The first 184 lines.
"Pukulan Kodok" dilepaskan!
Dan menghempaskan Sang Juara ke Canvas!
Hajime no Ippo Rising - 06
Jarak Sebuah Kemenangan
1!
Aku Berhasil Robohkan Juara.
2!
Ternyata aku Lumayan!
3!
Mungkin tidak seperti: Takamura atau Ippo.
Aku cuma Kodok Bodoh,
yang mencari Keributan.
4!
Namun akhirnya aku putuskan memilih Tinju,
dan mencoba bertahan sebagai Kodok Lemah!
Semua Pengalaman selama 6 Tahun
menjadi Inspirasi "Teknik Baru-ku"!
Aku tidak bisa Terbang.
Namun Pantang Menyerah,
jatuh berkali-kali, tetap Loncat Lagi!
Lihatlah...
Akan Ku-raih!
Sabuk Diangkasa!
6!
7!
8!
Sang Juara bangkit di Hitungan Ke-8!
Bisa Tarung?
Wasit memutuskan: Terus Bertarung!
Kupikir sudah Dekat...
Ternyata masih Jauh?!
1 Kesempatan Lagi!
Untuk Jatuhkan Sang Juara!
Ada apa dengan-mu, Senior?
Ini saat yang Menentukan.
Ternyata masih Belum Cukup.
Jangan Cemas begitu.
Aku yakin Aoki...
Terlihat Kelelahan?
Perebutan Gelar Juara terasa 2x Lebih Berat.
Akan menghabiskan seluruh Stamina.
"Bel Berbunyi". Akhir Ronde 6!
Sang Penantang: Hampir jadi Juara!
4 Ronde berikut, mampukah Menuntaskan?
Imae memang "Lebih Terluka",
tapi Aoki belum pernah "Sajauh Ini".
Entah siapa yang akan Bertahan...
"Pertarungan Tekad"?
Aoki...
Kau berhasil bangkit. Ayo Istirahat-lah!
Hebat Sekali.
Dia benar-benar: "Lawan Terkuat-ku"...
Karir Kami hampir Sama, namun ada sebuah Perbedaan.
Apa-nya?
Imae... Imae, kau dengar?!
Kuatkan-lah Tekad.
Ingat Perjuangan-mu!
Itulah Alasan-mu, untuk Menang!
Alasan-ku...
Kau kehilangan: "Dewi Kemenangan"!!
Malam ini, akan Kuperlihatkan padamu:
"Kekuatan Cinta".
Ternyata itu...
"Perbedaan-nya"!
Aoki!
Sabuk Juara Dihadapan-mu! Dan itu Tak Akan Mudah!
Kau harus Berjuang! Yakinlah pada—
Ternyata kau sudah Paham.
Ronde 7!
"Semangat"!
Lihatlah itu. Dia Bersiap!
Ya!
Bila menjadi "Juara", panggil aku: "Tuan".
Baiklah.
Terserah kau.
"Ayo Menang, Tuan: Aoki"!
"Semangat, Tuan: Aoki"!
Jangan Ragu, Kalahkan Dia!
Sedikit Lagi!
Masaru!
Penantang Menyerang! Demi Sabuk Juara!
Setiap Pukulan-nya, menyampaikan Kehendak.
Harapan dari Orang Terkasih!
Yang selalu Mendukung dan Berdoa Untuk-nya!
Lalu aku untuk apa?
Untuk jadi "Juara"?
Tidak...
Bukan itu!
Jangan ganggu Sachiko!
"Kacchan"...
Aku ingat.
Maaf, Sachiko.
Andai aku: Kuat...
Sachiko...
Gimana?
Hebat, kan?
Semua ini Demi Aku...
Semua untuk: Sachiko.
Sialan!
Sial, Sial!
Ayo pergi Liburan...
"Liburan"?!
Lebih baik aku: "Berlatih Keras"!
Apa-apaan kau!
Aku sedang Berlatih! Jangan kau Ganggu!
Pergi sana!
Juara kembali: "Clinch"!
Bertarung Jantan!
Payah kau!
Juara apa-nya?!
Sachiko...
Aku memilih Tinju untuk Melindungi-mu,
namun Aku Lupa...
Hal Penting Itu!
"Ulu Hati"!
Sang Juara menahan Sakit!
Gawat...
Lagi-lagi!
Tak Terhindari.
Ayo Ikuti-lah Aku!
Pasrahkan Diri-mu!
Dan lihat ke arah...
"Neraka"!
Itu dia!
"Tengokan Maut"!
Imae dipastikan menerima "Pukulan Kodok" sekuat-nya!
"Menang"!
Mustahil!
Imae Tidak Bergeming!
Tidak Mempan? Kenapa bisa?!
Sa... Sachiko!
Sachiko disini?
Sambil Berdoa?
"Kacchan"...
Berdoa... Untuk-ku?
Mendoakan Aku?
Selalu begitu. Hanya Untuk-ku.
Mendukung & Menanti!
Dialah... "Dewi-ku"!
Dasar Tolol!
Dia Mendekati Lawan: Tanpa Melihat-nya!
Serahkan Sabuk Juara!
Kenapa?!
Dia Melihat Kesini?!
Tak akan Terjadi Lagi!
Hanya 1 Pendangan-ku!
Rasakan ini!
"Sang Kodok Terbang"!
Melayang Di-Udara, Tanpa Perlindungan!
Posisi-nya dalam "Bahaya Besar"!
Memukul...
"Kodok" yang Tak Berdaya...
sehingga Terhempas Keras!
Masaru!
Keparat...
Tak Semudah itu!
Tinggal sedikit lagi, Aku Belum Menyerah!
Hebat! Inilah yang disebut "Kekuatan Cinta".
Dalam posisi sulit, Dia Balas Memukul!
Ternyata pikiran-ku selama ini "Salah",
kini aku mengerti "Sumber Kekuatan".
Aku dapat Bertahan karena "Dukungan-nya".
Bukan dengan cara: "Menyingkirkan-nya",
termasuk Pendapat Tentang Dia!
"Dia Bukan Petinju Sejati".
Aku Tak Mau Kalah.
Cuma karena "Iri"!
Tapi dia tunjukan: Sebuah Kebenaran!
Tentang sebuah "Sumber Kekuatan"!
Kini aku "Menghormati-nya"!
Bertarung Sampai Penghabisan!
Menang & Meraih Sabuk Juara!
Kupertaruhkan Segala-nya untuk Bersama Sachiko Lagi!
Sama Kuat!
Mereka melebihi Perkiraan Kita.
Tidak perlu Keras. Hajar dengan Kombinasi!
Bulat-kan Tekad! Pukul Sekuat-nya!
Ketegangan kembali terjadi di atas Ring!
Sebuah "Baku Hantam"!
Hantaman Pukulan Membahana di Arena!
Meski sudah Lelah, tetap Bersemangat!
Tanpa Henti!
Terus Memukul!
Jatuh Bersama!
No comments yet. Be the first to leave one.