Enemies from the Past

Enemies from the Past (전생에 웬수들)

Download Indonesian Subtitle

Release info

전생에 웬수들-Forever Enemies E 67 NEXT
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2018-03-14
Downloads: 13
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 67"

- Sebuah foto? - Ya.

Foto apa?

Tampaknya ini foto wisuda.

Ini foto seorang siswa pria dan seorang wanita.

Sungguh?

Aku akan langsung mengambilnya setelah bekerja.

Ya, terima kasih.

Foto apa itu?

Kak Yang Sook!

Kenapa ribut-ribut?

Kakakmu di sini.

Biar kulihat wajah Kakak.

Astaga, Kak Yang Sook. Kakak masih hidup!

Kamu kenapa?

Kamu membuat kakak geli.

Kakak masih mudah marah. Berarti Kakak baik-baik saja.

Saat mendengar Kakak menyerang Oh Na Ra,

kukira Kakak mati.

Kakak tidak gila.

Kakak pasti akan membunuhnya. Kenapa kakak yang mati?

Karena dia licik sekali.

Bukan hanya merebut Kak Tae Pyung, dia juga mengambil rumah ini.

Dia sangat licik sampai mencuri uang operasi Go Woon.

Tidak usah dipikirkan.

Kakak tidak akan kolaps seperti orang bodoh di hadapannya.

Kakak tahu, Go Ya bilang begini.

Kakak menjambaknya di depan banyak orang.

Seharusnya aku menyaksikan momen bersejarah itu.

Mungkin dia menggila karena frustrasi.

Oh Na Ra! Bedebah! Aku akan membunuhmu!

Sulit kupercaya. Beraninya dia menyentuhku.

Kamu belum makan apa-apa sejak tadi malam,

jadi, aku membelikan bubur abalone.

Makanlah.

Menurutmu aku bisa makan sekarang?

Astaga, kamu benar. Dia membuat matamu memar.

Apa yang terjadi?

Aku sedang di pasaraya bersama Ji Seok,

lalu berpapasan dengannya.

Lantas seharusnya kamu menghindari dia.

Kenapa berkelahi dengannya seperti itu?

Tentu saja aku menghindarinya.

Aku sudah cukup marah karena harus menafkahi keluarga itu.

Tapi aku tidak ingin Ji Seok melihatku bersamanya,

jadi, aku berbalik dan pergi.

Lalu dia menjambakku dari belakang seperti wanita murahan.

Astaga, Yang Sook kenapa?

Dia tidak pernah begitu. Kini dia jahat.

Sulit kupercaya.

Aku akan membuat dia meminta maaf.

Menurutmu dia akan minta maaf?

Tunggu saja. Aku akan membuatnya minta maaf.

Tunggu.

Saat kamu menjalani tes untuk transplantasi,

dokternya menemukan batu ginjal pada tes kedua.

Itu sebabnya kamu tidak bisa menjadi donor.

Kamu benar.

Aku sampai berkeringat dingin setiap memikirkan itu.

Aku hampir harus menjalani operasi.

Lantas apa yang akan terjadi jika kini batu ginjalnya

sudah dikeluarkan dari ginjalmu?

Dokter bilang aku bisa diperiksa enam bulan lagi.

Kenapa kamu menanyakan itu?

Selamat, Go Ya.

Kudengar ini idemu.

Ya, terima kasih.

Bisakah kamu membungkuskan 10 untukku?

Tentu saja.

Ini untuk Ji Seok?

- Ini. - Terima kasih.

- Ada apa denganku? - Ada apa?

Perutku sakit.

- Bisakah menggantikanku sebentar? - Tentu.

Terima kasih.

- Aku mau yang ini. - Baik.

Kenapa dia di sini?

Harganya dua dolar 40 sen.

Astaga, kurang 10 sen.

Apa?

- Itu untuk adikmu? - Ya.

Dia ingin makan itu.

Maaf, aku salah menghitung. Sudah pas dua dolar 40 sen.

- Sungguh? - Ya, silakan.

Senangnya. Terima kasih.

Bu.

Kenapa Anda kembali?

Apakah karena aku?

Ya, benar.

Pemilik kafe ini adalah keponakanku.

Aku ingin menemuinya, tapi pergi karena ada kamu. Memangnya kenapa?

Aku akan kembali ke kantor. Sebaiknya Anda masuk.

- Itu bukan urusanmu. - Tunggu.

Terimalah ini.

Ini produk baru kami.

Aku yang memberikan idenya.

Lalu? Kamu mau pamer?

- Sedikit. - Lihat dirimu.

Kamu tampak seperti selir yang hanya ingin punya putra.

Aku ingin Anda mencobanya lebih dahulu.

- Tolong terimalah. - Tidak mau.

Untuk apa aku menerima hadiah darimu?

Berikan kepada ibumu yang menakutkan.

Tolong terimalah. Aku memaksa.

Apa-apaan kamu?

Cobalah dahulu. Buang saja jika Anda tidak suka.

Tapi aku yakin rasanya lezat.

Semoga sehat selalu.

Yang benar saja. Hei.

- Terima kasih. - Sama-sama.

Aku merekam Pak Min diam-diam.

Apa ini?

Tampaknya enak. Aku ingin mencobanya.

Benar, bukan?

Rasanya lebih enak daripada kelihatannya.

Karena ini buatan pacarku.

Sungguh?

Begini...

Aku sedang berswafoto.

Astaga.

Minumlah ini.

Apa ini?

Ini jus buah yang kubuat.

Terima kasih. Aku menghargainya.

Ini anting-anting apa?

Itu untuk bibinya pacarku.

Kamu membelikan hadiah untuk bibinya pacarmu?

Dia baik sekali.

Kami belum pernah bertemu, tapi dia memberiku sebuket bunga.

Sungguh? Aku iri.

Kuharap dia menyukainya.

Kamu sudah bicara dengannya?

Apa maksudmu?

Kubilang aku akan menjodohkan Go Ya dengan akuntan pajak.

Aku belum menunjukkan fotonya, ya?

Lihatlah. Dia tampan, bukan? Dia juga tinggi.

Entahlah.

Kamu tidak menyukainya?

- Selamat datang. - Selamat siang, Bu.

- Aku datang. - Kenapa kamu datang?

Produk Go Ya mulai dijual hari ini.

Aku membawakannya untuk Anda.

Siapa dia?

Halo. Aku calon menantunya Bu Woo.

Sungguh? Dia pacarnya Go Ya?

- Atau Go Bong? - Go Ya.

Benar. Aku pacarnya Go Ya.

Tentu saja. Kukira aneh saat kamu menolak

menjodohkan Go Ya dengan pria baik.

Kamu punya calon menantu yang sehebat ini.

Anda ingin menjodohkan Go Ya dengan seseorang?

Apa maksudmu? Pergilah.

- Aku ingin membeli makananmu. - Anda ingin membeli apa?

- Tidak usah. - Ada apa denganmu?

Biarkan calon menantumu yang tampan membantuku.

Tentu saja.

- Aku ingin sup kubis. - Akan kuambilkan.

Lihat dia.

Dia tampan sekali.

Bukankah masakannya enak sekali?

Kamu tampan sekali.

Lanjutkan.

Jangan dilanjutkan.

Lanjutkan. Jangan dilanjutkan. Lanjutkan. Jangan dilanjutkan.

Lanjutkan!

Baiklah.

Ada perlu apa kemari, Paman?

Hari ini paman libur.

Kejutan. Paman ingin menghabiskan waktu bersamamu.

Hei, bagaimana jika kita menghubungi tuan putri kita juga?

- Tuan putri? - Kamu tidak tahu?

Ji Seok bilang

dia merasa seperti tuan putri yang terkena kutukan belakangan ini.

Astaga, ternyata Go Ya yang membuatnya

mau pulang ke rumah.

Dia enggan mendengarkan saat kita membujuknya.

Astaga, sudah kuduga.

Omong-omong, aku sudah memberi tahu Ibu.

Soal apa?

Ji Seok mulai menjalani perawatan lagi karena mimpi buruknya.

Dia baik-baik saja?

Tapi sebenarnya aku ingin dia tahu mimpi buruknya berhenti

berkat Go Ya.

Paman harap dia akan menerima Go Ya.

Aku juga.

Ada apa?

Sampah?

Kamu bilang dia berhenti menghubungi saat tahu kamu pernah menikah.

Memang.

Kenapa diam saja? Jawablah.

Halo.

Pak Min, apa olahraga favoritmu?

Apa?

Kenapa kamu tiba-tiba ingin bermain badminton?

Menurutmu? Yang kalah harus menuruti keinginan yang menang. Ya?

Apa?

Kamu bilang badminton adalah olahraga favoritmu,

jadi, jangan protes.

- Ayo mulai. - Tunggu.

Hore! 1-0.

Enemies from the Past subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Enemies from the Past

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left