The first 200 lines.
Chi Yoo. Kamu mengingat sesuatu?
Seseorang memberitahuku,
jika bersikap baik, aku akan mendapat bulgogi dan telur gulung.
Siapa dia? Siapa yang mengatakan itu?
Apa itu kamu?
Apa?
Tidak, bukan aku.
Jika bukan kamu atau aku,
siapa yang mengatakan itu kepada Chi Yoo?
Siapa yang tahu Chi Yoo suka bulgogi dan telur gulung
hingga mengatakan itu jika bukan keluarga?
Kamu ingat hal lain?
Seorang wanita.
Seorang wanita?
Ya, aku memanggil seorang wanita dan mengejarnya.
Siapa dia? Kamu mengenalnya?
Aku tidak ingat.
Kepalanya pasti sakit. Kita harus berhenti bertanya.
Apa maksudnya Chi Yoo sakit kepala?
- Hubungi dokter Kim. - Apa?
Kurasa ingatan Chi Yoo mulai kembali.
Cepat.
Tidak.
Ikutlah denganku.
Jika kamu bersikap baik,
aku akan membuatkanmu bulgogi dan telur gulung.
Pergilah.
Apa dia ingat?
Benarkah ingatanmu kembali?
"Episode 51"
Dokter Kim sudah pergi?
Ya.
Kita perlu membawa Chi Yoo ke rumah sakit?
Untuk menjalani tes
dan menemui konselor jika perlu.
Tentu kita harus melakukannya.
Aku akan menemani dia.
Bagus. Terima kasih, Sayang.
Untuk apa kamu berterima kasih?
Aku ingin Chi Yoo bahagia.
Aku tidak mau melihat masa lalunya
membuatnya bersedih.
Semua akan berjalan lancar.
Lupakan saja masa-masa
selama dia tidak ingat dan tahun-tahun kesulitannya.
Kita bantu dia
mengatasi semua itu.
Baiklah.
Kita harus mendukungnya.
Apa-apaan itu?
Benarkah ingatanku terhapus?
Itu jelas terjadi di hari yang sama.
Kenapa aku mengenakan baju yang berbeda?
Ibu, ini aku.
Di hari Ibu menemukan aku di Pasar Yongin,
bukankah Ibu bilang aku mengenakan gaun kotak-kotak cokelat?
Benar. Kenapa kamu bertanya?
Bukankah aku
mengenakan baju merah dan hijau?
Tidak, kamu memegang baju itu dengan erat
dan bilang baju itu milikmu.
Benar.
Ibu, adakah orang yang berkomunikasi
dengan bibi penjual susu itu?
Kita langsung pergi setelah itu.
Sejak saat itu, kita tidak menghubungi siapa pun dari pasar.
Kenapa?
Di hari itu,
kurasa aku bersama seseorang.
Ingatanku bercampur.
Bisakah Ibu membantuku mencari bibi penjual susu itu?
Untuk apa kamu memikirkan itu padahal sudah hidup di rumah bagus?
Selama di sana, bermalas-malasanlah
dan jangan memikirkan apa pun.
Makan dan tidurlah
seakan-akan hanya itu yang bisa kamu lakukan?
Baiklah, mari bicara lagi nanti.
Aku memberitahunya sesuatu yang tidak seharusnya
dan membuatnya penasaran.
Seperti kata wanita itu,
seharusnya aku tidak membahas catatan itu.
Terima kasih sudah jauh-jauh kemarin
untuk mencari kami.
Bukan apa-apa.
Aku ingin meminta tolong.
Meminta tolong?
Ya.
Kurasa kamu tidak perlu membahas apa pun soal catatan itu.
Jantung ibuku sudah lemah.
Kurasa dia tidak mampu menghadapi itu.
Baiklah.
Selama membesarkan Chi Woo,
aku tidak pernah membahas catatan itu.
Andai tahu, dia pasti sangat sedih.
Bagus.
Dia baru saja pulang.
Aku tidak mau membuat dia kesulitan lagi.
Menurutku dia tidak perlu tahu soal itu.
Dia sangat mencemaskan Chi Woo padahal bukan ibu kandungnya.
Bodoh sekali aku.
Aku hendak memeriksa tempat penyimpanan salon.
Aku hampir lupa.
Kurasa tidak ada di sini.
Di mana catatan itu?
Mau minum bir?
Bir?
Ya.
Duduklah di sini.
Apa ini?
Kamu harus diselamati karena ingatanmu kembali.
Kita hampir tidak peduli karena semua orang bingung.
Kamu tidak perlu melakukan ini.
Wajahmu berkata lain.
Kepalaku sangat sakit
dan aku memikirkan banyak hal.
Kurasa kembalinya ingatanku
bukan hal yang pantas dirayakan.
Jelas ini harus dirayakan.
Ini.
Bir ini pasti terguncang di sakuku.
Untuk kembalinya kamu dan ingatanmu dengan selamat.
Terima kasih.
Jangan terlalu terburu-buru.
Mulai sekarang, akan ada banyak hal baik yang terjadi.
Sekalipun ingatanmu sama sekali tidak kembali,
kamu bisa mulai membuat kenangan baru.
Benar.
Birnya enak?
Ya. Sakit kepalaku reda.
Baiklah. Mau minuman yang lebih kuat?
- Ya. - Tunggu.
Mungkin Ayah menyembunyikan minuman keras di sekitar sini.
Sakit kepalaku sudah reda.
- Apa? - Bukan apa-apa.
Haruskah kuminta sesuatu kepada Ayah?
- Tidak. - Pasti ada sesuatu?
Kapan kamu membuat semua ini?
Lupakan saja.
- Ayo. - Ke mana?
Ke dapur.
Ayolah.
Ini tidak adil.
Kupikir kita akan melakukannya bersama.
Hari ini aku tidak banyak bekerja.
Kamu yang mengerjakan semuanya.
Ini tidak adil.
Kupikir kakimu butuh rehat begitu acara itu berakhir.
Aku harus menahan diri setiap kali berjumpa denganmu.
Kenapa?
Kamu melakukan hal tidak terduga yang membuatku terharu
dan aku tidak bisa mengendalikan diriku.
Kamu tidak lelah?
Kenapa aku tidak lelah? Aku kelelahan.
Tapi ini hari bahagia bagi Kak Chi Yoo.
Itu membuatku bertahan.
Kenapa kamu tidak menghadiri acara itu?
Aku menunggumu.
Karena ini hari bahagia.
Kamu sengaja tidak datang?
Kupikir kehadiranku akan mengganggu dia.
Aku ingin dia bersenang-senang tanpa perlu khawatir.
Joo Chul.
Aku melihat dari kejauhan.
Bagimana seseorang bisa begitu manis?
Tidak, aku tidak manis.
Benar. Kamu juga punya sisi buruk.
Apa?
Kamu bertemu dengan ibuku.
Apa?
Dia bersikap kejam kepadamu.
Kenapa tidak bercerita kepadaku?
Karena...
Kamu juga tidak akan bercerita kamu bertemu kakakku hari ini.
Kamu masih bisa bilang kamu pacarku?
Kamu selalu bilang begitu.
Jangan bilang kamu merahasiakannya demi aku.
Hal itu tidak membantuku.
Seharusnya aku menarik tanganku, tapi tidak bisa melakukannya.
Entah kenapa. Ini gawat.
Aku tidak akan mengulanginya.
Maukah kamu menurutiku?
Baiklah. Mari melakukan ini bersama.
Ini untuk satu orang.
Jika kumasukkan kakiku juga, mereka tidak akan senang.
Itulah sebabnya kamu harus segera memasukkannya.
Cepat, sebelum dia kembali.
Cepat.
- Sebelum dia kembali. - Baiklah.
Cuci kakimu.
- Hangat, bukan? - Ya.
Kupikir kita akan bisa makan di hotel.
Kenapa polisi harus datang?
Tunggu.
Mereka membahas tes DNA.
Bagaimana jika hasilnya menyatakan dia bukan keluarga?
Maka dia bukan keluarga.
Tidak semudah itu.
Kenapa kamu berulah?
Kenapa tidak ikut?
Sudah kubilang. Aku ingin Chi Woo rehat.
No comments yet. Be the first to leave one.