The first 200 lines.
"Episode 120"
- Bibi. - Ibu.
Bibi.
Apa maksud Kakak?
Kenapa Go Ya tidak ada di rumahnya?
Dia merasa bersalah setelah mengetahui
bahwa ayahnya Ji Seok mengalami kecelakaan karena kakak.
- Apa? - Apa?
Ibunya Ji Seok datang mencari kakak
ke tempat kakak dan Na Ra melarikan diri.
Lalu suaminya mengalami kecelakaan
dan tewas seketika
dalam kecelakaan itu.
Lalu?
Apa mereka mengusir Go Ya karena dia putri
dari musuh mereka?
Tidak, ibunya Ji Seok menyuruhnya
kembali ke rumah ibunya untuk sementara.
Ji Seok bermimpi buruk setelah kecelakaan itu
dan dia baru mulai membaik.
Tapi penyakit itu kambuh lagi karena kakak.
Kalau begitu, seharusnya dia kemari.
- Tapi di mana dia sekarang? - Mana mungkin dia bisa kemari?
Ibu lupa?
Ibu lupa perbuatan Ibu kepadanya?
Dia berkemas dan pergi
pada hari dia datang untuk memutuskan hubungan.
Mereka tidak bisa menghubunginya?
Tidak bisa. Sepertinya dia benar-benar menghilang.
Astaga, Go Ya. Kita harus bagaimana?
Apa...
Tidak. Bagaimana dengan Yang Sook? Apa yang akan dia lakukan?
Astaga, Kak Yang Sook.
Ini semua karena Ibu.
Kak Go Ya akan kemari jika bukan karena Ibu.
Kamu tidak tahu apa pun.
Ibumu tidak mengusirnya karena membencinya.
Bukankah itu karena Go Ya bukan putri kandungnya?
Katanya kita
hanya menjadi beban baginya.
Dia sengaja memutuskan hubungan
karena berpikir itu akan membuat Go Ya lebih bahagia.
Apa?
Pada hari Go Ya kemari untuk memutuskan hubungan,
ibumu mengejar dia.
Dia ingin melihat Go Ya untuk kali terakhir.
Dia mengejarnya sambil menangis
dan bilang bahwa Go Ya sering kesusahan karena dia.
Dia mendoakan dan ingin Go Ya hidup bahagia bersama mereka.
Tunggu, aku tidak bisa duduk saja seperti ini.
Kak Yang Sook. Apa yang harus kulakukan dengan Kakak?
Kak Yang Sook.
Kenapa? Pikirmu aku salah?
Coba pikirkan, kita sebenarnya orang asing.
Sejujurnya,
aku tidak memperlakukanmu dan Go Bong secara adil.
Aku tidak mau memberimu makanan.
Aku membencimu saat mengambil
makanan Go Bong.
Kamu hanya pencari nafkah bagiku.
Kenapa Kakak memukuli diri sendiri?
Itu pasti sakit.
Tidak.
Dibandingkan perbuatan kakak menyakiti Go Ya,
ini bukan apa-apa.
Kak Yang Sook.
Saat kali terakhir Go Ya kemari,
kamu tahu yang dia katakan kepada kakak?
"Bolehkah aku tinggal bersama Ibu untuk sementara?"
Dan kamu tahu yang kakak katakan?
"Meski tidak ada tujuan,
kamu tidak boleh tinggal di sini."
Hanya kakak yang bisa membantunya
dan kakak tidak tahu.
Kakak menyuruhnya hidup bahagia bersama keluarga barunya.
Kakak menyuruhnya melupakan kakak
dan tinggal dengan nyaman di rumah barunya.
Kak Yang Sook.
Dan kini dia menghilang.
Tidak ada yang tahu dia ke mana.
Kakak harus bagaimana?
Kakak harus bilang
bahwa kakak tidak bermaksud begitu.
Bagaimana jika terjadi sesuatu kepadanya?
Bagaimana kakak bisa hidup?
- Aku harus bagaimana? - Kak Yang Sook.
- Kak Yang Sook. - Go Ya...
Kakak harus bagaimana?
Kakak harus bagaimana sekarang?
Kasihan sekali.
Orang tuanya
menjadikan dia orang asing dalam semalam.
Itu pasti sangat menyakitkan baginya.
Dan ibu
melepaskan tangannya.
Ibu.
Dia
tidak bisa ke mana-mana
dan ibu mendorongnya.
Dia pasti sangat kesepian saat pergi.
Sa Ra.
Nenek.
Jangan terlalu menyalahkan dirimu.
Ibu rasa Go Ya tidak akan menyalahkanmu.
Dia pasti akan memahamimu.
Bagaimana jika kita tidak pernah menemukannya?
Jangan cemas.
Ji Seok pasti akan menemukannya.
Dia akan membawa Go Ya kembali kepada kita.
Ya, pasti.
Omong-omong, siapa nama pria itu?
- Apa? - Siapa?
- Maksud Ibu ayahnya Go Ya? - Ya.
Maksud Ibu Choi Tae Pyung?
Kenapa Ibu bertanya?
Itu nama mantan sopir Ji Na.
Mantan sopir Bu Ha?
Lalu siapa orang tuanya?
Haruskah kuberi tahu mereka bahwa Ji Na ibu kandung Go Ya?
Tidak.
Ji Na ingin mencari Go Ya dan menguburnya.
Bagus aku tidak memberi tahu mereka.
Tentu saja.
Ayahnya Go Ya
adalah sopir Ji Na?
- Tidak, Ji Na! - Berhenti!
Ji Na, tidak!
Ibu, kumohon jangan lakukan ini.
Dia putriku.
Itu pasti dia.
Dia mengambil putri Ji Na untuk diadopsi.
Dia bukan putri kandungku. Kami tidak berhubungan darah.
Dia tidak ada kaitannya denganku.
Tidak. Aku hanya diperintahkan
untuk mengadopsi dan membesarkannya.
Tidak mungkin. Ji Na bilang anaknya sudah meninggal.
Tidak.
Pasti terjadi sesuatu.
Pimpinan Ha, rapatnya dijadwalkan besok pukul 15.00.
Baik. Terima kasih.
Selamat.
Kopi Grup WL telah memasuki pasar internasional.
Siapa yang akan memimpin departemen bisnis luar negeri?
- Siapa? - Kenapa?
Kamu tertarik?
Kurasa begitu.
Kudengar posisi itu akan sangat berpengaruh di kantor pusat.
Begitu ke Korea,
aku akan mencari kandidat berdasarkan rekomendasi.
Tapi tentu saja kamu akan menjadi kandidat terkuat.
Benarkah?
Tampaknya kamu punya kemampuan manajemen yang hebat.
Kamu cerdas dan cepat tanggap.
Aku tersanjung.
Saat kamu ke Korea nanti,
siapa yang sangat ingin kamu temui?
Tentu saja Ji Seok.
Kakakku juga.
- Bagaimana denganmu? - Aku ingin menemui
- putriku. - Apa?
Sebenarnya,
ada sesuatu yang tidak bisa kukatakan kepadamu.
Apa itu?
Aku melahirkan seorang putri sebelum menikah.
Itu bukan rahasia.
Aku yang pertama mengetahuinya.
Astaga. Aku tidak tahu.
Aku pernah bilang bahwa aku mencari seseorang, bukan?
Aku juga bilang bahwa dia sudah meninggal.
Ya, aku ingat itu.
Dia adalah putriku.
Astaga.
Tentu saja. Aku yang mengarang itu.
Astaga.
Aku pasti sudah menganggapmu saudariku.
Aku bahkan memberitahumu soal ini.
Aku yakin kini dia beristirahat dengan tenang.
Kuharap begitu.
Kamu mau melihat fotonya?
Apa?
Ini foto dariku.
Maaf, tapi dia bukan putrimu.
Kamu masih memegang ini?
Dia cantik. Kenapa dia bisa mengalami kecelakaan?
Bagaimana kamu tahu dia mengalami kecelakaan?
Maafkan aku.
Saat anak muda meninggal, biasanya karena kecelakaan,
jadi, aku berasumsi begitu.
Begitu, ya.
Aku akan melakukan yang terbaik
untuk mengganti kehilanganmu.
- Terima kasih. - Kuharap
kita akan selalu bersama.
Kuharap begitu.
Aku merindukannya.
Aku mencintaimu.
Aku juga mencintaimu.
Ini bergerak. Beginikah cara mengendarainya?
Ini makin cepat.
Kenapa kamu tampak sangat canggung?
No comments yet. Be the first to leave one.