My Demon

My Demon (마이데몬)

Download Indonesian Subtitle

Release info

마이-데몬-My-Demon-E03-NEXT-NF
A Commentary by Anangkaswandi

Tags

other
Published on: 2023-12-01
Downloads: 21
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

CHA, KEPALA KEUANGAN GRUP MIRAE, DITEMUKAN TERGANTUNG DI TOILET UMUM

Jeong Gu-won?

Bertanggung jawablah saat menyimpan

barang berharga orang lain.

Asam klorida?

Kau…

Ternyata aku tidak salah lihat waktu itu.

Siapa…

kau sebenarnya?

Aku…

adalah demon.

Kalian biasa menyebutku…

iblis.

EPISODE 3 BERGANDENGAN TANGAN DENGAN IBLIS

Dari sampel cairan yang menetes di jalan,

pelaku menerormu dengan asam sulfat.

Andai cairan itu mengenai wajahmu dengan kadar dan volume sebanyak itu,

kau bisa tewas karena melepuh.

Berarti dapat dipastikan kau yang jadi target dalam kasus ini.

Kau bisa menduga pelakunya?

Aku kepala keuangan Grup Mirae, Cha Tae-jun.

Aku menghubungi karena sebuah informasi penting.

Apa kau teringat sesuatu?

Tidak.

Bagaimanapun, kurasa aku tidak punya musuh yang sampai sedendam ini.

Dasar remeh.

Masuk.

Cepat.

Berjajar di sini.

Cepat masuk!

Hei, kini perjudian menerima tunawisma juga?

Bisnis mereka sepi.

Mau ke mana?

Lepas. Kau kasar sekali kepada gadis.

Kau buru-buru? Kalau begitu, kau yang pertama.

Sisanya duduk di sana.

Duduklah.

Nomor KTP?

Silakan tunggu sambil minum ini.

Aku tak minum minuman remeh begitu.

Tiap kali bertemu, cara bicaramu tak sopan sekali.

Selama ini kau tinggal di luar negeri?

Aku awet muda, tapi sebenarnya sudah tua.

Begitu, ya. Baiklah.

PENCARIAN IDENTITAS

Apa? Ternyata namanya berarti "gadis".

NOH SUK-NYEO TIDAK DIKETAHUI

Kenapa Do-hee belum keluar juga?

Ya Tuhan!

Aroma kopi arabika yang lezat.

Kini nyawamu pun mudah direnggut.

Lama-lama kau bisa mati.

Dengan cara…

yang amat remeh.

Kenapa banyak orang gila akhir-akhir ini?

Sudah beres?

Rupanya kau terus menunggu.

Kau pasti merasa tegar berkat dia.

Mohon kabari aku soal perkembangan kasusnya.

Baik. Hati-hati di jalan.

Mereka pasti

akan sampai ke pelaminan, bukan?

Lihat dari mana?

Akhirnya rolet mulai berputar.

- Rolet? - Ya.

Kupertaruhkan seluruh hartaku untuk angka ganjil.

Apa sesulit itu menjaga diri baik-baik?

Bagaimana jadinya andai aku terlambat datang?

Tatoku yang berharga nyaris hilang.

Jadi, kau demon?

Iblis itu iblis. Kenapa harus demon?

Memang Pokémon? Lucu sekali.

Pokémon…

Dengar baik-baik.

Demon adalah makhluk berharga yang hidup demi kontrak dengan manusia.

Tepatnya kontrak apa itu?

Singkatnya, mengabulkan permintaan manusia.

- Maksudmu, Genie? - Aku tidak seperti Smurf berotot itu.

Kau lihat sendiri kekuatanku. Apa lagi kalau aku bukan demon?

Kami biasa menyebutnya pahlawan super.

Lupakan. Terserah mau anggap apa.

- Kalau begitu, Genie… - Selain itu.

Terus terang,

aku tak peduli kau iblis atau malaikat.

- Kau tak percaya, ya? - Itu tidak penting.

Yang penting, kau punya kekuatan super

dan tato yang menjadi sumber kekuatan itu ada padaku.

Jadi, kau pasti tak percaya.

Ya, aku tak percaya.

Sudah kuduga.

Kenapa manusia tak bisa langsung percaya?

Pantas kau terobsesi pada tato itu.

Kau pasti merasa serbasalah selama ini.

Kau harus terus bersamaku untuk memakai kekuatan,

tapi tak ada alasan untuk itu.

Pacar saja bukan, apalagi mantan pacar.

Yang kau butuhkan kini adalah

identitas yang dapat dijadikan alasan.

- Benar? - Intinya apa?

Kita berbagi takdir.

Itu maksudku.

Takdir?

Visi dan misi kita sama.

Pasti ada jalan yang saling menguntungkan.

Lalu?

Jadilah pengawalku.

Pengawal? Apa maksudmu?

Biar kujelaskan.

Melindungiku dari mara bahaya…

Kau kira aku tak tahu arti pengawal?

Aku ini demon.

Kau mau aku melindungi manusia yang remeh?

Kau melindungi tato berhargamu,

bukan manusia yang remeh. Anggap saja begitu.

- Tidak mau. - Jika tak mau melindungi,

melawan penjahat saja bagaimana?

Kau ingin aku membantumu melawan mereka?

Kau kira demon itu Pokémon?

Seumpama aku mati, kau juga pasti repot, 'kan?

Bagaimana nasib tatomu kalau aku mati?

Sebagaimana kau tahu,

aku sedang dalam bahaya.

Meski tak tahu siapa yang mengincarku,

orang itu berniat membunuhku.

Kau membutuhkan tatomu,

dan aku membutuhkan kekuatanmu.

Ini satu-satunya cara agar kita berdua selamat.

Bukan begitu?

- Setuju jadi pengawal, 'kan? - Jawabanku sudah pasti tidak.

Lantas, menurutmu ada cara yang lebih baik?

Pokoknya, aku tak mau jadi pengawalmu.

- Mau ke mana? - Bedebah itu mungkin mengincarmu lagi.

Biar kuantar sampai ke depan pintu.

Itu namanya pengawal. Pengawal tak serumit bayanganmu.

Berapa kali kubilang? Aku tidak sudi jadi pengawal.

Jalan di depan. Aku akan mengawasi dari belakang.

Keamanan di sini bagus, 'kan?

Sikap dan ucapannya tak sesuai.

TEATER SUNWOL

Aku hebat seperti biasa…

Astaga, maaf.

Ternyata tidak.

Bisa-bisanya kekuatan hebatku

pindah ke pergelangan tangan manusia yang remeh dan lemah itu.

Bagaimana jika bedebah itu menerobos ke rumahnya?

Andai dia mati dan kekuatanku hilang,

bagaimana nasib kontak-kontrakku kelak?

Kawal saja dia bila kau secemas itu.

Jangan konyol.

Masa, demon jadi pengawal?

Awalnya, demon memang pengawal, 'kan?

Omong kosong macam apa itu?

"Pada dasarnya, demon hidup berdampingan dengan manusia

dan merupakan dewa pelindung manusia."

Dewa pelindung dan pengawal itu sama.

Aku tak mau jadi dewa pelindung maupun pengawal.

Aku paling cocok menjadi demon.

Kali ini bagaimana kau mengambilnya?

Saat aku membereskan mejamu.

Omong-omong,

apa jadinya bila Do Do-hee menyebarkan jati dirimu?

Dia bahkan tak percaya aku demon.

Selain itu, kau tahu sendiri sifat manusia.

Aku melihat iblis.

- Astaga. - Ya Tuhan.

Bagaimana rupa iblisnya?

Demi memikat rohku,

iblis itu muncul di hadapanku sebagai pria idamanku.

Hidung yang mancung, tapi tidak berlebihan.

Kulit yang mulus,

serta bibir yang seksi sekaligus lugu.

Terutama

tatapannya yang begitu sayu,

serta suara yang selembut dan semanis madu.

Akhirnya, aku

jatuh cinta kepada iblis.

Pada akhirnya, tak seorang pun percaya,

dan aku akan hilang dari ingatan

tanpa jejak.

Benar juga.

Sebelum reinkarnasi, aku pun dipukuli gara-gara mengaku melihat iblis.

Bokongku masih terasa linu tiap kali hujan.

Itu kejadian sebelum reinkarnasi. Jangan manja.

Omong-omong, benarkah kekuatanmu hilang jika Do Do-hee mati?

Aku juga waswas terjadi sesuatu

karena tak tahu soal itu.

Haruskah kubuang buku panduan tak informatif

yang bisanya hanya menakuti ini…

Sial. Tidak.

Katamu bukan buku panduan.

Aku cuma ingin kembali ke hidup yang damai dan menyenangkan seperti sediakala.

Aku hanya ingin hidup selamanya

sebagai predator terhebat yang tak menua maupun mati.

Memang itu berlebihan?

- Tak disembunyikan? - Kau pasti akan menemukannya lagi.

Padahal aku senang mencarinya.

Yang benar saja.

Jadilah pengawalku.

Dasar keras kepala.

Atau kuhapus tatonya dengan laser di dokter kulit?

More Indonesian subtitles for My Demon

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left