The first 200 lines.
APAKAH ANDA INGIN MEMILIH?
TOKOH, LOKASI, ORGANISASI, DAN PERISTIWA DALAM DRAMA INI HANYA FIKSI
AKTOR ANAK DIJAMIN AMAN
DELAPAN TAHUN YANG LALU
Kau tak boleh masuk, Pak.
Profesor Kwon!
Kau tak boleh masuk. Tolong tenang.
Tidak.
Tidak!
Hai!
Hai, Ayah.
Apa gambarku bagus?
Lihat ini.
Bagaimana?
Ayo pergi.
Apa rekamannya bagus?
Ayah pahlawanku.
Karena Ayah selalu menjagaku.
Aku sayang Ayah.
Aku sayang Ayah.
Dah.
Apakah kau Gaetal?
Haruskah aku bertanya lagi?
Kwon Seok-joo.
Apakah kau tahu sesuatu tentang Gaetal
dan Pemilihan Eksekusi?
Itu Byun Woo-taek!
Pak Byun, ada komentar?
Hukum gila macam apa ini?
Hukum macam apa yang membebaskan penjahat?
- Ini disebut hukum? - Tetapi...
Kita harus mematuhinya.
Karena itu hukumnya.
Kim Mu-chan.
Kami sangat dekat di masa lalu,
dan dia bilang dia menghormatiku.
Dan...
Dia juga tahu ungkapan "iblis yang dianggap tak bersalah."
Memastikan mereka yang pantas mati akan mati.
Dan menyebut penjahat yang akan dihukum mati sebagai korban.
- Superintenden Kim Mu-chan. - Bukankah kau terluka parah?
Tolong jelaskan yang terjadi.
Jawab aku,
Superintenden Kim Mu-chan.
Apa itu keadilan bagimu?
KIM DILAPORKAN DALAM KONDISI SERIUS
EPISODE 4
Apa Ibu menontonnya?
Ya, Ibu menontonnya.
Awalnya diumumkan sedang dalam kondisi kritis,
terungkap bahwa Superintenden Kim hanya mengalami luka ringan.
Kenapa?
Apakah ini yang membuat jantungmu terus berdetak?
Apa kau akan mati jika itu berhenti?
...dan mengirim lokasi Kim kepada pers...
Apa kau malu?
- Tak apa-apa... - Malu?
Sekarang polisi yang busuk dan korup menghina masyarakat dengan berita palsu.
Mereka memutarbalikkan tujuan Pemilihan Eksekusi sebenarnya
dan menuduhku menyakiti polisi tak bersalah.
Apa yang salah?
Keadilan kami
sangat rasional.
Tolong beri komentar.
Bagaimana ini?
Tolong ucapkan beberapa kata!
Aku akan membuat pernyataan resmi.
Jadi, tolong hentikan.
Entah artikel daring atau luring,
tulis sesuka kalian.
Tetapi aku ingin kalian memasukkan
setiap kata yang akan kuucapkan.
Aku Kim Mu-chan dari Unit Investigasi Khusus.
Seperti yang dikatakan pelakunya,
karena ingin segera menyelesaikan kasus,
aku berbohong kepada kalian dan berpura-pura terluka parah.
Aku sungguh minta maaf.
Konyol sekali.
Apakah dia serius?
Itu omong kosong.
Karena perbuatanku, aku menyadari kalian kehilangan kepercayaan pada polisi.
Namun,
meski bisa memutar waktu kembali,
aku akan melakukan hal yang sama.
Bukankah itu keterlaluan?
Dia jelas tahu cara menarik penonton.
Rekam dekat. Jangan lewatkan satu pun ucapannya.
Pelaku telah melakukan pembunuhan dengan dalih memperbaiki ketidakadilan,
dan dia membuat seluruh negeri menjadi kaki tangan.
Saat ini, karena penjahat lebih didukung daripada polisi,
aku bersedia melanggar aturan demi menangkapnya secepat mungkin.
Aku mohon pengertian kalian.
Lalu...
Kau dan Pemilihan Eksekusi.
Jangan salah paham.
Kau bukan pahlawan.
Kau jelas seorang pembunuh,
dan caramu salah.
Aku akan menangkapmu bagaimanapun caranya.
- Siapa dalangnya? - Apa kau mengundurkan diri?
Apa unitnya dibubarkan?
Bukankah kau mengganggu investigasi?
Kebakaran!
- Di mana? - Di sana!
Lari!
Kebakaran!
Superintenden Kim!
Superintenden Kim!
Karena ingin segera menyelesaikan kasus,
aku berbohong kepada kalian dan berpura-pura terluka parah.
Aku sungguh minta maaf.
Jangan berpikir buruk tentang dia.
Kalian dengar apa yang dia lakukan sampai ledakannya terjadi.
Dia berusaha menyelamatkan wanita menyedihkan itu
meskipun dia tahu dia juga bisa terbunuh.
Dia hanya berusaha sebisa mungkin untuk melawan kegilaan Gaetal.
Astaga!
Lalu lintas situs web kita melonjak.
Server Kepolisian Nasional hampir mati.
Pos menghina terus dibuat
satu halaman per detik di forum.
Servernya sungguh akan mati jika begini.
Menurutmu ini lucu?
Apa maksudmu?
Aku sedang memoderatori forumnya.
Komentar kebencian menciptakan lebih banyak komentar kebencian.
Agar tidak terus muncul,
kita harus menghentikannya secara berkala.
Lalu, hapus ini juga.
Dia pikir dia siapa berani menyebut ketua kita gila?
Bisakah kita melacak lokasinya?
Kami tidak bodoh.
Apa kau pikir kami tak akan mengerti?
Kenapa kau tidak memberi tahu kami dan merahasiakannya sendiri?
Kau tidak memercayai kami, ya?
Benar, 'kan?
Makin sedikit orang yang terlibat, makin mungkin berhasil.
Hei. Bicara yang jelas.
Makin sedikit orang yang terlibat, makin mungkin berhasil.
Bukannya kami tidak memercayai kalian.
Kami tidak ingin melibatkan kalian.
Halo, ini Choi Jin-soo dari UIK.
Aku pergi sekarang.
Istri Bae Gi-chul ditemukan tewas juga.
- Apa? - Apa?
Jangan salah paham.
Kau bukan pahlawan.
Kau jelas seorang pembunuh,
dan caramu salah.
Aku pasti akan menangkapmu.
Seperti yang dikatakan pelakunya,
karena ingin segera menyelesaikan...
Aku sudah khawatir ini akan terjadi.
Pokoknya, jika orang tahu alasan dia ke sini,
kita berdua akan mendapat masalah.
Aku harap mereka tahu.
Agar kita bisa menemukan Gaetal.
Apa maksudmu?
Tunggu, Profesor Kwon.
Apa kau sungguh terkait dengan dalang Pemilihan Eksekusi?
Tidak, 'kan?
Jika polisi tidak mencurigai itu, mereka tidak akan mendatangiku.
Kim Mu-chan tidak bodoh.
Jika mereka tahu aku tak melakukan tugas penjara,
mereka mungkin akan percaya kecurigaan mereka benar.
Apakah kau mengancamku?
Tidak mungkin.
Kita belum dalam situasi itu.
Masuklah.
PETUGAS POLISI PEMULA DENGAN BERANI MELAPOR
Narapidana 0512.
Terus berjalan.
Narapidana 0512.
Jalan.
Terus berjalan.
Dasar kau...
Keparat.
Apa kau sudah gila?
Apa teh itu enak?
Kau pikir kau hebat?
Kau sok berkelas setelah membunuh seseorang.
Kau hanya seorang pembunuh.
Bajingan.
Karena kalian para bajingan,
negara ini tidak akan pernah membaik.
Bajingan tak berguna.
- Lepaskan. Mati kau, dasar bajingan. - Hentikan!
Sial.
Seluruh negeri tahu wajahmu sekarang.
Naik taksi tidak mungkin aman, apalagi menginap di hotel
atau tidur di jalanan.
Semua orang jadi paparazi akhir-akhir ini.
Mereka bisa langsung mengunggah fotomu, melaporkanmu, dan...
Apa yang kau lakukan?
Hei.
Tetap saja, ini sedikit...
Aku pergi ke rumah Jin-soo atau Sang-jae saja.
Jo-dan tadi menelepon.
Dia bilang sekarang kantor polisi dikelilingi reporter
dan unit kita juga cukup kesal,
No comments yet. Be the first to leave one.