Season 1

Release info

Peach Boy Riverside 11 2021
A Commentary by koleksifilmserial

Tags

bluray
Published on: 2024-11-12
Downloads: 18
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 188 lines.

Kau…bagaimana kau bisa ada di sini?

Sakit!

Hawthorn, baru saja kau ingin mati, kan?

Aku tak mau mati. Aku hanya tidak mau mundur lagi.

Begitu saja.

Aku tak tahan.

Apakah ini efek dari berpetualang?

Apa yang kau lakukan?

Tidak, tidak ada apa-apa.

Apa kau yang menangkis serangan petirku?

Aku Winnie.

Penyihir Hutan Barat, Winnie.

PEACH BOY RIVERSIDE

"PERANG DAN BENCI" Aku hanya menakutimu.

"PERANG DAN BENCI" Aku takkan bertarung denganmu.

Aku kemari hanya untuk membawa barang ini ke Hawthorn.

Ini…pedang?

Aku melirik bola kristal

dan melihatmu dengan pedang kayu.

Aku tak bisa diam begitu saja, jadi aku terbang kemari.

Terlebih…

Waktunya seharusnya tepat.

Apa yang terjadi dengan pedang ini?

Seolah-olah ada denyut nadi…

Pedang itu menakutkan.

Tapi, di mataku itu hanya pedang biasa.

Tidak, pedang itu sangat menakutkan.

Itu pusaka surga.

Namanya Nao.

Awalnya itu milik Frau.

Surga… Frau…

Aku tak akan menjelaskan lebih lanjut.

Bagaimanapun, pedang itu milik Frau.

Kabarnya, itu adalah pedang keberuntungan.

Pedang itu bisa memotong semua yang ingin kau potong.

Baik tubuh Oni ataupun guntur dan kilat,

tak ada benda yang tak bisa dipotongnya.

Itu artinya, berikutnya tergantung pada kekuatanmu sebagai pendekar pedang.

Ternyata begitu.

Dengan begitu, aku tak pernah kalah.

Kau baru mendapat pedang, tapi sudah sombong.

Bagaimana kau menggunakan pedang besi dengan kilat dan guntur?

Tuhan yang tahu.

Jika pedang biasa, maka itu namanya bunuh diri.

Tapi, karena penyihir itu berkata pedang ini bisa memotong,

maka dia pasti tak mungkin salah, kan?

Ini adalah guntur dan kilat Oni.

Jika kau bisa memotongnya, coba saja!

Dengan begini, semuanya akan berakhir.

Pergilah dan bantu Todoroki.

Kau…kenapa masih hidup?

Jelas-jelas kau terkena meriam hantu pada jarak sedekat itu!

Atra…saat itu meninggalkan kekuatan untukku,

jadi, aku bisa terus bertarung.

Kau…

Ternyata bukan manusia kelinci biasa.

Aku tak memberi kontribusi apa pun.

Aku benar-benar tak berguna.

Maafkan aku, Todoroki.

Aku pergi dulu…

Hawthorn.

Aku ke sana sekarang…

Aku akan pergi… menyelamatkanmu sekarang…

Meski Oni Tinggi kehilangan tanduk, tapi mereka hanya sampai level ini.

Aku takkan melepaskanmu.

Kau harus mati di sini, Meki!

Aku harus bagaimana

agar bisa menembus tubuh Shinki…

Ini jalan buntu. Sayang sekali.

Mari kita selesaikan di sini.

Aku hanya bisa bertaruh.

Karena tubuhnya bisa meregang, pukulanku tak mempan terhadapnya.

Bukankah meriam hantu tak bisa diaktifkan?

Dia tertipu!

Sendo ini hanya pura-pura

untuk membuat cacat jangka pendek dan membuatku menyerang penuh

dan kau membelakangi dinding!

Jika punggungmu menempel di dinding,

kau tak bisa menyerang, kan?

Kau hanya mengandalkan kekuatan yang tak diketahui asalnya.

Bagaimana kau bisa melindungi?

Kau sangat menjengkelkan.

Meski aku tak bisa menggunakan kekuatan mataku,

aku akan mati-matian melindungi semuanya!

Baiklah, akan kuserang kau!

Kau akan kukalahkan dan akan kuselamatkan teman-temanku!

Bagus, aku sangat menikmatinya.

Aku menyerah.

Kau mempermainkanku?

Aku hanya ingin mengujimu.

Kekuatanmu sangat berbahaya.

Aku ingin menguji ketulusanmu sebagai pemakainya.

Tuan Sumeragi.

Kupikir kau orang baik,

ternyata kau orang yang menyebalkan.

Lagi pula, aku kehilangan banyak hal.

Tak bisa dihindari kalau kepribadianku akan menyimpang.

Oh, ya, tadi mataku tak bereaksi padamu…

Hawthorn akan segera dibunuh.

Kau masih mengobrol denganku di sini?

Aku lupa!

Aku takkan menghalangimu lagi, pergilah.

Terima kasih!

Terima kasih?

Tuan Sumeragi!

Tunggu aku membereskan urusan Mikoto,

akan kuulurkan tanganku padamu.

Jangan lupa tentang koeksistensi Oni dan manusia.

Akan kuingat.

Terima kasih! Sampai jumpa!

Sampai jumpa!

Mustahil!

Pedangnya bekerja!

Sebaiknya jangan dekat-dekat dengannya.

Selama menyentuhnya, kita akan tersengat listrik.

Apa dia tak bisa mengendalikan kekuatannya sendiri?

Siapa kau?

Aku dikirim kemari untuk membentuk tim denganmu.

Namaku Meki.

Apa ini?

Ini kuberikan untukmu.

Topi ini bisa menahan kekuatan Onimu.

Asal kau bisa fleksibel menggunakan kekuatan Oni,

kau bisa mencapai hasil yang lebih brilian.

Apa yang terjadi?

Apa dia mulai menyerah?

Raijin Kigo!

Sekali lagi!

Aku benar-benar kalah.

Shinki…

Kau baru saja mengalahkan musuh di hadapanmu.

Tapi… Meki…

Mengapa ekspresimu begitu menderita?

Kukira kau dan Todoroki adalah Oni yang tak begitu membenci manusia.

Tapi…

Meki.

Seperti apa aku di mata manusia?

Karena penampilanku,

manusia yang melihatku takkan memanggilku Oni, tapi monster.

Di antara Oni juga sama.

Penampilanku yang tak biasa membuatku dibenci oleh Oni.

Tapi…hanya Todoroki…

Apa? Hanya tanganmu saja yang sangat panjang.

Apa kau Chuki yang tak punya nama?

Kalau begitu, biar kubantu memberimu nama.

Bagaimana kalau Shinki?

Dialah yang memberiku tujuan seperti ini.

Kau dan Todoroki akan rukun bahkan jika kalian bercampur dengan manusia.

Tapi…

Itu tak mungkin bagiku.

Daripada membiarkan Todoroki dirampok di sana,

aku lebih suka menuruti keinginan dan mengakhirinya dengan kebajikan ini.

Kau bersedia menangis untuk orang sepertiku?

Jika orang sepertimu bertambah…

Mungkin…aku juga bisa bersama…

Benda itu… sial!

Bisakah diaktifkan berulang kali?

Meki.

Oh, ya, Meki.

Ada apa?

Suatu hari nanti…

Aku harus melakukannya kali ini!

Bentuknya runtuh dan jadi lebih ganas dari sebelumnya.

Apa aku bisa memotongnya?

Ini yang terakhir!

Matilah kau, Momotaro!

Ayunkan pedangmu dengan penuh percaya diri.

Kau benar-benar kuat.

Maafkan aku… Meki…

Sulit dipercaya.

Maksudmu?

Manusia itu… jelas-jelas dia hanya punya pedang kayu,

tapi dia sama sekali tidak takut.

Akhirnya, dia merobohkan Tuan Todoroki hanya dengan satu ayunan pedang.

Karena aku menyemangatinya.

Yang barusan keren sekali, Hawthorn!

Meki…

Aku di sini. Ada apa?

Meki, kenapa kau masih hidup…

Oh, ya, aku sudah mati, kan?

Todoroki, tenanglah dulu.

Akan kujelaskan padamu sekarang.

Ini benar-benar kamu, kan?

Ternyata kau belum mati.

Syukurlah.

Eh?

Hawthorn, apa kau tidak perlu melihat anak Oni itu?

Sudah kuserahkan pada Carrot.

More Indonesian subtitles for Peach Boy Riverside

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left