The first 180 lines.
Yang benar saja ...
Dari seluruh Tokyo, kenapa harus ke Hikarigaoka?
Apa bedanya dengan Saitama?
Seandainya kita ada di Shinjuku, setidaknya bisa belanja atau jalan-jalan.
Hei.
Memangnya kau datang kemari untuk bermain?
Aku datang untuk belajar.
Jangan meremehkan Hikarigaoka.
Atau Saitama.
Maaf.
Meski begitu, tak ada salahnya untuk bersenang-senang, ‘kan, Pak Muda?
Pakai nama samaran.
Pak Kondo.
KONDO (NAITO MUDANO) Setelah insiden Kyoto, kita wajib menyamar.
NATSU (SHIKI ICHINOSE) Cih.
SHINJI (IKARI YAOROSHI) Dasar pecundang.
SHUN
MAHO (HOMARE BYOBUGAURA) M-Maaf!
HINA (KUINA SAZANAMI) Apakah kau baik-baik saja?
GORO (ROKURO KIRIYAMA) Ah, ya. Aku baik-baik saja.
SHINICHI (JUJI YUSURUBE) Apa cuma aku yang tidak menyamar?
Setelah ini, kita langsung menuju ke hotel.
Bersiaplah. Besok pagi, kita akan langsung berkeliling.
Kemudian, Natsu...
setelah berkeliling besok, pergilah ke sini untuk pengambilan darah.
Pengambilan darah? Kenapa?
Kita perlu menganalisis darahmu.
Gara-gara insiden di Kyoto, semua rencana kita jadi kacau-balau.
Jadwal macam apa ini? Berantakan sekali.
Cepat!
Menyebalkan.
Ha?
FESTIVAL TAMAN HOSHIGAOKA
FESTIVAL
Aku ingin makan itu!
Lagi pula, kita sedang beristirahat.
Tak ada salahnya mampir sebentar.
MIKADO, SEPERTI GERBANG PARA DEWA
Wow!
Festival memang seru!
ARENA TEMBAK
Oh! Ada arena tembak!
Kak, aku tak bisa mengenainya!
Papan target untuk hadiah utamanya terlalu kecil!
Hei, adik...
Biar kakak yang memenangkan hadiahnya untukmu.
Memangnya kakak bisa?
Mana mungkin.
Lihat saja!
Hah?
Wow, luar biasa!
Hore!
T-Tunggu sebentar!
Wow!
Hebat!
Hadiahnya disapu bersih!
Sepertinya mainan ini ingin pulang bersamamu.
Benarkah?
Maukah kau merawat mereka dengan baik?
Ya, terima kasih!
Ini, ambil juga hadiahku.
Hadiah yang itu lebih bagus.
Apa kau bilang?
Terima kasih, ya!
Ya sudah. Hari ini aku tutup lebih awal.
Terima kasih, kak!
Kalian berdua hati-hati pulangnya, ya!
Silakan.
Asyik!
Terima kasih.
Rasanya menyegarkan!
Ramune memang cocok untuk "festival"!
Terima kasih, permainan tadi rasanya jadi seru.
Kau juga hebat.
Kau suka senjata api dan semacamnya?
Aku sangat suka.
Aku sampai dibuat berdecak kagum oleh animasi isi ulang peluru dalam gim.
Sama. Gim zaman sekarang memang sudah sedetail itu. Hebat sekali!
Kau menonton saluran Mech Osaka, ‘kan?
Dia memang jago, tapi aku lebih suka saluran bernama GunMania46.
Kau orang pertama yang kutemui yang tahu saluran itu!
Kita berdua benar-benar menyukai hal yang sama, ya, uh...
Ah, iya, aku lupa memperkenalkan diri.
Namaku Mikado.
Huruf kanjinya mirip seperti "Gerbang Tuhan".
Kalau namamu?
Aku Shik—
Uh...
Pakai nama samaran.
Aku Natsu!
Natsu, seperti "musim panas", ya? Kau lahir di bulan Agustus?
Bukan, Februari.
Orang tuamu pasti punya preferensi penamaan yang sangat unik.
Bolehkah aku memanggil namamu? Kita mungkin seumuran, ‘kan?
Ya. Umurku 19 tahun.
Sungguh? Kau lebih tua dariku?
Secara garis besar, kita berdua masih remaja.
Wow, sikapmu sangat dewasa, ya.
Jadi, apa kau mahasiswa atau bagaimana?
Bukan.
Aku seorang polisi.
Polisi? Sungguh?
Aku kurang pandai berurusan dengan polisi.
Apa alasanmu menjadi polisi?
Hmm.
Sepertinya aku cuma ingin melindungi masyarakat dari penjahat.
Ha? Kedengarannya mulia.
Terima kasih. Namun, jadi polisi itu berat.
Lihatlah orang itu.
Penampilannya sangat mencurigakan.
Ya, dilihat sekilas, dia terkesan intimidatif.
Namun tadi, aku melihat dia memberikan ikan mas yang dia tangkap
di festival kepada seorang anak sambil tersenyum lebar.
- Masa? Jadi sebenarnya dia orang baik? - Dari mana saja kau?
Tepat sekali! Itu maksudku.
Aku ingin menentukan baik atau jahatnya seseorang.
Tentunya berdasarkan hukum.
Benar juga, sih.
Namun, atasanku berprinsip sebaliknya.
Teramat ambisius dan banyak memenjarakan orang.
Sebetulnya dia tidak salah.
Ini cuma soal perbedaan prinsip.
Begitu rupanya.
Aku jadi teringat wali kelasku.
Sepertinya masalahmu sama beratnya, ya, Natsu.
Bagaimanapun, Mikado, kau bisa menentukan pilihanmu sendiri.
Sayang rasanya kalau ada orang lain, meski itu bosmu, mengubah prinsipmu.
Aku mendukungmu menjadi diri sendiri!
Benar juga kau.
Kamu mengagumkan, Natsu.
Ha?
Kau membuktikan bahwa usia tidak menentukan kedewasaan.
Ayolah, tak usah dramatis begitu.
Aduh, aku harus segera pergi sebelum aku dimarahi.
Sebelum itu, bolehkah aku minta kontakmu?
Lain kali kita nongkrong lebih santai, ya.
Boleh, mengapa tidak?
Namun, tempat tinggalku bukan di sekitar sini.
Oh, ya?
MIKADO Jadi, kau tinggal di mana?
Anu, di sekitar wilayah utara?
Kau ini benar-benar menarik.
Oh, iya.
Setelah berkeliling besok, pergilah ke sini untuk pengambilan darah.
Besok malam aku luang.
Kalau begitu, ayo kita jalan-jalan.
Oke.
Baiklah, sudah tersimpan!
Hmm?
SHINYA APA YANG SEDANG KAU LAKUKAN?
Pokoknya, terima kasih!
Aku senang sekali.
Siap, Pak Polisi! Layani masyarakat dengan bangga!
Pembagian kamar sama seperti di asrama.
Jangan ada yang ke luar sampai pelatihan praktik besok.
Kita datang jauh-jauh ke Tokyo, tapi cuma makan nasi kotak?
Bagaimana kalau nutrisi Rokuro tidak terpenuhi?
Apa pun makanannya, aku tak keberatan.
Asalkan itu makanan, masa bodoh.
Jadi, bagaimana dengan si Bodoh itu?
Aku akan menegurnya.
Aku harus mengantar kalian terlebih dahulu ke hotel.
Si Bodoh itu membuang-buang waktuku.
Pasangan kamar yang sama dengan asrama artinya ...
Kali ini, aku punya kesempatan sendirian!
Maaf, aku terlambat.
Kau ini berkeliaran dari mana saja tadi?
Aku tersesat.
Kau pikir apa alasan kita berpakaian seperti polisi?
Tujuan kita di sini adalah mencari Shiki Ichinose!
Setelanmu sangat mendukung untuk menggali informasi,
tapi kau malah keluyuran?
Bersikaplah seperti wakil kapten, Idiot!
MIKADO MOMODERA AGENSI MOMOTARO Aku mengerti.
WAKIL KAPTEN UNIT 13 Aku akan lebih berhati-hati.
Ayo kita pergi.
Sudah kuduga aku pasti dimarahi.
Ini memang salahku.
Meski begitu ...
Polisi tadi keren juga.
No comments yet. Be the first to leave one.