The first 200 lines.
DRAMA INI ADALAH KISAH FIKTIF
SEMUA KARAKTER, ORGANISASI, LOKASI, INSIDEN, DAN AGAMA
DALAM DRAMA INI ADALAH FIKTIF
ADEGAN YANG MELIBATKAN HEWAN DIBUAT DENGAN PROPERTI DAN EFEK VISUAL
EPISODE 15
Astaga, petugas!
Kenapa kau...
Minggirlah!
Beri tahu Menteri Tenaga Kerja, dan kau beri tahu Kantor Hakim Ibu Kota.
Siap.
Boleh kulihat?
Apa yang membuat putra bungsu Tuan Kim ke tempat seperti ini?
Protokolnya adalah pemerintah yang melakukan autopsi.
Koroner dan petugas yang siaga
baru akan menerima perintahnya tengah malam dan ke sini.
Kondisi mayat berubah tiap menitnya.
- Biarkan kuperiksa sebelum... - Mundur!
Kami akan mengikuti protokol,
jadi jangan maju lagi.
Dia roboh begitu saja.
Saat kubuka pintu...
Kalau dia tewas di dalam tandu,
dia tak mungkin diserang.
Dia muntah darah setelah memakan tteok.
Kalau mengalami gangguan pencernaan,
dia tak akan muntah darah.
Dia pasti diracuni.
Kalau dia diracuni, pasti ada alasannya.
Kurasa dia tak punya musuh...
Ada apa?
Bagaimana kalau gadis yang mencintaiku membunuhnya karena cemburu?
Aku cukup yakin bukan itu.
Namun, kalau bukan itu, lalu kenapa?
Seseorang tak akan meracuninya
karena membenci ayahnya.
Namun,
Kasim Go,
aku melihatmu mengambil gelang
dari pergelangan tangannya. Kau juga, Cendekiawan Park.
Bagaimana kau bisa diam saja setelah melihatnya mengambil sesuatu
dari wanita yang meninggal?
Kau juga tahu sesuatu.
Kenapa kau menghentikanku?
Gelang itu
milik Min Jae-yi, si pembunuh Gaeseong.
DICARI-MIN JAE-YI
Kau pasti tahu rumor tentang Min Jae-yi, Master Kim.
Itu gelang pemberian pria yang disebut kekasih Min Jae-yi kepada Min Jae-yi.
Dia dan Jae-yi
masing-masing punya gelang yang sama.
Jadi, maksudmu kejadian hari ini ada hubungannya
dengan Min Jae-yi?
Bagaimana bisa Min Jae-yi ada hubungannya dengan itu?
Dia hanya kebetulan memiliki gelang Min Jae-yi.
Lalu kenapa kau mengambil ini?
Kau pasti mengambil ini karena berpikir
ada hubungannya dengan Min Jae-yi.
Kantor Hakim Ibu Kota akan tentukan penyebab kematiannya.
Kita akan tahu pada saat itu
apakah Min Jae-yi ada hubungannya.
Benar.
Tak mungkin seseorang tewas karena gelang ini.
Gelang ini bukanlah dikutuk.
Namun,
bukan itu yang penting saat ini.
Bagaimana kau tahu
ini milik Nona Jae-yi? Kau juga, Cendekiawan Park.
Kau menghentikanku karena tahu
ini milik Nona Jae-yi, bukan?
Kenapa kalian diam saja? Kalian bertiga mengenali gelang ini
dan itu sangat aneh, bukan?
Yang Mulia pernah memperlihatkan
- gelang kekasih Jae-yi, dan itu sama. - Ya.
Jadi, aku bisa langsung mengenalinya.
- Aku mendengarnya dari Kasim Go. - Begitu rupanya.
- Aku mendengarnya dari Yang Mulia. - Begitu rupanya.
Kenapa menurut Myeong-jin
Yang Mulia berada sangat dekat?
Mungkin dia ke Manyeondang
dengan menyamar.
Itu terpikirkan begitu saja olehku.
Kalau begitu,
salah satu dari kalian pasti Yang Mulia...
Itu hanyalah trik.
Kau bukan seorang kasim.
Yang Mulia!
Aku, Kim Myeong-jin dari Manyeondang ingin menyapamu secara formal.
Yang Mulia.
- Yang Mulia. - Oh!
Maafkan ketidaksopananku hingga saat ini.
- Dia bukan Putra Mahkota. Lepaskanlah. - Ya, benar. Yang Mulia!
Kau salah. Lepaskanlah.
- Jangan memegangi tangannya! - Mustahil...
- Kau salah! - Kau salah!
- Dia bukan Putra Mahkota! - Tak mungkin. Yang Mulia!
- Dasar kau... - Yang Mulia!
Astaga, Yang Mulia!
Maafkanlah aku, Yang Mulia!
DICARI-MIN JAE-YI
Kartu untuk menggulingkan Putra Mahkota...
datang begitu saja ke tanganku.
Berani-beraninya dia membiarkan wanita masuk ke Istana Timur
dengan menyamar?
Murid magang di Manyeondang itu bukanlah pria.
Dia seorang wanita.
Pelayanmu, Jang Ga-ram.
Kalau bukan,
tak mungkin dia bisa mengenali gelang itu.
Saat keluarga tuan seorang pelayan melanggar prinsip-prinsip moral,
pelayannya harus menjadi budak pemerintah.
Jadi, bagaimana kau bisa tak menaati hukum
dan membiarkannya tetap di dekatmu?
- Kau harus menyuruhnya kembali... - Aku tak bisa.
Dia tak punya tempat tujuan lain.
Kalau dia meninggalkan Gaeseong denganmu,
pasti ada perintah pemburuan.
Dia mempertaruhkan nyawanya untuk melindungiku.
Kalau bukan karena dia,
aku sudah dipenjara sekarang.
Aku tak akan mendapat kesempatan untuk bertemu denganmu
atau membersihkan namaku.
Aku
harus memberinya tempat untuk kembali.
Sebuah rumah di mana dia tak perlu khawatir ditangkap.
Aku harus mengembalikan hidupnya
di mana dia hanya perlu mengkhawatirkan hal-hal kecil.
Dia sahabatku, Yang Mulia.
Aku bisa melalui semuanya karena dia.
Orang hanya bisa bertahan kalau ada yang dilindunginya.
Kalau dia tertangkap dalam perburuan,
kau dan Manyeondang akan dalam bahaya.
Tidakkah kau paham?
Itu kenapa aku harus membersihkan namaku.
Tidak bisakah kau...
melindunginya juga?
Ada apa dengan gelangnya?
Apakah menurutmu gelangmu terkait dengan kematian wanita itu?
Entahlah.
Apakah kau sakit?
Kita harus kembali ke Manyeondang.
Aku harus melihat gelang itu sekali lagi.
Ada yang rasanya janggal.
Dia sudah bilang dia bukan Putra Mahkota.
Bagaimana bisa Kasim Go adalah Yang Mulia?
Seorang wanita.
Kasim Go adalah seorang wanita.
Apa maksudmu?
Seorang wanita?
Aku memegang tangannya
dan itu adalah tangan wanita.
Bagaimana bisa tahu jenis kelamin hanya dengan merasakan tangan?
Tebaklah,
Myeong-jin adalah ahli struktur tulang...
dan itu adalah seorang wanita.
Aku mungkin tak melihat tulangnya, tetapi aku bisa tahu.
Bagaimana dengan tanganku?
Apa?
Kau juga memiliki tangan wanita.
Bagaimana seorang pria bisa memiliki tangan wanita?
Pria bisa memiliki tangan lembut seperti wanita.
Jadi, bagaimana kau bisa bilang tahu struktur tulangnya?
Lihat saja nanti!
Alat visualisasi tulang akan dibuat di masa depan.
Aku lebih percaya akan ada alat yang makan kotoran manusia.
Astaga...
Murid magangku yang pintar.
Bagaimana kalau begini?
Saat Myeong-jin buang air besar,
air keluar
dan mengguyur
kotoran Myeong-jin!
Guru, berhenti bicara omong kosong!
Yang benar saja?
Namun, kalau itu benar-benar bisa terjadi,
maka akan sangat bersih.
Kalau benda seperti itu diciptakan,
aku akan menjual air dan menjadi kaya.
Yang benar saja? Air ada di mana-mana.
Kenapa orang mau membayarnya?
Benar, ada banyak air di Joseon.
Orang tak mungkin mau membayar.
Joseon negara yang luar biasa.
Myeong-jin akan menjadikan Joseon lebih baik lagi.
Aku akan bergabung denganmu.
Aku akan menjadi murid magangmu selamanya.
Bagus!
Ada apa?
Bagaimana ini bisa terjadi?
Ini...
Astaga.
Ini tempat ipar Oh Man-sik tinggal.
Astaga.
Di mana pemiliknya?
Kami baru pindah beberapa hari lalu. Apakah ada masalah?
Di mana wanita penghuni di sini?
Maksudmu janda dengan dua putrinya, bukan?
Mereka kembali ke kampung halaman.
Kurasa ke Gaeseong.
Mereka mengirim barang
ke kampung halaman dan itu banyak sekali.
No comments yet. Be the first to leave one.