The first 200 lines.
Ini acara radio bajakan DJ Wanseung.
EPISODE 6
Hari ini, kita akan mulai dengan cerita dari Baekho yang meminta saran.
"Halo, Kak Wanseung.
Kemarin aku bertengkar dengan kakakku.
- Kakakku merasa kecewa…" - Tunggu!
- Itu ceritaku. - "…dengan perbuatanku.
Namun, aku malah marah dan berkata kasar kepada kakakku.
Sepertinya dia terluka karena aku. Apa yang harus kulakukan?"
Kak Wanseung membacakan ceritaku.
Kenapa masih bertanya? Tentu saja kau harus minta maaf.
Baekho, minta maaf juga membutuhkan pelatihan.
Kau tidak mau menjadi orang tidak dewasa yang tidak bisa minta maaf, 'kan?
Benar, bukan?
Benar.
WARNET
Ya ampun. Bukankah ini tempat bermain komputer?
Kenapa mengajak ibu ke sini?
Duduklah di sini sebentar.
Tunggu sebentar.
Sayang, kau baik-baik saja?
Hidupmu pasti menderita.
Bagaimana aku bisa hidup dengan baik-baik saja?
Aku ingin bertemu…
dan menyentuhmu.
Hatiku pilu karena sangat merindukanmu, Sayang.
OBROLAN DENGAN BACK SEONG-HAK
Tentu saja aku juga begitu.
Di luar hujan,
tetapi hatiku terasa kering bak gurun pasir.
Meski harus mati kepanasan saat berjalan di gurun pasir itu,
aku akan tetap bersamamu, Sayang.
Astaga.
Aku baru sekali menulis hal begini.
Meski harus mati kepanasan saat berjalan di gurun pasir itu,
aku akan tetap bersamamu, Sayang.
Sayang…
Sepertinya pamanmu ingin terus bekerja bersama denganmu.
Lumayan, 'kan?
Meski tidak sekaya kita saat masih di Seoul,
toko pamanmu akan punya 13 cabang.
Dia lumayan disegani di Pohang dan pebisnis yang sukses.
Keterampilan Paman bagus. Aku banyak belajar darinya.
Namun, kau pasti tidak suka berbisnis.
Dahulu, ayahmu pebisnis, tetapi kau terdampar di sini sekarang.
Ibu tak keberatan tinggal di sini?
Ini kampung halaman ibu.
Kampung halaman yang asing dan tidak nyaman.
Ibu membuang semuanya dan kembali ke sini.
Benar, Yi-jin. Ada yang mau ibu katakan.
Apa itu?
Di Seoul…
Apa?
Kau harus beli apartemen di Apgujeong sekarang.
Sekarang, harganya paling murah.
Bagaimana aku bisa beli itu?
Apa? Kau tidak punya uang sebanyak itu?
Kenapa kau tak mengumpulkan uang di Seoul?
Entahlah. Rupanya aku pemalas.
Namun, Yi-jin, meski harus
sandiwara cerai karena bangkrut dan kita semua harus terpisah,
ibu tidak pernah menyesal menikah dengan ayahmu.
Ayahmu selalu memberi ibu cinta, dan ibu mencintainya.
Ibu menghormati dia dan dia menghormati ibu.
Sekarang pun masih tetap begitu.
Berkencanlah dengan orang seperti itu.
Orang yang bisa membuat diri kalian menjadi lebih baik saat bersama.
Itulah hidup sukses yang sesungguhnya, dasar bodoh.
Ibu.
Ya?
Aku mau ke Seoul.
Aku tidak akan kabur lagi.
Aku ingin memulai semuanya dari awal.
Baiklah. Ibu percaya kepadamu.
Aku merindukanmu.
Namun, aku sudah melihatmu
karena kau memperlihatkan dirimu.
Berkat itu, aku tersenyum hari ini.
TELEPON UMUM
Selamat atas medali perunggunya.
Dahulu, aku pernah bilang, 'kan?
Jika kau berhasil,
aku juga jadi ingin ikut berhasil.
Sekarang sudah waktunya aku berusaha untuk berhasil.
Apa Full House jilid ke-14 sudah terbit?
Aku akan muncul sebelum jilid ke-15 terbit.
Tunggu aku, Hee-do.
TELEPON UMUM
BUKU PELATIHAN UJIAN JURNALIS
Kak Yi-jin, ini aku.
Tahu apa yang berubah darimu sejak kita bangkrut?
Kau tidak mendengarkan musik lagi.
Jangan meninggalkan hal yang kau suka meski hidup ini sulit.
Lalu, berhentilah merokok.
Di hari pindah sekolah, aku memberimu parfum
karena kau bau rokok, bukan bau amis ikan.
Di Seoul, hiduplah dengan melakukan semua yang kau bisa,
tak peduli kau berhasil atau gagal.
Lalu, jangan mencemaskanku lagi karena itu terlalu membebaniku.
Yang terakhir, maaf karena aku melawanmu hari itu.
Aku sungguh menyesal.
5 BULAN KEMUDIAN
Dia cepat sekali!
- Ya ampun! - Hei!
- Berhenti mengikutiku! - Tidak!
Aku pasti bisa!
- Aku lebih dahulu! - Tidak!
TELEPON UMUM
Hei.
Bukankah lebih baik mencari telepon umum lain?
Sepuluh menit lagi berita dimulai.
Lihat saja kau nanti!
Semoga beruntung!
Aku Back Yi-jin, reporter magang.
Sudah ada telepon?
- Tidak bisa pakai ponsel, ya? - Dasar bodoh.
Mana ada orang waras yang melaporkan berita dengan ponsel?
Sudah ada banyak pasien, tim medis, dan reporter di rumah sakit.
Kau pikir stasiun pemancar seluler mampu? Kau mau disalahkan kalau terputus?
Baik. Maaf, Pak. Aku akan segera cari telepon kabel.
Baik!
Tempat itu buka.
Aku Back Yi-jin, reporter magang.
Telepon kabelnya ada?
Ya, Pak.
Suara apa itu? Di mana kau sekarang?
Aku di tempat anjing dimandikan.
Aku di salon hewan peliharaan.
Astaga. Kau sudah tidak waras?
Mau ada salakan anjing di berita?
- Aku akan bujuk mereka. - Bujuk siapa?
Aku akan bujuk anjingnya.
Begitu, ya.
Hei, Kalian.
Dengar, kalian tahu manusia dan anjing berteman sejak dahulu, 'kan?
Sesama teman harus saling membantu.
Tolong diam 30 detik saja.
Ini kali pertamaku melaporkan di berita utama,
dan masa depanku bergantung pada ini.
Aku sungguh memohon!
Diamlah 30 detik saja.
Kau mendengarkan aku sambil makan, 'kan?
Reporter Back, sudah siap?
Ya, aku sudah siap.
Meski kecelakaannya besar, syukurlah tidak memakan korban jiwa.
Mari kita cari tahu keadaan korban yang luka di Rumah Sakit Hanam Jaeshin.
Reporter Back Yi-jin yang ada di lokasi, silakan laporkan.
Mulai.
Baik, di Rumah Sakit Hanam Jaeshin ada 24 korban terluka
yang sedang mendapatkan perawatan akibat kecelakaan hari ini.
Pak Kim yang berumur 31 tahun sedang dioperasi karena kepalanya terluka,
tetapi dikatakan hal itu tidak membahayakan nyawanya.
Ada sembilan korban luka serius, dan 18 korban luka ringan,
tetapi tiga di antaranya sudah diobati dan bisa pulang.
Pihak rumah sakit mengatakan korban luka ringan
setidaknya akan bisa pulang besok atau lusa.
Dari Rumah Sakit Hanam Jaeshin…
Back Yi-jin dari Berita UBS melaporkan.
Dasar bodoh!
Salon hewan peliharaan?
Kenapa pilih tempat itu? Kau sudah gila?
Telepon umum yang ada sudah diisi oleh para reporter lain,
dan hanya salon itu yang buka.
Maafkan aku.
Ya, hal seperti ini tak akan terjadi lagi.
Baik.
Aku ingin berhenti dimarahi.
TOKO BUKU
Rupanya ada toko buku yang amat tenang di sini.
BUKU TERBAIK DAN ALAT TULIS
Seharusnya aku jalan satu blok lagi tadi.
MENJUAL KOMIK FULL HOUSE JILID KE-15
MENJUAL KOMIK FULL HOUSE JILID KE-15
"Masa depan cemerlang bagi anggar Korea."
Ko Yu-rim dapat emas dan Na Hee-do dapat perunggu.
Bonusku pasti akan banyak.
Bagus sekali.
Maaf, Pak.
Maaf, Pak. Namun, mulai bulan Maret, merokok di dalam pesawat dilarang
menurut peraturan penerbangan.
Apa?
Jadi, sekarang tidak boleh merokok di dalam pesawat?
Ya, benar.
Mau jadi apa dunia ini?
Selamat atas medali perunggumu, Nona Na Hee-do.
Bagaimana kau bisa tahu?
Kau klien istimewa yang berjuang demi negara.
Tentu saja aku tahu.
Aku senang bisa melayanimu.
Terima kasih.
Apa kau mau minum?
- Aku mau jus jeruk. - Baik.
- Silakan. - Terima kasih.
SERTIFIKAT PENGHARGAAN
Hanya kurang medali emas.
Aku pasti akan mendapatkannya.
Aku mengandalkanmu untuk Pesta Olahraga Asia juga.
ANGGOTA TIM NASIONAL, NA HEE-DO
Juga tolong jaga orang
yang memberikanmu kepadaku
No comments yet. Be the first to leave one.