The first 200 lines.
"Bagiku kamu seorang wanita"
"Suara lembut bergema di ruang kelas"
"Katamu aku hanya bermain-main"
"Bagiku kamu seorang wanita"
"Dia melakukan kesalahan"
"Menyanyi"
Belum ada yang datang?
"Aku hanya menunggu"
"Kamu..." Kenapa lagunya berubah?
"Astaga"
Apa? Kenapa?
"Dia memperlihatkan bahwa dia gagap teknologi"
"Menyeka"
"Kenapa dia bersih-bersih?"
Kenapa kamu menyeka meja Kyung Hoon?
Benar.
Ho Dong, sekarang kamu orang baik.
Jangan mengganggu. Tidak lihat aku sedang sibuk?
- Kenapa? - Ada apa?
Adik kesayanganku hari ini datang.
- Siapa adik kesayanganmu? - Jangan duduk di sini.
- Itu meja Kyung Hoon. - Ini mejaku.
- Jangan duduk di sini. - Sebenarnya siapa yang kamu maksud?
- Apa aku mengenalnya? - Siapa dia?
Dia adik kesayanganku. Lee Seung Gi.
Seung Gi.
- Lalu kenapa menyeka mejanya? - Itu dia.
Kupikir teman kesayanganmu Su Geun.
Su Geun terlihat kecewa.
- Dia diam saja sejak tadi. - Dia pelayan kesayanganmu.
Dia pelayan kesayanganmu.
"Dia pelayan kesayanganmu"
Dia pelayan kesayanganmu.
- Bagaimana dengan dia? - Bagaimana dengan dia?
- Dia adik atletmu. - Dia adik atletmu.
Lihat dan tunggu saja.
- Kita lihat dan tunggu saja. - Dia membuat orang kecewa.
Dia membuat orang kecewa.
- Apa itu bangku untuk Seung Gi? - Ya, dia bisa duduk di sampingku.
- Bagaimana dengan Kyung Hoon? - Lalu aku duduk di mana?
Kenapa kamu memindahkan tempat dudukku?
100.000 penggemarnya mengawasi.
- Benar, bukan? - Penggemarnya 200.000 orang.
Aku sebenarnya sedikit canggung memperlakukannya seperti ini.
Astaga.
Kalau kamu ingin mengambil meja seseorang untuk Seung Gi,
- ambil saja meja kami. - Benar.
- Kenapa harus meja Kyung Hoon? - Kenapa kamu melakukan itu?
Benar!
Benar sekali!
Aku sudah bilang ke anggota staf akan ambil salah satu meja kalian,
tapi mereka menyuruhku mengambil meja Kyung Hoon
karena katanya lebih lucu.
Aku juga tidak nyaman karena harus melakukannya.
- Mereka menyuruhku memaksanya. - Apa?
Aku tidak bisa melakukannya.
Kalau kamu disuruh melakukannya, lakukan saja sekarang.
Kembali saja ke mejamu.
Adik kesayanganku akan datang hari ini.
"Tersenyum cerah"
Seung Gi!
- Kenapa baru datang? - Dia datang.
- Tidak perlu malu. - Dia akhirnya datang.
Adikku, Seung Gi.
Dia seperti siswa teladan.
Benar.
Apa yang dilakukan ketua OSIS di kelas kita?
Biar dia memperkenalkan diri.
Senang bertemu kalian semua. Sebelum masuk ke kelas ini,
aku sangat gugup seperti baru bebas tugas wajib militer.
- Benarkah? - Jantungku berdebar cukup kencang.
Lucu rasanya melihat beberapa wajah familier di sini.
Beri tahu kami kamu pindahan dari mana.
Dia membuat tempat ini seperti sekolahan sungguhan.
Aku dahulu adik kesayangan banyak orang,
sekarang aku kembali sebagai pria kesayangan semuanya.
Aku Lee Seung Gi. Senang bertemu kalian semua.
"Si tampan Lee Seung Gi"
Semuanya, bersoraklah!
Astaga.
Semuanya, Su Geun?
Kataku, "Semuanya, bersoraklah."
Sebenarnya ada yang sedikit mengganjal di hatiku.
- Aku ingin mengeluarkannya. - Lakukan saja.
- Apa maksudmu? - Seung Gi!
Seung Gi, apa kabar?
Seung Gi.
"Mengangkat"
Aku sangat merindukanmu.
Seung Gi, bagaimana kabarmu?
Seung Gi, aku merindukanmu.
Sekarang aku di sini untukmu.
Bagaimana kabarmu?
Aku baik-baik saja. Tentu saja. Bagaimana denganmu?
Kamu baik-baik saja?
- Astaga. - Dia konyol sekali.
- Dia berlebihan sekali. - Benar.
Dia pria konyol.
Kalau sangat merindukanku, kenapa tidak pernah mengunjungiku?
Bukankah dia pernah mengunjungimu saat kamu jalani masa wajib militer?
Aku tidak mengharapkannya,
tapi dia bahkan tidak menghubungiku sama sekali.
Ini kali pertamamu melihatnya semenjak bebas tugas?
Ya, benar sekali.
Ho Dong bilang kamu adik kesayangannya.
- Dia pasti sangat kesepian. - Tapi...
Kembali saja ke mejamu, kenapa kamu di sana?
Aku menyukai acaranya, "All the Butlers".
Benarkah?
Dia memimpin acara itu sendiri.
Kenapa kamu tidak mengundang Ho Dong
di episode pertama acaramu?
Aku sebenarnya dididik oleh Ho Dong.
Sungguh.
Dia guru dan masterku untuk acara ragam.
Aku yakin dia akan diundang ke sana dalam waktu kurang dari dua bulan.
- Benar, bukan? - Dia mengaudisimu sekarang.
- Dia hebat di acara ragam. - Ya.
Dia sekarang hebat.
Aku akan mengamati kalian.
Kalau kamu tidak tampil di acaraku, "Mom's Diary",
tapi tampil di acara Seung Gi, "All the Butlers",
aku akan berdemonstrasi di depan rumahmu.
Aku juga akan bergabung dengannya.
Ingat Shin Dong Yeob membawakan acara "Life Bar".
Kamu seharusnya juga tampil di acaraku.
Kurasa tidak bisa.
"Acara itu tidak mengundang tamu"
- Tidak bisa ke acaramu. - Dia lucu.
Harus kuberi tahu dahulu kalau benar-benar tidak bisa.
Kamu melihatnya, bukan?
Saat aku memainkan "Siapa Adik Kesayanganku?"
Bukankah kamu menonton kami saat menjalani wajib militer?
- Aku... - Saat Mino tamu kami.
"Mino melawan Lee Seung Gi"
"Lee Seung Gi"
Sebentar lagi dia bebas tugas.
Hari itu aku berpatroli malam, jadi, aku tidak bisa menontonnya.
Namun, semua orang membicarakannya keesokan harinya.
Mereka bilang namaku disebut di acara ini.
- Ya. - Semuanya biasanya melihatku
sebagai prajurit biasa,
tapi setelah namaku disebut, cara mereka menatapku berbeda.
Apalagi Kang Ho Dong, pewara terbaik di Korea, membicarakanku.
Dia menyebut namaku.
- Aku senang sekali. - Tentu saja.
Saat menjalani wajib militer, aku merasa sangat kesepian.
Aku bersyukur saat ada yang menyebut namaku di acara TV.
"Tanyakan siapa yang dia pilih saat di Piala Dunia Saudara Favorit"
Aku merasa sangat bersyukur.
Saat kamu memainkan Piala Dunia Tipe Ideal...
- Piala Dunia Saudara Favorit. - Maaf.
Hei.
- Piala Dunia Saudara Favorit. - Ya. Piala Dunia Saudara Favorit.
Tanyakan apa dia memilihku.
Kamu memilih Ho Dong sebagai kakak favoritmu, bukan?
- Benar. - Benarkah?
Mereka menanyakan banyak saudara, itu sangat sengit.
- Siapa yang masuk ke semifinal? - Siapa yang masuk ke semifinal?
Kang Ho Dong melawan Lee Seo Jin.
Sengit sekali.
Sebenarnya Seo Jin jauh lebih akrab denganku dibanding Ho Dong.
- Kami juga dari agensi yang sama. - Benar.
Ho Dong juga senior yang menjadi panutanku.
Tapi kamu memilih Ho Dong, bukan Seo Jin.
Seo Jin tidak terlalu memedulikan soal itu.
Di sisi lain...
Seo Jin tidak memedulikannya.
- Dia tidak peduli sama sekali. - Seo Jin tidak keberatan
- sekalipun tidak terpilih. - Benar.
- Ho Dong pasti akan kecewa. - Benar.
Dia selalu bilang dia tidak peduli pada pendapat orang lain tentangnya,
tapi dia selalu mencari komentar tentang dirinya di internet.
Dia pasti selalu mencari pendapat tentangnya di internet. Aku yakin.
Kamu aktif mencarinya 23 kali dalam sehari, bukan?
- Dia selalu melakukannya. - Benar.
Seung Gi, ada yang ingin kutanyakan.
Katamu kamu sangat menghormati Ho Dong. Di sini juga ada Su Geun.
Kenapa kamu tidak tampil kembali di "New Journey to the West"?
Kenapa malah tampil kembali di "All the Butlers"?
Staf "New Journey to the West" tidak menghubungiku.
Sekalipun Ho Dong ingin aku kembali ke acara itu,
dia mungkin cemas aku tidak akan selucu sebelumnya.
Sedingin itulah sikapnya.
Aku yakin keputusan itu dibuat setelah banyak pertimbangan.
Dia menunggumu menetap di acara lain dahulu.
- Kurasa dia ingin yang aman. - Dia mengujimu.
Pemilihan waktumu sekarang sangat tepat.
Tidak ada yang ingin pergi ke sebuah pulau.
- Pulau? - Sekarang dia memerlukan seseorang.
Karena dramamu sudah rampung, berusaha keraslah di acara ragam...
- Aku memilih drama daripada kamu. - Sebelum membintangi drama...
Aku tidak akan punya waktu untuk tampil di acara ragam.
Aku akan bintangi film.
Kalau ingin melihat lautan sebelum bintangi drama atau film...
Peramal katakan aku harus berhati-hati dengan laut.
- Apa? - Aku dan laut tidak cocok.
- Dia menyuruhku ke gunung. - Kamu harus mengatasinya.
Seung Gi, tadi kamu bilang gunung?
Berhati-hatilah. Dia mungkin akan mengganti nama acara itu.
No comments yet. Be the first to leave one.