The Wind Blows

The Wind Blows (바람이 분다)

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

바람이분다ㅡThe Wind BlowsㅡE14 NEXT-VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF

Tags

other
Published on: 2019-07-10
Downloads: 15
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 14"

Kamu sudah bangun?

Permisi.

Terima kasih.

Karena sudah menggambar

lukisan yang sangat bagus untukku saat festival.

Aku mahasiswa penerima beasiswa.

Mahasiswa jurusan Ekonomi tahun ketiga.

Namaku Kwon Do Hun dan aku baru kembali berkuliah.

Aku juga pernah ikut wamil.

Aku...

- Aku... - Aku tahu.

Kamu terlihat begitu cantik sejak pertama kulihat.

Kamu Lee Su Jin, mahasiswi Desain Visual tahun ketiga.

Rumahmu berjarak tiga halte dari kampus kita.

Kampung halamanmu di Gangneung.

Tapi kudengar kamu ingin masuk ke jurusan seni.

Makanlah.

Ini enak.

Terima kasih.

Begini, Do Hun.

Tidak jadi.

Perlahan saja. Makanlah sepuasmu.

"Kantor"

Hei, Kak Su Jin.

Kamu sudah berkemas?

Ya, aku sudah mau keluar.

Aku tinggal mengurus sesuatu dan menjemput Ibu.

Jangan ajak Ibu. Datanglah sendirian.

Jangan bawa Ah Ram juga.

Kenapa? Apa terjadi sesuatu?

Buat saja alasan.

Jangan bilang apa pun kepada Ibu.

Ada apa, Kak Su Jin?

Kondisi Kak Do Hun benar-benar ada perkembangan?

Sepertinya ingatan Do Hun

berhenti saat kami masih kuliah.

Jadi, mungkin itu sebabnya dia tidak mengenali Ah Ram.

Apa?

Tapi kenapa kita tidak boleh memberi tahu Ibu?

Jangan beri tahu dia.

Jangan tunjukkan itu kepada Do Hun juga.

Pokoknya kamu ikuti saja.

Baiklah.

Do Hun.

Su Jin.

Aku sudah cerita kepadamu tentang dia, bukan?

Pria ini akan mengurusmu

saat aku tidak ada di sini.

Namanya Lee Su Cheol.

Halo, aku Lee Su Cheol.

- Ya, halo. - Halo.

Aku harus pergi.

Kamu mau ke mana?

Aku harus kuliah. Sampai bertemu setelah jam kuliah.

- Aku juga harus berangkat kuliah. - Tidak.

Kamu tidak perlu kuliah

karena semua nilaimu sudah tinggi,

sedangkan aku sebaliknya.

Jadi, aku harus ujian ulang dan mengambil kelas lagi.

Jangan khawatir. Aku akan segera kembali.

Jangan khawatir.

Akan kudapatkan lembar jawabannya untukmu.

Saat Gyeong Seok dan aku membeli wafel,

dia terus mendorongku ke trotoar meski tidak ada mobil melintas.

Kamu mengerti maksudku, bukan? Perasaan canggung itu.

- Aku terlambat karena rapat. - Kamu sudah datang.

- Selamat pagi. - Halo.

Halo.

Ada apa?

Ada apa dengannya hari ini?

Tampaknya dia sedang marah kepadamu.

Kenapa dia marah kepadaku?

Kalau bukan, lantas apa?

Biasanya dia sangat senang bertemu denganmu.

Kenapa tiba-tiba dia begini?

Melihatku tidak membuatnya senang.

Meski galak, dia pasti tersenyum begitu melihatmu.

Kukira kalian berpacaran lagi.

Bicara apa kamu ini?

- Apa terjadi sesuatu? - Sesuatu? Misalnya apa?

Suasana hatimu sepertinya sedang buruk pagi ini.

Tidak, justru sebaliknya.

Kamu yakin?

Yakin.

Kamu manis sekali.

- Su Jin, kamu sudah datang. - Ya.

Kamu baik-baik saja?

Mau secangkir teh hangat?

Tidak usah.

Kamu sudah datang.

Semuanya, mari mulai rapatnya.

Do Hun...

Do Hun. Kamu mencari sesuatu?

Su Jin sedang pergi?

Tadi dia ada di sini.

Tunggu sebentar.

Dia akan segera kembali.

Sepertinya kamu bohong.

- Aku mau menyusulnya. - Jangan.

- Ke mana dia? - Tunggu sebentar.

Biar aku cari.

Tunggu sebentar, ya.

Baiklah, ini bagus.

"Terbanglah, Shih Tzu" bagaimana? Posternya sudah siap?

Kami membuat tiga draf dan semuanya tampak bagus.

Nona Yang.

Kak, dia bersikeras akan pergi mencari Kakak.

Bagaimana ini? Aku tidak bisa membawanya ke kantor Kakak.

Pertama, tenang dahulu.

Jika kamu bingung, dia akan makin gelisah.

Kakak akan bicara dengannya.

Berikan teleponnya beberapa menit lagi

dan suruh dia menelepon kakak.

Kakak sedang rapat.

Baiklah.

"Lee Su Jin"

Baiklah. Nomor Satu Su Jin, Nomor dua temanmu, Hang Seo.

Nomor tiga aku, Lee Su Cheol.

Jika menekan nomor satu yang lama,

kamu akan terhubung dengan Su Jin.

Nomor satu Su Jin.

Baiklah, aku bisa.

- Kamu mau coba? - Ya.

"Do Hun"

Halo?

Su Jin, kamu nomor satu.

Sungguh?

Kalau begitu, akan kusimpan nomormu di nomor satu juga.

Kapan kamu pulang?

Kita harus bertemu malam ini.

Kenapa?

Mau pergi ke suatu tempat?

Tidak, aku mau mengajakmu ke rumahku.

Pastikan kamu datang malam ini.

Aku sangat penasaran apa aktivitas kita malam ini.

Mungkin ini akan membuatmu

sangat senang.

Baiklah, aku akan segera pulang.

Terima kasih, Do Hun.

Terima kasih banyak.

Bagaimana itu bisa terjadi?

Yang penting saat ini Do Hun merasa tenang dan nyaman.

Dokternya juga bilang

mengikuti alur ingatan dia tanpa memaksanya

jauh lebih penting saat kondisinya seperti ini.

Jika aku memaksa mengembalikan ingatannya,

atau jika dia tahu yang di pikirannya saat ini

ternyata salah,

dia akan syok berat.

Aku harus melindungi dunia

yang sedang dia jalani sekarang.

Baiklah, Su Jin.

Kita tunggu saja dan putuskan haruskah rekamannya dilanjutkan.

Maaf aku tidak bisa fokus total pada pekerjaanku

dan hanya menambah masalahmu.

Aku tidak pernah berpikir begitu.

Su Jin, mungkin kami tidak banyak membantu,

tapi beri tahu kami apa pun yang kamu butuhkan.

Aku sangat bersyukur

karena memiliki kalian.

Tambah ini lagi.

Itu garam.

Kita cicipi dahulu saja sebelum menambahkan garam.

Kamu mau cicipi rasanya?

Tunggu.

Halo.

Aku sedang sibuk. Ada apa?

Sudah, ya.

Ini untuk Su Jin.

Ini harus enak.

Gulanya banyak sekali.

Pasti Kak Su Jin akan suka.

Pasti.

Enak.

Do Hun, aku sudah pulang.

Kamu yang membuat ini, Do Hun?

Ya.

Makanan buatan Su Cheol tidak enak.

Buatanku jauh lebih baik.

Sepertinya enak.

Kita makan berdua saja?

Su Cheol, kamu tidak ikut makan dengan kami?

Aku pilih ini saja.

- Terima kasih. - Makanlah yang banyak.

Enak sekali.

Benar, bukan?

Rasanya lebih enak dari masakanku.

Terima kasih, Do Hun.

Masaklah lagi untukku.

Ayo. Makanlah.

Enak sekali.

Do Hun.

Aku harus pulang sekarang.

Aku akan datang ke rumahmu lagi.

Tentu saja.

Berjanjilah.

Aku janji.

Tidurlah begitu kamu masuk.

Sampai jumpa.

More Indonesian subtitles for The Wind Blows

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left