Yuusha, Yamemasu (I'm Quitting Heroing)

Yuusha, Yamemasu (I'm Quitting Heroing)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Yuusha, Yamemasu S01E12 Bilibili id
A Commentary by furosty
Bilibili Retail

Tags

other
Published on: 2022-06-22
Downloads: 11
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 177 lines.

= I'M QUITTING HEROING =

= EPISODE 12 I'M QUITTING HEROING =

Aku sudah kalah?

Rasanya boleh juga.

Kakak...

Pura-pura jadi jahat…jadi Raja Iblis, kamu senang?

Sangat senang.

Sudah lama aku ingin coba jadi Raja Iblis.

Aku senang lawanku adalah kalian.

Kamu sengaja mengalah?

Maksudmu?

Jangan berpura-pura!

Kamu sengaja tidak menghindar?

Mau bagaimana lagi,

kalian sepertinya sudah hampir kalah total.

Sejak awal kamu…

Sejak awal kamu sudah tahu

akan kalah di tangan kami?

Iya.

Walau tidak sepenuhnya berjalan seperti rencanaku,

setidaknya tidak ada yang mati di tanganku,

atau kalian kehabisan tenaga untuk membunuhku.

Taktik busukmu hampir saja mencelakakan aku dan Empat Raja Langit!

Dasar bodoh!

Dia bilang sejak awal...

Sejak awal itu sejak kapan?

Sejak kapan dia merencanakan hal ini?

Dulu aku pernah menanyakan padamu,

apakah karena kamu dikhianati manusia,

atau karena ingin mengakhiri dunia,

atau hanya ingin ada tempat untuk mati sehingga mendatangi kami.

Ini akhir yang sangat buruk.

Dengan begini kalian bisa mendapatkannya.

Sage Stone?

Aku telah gunakan tenaga terakhirku

untuk menghentikan tenaga batu dalam tubuhku.

Masih sisa 300 detik,

jangan sia-siakan waktu yang ada.

Aku tidak dapat lakukan kedua kalinya.

Cukup mengeluarkan batu itu?

Iya, walau agak sempit,

tapi bisa dilakukan seperti membuka tutup botol.

Tidak… jangan bunuh Kakak!

Kak Echidna, jangan diteruskan!

Jangan bunuh Kakak! Aku mohon!

Sudah, Lily. Tenangkan dirimu.

Jika tidak, tubuh Echidna-sama akan terpengaruh.

Tidak, jangan bunuh Kakak!

Ekspresinya sekarang...

Sampai akhir dia selalu berdiri di pihak manusia.

Sejak awal dia tidak berniat membunuh siapa pun,

dan tidak berniat menghancurkan dunia mana pun.

Jika dengan menyerahkan diri dapat membawa kedamaian pada dunia,

dia pasti akan mengambil jalan itu.

Walau tidak rela, aku harus mengakui,

dia benar-benar seorang Hero.

Sisa 270 detik.

Ada pesan terakhir yang ingin kamu sampaikan?

Aku sudah serah terima tugasku.

Tugas memperbarui Pasukan Iblis juga telah terlaksana.

Tidak ada.

Tidak ada pesan terakhir lainnya.

Aku mengerti.

Tidak!

Kak Leo!

Sudah, jangan ribut lagi!

Aku tidak mau…

Lily!

Demi dunia Iblis, aku harus mendapatkan Sage Stone.

Ada satu hal yang ingin aku sampaikan.

Maaf telah merepotkan kalian.

Sisa 240 detik.

Selamat tinggal, Empat Raja Langit.

Selamat tinggal, Echidna.

Aku senang dapat mengenal…

Hei?

Aku putuskan untuk menolak. Terlalu merepotkan.

Apa?

Mau aku lindungi manusia dan kedamaian?

Jangan bercanda. Kamu pikir aku ini siapa?

Aku seorang Raja Iblis, Raja Iblis Echidna!

Aku adalah Raja dari dunia Iblis, seorang Ratu.

Kamu tahu aku sesibuk apa?

Aku tidak ada waktu untuk mengurusi hal remeh seperti itu!

Apa?

Begitulah Hero…

Tidak, sekarang kamu hanya seorang Leo.

Leo, kamu boleh bergembira.

Kamu secara resmi bergabung di Pasukan Iblis.

Dengan status pemilik Sage Stone

yang telah hidup selama 3000 tahun,

akan menjadi utusan kedamaian antara manusia dan Iblis.

Apa yang kamu bicarakan?

Sudah kubilang tidak ada waktu lagi!

Aku tidak peduli.

Dasar, kamu ini benar-benar…

Hei, Edward, cepat bujuk anak bodoh ini!

Tidak, cepat ambil Sage Stone keluar!

Apa yang kamu bicarakan, Leo-dono?

Yang aku rasakan sekarang sama dengan Echidna-sama.

Lebih baik kamu menyerah saja.

Sisa 200 detik lagi!

Masih banyak hal yang ingin aku tanyakan padamu.

Aku justru tidak rela kamu mati sekarang.

Kenapa ada orang sebodoh ini?

Lagi pula selain kamu yang telah hidup selama 3000 tahun,

siapa lagi yang dapat menjadi jembatan antara manusia dan Iblis?

Maksudmu…

Lagi pula, Juliet sepertinya sangat menyukaimu.

Sebagai seorang Ayah, aku tidak ingin melihat putriku sedih.

Bagaimana kalau kamu pertimbangkan kembali?

Kebodohanmu sungguh tidak ada batas...

Yang bodoh itu Kakak sendiri!

Kenapa… kenapa harus menanggung semua ini sendiri?

Kenapa harus mengakhiri ini sendiri?

Kenapa tidak bekerja sama dengan temanmu?

Kakak tidak pernah mendiskusikan apa pun.

Masih tanya kenapa... hal seperti ini dapat didiskusikan dengan siapa...

Aku!

Diskusikan denganku!

Bukankah Kakak yang mengajariku untuk cari bantuan jika menemui masalah?

Kalau tidak dapat dilakukan sendiri,

- Iya, aku sudah mengerti, Lily. - cukup… gunakan kelebihan tiap orang.

- Tidak… percaya pada orang lain itu salahku sendiri. - Bukankah itu yang Kakak ajarkan?

- Tidak… percaya pada orang lain itu salahku sendiri. - Kenapa kamu malah seperti ini?

- Sekarang bukan saatnya membicarakan hal ini. - Jawab pertanyaanku!

Sisa 160 detik lagi!

Karena aku bodoh,

aku tidak mengerti kenapa Kak Leo ingin mati.

Tapi, aku bersedia mendengar semua keluhanmu.

Jadi jangan mati, bodoh!

Oh ya, kalau anak ini pasti dapat dengan tenang melihat situasi.

Sisa 140 detik lagi,

aku percaya padamu, Melnes.

Kamu bukan orang yang dipengaruhi perasaan.

Aduh!

Omong kosong!

- Sakit! - Kamu ini!

Aduh... hei, hentikan, bocah!

Sama sekali tidak perlu diucapkan,

dengan bertarung saja sudah tampak jelas.

Perkataanmu, sikapmu dan tatapan matamu,

sejak awal selalu mengatakan ingin terus hidup!

Sejak awal selalu sama!

Makanya cukup, dasar bodoh!

Kalau ingin hidup, ya terus hidup!

Kamu sendiri yang bilang jangan sampai menyesal.

Malah kamu sendiri yang menelan perkataanmu,

- Sakit… - dan menyesal seperti ini!

- Hei, sisa 110 detik lagi. - Bodoh…

- Bodoh… dasar bodoh! - Gawat...

Gawat…

Steina, aku mohon padamu!

Mohon apa?

Leo, kamu tidak sadar kalau perkataanmu sangat bertolak belakang?

Bertolak… belakang?

Katakan sekali lagi alasanmu ingin mati.

Tidak, sekarang bukan saatnya…

Katakan sekali lagi!

Melindungi manusia!

Ini amanat yang tertanam dalam tubuh kami.

Demon Heart Series tidak dapat membantah amanat ini.

Masih ada satu amanat lagi,

yaitu amanat untuk menghentikan sikap memberontak,

yang dapat menghapus semua pikiran itu.

Sisa 96 detik lagi!

Tapi kamu…

Telah bertumbuh dan dapat berpikir sendiri.

Aku telah dapat menghentikan fungsi itu.

Jika aku tidak dapat melindungi dunia dan manusia, maka tidak ada gunanya aku hidup.

Jika terus dibiarkan, mungkin aku malah akan

menghancurkan dunia demi mewujudkan amanat itu!

Ternyata begitu…

Pokoknya tidak hanya itu,

amanat yang tertanam dalam tubuhku

juga tidak dapat mengikatku lagi karena tekadku yang kuat…

Benar, jika logikamu tepat,

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left