Release info

오!-삼광빌라-Homemade-Love-Story-E47-E48-NEXT-VIU
A Commentary by ANANG2196

Tags

other
Published on: 2020-12-07
Downloads: 31
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 24"

Sepertinya kamu baik-baik saja.

Aku yakin pasti menyenangkan karena putrimu

bersama ibunya yang kaya. Benar, bukan?

Ini.

Anda mengawasi kami selama ini?

Kalian berdua bom waktu yang bisa meledak kapan saja.

Apa rencana kalian di tengah malam?

Apa kamu memberinya saran

tentang cara menjatuhkan wanita tua ini?

Berpikirlah sesuka Anda.

Sun Jeong,

Aku ingin kamu pergi.

Tutup kos-kosan ini dan pergilah ke tempat yang jauh.

Tempat kamu tidak akan pernah ditemukan.

Kenapa aku harus pergi?

Karena kamu bersalah.

Aku menyembunyikan fakta

membesarkan Chae Woon dari Bu Kim

dan tidak pernah memberi tahu Chae Woon siapa ibu kandungnya.

Anda benar.

Aku menganggap diriku bersalah karena hal itu.

Tapi ini semua terjadi karena Anda, Bu Lee.

Bagaimana bisa Anda menyebutku pendosa

padahal Anda yang memohon agar aku melakukan ini?

Kamu bersalah karena menjadi ibu Bit Chae Woon.

Kamu merampas gadis kaya dan memberinya hidup orang biasa.

Kamu juga bersalah karena membuatnya kembali kepadamu seperti itu

hanya karena kamu membesarkannya. Mengerti?

Kamu

memintaku mengizinkan Bit Chae Woon menjadi cucuku.

Jika itu yang kamu inginkan,

kamu harus menghilang.

Selama kamu menjadi ancaman bagiku,

aku tidak akan pernah tenang.

Aku belum memberi tahu siapa pun soal transaksi di antara kita.

Anda tidak perlu khawatir.

Tidak. Sepertinya Bit Chae Woon

telah mengetahui sesuatu.

Sun Jeong, pergilah ke tempat yang jauh.

Jika kamu melakukannya, aku akan mengakui Seo Yeon

Maksudku,

aku akan mengakui Bit Chae Woon sebagai cucuku.

Jika kamu memilih untuk tinggal,

dia akan kesulitan tinggal di antara keluargaku

dan akhirnya akan disingkirkan.

Aku

tidak akan pergi.

Aku akan tetap di sini dan melihat Chae Woon bahagia

dan memastikan bahwa dia diakui

sebagai cucu Anda.

Aku tidak yakin soal itu.

Mari kita lihat apakah kamu bisa mengatakan itu

saat melihatnya menahan rasa sakit dan penderitaan

akibat hidup ini yang dia pilih.

Pergilah ke tempat yang jauh dan carilah rumah untuk tinggal.

Itu akan lebih dari cukup.

Ambil ini kembali.

Minggir!

Ambil ini kembali.

Pimpinan Lee, jangan menghinaku lagi.

Kamu

akhirnya akan pergi.

Ponselku tertinggal di rumah. Bodoh sekali aku.

Siapa itu?

Sun Jeong, siapa wanita tua itu?

Apa?

Sun Jeong, kenapa kamu pucat sekali?

Sun Jeong?

Bukan apa-apa. Aku baik-baik saja, Hwak Se.

Tapi...

"Putra yang buruk, Woo Jae Hee"

Apa lagi sekarang?

Aku ingin tahu apa Ayah baik-baik saja.

Kamu baru saja meninggalkan tempat ini.

Ayah bukan bayi.

Jika ada masalah, segera hubungi

Jae Hee atau aku.

Aku tidak akan punya masalah.

Aku akan mengurus semuanya sendiri.

Banyak yang harus kukerjakan. Akan kututup teleponnya.

Ibu yakin ingatannya sudah pulih.

Ibu lega.

- Ibu. - Ya?

Aku sempat berpikir dalam perjalanan ke sini.

Kita tidak boleh memberi tahu orang di Vila Samgwang

bahwa ingatan Ayah sudah kembali.

Kenapa tidak boleh?

Syukurlah ingatannya pulih.

Kita harus memberi tahu Sun Jeong dan yang lainnya

dan berterima kasih atas bantuan mereka.

Aku sudah bicara dengan dokter.

Meskipun ingatannya kembali,

dia akan merasa bingung untuk sementara waktu.

Dia mungkin mengalami depresi sebagai efek susulan.

Dan hasil tes psikologisnya menunjukkan

Ayah merasa aman dan stabil

saat memikirkan waktu yang dia habiskan di Vila Samgwang.

Jadi, maksudmu kita harus memberinya

suaka psikologis untuk sementara waktu?

Ya.

Sampai Ayah memberi tahu orang di Vila Samgwang soal ingatannya.

Ibu rasa kamu benar tentang itu.

Omong-omong, dia pura-pura tidak ingat Vila Samgwang

padahal sebenarnya ingat.

Apa karena dia malu?

Kurasa begitu.

Karena Ayah tahu

bahwa hidupnya sebagai James sangat berbeda darinya.

Benar-benar berbeda.

Di hatiku,

angin kencang bertiup.

Hae Deun, jadwal kita sudah diundur.

Kita mulai pekan depan dan kamu bisa pindah ke asrama besok.

Jika aku pindah ke asrama saat Kak Chae Woon pergi...

Aku harus memberi tahu Ra Hoon dahulu.

Ini musim ujian tengah semester, jadi, dia seharusnya di kampus.

Minuman Anda sudah siap.

Terima kasih. Silakan datang lagi.

Apa?

Ra Hoon?

Apa dia bekerja paruh waktu?

Dia tidak punya cukup waktu untuk belajar.

- Aku akan pergi mengantar. - Baiklah.

Cha Ba Reun?

- Terima kasih. Selamat menikmati. - Terima kasih.

Kak Hae Deun.

Hei, kamu bekerja paruh waktu di sini?

Apa?

Ya.

Kamu tidak punya cukup waktu untuk belajar.

Apa kamu punya waktu untuk bekerja?

Kak Hae Deun, aku agak sibuk sekarang.

Nanti kita bicara di rumah.

Kakak datang untuk mengatakan sesuatu.

Tidak, kita bicara nanti saja. Maafkan aku.

- Maafkan aku. - Ada yang ingin kakak katakan.

- Aku sungguh minta maaf. - Apa yang kamu lakukan?

Nanti kita bicara lagi. Aku sangat sibuk sekarang.

Apa...

Ini. Terima kasih.

Ini aneh.

- Kamu sudah kembali. - Ya.

Ba Reun cuti dari kampus agar bisa bekerja paruh waktu.

- Kami sibuk. - Semesternya sudah selesai?

Kami akan segera kembali.

Hati-hati.

Halo. Anda mau pesan apa?

Halo. Aku kakak Ra Hoon.

Halo.

Ra Hoon sedang mengantar pesanan.

Begitu rupanya.

Apa Ra Hoon bekerja keras?

Tentu.

Ra Hoon sangat rajin.

Dia berani merelakan kuliah, tidak seperti kebanyakan anak,

dan bekerja di usia muda.

Aku sangat bangga kepadanya.

Apa?

Kudengar Ra Hoon ingin membuka truk makanan seperti ini nanti.

Dia masih muda, tapi pekerjaannya banyak

dan dia menabung. Itu bukan hal yang mudah.

Kamu punya adik yang hebat.

Kamu mau kopi?

Kak Hae Deun, Kakak masih di sini?

Hei, Ra Hoon.

Kak Hae Deun.

Kak Hae Deun.

Kak Hae Deun.

Hei.

Bagaimana kamu bisa berbohong sebesar itu?

Kenapa kamu berpura-pura menjadi mahasiswa padahal bukan?

Kak Hae Deun, aku sungguh minta maaf.

Aku tidak bermaksud berbohong sejak awal.

Setelah gagal ujian masuk universitas tiga kali,

aku tidak bisa memberi tahu Kakak dan Ibu soal itu.

Paman Hwak Se terus bertanya aku masuk universitas apa,

jadi, aku mengatakan Universitas Seohan secara impulsif.

Tapi itu menyebar sangat cepat.

Bahkan Bibi langsung kembali ke Seoul setelah mendengarnya.

Terutama Ibu...

Ibu tampak sangat bahagia.

Dia menangis bahagia.

Kak Chae Woon dan Kakak antusias sampai aku tidak bisa bilang.

Maafkan aku.

Aku sungguh minta maaf.

Kakak tidak mau kamu minta maaf.

Seharusnya kamu memberi tahu kakak.

Kalian semua punya harapan tinggi untukku.

Dan Ibu...

Ibu harus bekerja lembur sebagai pembantu

untuk membiayai kursusku.

Dia bahkan menderita efusi lutut.

Dan Kak Chae Woon selalu memberiku uang saku

setiap kali dia menerima gajinya.

Dan

bahkan saat dia lelah setelah lembur di hari Minggu,

dia mencoba mengajariku matematika.

Dan saat kita masih muda,

Kakak biasa berkata, "Ra Hoon sangat pintar."

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left