Vadhuvu

Vadhuvu (వధువు)

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Vadhuvu S01E01 WEBRip-Indo
A Commentary by Kudalumping

Tags

webrip
web
BRip
Published on: 2024-01-03
Downloads: 25
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 166 lines.

PERNIKAHAN KELUARGA ANJURI

- Salam, Sekharam! - Selamat datang!

- Kenapa kau terlambat? - Tidak apa-apa.

Apa kabarmu? Bagaimana perjalanannya?

- Ayo makan malam. Silakan. - Ya.

Eeswari, temui putri kita.

- Persiapkan dia cepat. - Oke, silakan.

Ikut denganku.

Ya.

Hei! Awas tersandung.

- Renuka... - Ya?

Di mana Indu? Dia belum siap?

- Waktu yang baik sudah dekat. - Yah, dia sudah siap.

Dia menutup pintu satu jam yang lalu. Dia tidak mau membukanya.

Dari mana kau?

Kakak ipar mencarimu.

- Renuka... - Ya?

- Di mana saudaraku? - Aku akan memberitahunya.

Tapi beri tahu aku kemana saja kau saat ada banyak pekerjaan.

- Aku bertanya di mana saudaraku. - Dia di ruang makan malam.

Jangan sungkan-sungkan. Nikmati saja.

Tambah lagi.

Ini kari mangga. Cobalah.

- Ini dia. - Bang, sebentar.

- Aku perlu bicara denganmu. - Aku sedang melakukan sesuatu.

- Tolong. - Tapi aku harus berada di sini.

- Rajaiah... Rajaiah... - Ya, Pak.

- Ambil ini. - Oke, Pak.

- Ayo. - Silakan.

- Ikut denganku. - Ada apa?

Ikut denganku. Aku akan menjelaskan.

Hentikan dramanya!

Kenapa kau tidak memberitahuku apa yang terjadi?

Pernikahan ini tidak akan terjadi.

Kenapa kau mengatakan begitu?

Tunggu.

Apa yang terjadi?

Maafkan kami, nak.

Pernikahannya dibatalkan.

PENGANTIN

Pesta pernikahan akan segera tiba. Ayo cepat!

Perbaiki dengan benar. Ya.

SELAMAT DATANG DI PERNIKAHAN KELUARGA ANJURI

Anak-anak, pelan-pelan.

Bawa ke ruangan paling ujung.

Ini dia, sayang. Silakan.

Kak...

Kau bisa menyelesaikannya nanti.

Minumlah kopi.

Aku akan mengambilnya nanti.

Pertama, hiasi Indu dengan perhiasan ini.

Kenapa kau memberikan semua perhiasan itu?

Kita akan mengadakan pernikahan dan resepsi.

Terus? Kau ingin aku menyimpannya?

Kapan dia mendapat kesempatan untuk memakai semua ini?

Oke, kak.

Cukup. Dia akan masuk angin.

Indu, ayo.

Semakin dekat dengan pernikahan,

semakin stres yang kurasakan.

Jika pernikahannya dibatalkan kali ini,

Aku tidak mempunyai kekuatan untuk menanggungnya.

Kau tahu apa yang harus dikatakan dan apa yang tidak boleh dikatakan pada saat pernikahan?

Ketakutanmu memakanmu.

Terakhir kali kau paranoid kau jatuh sakit.

Pernikahan akan terjadi tidak peduli apa kali ini.

Apa yang sudah kau lakukan? Kenapa kau berdarah?

Siapa yang membawanya keluar?

Ada pernikahan keluarga.

Kita seharusnya mempersembahkan ritual.

Menumpahkan darah pada saat ini merupakan pertanda buruk.

Kau mencemari rumah dengan melakukan ini.

Brahmarambha, tolong jangan pukul dia. Dia tidak bersalah.

Dia tidak bersalah?

Dia menyadari semuanya.

Pernikahan sudah dibatalkan tiga kali.

Daripada mengurung putrimu yang mentalnya tidak stabil di kamar,

kenapa kau membiarkannya keluar saat ada tamu datang?

Aku minta maaf. Aku akan membawanya masuk.

Lanjutkan pernikahannya.

Aku akan membawanya masuk.

Padma, ikutlah denganku.

- Ayo, Padma. - Bangunlah.

- Ayo masuk ke dalam. - Ikutlah denganku.

Dia merusak moodku.

Arya... Sneha...

Bibi dan pamanmu tidak bisa menyelesaikannya.

Aku ingin kalian membawa oleh-oleh tersebut untuk keluarga mempelai perempuan.

Tak seorang pun di rumah ini yang waras.

- Kemana kita akan pergi? - Aku akan menjelaskan. Ikut denganku.

Ayo.

Anakku terlihat sangat cantik.

Kau terlihat seperti seorang dewi, sayang.

Cukup. Jangan bawa sial.

Jika orang mengetahui pernikahanku batal terakhir kali

karena adikku,

mungkin pernikahanku akan dibatalkan lagi.

Dia kawin lari dengan tunangan kakaknya tanpa hati nuraninya.

Aku tidak ingin mendengar namanya lagi di rumah ini.

- Salam! - Silakan.

- Apa kabarmu? - Baik, terimakasih.

- Apa kabarmu? - Baik.

Paman dan bibimu tidak ikut?

Kami tidak ingin menyusahkan orang tua, jadi kami saja yang datang.

Jadi, kau membawa semua oleh-oleh ini?

Apa tidak cukup?

- Maksudnya jumlahnya banyak. - Oh!

Setidaknya itulah yang bisa dilakukan keluarga kami.

Benar kan?

Jangan pedulikan dia. Dia belagak pintar.

Terlebih lagi, dengan senang hati kami melakukan ini untuk adik ipar.

Berhenti.

- Ada apa? - Bu...

- Ini... - Oke, pergilah.

- Baiklah kalau begitu. Kami akan pulang. - Oke nak.

Aku merasa tidak enak karena kau tidak makan apa pun di rumah kami.

Kami akan mencicipi makanan adik ipar

setelah pernikahan.

Oh-ho! Itu alasan yang bagus.

Dia makan kue dan manisan dalam perjalanan ke sini.

Itu sebabnya dia kenyang.

Dia berdalih dengan emosional sebagai alasan.

Hentikan!

Tolong jangan pedulikan dia.

- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.

Baiklah, nak. Hati-hati.

Pak... Pak...

Bisakah kau masuk ke dalam sebentar? Aku harus memberitahumu sesuatu.

Kupikir ada sesuatu yang kacau.

Ada apa denganmu, kawan?

Oke, ayo.

Pak, lihat itu.

Kau memanggilku untuk menunjukkan ini?

Pak, lihatlah buah nangka itu baik-baik.

Apa salahnya? Tampak baik-baik saja.

Tunggu.

Kenapa mereka menjahit nangkanya?

Siapa yang melakukan ini?

Aku tidak tahu, Pak. Itu sebabnya aku memanggilmu.

Buka.

Kenapa ada daun di dalamnya?

- Daun apa itu? - Aku tidak tahu, Pak.

Kurasa aku pernah melihatnya sebelumnya.

Tapi aku tidak bisa memastikan jenis daun apa.

- Mungkin itu tradisi mereka. - Kau bercanda?

Tradisi, apaan! Lebih terlihat seperti pertanda buruk.

Biasanya orang akan mengecek ulang oleh-oleh sebelum membawanya.

Bagaimana kau bisa berpikir nangka yang dijahit akan jadi bagian dari sebuah tradisi?

Jangan berasumsi.

Hubungi mereka dan tanyakan apa yang terjadi.

Halo, Sekharam. Apa kabarmu?

- Kau menerima semua oleh-olehnya? - Oh ya.

Itu sebabnya aku menelepon.

- Oleh-oleh yang kau kirim... - Apa masih kurang?

Kau ingin aku mengirim lagi?

Tidak, bukan itu.

Kami menerima buah nangka sebagai salah satu oleh-olehnya.

Ya, itu hasil dari pertanian kami.

Rasanya enak. Tidak ada pestisida yang digunakan.

Ya aku mengerti.

Tapi nangkanya ada pola jahitan.

Biarkan aku keluar. Jaringan di sini jelek.

Apa yang kau katakan?

Nangka yang dijahit?

Aku sama terkejutnya. Itu sebabnya aku menelepon.

Juga, seseorang meninggalkan sehelai daun di dalam nangka dan menjahitnya.

More Indonesian subtitles for Vadhuvu

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left