti salah satu kekhawatiran terbesar
- yang kalian rasakan. - Ya.
"Menelepon"
- Halo? - Halo.
Dia selalu terdengar sangat ceria.
- Halo. - Ini Kids These Days.
Baiklah.
Aku anggota permanennya.
Anggota permanen?
- Namaku Haon. - Baiklah.
Ahn Jung Hwan juga ada di sebelahku.
Kamu tahu siapa kami?
Tentu saja. Kini aku tahu siapa kalian.
Sekarang kamu tahu?
Dia akhirnya tahu siapa mereka.
- Akhirnya dia tahu siapa kita. - Pekan lalu kamu tidak tahu kami?
Ada banyak hal yang ingin kukatakan padamu.
- Banyak yang ingin kami katakan. - Benar sekali.
Kami harus pergi ke mana?
Jelaskanlah kepada kami.
Datanglah ke ruang lima di kafe belajar
- di Sinchon. - Kafe belajar?
- Mereka belajar dan rapat di sana. - Kami akan datang ke sana.
- Sampai nanti. - Sampai nanti.
- Sampai nanti. - Sampai nanti.
Dia menarik.
Dia terlihat menarik.
"Mereka berharap itu akan menjadi pertemuan yang menyenangkan"
"Menghela napas"
Bisa dikatakan, kita akan diwawancarai.
- Agar bisa bergabung klubnya. - Benar.
Kudengar mereka akan meloloskan atau menggagalkan pendaftarnya.
Benar. Aku khawatir akan gagal.
Aku yakin kamu akan diterima.
Jika gagal karena usiaku, aku akan cukup kecewa.
Aku khawatir.
- Mereka bisa menggagalkanmu? - Aku tidak tahu hal itu.
Kamu akan segera mengetahuinya.
Klub Penyantap Salmon.
Aku pernah mendengar klub pemakan daging.
- Ini kali pertama untuk salmon. - Aku juga.
Kaum muda masa kini berpikir dan melakukan hal yang bahkan
- tidak dipikirkan orang sepertiku. - Benar.
Kamu dalam perjalanan mengantarnya ke sekolah?
- Terlihat seperti itu. - Aku bisa melihatnya.
Kamu akan mengantar Haon, ya?
- Dia akan pergi ke akademi. - Kupikir juga begitu.
- Astaga. - Ayah Haon perutnya besar.
Sabuk pengamannya sangat menyesakkan.
- Menyesakkan? Astaga. - Astaga.
Itu sabuk pengaman model yang spesifik seperti itu.
Aku menduga teman-temanmu masih bersekolah.
Semua teman kecilku masih bersekolah.
Saat ini mereka sedang mendaftar ke universitas.
Hal itu pernah membuatmu ingin kembali bersekolah?
Bagiku tidak.
Karena itulah aku keluar.
- Begitu rupanya. - Aku tidak tertarik belajar,
tapi diminta melakukan hal-hal yang tidak ingin kulakukan.
Bagiku, rasanya itu tidak rasional.
Kamu mempertaruhkan semua untuk hiphop.
- Aku sungguh melakukannya. - "Mari lakukan."
- Benar. - Karena kamu suka hiphop.
Aku ingin menantang diri baik aku berhasil atau tidak.
"Aku berhenti sekolah hari ini! Kim Ha On. 2 April 2017"
"Itu merupakan awal barunya sebagai penyanyi rap"
"Memenangkan 'High School Rapper' membuka bab kedua kehidupannya"
Apa arti hiphop bagimu, Haon?
Hiphop bagiku seperti kertas gambar.
No comments yet. Be the first to leave one.